Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Luarr Binasa..


__ADS_3

Saat dia menyentuh tangan Laura, seketika Laura memelintir tangan Doni dan menendang bokongnya sehingga Doni terpental ke lantai. Yang anehnya Laura melakukannya secara tidak sadar alias dia masih tertidur.


"Ha..ha..ha..Rasain lo Don, kena batunya kan lo," ujar Angga tertawa terbahak-bahak.


"Dasar Bos luknut lo, orang lagi kesakitan malah di ketawain," ujar Doni kesal


"Lo lihat sendiri kan, dia itu aneh tau gak, sambil tidur aja bisa buat lo kayak gitu," ujar Angga


Doni mengelus- ngelus bokongnya, lalu bangkit dari sana dan duduk kembali di Sofa.


"Loh kok malah duduk sih, katanya mau gendong," ujar Angga


"Nyerah gue, gila ni cewek tenaganya kayak Tyson, luarrr Binasa " ujar Doni


"Ha..ha..gitu aja udah nyerah lo," ujar Angga


"Kalau lo berani lo aja yang gendong dia," suruh Doni.


Angga jadi khawatir kalau nasibnya akan sama seperti Doni, tapi kalau dia gak mengendong Laura bakalan di ledekin sama Doni.


"Lihat nih ya, buka mata lo lebar-lebar," ucapnya sambil memejamkan matanya dan berdoà supaya Laura tidak menendangnya.


Perlahan Angga mulai mendekati Laura lalu ketika tangannya hampir memegang Laura mereka di kejutkan oleh suara Anggi.


"Hai..kok pada di sini sih, apa kalian gak kerja ?" tanya Anggi


"Eh yayang Anggi, sudah datang ya, aku udah nunggu yayang dari tadi loh," ujar Doni memasang senyum termanisnya.


"Loh kok Laura nya tidur sih, padahal kakak mau ngajak dia lihat-lihat kantor ini," ujar Anggi


"Lagian kak Anggi kenapa sih bawa dia ke sini, dia sudah bikin heboh seluruh kantor tau gak," ujar Angga


"Kan Laura mau kerja di sini sebagai Body Guard kamu," ujar Anggi


"Kak Anggi sayang kan aku sudah bilang kalau aku gak butuh Body Guard, apa lagi body guardnya seperti dia," ujar Angga

__ADS_1


"Kamu kenapa Sih Ga, kenapa kamu kayaknya benci banget sama Laura, Hati-hati loh Benci itu beda tipis sama Cinta," ujar Angga


"Ish najis gue Cinta sama dia, yang ada gue malah gatal-gatal kalau dekat-dekat Dia," ujar Angga


"Kakak sumpahin kamu nantinya bucin sama Laura," ujar Anggi


"Kak Anggi mah ngeselin kenapa malah sumpahin aku seperti itu sih, kalau sampai kejadian gimana," ujar Angga kesal.


"Ya bagus lah, biar kamu gak Jomblo terus kayak gini, lagian kakak heran deh sama kamu kenapa kamu gak punya pacar ya," ujar Anggi


"Kak Anggi jangan mancing-mancing lagi deh, kan kakak tau sendiri alasan kenapa aku sampai sekarang masih sendiri dan mungkin sampai tua juga masih seperti ini," ujar Angga


"Angga sayang, semua itu bukan salah kamu, itu semua takdir Angga, walaupun mereka bukan pacar kamu kalau sudah ajal pasti mereka meninggal juga," ujar Anggi


"Aku malas bahas soal itu, Kak Anggi bangunin dia dan bawa dia pulang saja," ujar Angga.


"Gak mau aku, aku takut kena smacdown sama dia"


"Yayang Anggi pernah juga di pelintir dan di tendang sama ni cewek ?" tanya Doni


"Soalnya baru saja aku kena juga sampai bokongku sakit begini," ujarnya.


"Ha..ha..lagian lo banguninnya gak pakai perasaan sih, main gendong-gendong aja" ujar Angga, Anggi melihat ke arah Doni.


