Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Hantu Bule Mesum


__ADS_3

"Wah kasian sekali kalau mobil sebanyak ini tidak di mamfaatkan, kalau saya punya mobil sebanyak ini ya saya pasti sudah merentalkannya mbak, kan Lumayan ada pemasukan uang," Ujar Laura


Anggi tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya, dia akhirnya mengajak Laura masuk ke dalam mansionnya karena sudah tidak sanggup tertawa lagi melihat tingkah Laura yang seperti itu.


"Laura ayo kita masuk," ajak Anggi


"Eh siapa ini, cantik sekali," ujar Sinta mamanya Anggi saat mereka berpaspasan dengannya.


"Ini Laura ma teman Anggi, dia baru datang dari kampung. Boleh ya ma kalau dia tinggal di sini," tanya Anggi


"Boleh dong sayang, kamu ajak gih ke kamar tamu yang ada di sebelah kamarnya Angga," suruhnya


"Oke deh mamaku sayang, aku kesana dulu ya," ujar Anggi sambil menarik tangan Laura menuju ke kamar Tamu.


"Mbak..kok saya di bawa kemari sih, saya kan mau kerja, bersih-bersih juga gak apa-apa deh," ujar Laura


"Kamu jangan bawel, ikut aja sama aku. Nanti aku cariin kerjaan yang pas buat kamu," ujar Anggi sambil membuka pintu kamar itu.


"Waaah..besar sekali kamarnya mbak," ujarnya takjub


"Ini kamar buat kamu, dan yang di sebelah kamar ini kamarnya Angga, kamu jangan sekali-kali masuk kesana karena Angga gak suka kalau ada orang yang masuk ke kamarnya," ujar Anggi.


"Udah kamu bebersih dulu sana, nanti mbak akan bawa baju ganti buat kamu," suruhnya hendak pergi dari sana.


" Mbak !" panggil Laura


"Iya ada apa Laura ?


"Aku gak pantas berada di sini mbak, aku hanya anak kampung dan mbak begitu baik terhadapku. Aku tidak pantas menerima semua ini," ujarnya


"Siapa bilang kamu tidak pantas, dari kecil aku tidak mempunyai seorang sahabat sejati karena mereka hanya mau berteman denganku karena aku ini anak dari orang kaya, namun kamu malah risih saat aku mau kamu jadi sahabatku, kamu mau kan berteman dengan aku ?" tanya Anggi penuh harap, Laura malah bengong mendengar ucapan Anggi


"Masak sih begitu, mbak gak takut aku juga seperti mereka ?"


"Dari pertama aku melihat kamu aku yakin kamu itu beda, kamu itu tulus walaupun sifat kamu agak sedikit bar-bar sih, buktinya kamu mau ngembalikin tas aku sampai bela-belain ngantar ke rumah sagala, padahal kalau kamu mau kamu bisa mengambilnya karena di dalam tas itu ada sejumlah uang tunai yang bisa kamu gunakan untuk hidup kamu di Jakarta, tapi kamu malah mengembalikannya padaku," ujar Anggi


"Emang sebanyak apa sih uang di dalam tas itu ?" tanya Laura


Anggi membuka tas nya lalu memperlihatkannya kepada Laura.Laura ternganga melihatnya


"Itu uang semua ?" ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri

__ADS_1


"Iya...kamu pasti gak tau kan kalau di dalamnya ada uang sebanyak ini karena kamu memang tidak membukanya, kalau pun kamu membukanya kamu pasti hanya mencari alamatku saja kan tanpa membuka sleting yang lainnya," ujar Anggi, Laura mengangguk.


"Itulah polosnya kamu, dan aku salut sama kamu, di kota yang keras ini belum tentu ada orang seperti kamu, walaupun kamu dari kampung aku gak keberatan kok punya sahabat seperti kamu asalkan..." ucapan Anggi terputus


"Asalkan apa ?


