
Aku di suruh mbak Anggi buat nunggu di dalam," ujar Laura hendak masuk tapi Security itu masih saja menghadanganya. Security itu mengeryitkan keningnya mendengar ucapan Laura. Mereka tidak percaya kalau Laura itu teman kakak Bos nya itu.
"Kamu jangan ngaku-ngaku ya, mana mungkin orang seperti kamu itu temannya Bu Anggi, banyak orang yang berbohong hanya demi bisa masuk dan kerja di Perusahaan ini, maaf kami tidak bisa mengizinkan kamu masuk ke sini, lebih baik kamu pergi saja sana," ujar Security itu.
"Heh kalian gak percaya sama gue, Bentar ya gue telpon Mbak Anggi dulu, Lo ngomong aja sendiri saman dia," ujar Laura lalu mengambil ponselnya menghubungi Anggi
Drrrt..drrrt...
Anggi mengangkat telponnya
"Iya Laura ada apa ?
"Mbak ini satpam di kantornya si resek gak ngizinin aku buat masuk ke dalam, kesel deh aku, aku pulang aja ya mbak," ucap Laura
"Coba kamu kasih ponsel kamu ke mereka," suruh Anggi, Laura memberikan ponsel itu ke Salah satu security itu.
"Nih ngomong sendiri sama Mbak Anggi," suruh Laura.
"Halo,, saya bicara dengan siapa ?" ujar security itu
"Beni.. kenapa kamu melarang adik saya masuk ke kantor ?" tanya Anggi
"Maaf Bu Anggi, saya tidak tau kalau gadis ini adalah adik Mbak Anggi, saya minta maaf Bu," ujar Beni dengan wajah takutnya
"Ya sudah, kamu antar dia ke ruang tunggu Lobby, biar dia tunggu saya di sana," ujar Anggi
"Baik Bu Anggi saya akan mengantarkannya," ujarnya
"Masih mau melarang saya masuk ?" tanya Laura
"Maafkan kami, Kami tidak tau kalau kamu itu adiknya Bu Anggi," ujar Beni, Teman Beni mengerutkan keningnya.
"Eh Ben sejak kapan Bu Anggi punya Adik perempuan, bukannya Bu Anggi adiknya cuma pak Angga ya ?" tanya teman Beni itu.
"Kamu jangan Bawel, gue mau antar dia ke Ruang tunggu dulu di suruh sama Bu Anggi, kamu jaga di sini," ujar Beni. Temannya hanya mangut saja apa yang di suruh oleh Beni.
__ADS_1
"Ayo saya antar ke Ruang tunggu," ajak Beni, Laura pun mengikuti Beni dari belakang. Laura takjub melihat megahnya gedung itu, saat sampai di ruang tunggu dia langsung tiduran di Sofa. Beni hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Laura.
"Saya permisi dulu ya, pesan Bu Anggi kamu 0ppdi suruh tunggu di sini, jangan kemana-mana sebentar lagi Bu Anggi akan datang." ujar Beni
"Iya bawel amat sih Lo, lo pergi aja sana gue mau tidur dulu." ujar Laura, Beni Pun pergi dari sana.
Laura memejamkan matanya lalu dia tertidur. Doni yang baru turun ke Loby hendak keluar kantor untuk membeli sesuatu yang di suruh oleh Angga melihat ke arah Ruang tunggu yang transparan itu banyak karyawan yang berkumpul di sana sambil tertawa melihat ke arah sofa.
"Ada apa ya di sana, kenapa ramai sekali," ucap Doni lalu dia berjalan menuju ke sana, Karyawan yang melihat Doni datang langsung pergi satu persatu kembali ke pekerjaannya.
Doni melihat kearah sofa, ada seorang gadis yang tidur dengan lelapnya sambil ngorok dan ngences di sana.