"Gak kok yayang Anggi, Angga cuma bercanda kok, kamu jangan cemburu ya. Tadi itu dia minta tolong agar bawa ni cewek ke ruangannya," ujar Doni


"Bener Ga ?" tanya Anggi


"Iya kak, kalau dia di sini terus bisa bikin geger seluruh kantor di buatnya, lihat saja tuh tidurnya sudah kayak kebo aja, pakai ngorok lagi jorok banget deh," ujar Angga


"Ha..ha..lucu banget sih dia, itu yang kakak suda dari dia, dia itu bisa jadi dirinya sendiri dimanapun dia berada," ucap Anggi.


"Ya sudah deh, karena kak Anggi sudah datang, kita balik kerja lagi, dan lo Don sekarang lo beli apa yang suruh tadi," ujar Angga.


"Katanya kamu mau bawa Laura ke ruangan kamu, ayo cepetan Bawa," suruh Anggi, Angga memandang ke arah Doni

__ADS_1


"Eh yayang Anggi aku pergi beli pesanan Angga dulu ya, tunggu aku pulang ya," ujar Doni segera pergi dari sana karena gak mau di suruh mengendong Laura lagi, sudah cukup bokongnya yang menjadi korbannya.


Tinggallah Angga dan Anggi di sana, Anggi menatap tajam ke arah Angga, Angga akhirnya pun mengalah dan mencoba mendekati Laura, perlahan tangannya memegang tangan Laura, tapi gak ada respon seperti yang terjadi sama Doni.


Akhirnya Laura sudah berada di gendongan Angga, Laura sangat damai berada di sana sehingga membuat Angga tersenyum bangga kalau dirinya bisa menaklukkan keganasan Laura.


Angga mulai membawa Laura ke ruangannya, Anggi pun melongo melihatnya lalu dia mengikuti mereka dari belakang. Semua mata karyawan yang melihat Angga mengendong Laura seperti itu kaget akan Bos nya yang terkenal dingin itu mengendong seorang gadis ala bridel style dengan gagahnya.


Ada yang iri sama Laura ada juga yang kagum padanya karena bisa membuat Angga seperti itu padanya. Akhirnya Mereka sampai juga di ruangan Angga.


"Kak Anggi tolong tekan tombol itu sebentar," suruh Angga


Anggi pun menekan tombol yang ditunjuk oleh Angga dan seketika rak buku yang ada di sana terbuka menjadi dua bagian, terlihatlah sebuah kamar dengan king side mewah di dalamnya.


"Sejak kapan ada kamar di ruangan kamu Ga?" tanya Anggi takjub


"Sejak aku menggantikan papa di sini, aku kadang penat kalau lagi lembur harus tidur di Sofa makanya aku merenof ruanganku seperti ini," ujar Angga.Angga kemudian membaringkan Laura di king sidenya itu.


"Hemm, sepertinya Angga akan bisa lebih dekat dengan Laura, buktinya dia membolehkan Laura tidur di ranjangnya yang setahuku dia sangat anti kalau ada yang tidur di tempat tidurnya, dan tadi Laura juga merasa nyaman berada di dalam gendongan Angga," guman Anggi


Lebih baik aku pulang saja biar Angga bisa berduaan saja dengan Laura,, Batinnya.


"Ga..kakak pergi sebentar ya, kakak Titip Laura sama kamu," ujar Anggi lalu segera pergi dari sana.


"Kak Anggi lauranya gimana ?" teriak Angga karena Anggi sudah jauh.


" Anggi pura-pura gak mendengar teriakan Angga itu, Dia terus pergi dari sana.


Angga lalu kembali ke kamar dimana Laura tertidur, Dia mulai membelai rabut Laura.


"Ah mikir apa sih gue, kenapa gie merasa nyaman saat di dekatnya," ucap Angga sambil merebahkan tubuhnya di samping Laura, Laura berbalik dan memeluk Angga seperti memeluk guling.


Degg...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2