Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Tukang Ngarang


__ADS_3

"Eh Kak Anggi, Laura nya lagi istirahat baru saja minum obatnya, biarkan dia istirahat dulu nanti kalau sudah bangun baru kak Anggi melihatnya." ujar Jessi sambil berdiri di depan pintu kamar Laura.


"Kamu ini kenapa sih Jess, kenapa kamu jadi gugup begitu, Kakak gak akan ganguin Laura kok, kakak cuma mau lihat dia aja, kalau dia tertidur kakak gak bakalan ganggu dia kok," ujar Anggi


Jessi akhirnya mengizinkan Anggi masuk ke sana, dia hanya bisa berdoa semoga Laura tertidur saja agar Anggi tidak mencercanya dengan berbagai pertanyaan lainnya.


Saat pintu itu terbuka terlihat Laura sedang tertidur pulas dengan memeluk bantal gulingnya.


"Tuh kan kak Lauranya lagi tidur," ucap Jessi menarik nafas panjang ketika melihat Laura yang tertidur lelap di ranjang nya.


" Iya..ayo kita keluar, kamu juga jangan ganggu dia , kasian nanti dia kebangun," ucap Anggi, mereka pun akhirnya keluar dari kamar itu menuju ke Ruang keluarga.


"Kak Anggi..Laura itu sebenarnya siapa sih, kok dia bisa tinggal di sini ?" tanya Jessica


"Dia itu gadis yang sudah menolong kakak saat di Jambret, karena kejujurannya kakak ajak dia tinggal di sini, kamu tau kan kakak sangat menyukai adik perempuan, Kamu sih sibuk terus, kakak kan jadi kesepian," ujar Anggi cemberut


"He..he..ya juga ya kak, tapi ini bukan kemauan Jessi kak, ini kan kemauan Papa yang pengen Jessi jadi Dokter," ujar Jessica.


"Maka dari itu, kakak mengankat adek lain buat nemenin kakak," ujarnya


"Apa kakak gak punya rencana lain ?" selidik Jessi, Anggi mengerutkan keningnya.


"Kok kamu tau sih Jess ?" tanya Anggi


"Soalnya aku juga berpikiran begitu kak, siapa tau Traumanya Angga bisa sembuh karena dia, yang aku lihat nih ya, dia itu Humoris, baik dan agak sedikit aneh sih kelihatannya," ujar Jessi


"Aneh Gimana ?"


"Kemaren dia bilang sama aku kalau dia bisa lihat masa depan, aku sudah buktiin loh kak apa yang dia ramalkan kejadian beneran," jelas Jessi.


"Masak sih dia punya kemampuan begitu, itu mustahil Jessi," ujar Anggi


"Awalnya aku juga berpikir begitu kak, tapi setelah mengalaminya sendiri aku jadi percaya kalau dia beneran bisa," ujar Jessi


Anggi Kaget mendengar penuturan Jessi yang tidak masuk akal itu, Dia masih gak percaya apa yang di dengarnya itu adalah nyata.

__ADS_1


Dari kamarnya terlihat Laura keluar menuju dapur hendak mengambil minum, Anggi yang melihatnya langsung menghampirinya kemudian membawa Laura menuju kursi yang ada di sana lalu mengambilkan air minum dan menyerahkan kepada Laura.


Laura jadi binggung akan perlakuan Anggi seperti itu.


"Mbak Anggi kenapa ? kok ngelayanin aku seperti itu.


"Jessi bilang kalau semalan kamu sakit makanya mbak gak mau kamu kecapean," ujarnya, Laura melihat ke arah Jessi. Jessi mengatupkan kedua tangannya di depan dada sambil mengode ke arah Laura agar mengiyakan saja apa yang di bilang sama kak Anggi itu.


"Oh itu...iya mbak tadi malam aku memang demam tapi sekarang sudah mendingan kok," bohong Laura,Jessi bernafas lega ternyata Laura mengerti juga kode darinya.


