
" Arumi Oma senang sekali karena kamu masih hidup nak, Oma mau buat syukuran besar-besaran karena kamu sudah kembali, Makasih ya Allah Engkau telah memberikan kembali kehidupan di dalam rumah ini," ucap Oma Nita sambil sujud Syukur.
Laura seakan merasakan kembali ke rumahnya setelah sekian lama pergi,perasaan itu tidak bisa di tampikkan olehnya.
"Ayo sayang, kita ke kamar kamu. Oma akan usir tu anak manja itu dari kamar kamu," ujar Oma Nita lalu membawa Laura ke kamar yang dulu di tempati oleh Arumi.
"Ini kamar kamu sayang , oma akan menyuruh pelayan untuk membereskan barang-barang anak manja itu daru sini." ujar Oma Nita
"Oma, apa aku benar-benar kecelakaan, kenapa aku tidak ingat semuanya," Tanya Laura seolah-olah dia benar-benar lupa ingatan
"Iya sayang, waktu itu kamu mengalami kecelakaan, dan Kami mengira kalau kamu sudah meninggal, Oma senang ternyata kamu masih hidup nak," ujar Oma Nita, Laura sangat merasa bersalah karena sudah membohongi Keluarga itu.
"Oma...sebenarnya aku itu bukan Arumi," Laura akhirnya jujur, dia berpikir kalau dia jujur akan mempermudah untuknya mengungkap semuanya.
"Sayang, kamu jangan bercanda, Kamu memang pintar kalau soal Nge prank orang, jangan bercanda gitu ah," ujar Oma Nita
"Oma aku gak bercanda, Arumi sebenarnya memang sudah meninggal Oma, Aku di suruh olehnya buat menjaga Oma dan Juga papanya Arumi," ujar Laura tapi oma Nita masih tidak percaya.
__ADS_1
"Jangan bercanda lagi sayang, Oma gak suka ah," ujar Nita
"Kalau oma gak percaya, coba sebutkan apa saja yang sekiranya Arumi punya, di tubuhnya mungkin atau dia punya alergi mungkin," ujar Laura, Oma Nita mengerutkan keningnya.
"Seingat Oma Arumi punya tanda lahir di ketiak kirinya," ujar Oma Nita
Laura langsung membuka bajunya dan menampakkan Ketiaknya kepada Oma Nita, Oma Nita kaget.
"Kok bisa tanda itu gak ada ya," ujarnya
"Sudah aku bilang oma aku ini bukan Arumi, kebetulan saja kemaren-kemaren aku bisa lihat arwahnya Arumi tapi karena suatu Insiden aku tidak bisa lagi melihatnya dan dia menyuruh aku untuk menjaga Oma dan papanya dari kekejaman ibu tirinya," ujar Laura
"Arumi pernah cerita kalau dia Alergi sama kacang, Coba Oma ambil kacangnya," suruh Laura
"Buat apa ?"
"Buat aku makan agar Oma percaya" ujarnya
__ADS_1
"Kamu jangan macam-macam Arumi, nanti kamu bisa meninggal " ujar Oma Nita
"Sudah aku bilang aku ini bukan Arumi Oma, jadi kacang itu gak akan berpengaruh padaku,"
"Baiklah kalau kamu memang benar bukan Arumi kamu pasti tidak akan mengalami Alergi itu, sebentar Oma ambilkan kacangnya Dulu," ujar Oma Nita lalu pergi ke Dapur dan mengambil beberapa makanan yang mengandung kacang.
Oma sudah kembali ke kamarnya Arumi lalu memberikan makanannya kepada Laura.
"Ini beberapa Kue yang mengandung kacang," ucapnya sambil menyerahkan kue itu ke tangan Laura, Laura dengan santainya memakan semua kue itu sampai Oma Nita menyipitkan matanya karena takut melihat reaksi dari Arumi nanti.
"Tuh kan gak apa-apa kan, aku gak punya Alergi kacang sedangkan Arumi punya, jadi sudah jelas aku itu bukan arumi," ujar Laura Nita kaget mengetahui kenyataan itu. Dia marah dan membentak Laura.
"Terus kenapa kamu ngaku-ngaku kalau kamu itu Arumi sama Devan anak saya hah ,"
"Sebelumnya saya minta maaf oma, saya berbuat seperti itu karena saya ingin menunaikan Janji saya kepada Arumi,"
"Maksud kamu apa ?
__ADS_1
"Apa gak ada yang janggal Oma dengan kecelakaan aku itu, dari cerita Oma sepertinya sangat mencurigakan," ujar Laura
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...