Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Sexy dan menggoda


__ADS_3

"kepo aja Lo ?" ucap Laura sambil memonyongkan bibirnya, seaat Angga tergoda akan kecantikan Laura, jiwa laki-lakinya terpancing, tapi kemudian dia sadar kalau dia gak boleh suka pada Laura.


Arumi melepaskan pelukannya, dia merasakan nyaman ketika berpelukan dengan Laura, Laura pun merasakan hal yang sama, Parjo melihatnya tersenyum, dia seolah melihat saudara kembar yang baru bertemu setelah sekian lama terpisah, itu menurut Parjo.


Siapa yang tak menyangka seperti itu kalau melihat mereka, mereka sangat mirip tak ada celah sedikitpun yang memnedakan keduanya, hanya cara berpakaian saja yang membedakan mereka.


"Ya ampun...Angga, Laura...apa yang terjadi ini, kenapa berantakan begini," kaget Sinta


"Ini tante si Resek yang bikin kek gini tante," ujar Laura, Angga memelototkan matanya ke arah Laura


" Apa lo bilang ? bukannya lo kan yang mulai," ucap Angga gak terima


"Jangan percaya tante, emang si reseknya saja yang bikin kek gini, ayo di hukum tante," ujarnya mengompori.


"Gak ada yang gak salah, kalian berdua harus membersihkan ini semua sampai bersih kinclong kembali," ujar Sinta.


"Yach kok aku juga di hukum sih tante ?" ucap Laura


"Iya nih ma, kenapa gak suruh pelayan aja sih ?" ujar Devan


" Pokoknya mama gak mau tau, saat mama pulang ruangan ini sudah harus bersih, dan ingat jangan menyuruh orang lain buat bersihinnya, karena mama akan tau semuannya, berani berbuat berani bertanggung jawab," ujar Sinta kemudian pergi dari sana.


Angga bangun dengan malas, lalu mulai membersihkan ruangan itu, sedangkan Laura hanya melihatnya saja.


"Hei gadis aneh, kenapa lo masih bengong hah, ayo cepat bersihkan, ini kan semua gara-gara lo ," suruh Angga


"Kenapa gak suruh pembantu lo aja,"


"Lo gak dengar tadi nyokap gue ngomong apa, kita sendiri yang harus ngebersihinnya," ucapnya sambil terus memunguti busa-busa yang berserakan itu.


"Kan tante sudah pergi, dia gak bakalan tau,"


"Lo itu sadar gak sih, di rumah ini banyak CCTV, nyokap gue pasti akan tau, lo tau gak akibatnya kalau kita gak ngelakuin apa yang dia suruh ?


"Emang apa?


"Kita akan di suruh tidur di samping kandang Leopard di belakang," ucapnya


"Emang itu apa ?" tanya Laura masih gak mengerti

__ADS_1


"Lo mau tau ? ikut gue ," ucap Angga sambil menarik tangan Laura dan membawanya ke kebun belakang mansion.


Sampai di sana Laura takjub melihatnya, di sana seperti kebun binatang mini, semua binatang berada di sana dari mulai Reptil sampai binatang yang kecil pun ada.


Angga masih menarik tangan Laura masuk ke sana, sampai di sebuah kandang besar Laura kaget melihat sepasang macan tutul yang sangat besar berada di dalamnya.


"Ini yang gue maksud," ucap Angga


"Ngeri banget peliharaan orang tua lo," ucap Laura bergidik


"Itu lah sebabnya gue gak ngebantah apa yang di suruh oleh mereka, mereka sengaja pelihara ini buat nakut-nakutin gue yang keras kepala in," ucapnya lemah


"Memang sih lo itu selain resek lo juga keras kepala, tapi gue curiga sama lo, Lo itu beneran anak mereka gak sih, kok bisa ya mereka punya anak seperti Lo, yang gue lihat nih ya mereka itu baik banget dan lo itu kebalikan dari mereka, udah resek, nyebelin, sombong, angkuh,..emmppp" ucapan Laura terputus karena Angga membekap mulutnya


"Eh petasan cabe diam gak lo..." Laura masih berontak, tak sengaja pandangan mata mereka bertemu, ada sensasi yang tidak bisa di gambarkan oleh mereka. Sesaat mereka terdiam, akhirnya Angga tersadar dan melepaskan Laura dari bekapannya.


