
"Siapa wanita itu ? dan apa hubungannya dengan kita, kalau ini hanya mimpi saja gak mungkin kan kita mempunyai luka di tubuh kita ini," ujarnya lagi
Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Angga.
"Yach ni anak tidur ternyata, jadi percuma dong gue ngomong panjang lebar dari tadi, lebih baik gue juga tidur ah," ujar Laura sambil mengambil posisi buat tidur di sana juga dan akhirnya mereka terlelap sampai mentari terbit di ufuk timur.
Pagi itu Sinta mamanya Angga gak sengaja melihat Laura dan Angga yang tebaring di ruang Keluarga dengan saling berpelukan.
"Angga...Laura...kalian ngapain tidur berduaan di sini," teriak Sinta
Angga dan Laura kaget mendengar teriakan Sinta, Laura dan Angga belum sadar kalau mereka masih saling berpelukan
"Kenapa Sih ma teriak-teriak pagi-pagi begini," tanya Rama yang baru keluar dari kamarnya.
"Lihat ni pa Anak kamu, tidur berduaan di sini malah masih pelukan lagi," ujar Sinta, Laura baru sadar kalau Angga masih memeluknya. Laura langsung mendorong Angga menjauh darinya
"Ngapain sih lo meluk-meluk gue," ujar Laura
"Lo yang ngapain tidur di samping gue ?" tanya Angga masih belum sepenuhnya sadar
"Jangan main salah-salahan, pokoknya mama gak mau tau kalian harus di nikahkan segera ,"
"Apa.." ujar Angga dan Sinta barengan
"Mama..jangan ngada-ngada deh, Angga gak mau ma nikah sama gadis aneh seperti dia," ujar Angga
"Idiih siapa juga yang mau nikah sama lo, sampai kucing bertanduk pun gue gak akan pernah mau nikah sama lo," ujar Laura
"Diam..." teriak Sinta
"Pa..papa panggilkan penghulu sana kita nikahkan mereka pagi ini juga, mama gak mau kalau sampai Laura hamil akibat ulah anakmu itu," ujar Sinta
"Mama come On..kita gak ngapa-ngapain kok, kita gak sengaja tadi pelukan," ujar Angga
"Gak sengaja katamu, kamu masih sempat buka baju kamu bilang gak sengaja," ujar Sinta, Angga baru menyadarinya kalau dia hanya bertelanjang dada, Dia baru ingat kalau semalam dia membuka bajunya untuk menampakkan luka di punggungnya kepada Laura dan dia lupa memakainya kembali karena sudah ketiduran.
__ADS_1
"Tante..aku juga gak mau di nikahin sama dia, aku kan masih pengen kuliah dan bekerja, bisa rusak masa depanku kalau nikah sama dia," ujar Laura
"Lo ngeremehin gue ?" gue akan buktiin ke lo gue bisa ngebahagiain lo ," ucap Angga lantang
"Pa..papa panggil penghulu segera, Angga sudah siap menikahi gadis aneh ini," ujar Angga
"Loh tadi kamu gak mau, sekarang kok sudah berubah pikiran, apa kamu sudah yakin," ujar Rama
"Angga sudah yakin pa, Angga akan buktiin ke dia kalau Angga itu pria sejati," ujar Angga
"Heh resek, lo kok berubah pikiran sih, bukannya lo gak mau ya nikah sama gue ?" bisik Laura, Angga menyerigai saja sehingga membuat perasaan Laura gak enak.
