
"Dia itu sama kayak lo, dia juga Arwah penasaran yang ngikutin gue dan yang di sebelahnya adalah Mbak Kunti yang tersesat di kamar mandi gue dan gue mau nganterin dia ke tempatnya semula." ujar Laura, Arumi melihat sekilas ke arah Mbak Kunti, Kunti pun tersenyum padanya sehingga menampakkan giginya yang hitam itu.
Arumi bergidik melihatnya, tiba-tiba suara mobil terdengar di telinga mereka, Angga ternyata sudah menghidupkan mobilnya hendak pergi dari sana.
"Gue harus pergi, lo harus tolongin gue." ujar Arumi
"Gimana Caranya ?"
"Lo datang saja ke perusaan RA Group di Jakarta, nanti kita ketemu di sana dan mungkin misteri diantara kita akan terungkap di sana," ujar Arumi langsung masuk ke mobil Angga. Laura masih mematung di tengah Jalan.
Tiin..tiin..
Angga kembali membunyikam Klaksonnya sehingga Laura kaget.
"Heh..gadis Gila..minggir lo gue mau lewat," suruh Angga, Laura pun minggir ke tepi jalan dan mobil angga pun melaju, Arumi melambaikan tangannya ke Laura Dan Parjo yang membalasnya.
Laura baru menyadari kalau si Tora motornya itu masih tergeletak di sana, dia segera membangunkan motornya dan mengusap-usapnya layaknya memperlakukan peliharaannya.
" Tora..lo gak Apa-apa kan, Jangan Nangis lagi gue nanti beliin lo cat Warna terbaru," ujar Laura sambik mengelus-ngelus motornya itu. Parjo masih terbengong di sana sedangkan Laura sudah berada di atas motornya.
"Parjo..lo mau ikut gak sih," ucapan Laura mengagetkan Parjo.
"Eh Iya.." ucap Parjo langsung naik ke motor tersebut di ikuti oleh Mbak Kunti di belakangnya.
Mereka akhirnya sampai juga di desa sebelah, kemudian mereka segera menuju Bukit dimana Laura dan teman-temannya bermain Jelangkung dulu.
Sampai di sana bulu kuduk Laura meremang seakan ada kekuatan dasyat berada di sana. Dam sampailah mereka di pohon besar yang di maksud oleh Parjo.
Parjo mulai berjalan di belakang Laura, Laura binggung melihat Parjo seolah bersembunyi di belakangnya.
Apa Gendoruwo itu sangat menyeramkan sehingga Parjo pun merasa takut begitu,, Batin Laura
Sebuah suara menggema di dalam pohon tersebut karena merasa terganggu dengan kedatangan mereka. Parjo memeluk erat Laura dari belakang, Dia benar-benar takut sepertinya.
Laura masih memberanikan dirinya dan ketika Laura melihat kebelakang mbak kunti yang tadi di belakangnya sudah menghilang.
Ternyata mbak Kunti sudah bertengger di atas pohon besar itu, mungkin itu yang membuat Genderuwo penunggu pohon itu menjadi marah dan berteriak seperti itu.
__ADS_1
"Mbak Kunti ! turun...kita belum minta ijin sama penunggu pohon ini, Kamu main naik-naik aja ke sana." panggil Laura
"Gak mau ah, gue sangat senang punya rumah baru seperti ini," ujarnya sambil makin jauh memanjat.
Tiba-tiba suara itu menggema kembali sehingga membuat mbak kunti terjatuh dari pohon itu. Sebuah sosok hitam pun muncul dari balik pohon besar itu. Parjo dan Laura ketakutan saat melihatnya akan tetapi tidak dengan mbak kunti, Dia langsung menghampiri Genderuwo itu dan memeluknya.
"Kakanda, aku kangen sama kamu hi..hi.." ucapnya, Parjo dan Laura menjatuhkan rahangnya melihat semua itu.
"Aku juga Dinda, kemana saja kamu selama ini, aku mencari mu ke mana-mana, sampai aku frustasi dan sering mencelakakan orang hanya karena aku kesal karena tidak menemukan keberadaanmu." ucapnya
Parjo dan Laura seperti melihat Sinetron yang mungkin bisa di kasih judul " Cinta Setan Akhirnya kembali " he..he.. ( bisa aja lo thor..)
