Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Devan terluka


__ADS_3

"Kamu kenapa menangis sayang, apa kamu teringat sesuatu?" tanya Devan


"Eh enggak kok Om, Aku hanya teringat sama Ibuku di kampung ," ujar Laura


"Oh ya Om kita harus segera melaksanakan rencana kita, aku tidak mau terlalu lama meninggalkan suami aku ," ujar Laura


"Jadi kamu sudah menikah ?"


"Iya Om, Om pasti kaget saat tau siapa Suami aku , tapi itu gak usah di pikirkan yang penting sekarang Kita lakukan dulu Rencana Kita." ujar Laura.


"Baiklah kalau itu semua mau kamu, Papa ikut saja.


*


*


Sementara di Mansionnya Angga bermimpi buruk tentang Istrinya Laura, dia terbangun dengan nafas tersengal-sengal .


"Kenapa mimpi ini seperti nyata ya, aku harus ke Mansionnya Pak Devan untuk memastikan kalau Laura Baik-baik saja.


Jam masih menunjukkan jam 2 dini hari, Angga masih saja ingin pergi ke Mansionnya Devan. dia sangat mengkhawatirkan Istrinya itu, dia takut mimpinya menjadi kenyataan karena dia belum siap kehilangan Istri yang sangat di cintainya itu.


Sementara di Mansionnya Devan..

__ADS_1


"Ma aku bilang juga apa, tadi itu beneran Hantunya Arumi," ucap Alona


"Iya mama tau, kita harus cari cara agar Hantunya Arumi tidak mengganggu kita lagi ," ujar Lucia


"Tapi bagaimana caranya Ma, aku takut Ma kalau sampai Hantunya Arumi membunuh kita gimana ," ujar Alona


"Kami jangan ngaco deh Alona, kalau kamu berisik terus Mama jadi gak bisa mikir nih ," marah Lucia.


"Sepertinya kita harus menyimpan pisau deh di kamar ini, nanti kalau Hantunya Arumi datang lagi kita bunuh saja lagi ," ujar Lucia


"Mama Ini aneh deh, Kan Arumi sudah Mati mana mungkin bisa di bunuh lagi ,"


"Kamu diam deh, siapa tahu berhasil kan, siapa tahu itu semua ulah nenek peot itu yang membuat Hantu bohong-bohongan tadi.


"Iya mama Tau, nenek peot itu kan kaya, siapa tahu dia membayar orang untuk melakukan Operasi plastik kan ,"


"Benar juga ya Ma, kenapa aku gak kepikiran soal itu ya ,"


"Kamu aja yang bodoh, Mama kan orang yang paling Cerdik di sini, kalau enggak mana bisa kamu menikmati semua kekayaan Keluarga Perdana ini ," ujar Lucia sambil tersenyum menyerigai.


Di Luar Kamar itu Laura membakar kertas sehingga Asap menggepul masuk ke dalam Kamar yang di tempati oleh Lucia dan Alona itu.


"Ma... Lihat itu ada asap masuk ke kamar kita," ujar Alona, tak lama suara ketukan pintu

__ADS_1


"Alona kita harus siap-siap siapa tahu Hantunya Arumi yang muncul lagi di depan Pintu itu.


Mereka berdua kemudian mengambil Benda tajam untuk jaga-jaga kalau Hantunya Arumi muncul lagi di sana.


Ceklek...


Lucia membuka pintu itu kemudian mereka berdua menyerang tanpa ampun ke arah orang yang berdiri di depan Pintu kamar itu.


Mereka salah sasaran, Ternyata Devan yang mengetuk pintu kamar mereka tadi, Devan sempat menghindar tapi sebuah Pisau berhasil menancap sempurna di dadanya.


Laura yang melihat itu Langsung keluar dari persembunyiannya dan menangkap Devan yang sudah bersimbah darah.


"Kalian berdua sangat kejam," ucap Laura kemudian mulai menyerang dan berhasil melumpuhkan mereka lalu mengikat mereka di sebuah Kursi.


Angga yang sudah sampai di sana mendengar teriakan minta tolong dari istrinya, dia langsung mendobrak pintu mansion itu bersama Satpam yang ada di sana.


Angga langsung berlari ke arah Sumber suara, dia melihat kalau Laura berlumuran Darah.


"Sayang kamu tidak apa-apa ?" tanya Angga


"Mas..cepat telpon Ambulance, Om Devan terkena tusukan di dadanya ," suruh Laura


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2