Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Laura vs Security


__ADS_3

Enggak sih, Lo cantik," ucap Budi spontan


Eh..tapi lo mau ngapain ke sini, setahu gue teman-teman anak majikan gue gak ada modelnya seperti Lo, mereka pada berkelas semua dan sepertinya lo baru lulus SMA ya ?" ujar Budi.


Enak saja kalau nuduh, gue bukan baru lulus SMA tapi sudah dari tiga tahun yang lalu tau ?" ucapnya mulai menampakkan sifat aslinya.


"Tadinya gue mau sopan ya sama lo, tapi karena lo kebanyakan nanya gue jadi kesal juga kan," ucap Laura.


Budi terhenyak ketika Laura berucap seperti itu. Dia tidak menyangka kalau gadis cantik di depannya gak ada takut-takutnya pada nya.


" Pokoknya Lo gak boleh masuk ke sana,gue bisa di pecat sama majikan gue kalau gue ngizinin lo masuk," ujar Budi


"Serah deh, kalau gue gak boleh masuk lo panggil aja majikan lo yang bernama Anggita Lestari itu keluar buat ngambil tasnya ini," suruh Laura lalu dia masuk ke dalam pos satpam itu dan duduk di kursi kebesarannya Budi.


Budi lalu mengikutinya dan menarik Laura sahingga tangan Laura reflek meninju perut Budi, Budi meringis kesakitan menahan sakit di perutnya.


Gila ni cewek, pakai tenaga apa dia bisa buat perut gue sakit banget gini, gue gak sanggup berdiri lebih lama lagi nih,, Batin Budi


"Maaf gue reflek, habisnya lo main tarik-tarik gue aja sih tanpa permisi dulu," ucap Laura


"Gue gak apa-apa," ucap Budi pura-pura tegar setelah itu baru dia terjatuh di tanah karena tidak sanggup menahan rasa sakit di perutnya.


"Eh mas kenapa,, kok tiba-tiba jatuh sih ?" tanya Laura


"Masih nanya lagi, ini akibat pukulan lo tadi," jawabnya sambil meringis kesakitan.


"Loh kok gue sich, padahal itu tadi gak sengaja loh," ujarnya


Gak sengaja aja sampai bikin gue kek gini apalagi di sengaja ya, bisa mampus gue,, batin Budi


"Ya sudah sini gue bantu berdiri," ucap Laura sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Budi


Tin..tin..


Suara klakson mobil berbunyi, mobil itu melaju ke dalam dan berhenti tepat di depan pos Satpam itu. Lalu terlihat seorang gadis turun dari mobil mewah yang terlihat sangat Elegant dengan baju mewahnya.Di lihat dari penampilannya gadis itu sepertinya lebih tua dari Laura.


Dia berjalan menuju pos Satpam itu sambil tersenyum manis ke arah Laura, Laura pun membalas senyumannya.

__ADS_1


"Budi kamu lagi ada tamu ya ? siapa nih ? apa pacar kamu?" tanya gadis itu ramah


"Iiihh amit-amit punya pacar kayak dia, udah jelek, lemah lagi," ucap Laura


"Eh maksud kamu apa hah," bentak Budi


"Terus kamu siapa ?" tanya gadis itu.


"Ini loh mbak, saya ke sini tuh mau ngembaliin tas ini sama mbak Anggita Lestari, tadi saya mengambilnya dari Jambret di pertokoan sana," ujar Laura


"Eh..ini kan tas aku yang di jambret tadi," ujar gadis itu yang ternyata adalah Anggi, Dia kemudian mengambil tas nya dan memeriksa isi tasnya itu.


"Syukurlah semua masih lengkap, untung aku belum lapor polisi," ucapnya


"Terima kasih banyak ya dek, kamu sudah membantu aku mendapatkan tas ini kembali, di sini ada berkas-berkas penting yang sangat berharga, terima kasih sekali lagi," ucapnya


"Begini ya cara orang kaya berterima kasih," guman Laura, Anggi mendengar sekilas gumaman Laura itu, Lalu dia mengambil dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu kemudian memberikannya kepada Laura.


