Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Bertemu mantan


__ADS_3

Yang merah itu gimana ? aku pernah lihat di film-film kalau keluar dari mobil itu terasa keren gitu," ujar Laura


"Boleh, ayuk," ajak Anggi


Kemudian Anggi dan Laura masuk ke dalam mobil sport milik Angga lalu Anggi malajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.


"Waah nyaman banget ya mbak, jadi pengen tidur, tapi gak deh aku pengen liatin kota Jakarta dari dalam mobil ini siapa tau beda," ucap Laura


"Ada-ada aja kamu Laura, Kota Jakarta itu sama aja walaupun di lihat dari mana saja," ujar Anggi tertawa.


"Ya beda lah mbak, kalau naik mobil mewah sama naik angkot kan beda bisingnya he..he..," ujar Laura.


"Oh ya mbak, gedung itu kok tinggi banget ya, itu gedung apa sih ?"


"Besok juga kamu bakalan tau kok," ujar Anggi lalu dia membelokkan mobilnya menuju parkiran Mall terbesar di Jakarta itu. Laura sangat takjub melihatnya, dulu di kampungnya jangankan masuk ke Mall, kepasar aja dia jarang karena asik berpetualang bersama trio aneh teman-temannya itu.


"Ayuk kita masuk Laura, kok bengong aja sih," ucap Anggi lalu menggandeng tangan Laura kemudian mereka masuk ke sana.


Pemuda-pemuda yang melihat mereka langsung terpana akan kecantikan dua dara itu, bukan hanya yang jomblo saja yang memandangi mereka tapi yang sudah punya pasangan pun tak mau kalah sehingga pasangannya itu terlihat cemberut semua.


" Wooww...mbak emolnya gede banget ya, bisa tersesat nih kalau aku sendirian masuk ke sini," ucap laura takjub


"Jangan norak ah, semua pada mandangin kita tuh," ujar Anggi


"Kita mau beli apa ya mbak ?" tanya Laura


"Kita mau belanja kebutuhan kamu, seperti baju perlengkapan mandi, make Up, pokoknya apa yang kamu butuhin deh," ujar Anggi


"Loh kok cuma buat aku sih mbak, buat mbak enggak emangnya ?" tanya Laura


"Punya mbak masih banyak kok, mbak hanya gak ingin kamu gak betah di rumah mbak kalau semua yang kamu butuhin gak ada," ujar Anggi


Wajah Laura berubah sedih, Anggi yang melihatnya langsung bertanya.


"Loh kok jadi sedih sih, Apa mbak ada salah ngomong ?"

__ADS_1


"Gak kok mbak, aku bahagia banget bisa di pertemukan dengan mbak Anggi, mbak Anggi baek banget sama aku, aku merasa gak pantas menerima semua ini mbak, ini terlalu berlebihan buat aku," ujarnya meneteskan air matanya, Anggi tak mengerti sikap Laura begitu cepat berubah, padahal tadi dia sangat ceria dan cenderung konyol tapi sekarang malah nangis-nangis.


Anggi membawa Laura ke dalam pelukannya, dia membelai rambut Laura dengan Lembut.


"Laura...dari dulu mbak ingin sekali punya adik perempuan, Tapi malah Angga yang hadir, bukannya mbak gak bersyukur punya adik seperti Angga tapi dia terlalu sibuk dengan kegiatannya sehingga disaat mbak butuh sandaran dia tidak ada, dan mungkin Allah mengirimkan kamu buat jadi adik mbak," ucap Anggi


Laura semakin bahagia akan apa yang terjadi sekarang, dia sekarang bersyukur sekali di saat dia sendirian merantau ke Jakarta malah di pertemukan dengan keluarga yang sangat baik itu.


"Loh kok malah mewek-mewek sih, kita kan kesininya mau have fun, ayo kita belanja," ujar Anggi menarik tangan Laura menuju satu stand baju. Mereka memilih-milih baju yang menjadi style nya Laura.


