Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Kedinginan


__ADS_3

"Don Lo nangis ? " tanya Angga lalu tertawa terbahak-bahak


"Puas-puasin saja lo ngetawain gue, gue memang cengeng, gue patah hati, gue gak bisa kalau harus mencari pengganti kak Anggi," Angga menghentikan tawanya.


"Don lo beneran mencintai kakak gue ?


"Menurut lo ?


"Gue gak nyangka, lo bisa menangis hanya karena kak Anggi menyuruh lo mencari pasangan yang cocok buat lo ," ujar Angga


"Gue memang lebih muda dari dia, tapi cinta gue tulus Ga, gue gak tau lagi gimana caranya meyakinkan Kak Anggi dan orang tua lo kalau gue benar-benar tulus pada kakak Lo," ujarnya Sambil mengusap air matanya


"Sudah lo jangan nangis lagi, cengeng bener jadi cowoo, kalau kak Anggi sampai lihat dia akan semakin menganggap lo anak kecil, gimana tadi dia bilang, Adik kecil kesayanganku ha..ha..," ujar Angga


"Lo jangan ngeledek lagi deh, gue udah berhenti nangisnya, jangan sampai gue nangis lagi nih ," ujar Doni


"Iya..iya.., Tapi Don saran kak Anggi benar tuh, lo harus move on dari dia, gue gak mau punya kakak ipar bocah kayak lo Ha..ha..


"Gue juga gak mau punya adek ipar resek kayak lo," ujar Doni


"Jadi lo akan move on dari kakak gue ?


"Gue akan coba,"


"Kayaknya lo harus liburan deh biar lo lebih cepat move on nya, untuk itu lo akan gue kasih cuti buat liburan setelah ini, gimana ?"


"Ide bagus tuh ," ujar Doni Sumbringah


"Yeay..ternyata cinta lo hanya sebesar cuti liburan nih," ujar Angga


"Bukan gitu Ga, kalau ada kesempatan kenapa kita tidak memamfaatkannya ,"


"Terserah lo deh Don,"


Doni pun melajukan mobilnya, dia sudah berencana move On dari Anggi, dia akan pergi liburan Ke Luar negeri untuk beberapa hari.


Semoga gue bisa melupakan kak Anggi,, Batin Doni


Di Mansion...

__ADS_1


Laura mengerjapkan matanya, tubuhnya terasa sakit semua


Awww..


Rintihnya saat dia hendak bangun dari tempat tidurnya itu. Laura mulai mengatur nafasnya dan kembali bangun perlahan-lahan dan akhirnya dengan sedikit tertatih-tatih dia berhasil juga berjalan menuju ke kamar mandi, terdengar sesekali rintihan kecil dari mulutnya.


"Kenapa sakit sekali ya, tubuhku juga rasanya remuk," ucap Laura sambil mengisi Batupnya dengan air hangat, Setelah di rasa cukup dia membaringkan tubuhnya di dalam sana.


Setengah Jam berlalu, Laura merasa tubuhnya sudah agak mendingan, daerah Sensitifnya pun tidak terlalu perih lagi, Akhirnya Laura bangkit dan menuju ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya.


Tok..tok..


Suara pintu di ketuk dari luar, Laura pun membukanya.


"Eh bibik, ada apa bik ?" tanya Laura


"Ini Non Laura, bibik di suruh ibu membawakan sarapan buat Non,"


"Kenapa repot-repot sih Bik, Laura kan bisa turun dan sarapan di bawah ," ujar Laura gak enakan


"Gak apa-apa non, oh ya kata ibu setelah sarapan Non harus minum jamu yang ada di samping makanan non itu ya," ujar Bik Iyem itu senyam-senyum sambil melihat ke arah leher Laura


"Ada apa sih bik ?" tanya Laura binggung melihat tingkah bik Iyem


"Ada apa di leher saya bik ?" tanya Laura masih binggung


"Non lihat saja di cermin, kalau begitu bibik permisi dulu ya Non ,"


"Iya Bik makasih ya, Bik Iyem pergi dari sana masih dengan senyumnya.


"Ada apa sih di leherku, Bik Iyem aneh deh," ujarnya kemudian menuju ke arah cermin dan betapa kagetnya dia , terlihat tanda merah bekas bibir Angga semalam di sana, Wajah Laura berubah menjadi merah, Dia sangat malu pada bik Iyem yang sempat melihat tanda itu.


"Kok bisa seperti ini ya, kok gue gak ngerasa ya," ujarnya kemudian kembali ke kamar ganti buat mengganti bajunya agar tanda itu tertutupi.


Lama Laura memilih baju , tapi tidak ada satupun bajunya yang bisa menutupi tanda itu, Akhirnya dia memakai sembarang baju dan mengambil Syal lalu melilitkan di lehernya.


Tak lama suara ketukan pintu kembali terdengar.


"Laura sayang, apa mbak boleh masuk," Tanya Anggi

__ADS_1


"Iya mbak Anggi masuk saja, pintunya gak di kunci kok."


Ceklek..


Anggi pun masuk ke dalam kamarnya Laura, dia merasa aneh melihat Laura berpakaian seperti itu, bukan pakaian yang menjadi perhatiaannya namun syal yang melilit di lehernya itu yang terlihat aneh.


"Laura apa kamu sakit atau kamu kedinginan ya ," tanya Anggi


"Iya Mbak ," Jawab Laura


"Kalau kedinginan kenapa tidak mematikan AC nya saja ," ujar Anggi yang kemudian mematikan AC yang berada di dalam kamar itu.


"Aku lupa mbak," ujar Laura


"Laura gimana semalam, apa kalian ada begituan ?" tanya Anggi blak-blakan


"Iiih mbak Anggi apaan sih, kok nanyanya gitu,"


"Udah jawab aja, lagian tadi Angga juga bilang kok kalau kalau kalian sudah ..." ucap Anggi sambil menyatukan jarinya.


"Dasar lemes ," guman Laura sambil menunduk malu


"Bisa malu juga kamu rupanya ya, mbak pikir kamu cuma bisa malu-maluin aja," Canda Anggi


"Iiih mbak.."


"Gimana rasanya Ra..apa sakit ?" tanya Anggi, Laura mengangguk


Beberapa saat kemudian Laura mulai mengeluarkan keringat di keningnya, itu tidak luput dari tatapan Anggi.


"Kamu kenapa Ra, kok keringatan gitu, lebih baik kamu buka itu syal yang melilit di leher kamu," suruh Anggi


"Gak usah kak, aku masih kedinginan kok ," ujar Laura sambil memegang syal di lehernya


"Kedinginan apanya, ini kamu keringatan gini," ujar Anggi lalu melepaskan syal itu, Laura hanya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Anggi


"Ya ampun Ra..jadi karena ini kamu pakek Syal..?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like..Coment..Vote...


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2