"Walaupun begitu kamu gak boleh kelayapan dulu, kamu harus istirahat agar badan kamu fit kembali," ucapnya, Laura terharu akan perhatian Anggi yang menurutnya sangat berlebihan itu, dia seakan mendapatkan pengganti kasih sayang ibunya di diri Anggi.


"Kak Anggi ini kayak ibu aku aja deh, Aku jadi kangen sama ibu kan," ucap Laura dengan air mata sudah menggenang di sudut mata indahnya.


"Nah kan dia mewek...gak cocok lo kalau mewek-mewek begitu," ujar Jessi


"Apaan sih, ganggu moment gue aja lo," ujar Laura kembali ke mode awal.


"Nah itu baru Laura, " ujar Jessi, mereka akhirnya tertawa bersama.


"Iiih najis banget gue kangen sama Lo, kalau lo cowok sih bisa jadi," ujar Jessi


"Terus lo ngapain dong,"


"Gue mau cerita ama lo tapi berdua aja ya ," ujarnya melihat ke arah Anggi.


"Iya..iya..kak Anggi ke kamar dulu ya, Jess kamu jangan ngerepotin Laura ya, awas nanti kalau dia sakit lagi kakak akan hukum kamu," ujar Anggi mengerti akan pandangan Jessi padanya.


"Iya kak Anggi yang cantik dan bohai, udah masuk kamar sana," usir Jessi


"Kamu udah berani ya sama kakak," ucap Anggi


"Gak kok kak..peace..!


Anggi pun akhirnya masuk ke kamarnya. Jessi mengajak Laura pergi ke taman belakang di mana kebun binatang mini berada.

__ADS_1


"Kenapa mesti di sini sih, kan ngeri," ujar Laura.


"Di sini aman dari orang-orang yang kepo," ucap Jessica


"Apa sih yang mau lo omongin sama gue, gue jadi penasaran nih,"


"Lo tau gak sih, apa yang lo ramalkan tadi itu kejadian loh, waktu gue pulang tadi gue ketemu sama pangeran tampan, gue sekarang percaya kalau lo bisa lihat masa depan," ujar Jessi semangat. Laura melongo tidak percaya kalau ucapan asalnya itu menjadi kenyataan.


Yach makin ribet kan urusannya ini, pakek kejadian lagi apa yang gue omongin, ini bakal jadi masalah besar kalau orang-orang tau,, Batin Laura.


Laura berpikir gimana caranya agar Jessi tidak menceritakannya kepada orang lain agar masalah tidak mengahampirinya lagi.


"Lo baru percaya kan apa yang gue katakan itu benar, tapi lo harus rahasiain ini sama orang-orang agar pendekatan lo sama pria itu berjalan lancar, dan kalau sampai orang tau kalau gue bisa melihat masa depan siap-siap aja lo kehilangan kesempatan buat dekat sama tu cowok," emang dasar Laura tukang ngarang ada aja idenya buat ngejahilin orang.


Jessi kaget mendengar ucapan Laura itu, pupus sudah harapannya untuk bisa dekat dengan Panji, karena tadi dia sudah menceritakan sama Anggi kalau Laura bisa melihat masa depan.


"Kenapa lo, kok tegang gitu ? jangan bilang lo sudah cerita sama orang," tanya Laura, Jessi mengangguk lemah


"Sama Siapa saja lo udah cerita ? ujar Laura mulai tegang


"Hanya sama kak Anggi sih," ucapnya, Laura bernafas lega, ternyata hanya kak Anggi saja yang mengetahui itu.


"Lo masih beruntung karena cuma mbak Anggi saja yang tau, tapi lo harus pastiin kalau mbak Anggi gak cerita sama siapapun tentang ini," ujar Laura.


"Tapi kalau itu gue lakuin gue masih bisa dekat lagi sama pria itu ?"


"Tergantung..."


"Tergantung apa Ra, jangan bikin deg-degan deh," ujar Jessi


"Tergantung usaha lo buat ngedekatin dia dong, masak lo nunggu mengalir apa adanya sih, udah gak jaman tau,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like...Coment dan Vote ya makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2