"Ini buat kamu sebagai ucapan terima kasih saya," ucap Anggi


"Saya suka gaya kamu, oh ya nama kamu siapa ?" tanya Anggi


"Saya Laura mbak, Laura Angelica," ujarnya sambil menjulurkan tangannya.


"Saya Anggita Lestari," ujar Anggi menerima uluran tangan Laura dan menjabatnya erat.


"Mbak jangan terlalu mudah percaya sama orang, bisa saja kan dia mau berniat jahat sama keluarga mbak," ujar Budi


"Eh kalau punya congor tu di jaga ya, saya memang dari kampung tapi pantang buat saya menipu orang, apalagi orang itu sebaik mbak Anggi," ujar laura marah.


"Bisa aja lo pura-pura baik kan, padahal ada niat terselubung di balik kepolosan lo," ujar Budi


"Maaf mbak sepertinya saya tidak cocok berada di sini, mungkin karena saya orang kampung kali ya makanya orang-orang seperti dia menaruh curiga terhadap saya," ujarnya


"Permisi mbak, saya pergi dulu," ujar Laura lalu dia pergi dari sana.


"Tunggu.." panggil Anggi, Laura berbalik.

__ADS_1


"Ada apa lagi mbak, saya tidak ingin di hina lagi sama dia, saya sadar mbak kalau saya orang tak berada, tapi gak seperti itu juga kali dia seenaknya saja menghina saya begitu," ujar Laura


" Kamu kemari ikut saya. Abaikan dia, Dia memang suka begitu karena memang tugas dia menjaga keamanan rumah ini dari orang asing," ujar Anggi. Laura menghampiri Anggi lalu Anggi menggandengnya dan menyuruhnya masuk ke mobilnya.


"Kita mau kemana mbak," tanya Laura


"Kita akan ke sana," ujar Anggi sambil menunjuk rumah besar nan megah di hadapannya.


"Ya elah mbak itu tinggal jalan aja udah nyampek, ngapain sih naik mobil," ujar laura


"Kamu lucu sekali ya Laura, saya rasa kamu cocok deh sama Angga," ujar Anggi


"Angga ? siapa tu Angga ?" tanya Laura


" Angga itu Adek satu-satunya mbak," ujar Anggi


"Mbak yang bener aja, mana mau dia sama gadis kampung kayak saya, lagian saya belum berniat menikah mbak," ujar Laura


"Ha..ha..ha..kamu makin gemesin deh, dan Siapa juga yang menyuruh kalian menikah sih, Saya cuma bilang kalau kamu itu cocok sama dia," Anggi Tertawa mendengar ucapan jujur dari mulut Laura.


Gadis ini unik, siapa tau dia bisa menyembuhkan kegalauan Angga dan bisa menyembuhkan trauma Angga terhadap hubungan yang lebih serius, aku akan berusaha membuat gadis ini dekat-dekat dengan Angga,, Batin Anggi.


Anggi memarkirkan mobilnya di dalam garasi mobil khusus mobilnya, Laura takjub melihat ruangan yang besarnya sebesar tiga kali lipat rumahnya di kampung itu.


"Wiih tempat mobil aja besar banget," ujarnya tak bisa mengendalikan kekagumannya. Anggi tersenyum melihat tingkah Laura yang menurutnya sangat lugu itu.


"Mbak ini mobilnya banyak banget, mbak buka rental ya di rumah," tanya Laura


"Ha..ha..ha.., kamu ini ada-ada aja Laura, Mobil ini tidak di rentalkan kok, ini cuma buat di pakai sehari-hari saja," ujar Anggi.


"Wah kasian sekali kalau mobil sebanyak ini tidak di mamfaatkan, kalau saya punya mobil sebanyak ini ya saya pasti sudah merentalkannya mbak, kan Lumayan ada pemasukan uang,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Read...Like...Coment...vote


Thank"s🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2