"Siapa gadis ini lucu banget sih,tapi kenapa dia bisa masuk ke sini ya, apa Security yang mengizinkannya." guman Doni
Doni lalu menuju ke pintu masuk kantor itu, dia menemui Security yang ada di sana.
"Beni, apa kamu yang ngizinin gadis itu masuk ke mari ?" tanya Doni
"Iya Pak Doni, tapi saya di suruh sama Bu Anggi buat ngantar dia ke sana," jawab Doni
"Katanya sebentar lagi sampek, tadi saya hanya bicara lewat telpon Sama Bu Anggi Pak Doni." ujar Beni
"Oke Makasih ya Ben, saya akan menunggu dia bersama gadis itu." ujar Doni, Doni melupakan apa yang di suruh sama Angga.
Angga sudah menunggu Doni, tapi sudah setengah jam Doni belum balik-balik juga, akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Doni.
"Ya Ga, ada apa ?" tanya Doni kesal karena di ganggu oleh suara telponnya itu.
" Lo tanya ada apa hah , apa lo lupa apa yang gue suruh ?" tanya Angga
" Oh iya gue lupa Ga, abisnya gue lagi ngejaga teman kakak lo di Lobby, orangnya cantik loh, kan jarang-jarang yayang Anggi berkunjung kemari, jadi gue berinisiatif buat nunggu dia di sini sambil jagain gadis ini tidur," ujar Doni masih memandang wajah cantik Laura yang tanpa Make Up itu.
"Teman kak Anggi, Siapa Dia ?" tanya Angga penasaran.
"Gak tau juga gue, tadi Beni bilang begitu, lo tau gak, ni cewek tidur di sofa sambil ngorok loh, lucu banget pokoknya, lo ke sini deh lihat sendiri," ujar Doni sambil tertawa saat Laura ngorok lagi.
__ADS_1
"Oke gue ke sana, Gue penasaran siapa sih dia," ujar Angga. Lalu Angga memutuskan sambungan telponnya dan bergegas menuju ke Lobby.
Saat Angga sampai di Lobby semua memandang ke arahnya terutama para karyawan wanita yang sangat mengidolakan ketampanan dan kegagahan BosNya itu.
Mereka berbisik-bisik sesamanya sambil menatap wajah tampan Angga.
Saat Angga masuk ke ruang tunggu itu dia kaget melihat Laura sedang berbaring di sofa sambil ngorok sesekali.
"Laura ngapain dia di sini," ujar Angga kaget
"Lo kenal sama dia Ga ?" tanya Doni
"Iya..dia itu gadis Aneh yang pernah gue temuin di Bandung, sekarang dia tinggal di mansion gue," ujar Angga
"Yang bener lo, lo tinggal seatap sama ni cewek, kalau gue jadi lo, udah gue pacarin nih cewek, secara dia itu cantik walaupun agak sedikit jorok sih," ujar Doni
"Lo belum kenal aja sama dia , dia itu aneh tau gak ?" ujar Angga.
"Aneh gimana maksud lo ?" tanya Doni
"Dia suka ngomong-ngomong sendiri tau gak lo, dan yang anehnya lagi dia itu mengetahui apa yang terjadi akan datang," jelas Angga
"Maksud lo, dia bisa ngeramal masa depan gitu ?" tanya Doni
"Yang bener lo, lo gak bohong kan, Nanti saat dia bangun gue akan minta ramalin nasib cinta gue sama Kak Anggi." tambahnya
" Itu sih mau Lo,,, gue harus membawa dia Ke atas, kalau tidak dia bisa buat ulah di sini," ujar Angga
"Biar gue saja yang menggendongnya, lagian kecil ini," ujar Doni lalu mendekati Laura
Saat dia menyentuh tangan Laura, seketika Laura memelintir tangan Doni dan menendang bokongnya sehingga Doni terpental ke lantai. Yang anehnya Laura melakukannya secara tidak sadar alias dia masih tertidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like...Coment dan vote ya..makasih🙏🙏🙏
__ADS_1