"Kamu mau membantuku dan aku akan membantumu juga buat mencari pekerjaan," lanjut Anggi


"Memangnya aku bisa bantu apa mbak, aku gak ada pengalaman apa-apa loh, aku di kampung hanya kerja sebagai pemetik teh saja," ujar Laura


"Itu kita bahas nanti, sekarang kamu pergi mandi sana, bau Acem tau," ujar Anggi, Laura pun mencium keteknya sendiri, dia hampir pingsan karenanya. Anggi tertawa melihat tingkah konyol Laura.Laura kemudian langsung pergi kekamar mandi.


"Ini kamar mandi apa kamar tidur, besar amat. Ada kolamnya lagi," ucapnya lalu segera masuk ke batup .


"Ini airnya di mana ya ?" ujarnya sambil ngotak-ngatik keran, tiba-tiba dia terkejut karena showernya nyala.


"Wah kayak di tv ya, jadi berasa mandi hujan deh, mimpi apa sih gue bisa tinggal di rumah semewah ini," ucapnya sambil melucuti semua pakaiannya. Lalu Laura mandi sambil bernyanyi riang.


...Di Obok-obok airnya di obok-obok...


...Ada ikanya kecil-kecil pada mabok...


...kena mukaku aku jadi mandi lagi...


...Dingin-dingin mbeerrr...


...Di mandiin Gerrrr...


...Nanti masuk angin.....


"Woy berisik tau gak," sebuah suara mengagetkan Laura. Dia kemudian berhenti menyanyi.


"Siap sih berisik banget, gak tau apa kalau gue lagi tidur," suara itu terdengar lagi dari kamar sebelah.


Laura bergegas mandi lalu mengambil handuk dan menutup tubuhnya kemudian keluar dari kamar mandi tersebut. Saat keluar dari sana dia berteriak.


Aaaa...


Parjo langsung menutup wajahnya menggunakan tangannya.Laura kembali masuk ke kamar mandi.


"Parjo lo ngapain di sini ?" tanya Laura

__ADS_1


"Maaf Laura, tadi gue gak tau harus ke mana, jadi gue nunggu lo di sini aja," ucapnya


"Lo memang hantu gak tau malu ya, ngapain lo di kamar cewek, kalau gue tadi gak pakai apa-apa gimana ?"


"Ya.. itu rejeki gue," ucap Parjo asal.


"Parjooo...pergi gak lo," suruhnya.


"Iya..iya..gue pergi, gue tunggu lo di ruang Tipi ya, gue sudah lama gak nonton Tipi" ujar Parjo


"Serah lo deh, cepat lo keluar, dasar hantu bule mesum," omelnya.Setelah Parjo pergi ada yang mengetuk pintu kamar itu.


"Siapa," tanya Laura


"Ini aku," ucap Anggi dari luar


"Masuk aja mbak, pintunya gak di kunci kok," ujar Laura. Anggi pun masuk dengan membawakan beberapa setelan bajunya buat Laura.


"Ini Laura kamu pakai dulu, nanti kita pergi belanja." ujar Anggi, Laura memegang baju itu tepatnya sih gaun.


"Apa gak ada yang lain mbak ?" tanya Laura, Anggi mengeryitkan keningnya


"Gak ada kos atau kemeja gitu ?" tanya Laura lagi


"Mbak gak punya, tapi kalau kamu risih pakai baju begini mbak akan ambil bajunya Angga dulu, kamu tunggu di sini," ujar Anggi lalu keluar dari kamar itu


Beberapa saat kemudian Anggi kembali ke sana dengan membawa kaos dan celana pendek buat Laura.


Laura mengambilnya kemudian merentangkannya.


"Ini sih gede banget mbak, tapi gak apa-apa deh dari pada aku harus pakai beginian, lebih baik ini saja," ujarnya lalu mengenakan kaos dan celana hot pants itu.


"Kalau kamu sudah selesai kamu turun ke bawah ya kita makan siang bareng," ujar Anggi, Laura menganggukkan kepalanya.


Laura mengikat rambutnya asal lalu segera turun ke bawah dan menuju dapur, di sana sudah ada Anggi dan mamanya sedang menata makanan di atas meja.


"Wiih banyak makanan nih,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like..Coment..Vote...👌👌👌

__ADS_1


__ADS_2