Perasaan canggung pun terjadi di antara mereka.


"Ih so sweet, jadi pengen di peluk juga," ucap Arumi. Laura memelototkan matanya ke arah Arumi, Arumi hanya cengengesan.


"Minta peluk Parjo sana," ucap Laura, yang membuat Angga menoleh ke arahnya


"Gak kok, gue gak ngomong apa-apa," jawabnya cengengesan.


"Waduh gue lupa, kita harus segera ngebersihin ruangan itu karena sebentar lagi mama akan pulang," ucap Angga lalu berlari meninggalkan Laura.


"Eh tunggu gue .." teriak Laura mengejarnya


Mereka pun akhirnya membersihkan Ruangan itu sampai benar-benar kinclong.


Hufffs ...


mereka menghembuskan nafas lega dan menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Aaah akhirnya selesai juga," ucap Angga


"Iya nih, jadi haus kan," Angga melirik ke arah Laura, peluh menetes di keningnya dan sebahagian membasahi bajunya Laura.


Laura semakin terlihat sexy di matanya, Angga membuang pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Jangan sampai gue tergoda sama dia, tapi gue akui selain dia aneh dia cantik,Sexy dan sangat mengoda , Aaah..apa sih yang gue pikirin, gue harus membuang rasa ini, gue gak mau kejadian dulu terulang kembali,,Batin Angga


Angga bangkit dari duduknya lalu menuju ke dapur, dia kembali kesana dengan membawa dua botol minuman kemasan buat dia dan Laura.


"Nich buat lo," ucap Angga sambil menyodorkan minuman tersebut ke arah Laura.


"Eh..tumben lo baek," ucap Laura, Angga menarik kembali minuman itu dan tidak jadi memberikannya ke Laura.


"Eh kok di ambil lagi sih , siniin gak," pintanya


"Lo mau ?, puji gue dulu dong," ucapnya


"Ogah.." ucap Laura sambil bangkit dan mrngambil air dingin di kulkas dan meminumnya, Angga menelan salivanya ketika melihat leher jenjang putih mulus Laura naik turun saat meminum air itu, sesaat Angga melongo.


"Ngapain lo lihat-lihat, lo terpesona ya sama kecantikan gue ?" ucap Laura


"Pede gila lo, walaupun di bumi ini gak ada gadis lain dan tersisa hanya lo saja, gue gak akan suka sama lo gadis aneh," ucap Angga


"Lo yakin..?" tanya Laura sambil mendekati Angga, Angga melihat gelagat gak baik dari Laura segera berlari meninggalkan Laura di sana.


"Ha..ha..ha..baru segitu aja sudah lari, apa lagi gue nyium dia ya, bisa pingsan kali dia," tawa Laura pecah melihat Angga begitu.


"Santai dulu ah," ucapnya menuju membaringkan tubuhnya di Sofa.Tak lama kemudian dia tertidur pulas di sana.


Arumi dan Parjo masih berada di kebun binatang mini di belakang mansion itu, Arumi yang melihat ular kecil ketakutan dan berlari kearah Parjo lalu memeluknya.


"Ada ular..." teriaknya, Parjo hanya bisa tersenyum di peluk begitu oleh Arumi. Parjo membalas pelukannya.


" Mana ?" tanya parjo


"Itu Jo, " ujar Arumi masih belum melepaskan pelukannya.


Parjo sangat suka Arumi seperti itu padanya, sebenarnya sejak pertama Parjo bertemu Arumi, Dia sudah meresakan getaran aneh di dirinya, tapi dia tidak mau cepat menafsirkan perasaan itu, dia masih trauma sama masa lalunya yang di khianati dan di tinggalkan pacarnya sehingga membuat dia meninggal.


"Betah sekali Lo meluk gue kek gini, ularnya sudah pergi kok,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2