Laura mulai mencoba beberapa baju yang sudah di pilih oleh Anggi, walaupun Laura tidak nyaman memakai Drees tapi Anggi juga membelinya beberapa saja siapa tau Laura nanti membutuhkannya.


Setelah selesai belanja mereka masuk ke sebuah salon yang ada di Mall tersebut, Saat berada di sana Laura melihat pemuda yang agak gemulai menghampiri mereka, seketika dia teringat pada Vero yang sebelas dua belas dengan Pemuda itu.


"Aduh Cin, kemana aja sih lo, kenapa gak pernah mampir di mari lagi ?" ujar Molex ke Anggi


" Iya Lek gue gak ada waktu luang akhir-akhir ini," ucapnya sambil cipika-cipiki.


"Ya iyalah...lo kan super duper sibuk..apa lagi semenjak putus sama Bonar," ujar Molex yang membuat wajah Anggi berubah.


"Iya deh say..sorry, Eh ini siapa cantik sekali," tanya Molex saat melihat ke arah Laura.


"Ini adek gue," ucap Anggi


"Eh bukannya Adek lo cuma si Angga doang ya,"


"Ini adek ketemu gedek, udah jangan banyak tanya lagi ah, jadi males jawabnya, lebih baik lo rubah dia menjadi seorang princes aja dari pada lo banyak omong," suruh Anggi yang mulai kesal.


"Baik Cin..kalau dia sih gak usah di permak, di touch Up dikit aja sudah sempurna," ucap Molex


"Kalau begitu gue juga mau perawatan menyeluruh dan dia juga,"


"Siap Cin,, yuk cus masuk ke dalam ruang ajaibnya Molex," ajakya


Anggi mengikuti Molex dari belakang dengan menarik tangan Laura yang masih terbengong.

__ADS_1


Saat sudah masuk ke sana Laura semakin tercengang melihat isi dalam ruangan itu yang sangat lengkap, segala bentuk jenis perawatan ada di sana.


"Kita mulai luluran dulu," ucap Molex


Mereka pun akhirnya mencoba satu persatu perawatan yang ada di sana, Laura sangat di manjakan dengan semua itu.


Setelah semua jenis perawatan mereka Jalani, Anggi pun membayarnya hanya dengan memberikan Black Card kepada Molex. Setelah menggeseknya Molex mengembalikan Black Card itu kembali kepada Anggi.


"Hanya gitu aja ," tanya Laura, Anggi tersenyum dia tau kalau Laura binggung dengan apa yang di lihatnya.


"Lex..gue pergi dulu ya, masih ada beberapa tempat yang masih akan gue kunjungi," ujar Anggi


"Iya say..mampir-mampir lagi ya cin," ucapnya.


Mereka pun akhirnya kembali melanjutkan petualangannya di dalam Mall itu.


"Mbak lihat deh, barang-barang di sana bagus-bagus banget ya," ucap Laura sambil menunjuk ke sebuah stand yang tidak jauh dari tempat mereka.


Anggi baru menyadari kalau tempat yang tidak ingin dia kunjungi berada dekat dengan mereka, seorang pemuda Tampan melihat ke arah mereka. Anggi segera menarik tangan Laura menjauhi stand tersebut.


"Anggi tunggu," ujar pemuda tersebut, Anggi semakin mempercepat langkahnya masih dengan menarik tangan Laura.


"Mbak kenapa mbak lari, pemuda itu manggil mbak loh," ucap Laura, Anggi tidak memperdulikan ucapan Laura dia masih terus saja berlari sampai sebuah tangan mencekal tangannya.


Ya itu tangan pemuda itu yang berhasil mengejar mereka.


"Anggi tunggu dulu," ucap pemuda itu


"Lepasin gue Bonar," bentak Anggi, Laura yang melihat Anggi meringis kesakitan karena tangannya di pegang erat oleh Bonar memegang tangan Bonar dan memelintirnya ke belakang.


"Aww..Siapa lo, berani sekali lo kayak gini sama gue,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan coment yang banyak ya 😍🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2