Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Pangeran Ngondek


__ADS_3

"Laura ," jawab Ratna, Sontak Rama dan Sinta tertawa yang membuat mereka berempat binggung.


"Jadi ibu ini ibunya Laura dari Bandung ?" tanya Sinta


"Iya..kami semua dari bandung tante ," ujar Gisel


"Ya Ampun pa...ternyata besan kita pa ," ujar Sinta yang membuat kening Ratna berkerut.


"Besan ?" tanya Ratna


"Iya Bu, kami ini orang tua dari suami anak ibu," ujar Sinta


"Jadi...dia bukan suami Laura.."Tanya Ratna menunjuk ke arah Rama


"Bukan Bu, kenalkan saya Sinta dan ini mas Rama suami saya, kita berdua adalah orang tuanya Angga suami Laura anak ibu," ujar Sinta yang membuat Wajah Ratna memerah karena malu.


"Maafkan saya pak Rama, saya sudah salah sangka sama bapak, maklum saya kaget saat Laura bilang kalau dia sudah menikah, saya salah orang ternyata, Maafkan saya ya Pak," ujar Ratna


"Ish Bu Ratna sih main pukul-pukul saja, jadi salah kan," ujar Dona


"Ini juga gara-gara mereka yang bilang kalau pak Rama itu suami Laura ," ucap Ratna sambil menunjui ke arah Vero dan Gisel.


"Kita kan hanya nebak-nebak aja Bu, kan belum tentu benar," ujar Gisel.

__ADS_1


"Sudah..sudah...karena kalian sudah tau yang sebenarnya ,sebaiknya kita makan siang dulu yuk," ajak Sinta


" Kalau itu sih tante aku setuju ," ucap Gisel yang mendapat toyoran dari Dona


"Dona apaan sih.., sakit tau,"


"Ayo silahkan, sebentar ya saya panggilkan Laura dulu.


Sinta Naik ke lantai dua untuk memanggil Laura dan Anggi.


"Sepertinya putri-putri mama asik sekali ngobrolnya, ayo turun dulu kita makan siang bareng ," ujar Sinta yang membuat mereka kaget, Laura langsung menyambar syal dan menutupi lehernya, Sinta tersenyum melihatnya.


"Anggi kamu bantuin Laura menutupi tanda itu dengan menggunakan foundation ya, setelah itu kalian cepat turun ada yang ingin bertemu kalian," Wajah Laura memerah malu karena ucapan mertuanya itu.


"Ntar kalian juga tau sendiri," ucap Sinta kemudian langsung turun ke bawah lagi


"Ayo Ra, mbak bantuin menutupi tanda itu," ajak Anggi.


"Mbak kira-kira siapa ya yang datang ?" tanya Laura di sela-sela kegiatan Anggi menutupi bekas Kismark itu


"Mbak juga gak tau Ra, makanya cepat kita selesaikan ini dan turun, siapa tau di bawah ada pangeran tampan yang menanti kita.


Mereka akhirnya selesai menutupi semua tanda yang terlihat saja, kemudian mereka langsung turun, Saat berada di tangga Tak sengaja Anggi melihat kalau di ruang makan ada seorang pemuda tampan duduk menghadap ke arah sana.

__ADS_1


"Ra..gue gak mimpi kan, kok ada pangeran tampan menunggu kita di sana,"


"Mana mbak ," tanya Laura yang binggung


"Itu ," Anggi menunjuk ke arah ruang makan


"Sepertinya aku kenal deh mbak sama orang itu, tapi dimana aku pernah melihatnya ya ," ucap Laura kemudian melangkah mendekati mereka


Laura kaget saat sudah mendekat ke sana,ternyata ada Ibu dan tiga sahabatnya berada di sana.


Anggi semakin terpesona akan ketampanan cowok itu, jantungnya mulai berdetak lebih kencang ketika melihat senyumannya.


"Ibu..." Laura langsung berhambur ke arah Ratna dan memeluknya.


"Laura, ibu kangen sekali sama kamu nak ," ucap Ratna meneteskan air matanya


"Kok ibu datang gak bilang-bilang sih," tanya Laura


"Hei cin, gimana sih, kan eike sudah bilang sama ye kalau eike akan nganterin ibu Ye ke sindang,"


Jedar....


Pupus sudah harapan Anggi, pangeran tampan yang memikat hatinya itu ternyata eh ternyata adalah pangeran Ngondek.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2