"Ada apa sih ribut-ribut, ganggu aku tidur aja," ujar Anggi yang terbangun dari tidurnya karena keributan mereka
"Ini nih, adek kamu sama Laura tidur berduaan di sini sambil pelukan lagi," ujar Sinta
"Apa..lo apain Laura Ga ?" ujar Anggi kaget, Angga hanya tersenyum
"Pokoknya mama dan papa akan menikahkan kalian pagi ini juga, kalian harus sah dulu di mata agama, soal surat-suratnya nanti papa yang akan mengurusnya, ya kan pa ?" ujar Sinta
"Mbak Anggi tolongin aku, aku gak mau nikah sama adek mbak Anggi yang resek itu," ujar Laura
"Laura.. Mbak setuju kok kalau kamu menikah dengan Angga, kamu percaya deh sama Mbak, Angga itu gak seperti kelihatannya kok, dia itu penyayang orangnya," ujar Anggi
Aduuuh gimana ini, semuanya pada setuju, lagian gue heran sama Angga tadi dia kekeh menolak tapi kenapa tiba-tiba dia mau, aneh..ini pasti ada sesuatu yang di rencanakan olehnya, Batin Laura
"Laura kamu ikut tante dan kamu Anggi suruh para pelayan menghias ruangan ini menjadi tempat ijab Qabul nanti," ujar Sinta sambil menggandeng dan membawa Laura ke kamarnya.
Sampai di sana, Sinta membawa Laura ke ruang ganti yang ada di kamar itu dan mendudukkannya di sebuah kursi.
Sinta membuka lemari dan mengambil sebuah abaya modern yang tergantung rapi di dalam lemari tersebut.
"Laura..kamu pakai Abaya ini dulu untuk ijab Qabul nanti, kalau semuanya sudah siap kita akan pergi ke Desainer keluarga kita untuk membuatkan gaun buat pernikahan kamu dan Angga nanti," ujar Sinta lalu menyerahkan abaya itu kepada Laura
"Waah..cantik sekali tante, ini pasti mahal banget," ujar Laura takjub, dia sampai lupa kalau dia akan menikah dengan Angga.
__ADS_1
"Kamu suka ?" tanya Sinta
"Iya Tante..aku suka banget ," ujar Laura
"Ya sudah..kamu mandi dulu sana, nanti tante suruh Anggi buat merias kamu," ujar Sinta
Laura lalu keluar dari kamar itu menuju ke kamarnya, kemidian bergegas mandi karena dia sudah gak sabar buat mencoba abaya itu.
Setelah selesai mandi Laura langsung memakai abaya itu dan terlihat pas di tubuhnya,tak lama kemudian Anggi masuk ke kamarnya.
"Waah kamu cantik sekali pakai abaya ini Laura, kalau kami sudah selesai di Rias kamu bakalan kayak bidadari ," ujar Anggi
"Pasti Angga makin terpesona melihat kamu," tambahnya
Laura tersentak, dia bari sadar kalau dia akan segera menikah dengan Angga pagi ini.
"Mbak Anggi apa ini gak terlalu cepat buat kami menikah, mbak kan tau aku dan Angga itu bagai Tom and Jerry yang selalu berantem," ujar Laura
"Iya Mbak tau, kamu gak mau menikah sama Angga karena Angga itu nyebelin kan, Angga dulunya sangat baik tapi setelah bermacam kejadian yang menimpanya dia jadi nyebelin seperti itu kalau lago berhadapan dengan cewek karena dia memang ingin agar semia gadis menghindarinya," cerita Anggi
"Kenapa dia begitu Mbak ?" tanya Laura
"Dia tidak mau orang yang dekat dengannya nasibnya akan seperti pacar-pacarnya terdahulu," ujar Anggi
Laura akhirnya mengerti kenapa Angga seperti itu, terkadang dia sangat baik dan perhatian tapi terkadang dia sangat nyebelin dan mengesalkan.
"Aku mengerti sekarang, Tapi apa Angga mencintaiku mbak ?, Karena pernikahan tanpa Cinta tidak akan berhasil," ujar Laura
"Coba tanyakan itu pada dirimu sendiri Laura, apakah kamu mencintai Angga, Mbak Yakin kalau Angga memang ada rasa padamu, tapi apakah kamu memiliki rasa Buat Angga, kalau kamu sudah memikirkannya kamu panggil Mbak agar Mbak bisa merias kamu dengan baik, karena suasana hati akan berpengaruh pada riasan kamu nantinya," ujar Anggi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like..Coment...dan Vote ya..
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1