Adegan itu membuat mereka terharu, sepertinya mereka sudah lama terpisah dan baru sekarang bertemu kembali.
"Maafin aku ya kanda, aku tersesat di sebuah toilet saat menakut-nakuti orang di sebuah desa, dan aku tak tau arah pulang," ujarnya
" Udah mesra-mesraannya ? Kalau begitu kami pergi dulu ya, masih ada urusan," ucap Laura Gendoruwo melihat sekilas ke arah mereka dan menhampiri mereka. Laura dan Parjo mundur saat Gendoruwo itu sudah dekat sekali dengan mereka karena mereka merasa ngeri melihat wajah Genderuwo itu dan akhirnya mereka terjerembab di tanah.
" Ha..ha..," tawa Genderuwo itu menggema
"Apa kamu sudah mati dan si kutu kupret ini menemukan akhirnya jodohnya," ucapan Gendoruwo itu membuat kening Laura berkerut.
"Aku kasihan melihat dia terus-terusan murung di pinggir jurang itu karena menunggu ke kasihnya yang tak kunjung datang, dan saat dia melihat kamu dia tersenyum dan aku membantunya membuatmu menjadi seperti dia," jelas Genderuwo itu.
Laura melihat ke arah Parjo, tapi Parjo melihat ke arah lain untuk menyembunyikan wajahnya dan tidak sanggup menatap Laura.
"Parjo tatap gue, jadi lo yang Ingin gue mati ?
"Laura gue bisa jelasin,"
"Gue kecewa sama lo, gue gak mau lihat wajah lo lagi," ucap Laura lalu pergi dari sana.
"Laura tunggu..!" Parjo mengejar Laura dan menghadangnya.
"Dengerin dulu penjelasan gue," ucap Parjo memelas, Laura mrnghentikan langkahnya.
"Gue kasih lo waktu 2 menit," ucapnya
__ADS_1
"Yach mana cukup dua menit,"
"Kalau begitu satu menit,"
" Malah di kurangin lagi"
" 30 detik,"
"Oke..oke..sebenarnya sejak pertama gue lihat lo malam itu gue sudah jatuh cinta sama lo," ucap Parjo, Laura tenganga mendengar ucapan Parjo.
"Lo sadar gak sih Jo, Lo sama gue itu beda Alam. Gak mungkin kita bisa bersatu," ucap Laura
"Gue tau, tapi gue gak bisa bohongin perasaan gue, walaupun gue tau kita gak bakalan bisa bersama,"
"Jadi karna itu lo minta tolong sama Gendoruwo untuk mencelakakan gue ?" Tanya Laura kecewa mengetahui Parjo yang sudah di anggap sahabatnya itu pernah ingin mencelakakan dia.
"Gue tidak menyuruhnya, itu inisiatif Gendoruwo sendiri,"
"Memang gue ingin bisa bersama dengan lo, tapi gue gak pernah menginginkan lo celaka, gue hanya ingin bisa dekat -dekat dengan lo saja itu sudah membuat gue bahagia," ujar Parjo, Laura tidak melihat kebohongan di mata parjo.
"Ya sudah gue percaya sama lo, tapi gue risih kalau lo masih ngikutin gue karena gue tau lo suka sama gue," ujar Laura
"Gue gak mau lo berbuat macam-macam sama tubuh gue yang suci ini karena lo khilaf," ucap Laura seakan-akan bicara sesama manusia.
"Yang bener aja lo, gue gak akan bisa ngapa-ngapain lo karena pasti kalau gue megang lo akan nembus," ucap Parjo sambil tertawa.
"Tapi kok gue bisa pegang lo ya ?
"Itu kan Lo, lo bisa pegang gue karena lo ingin, tapi kalau lo tidak pengen lo juga gak akan bisa pegang gue, beda sama gue," jelas Parjo
"Tapi gue masih takut.."
" Takut kenapa ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like..Coment..dan vote ya
__ADS_1
Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapat notif Up nya..
Makasih🙏🙏🙏