Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 14


__ADS_3

Terdengar suara tidak asing yang memanggil Mieya,Ia pun segera mungkin menuruni tangga.


"Zia!!!!Kau sudah disini"Ucap Mie sembari memeluk sahabatnya itu.


"Adelio menjemput ku sekalian meminta izin pada Alex"Ucap Zia.


"Senang sekali punya bos yang pengertian seperti dia"Ucap Mie.


"Tapi dia akhir-akhir ini sedikit menghindari ku, Aku jadi sedikit bingung???"Tanya Zia yang bingung.


"Bodoh!! Apa kau selama ini tidak menyadari perasaan bos Alex padamu"Ujar Mie.


"Itu tidak akan mungkin karena kami berteman,Mie bersiaplah"Ucap Zia yang tersipu malu.


"bentar ya!!!Aku ganti pakaian dulu"Ujar Mie yang berlari menaiki tangga.


Adelard mengetuk pintu Mie karena mereka sudah menunggu sejak tadi, Tapi Mie lama sekali.


Tuk Tuk Tuk 


"Masuklah...Bentar lagi???" Ujar Mie.


Adelard pun membuka pintu kamar Mie ia terkejut melihat Mie yang sedang berdandan begitu cantik membuatnya terpesona.


"Hemmm...Lama sekali!!!!Mereka sudah menunggu sejak tadi"Ujar Adelard  yang tersipu malu.


"Tadi aku cari pakaian untuk ku tapi semua sudah tidak muat lagi???Apa aku semakin gendut?"Ujar Mie melihat tubuhnya.


"Hemm...benar sekali seperti gorila"Ketus Adelard yang tersenyum mengejek Mie.


"Cih.....Dasar!!!!" Ketus Mie sembari keluar dari kamarnya.


" Taman Bermain "


Mungkin ini hari sial Adelard harus mengunjungi tempat yang ia paling benci seumur hidupnya. Keramaian, Bising dan roller coaster.


"Wahhh....Permainannya banyak sekali Zia ayo kita naik Roller coaster"Ajak Mie yamg memegang tangan Zia.


"Wahhhh...Aku suka sekali permainan ini"Jawab Zia.


"Hohoho....Pasti kalian para Pria takut ya dari wajah kalian tampak sekali seperti ketakutan heeee." Ucap Mie sembari memandangi kedua Pria itu.


"Enak saja Paman ayo kita naik roller coaster"Ucap Adelio yang tidak mau kalah.


Adelard hanya tersenyum kecil namun wajahnya sedikit pucat.


Pada saat menunggu giliran mereka, Adelard mendekati Mie yang sejak tadi ia lihat banyak Pria yang memandangi wajah Mie. ia menghapus lipstik di bibir Mie  yang sedikit merah dengan jari jempolnya di depan Pria-Pria yang terus menatap Mie.


Zia dan Adelio merasa sedikit aneh dengan sikap Adelard yang begitu memperhatikan Mie namun pada dasarnya mereka pasti akan berkelahi.


"Paman!!!!Kenapa menghapus Lipstikku!!Ketus Mie yang menatap Adelard.


"Jangan gunakan Lipstik lagi, Apa kau tahu wajah mu jelek sekali menggunakan lipstik!!!!"Ketus Adelard sembari menatap Mie.


"Aku jelek juga bukan urusan Paman!!!Lagian aku kan sudah dewasa heng...."Jawab Mie yang kesal.


Mie pun bertengkar lagi sama Adelard seperti biasa mereka setiap hari berkelahi. Adelio pun ikut - ikutan akhirnya adelio pun di omeli Mie yang tidak tahan melihat Adelard.


Karena suasana sudah memanas Adelio membawa ice cream agar mereka tenang. Saat itu hidung zia terkena ice cream Adelio dengan refleks menjilati ice cream yang di hidung Zia.


" Hiiiisss jijik sekali aAelio.... Ahhhh aku ... Seperti dijilati babi ah...."Ketus Zia yang membuat Mie tertawa melihat kelakuan mereka yang sedang cenat-cenut.


"Apa kata mu kau bilang aku seperti itu!!!" Teriak Adelio sembari mengangkat Zia menaiki Roller coaster.


"Haaahahahha Adelio bodoh sekali!!!Paman ayo kita naik "Ajak Mie sembari melihat  wajah Adelard begitu panik menaiki Roller coaster.


"Hahaha Paman takut ya!!!!!!??????ya ya ya?????" Ejek Mie kepada Adelard.


"Kau pikir aku Pria lemah aku juga sudah biasa waktu aku masih kecil"Jawab Adelard yang penuh percaya diri.


"Benarkah?????Heeee...." Goda Mie yang membuat Adelard kesal.


Roller coaster pun melaju wajah Adelard sangat pucat dan tanganya gemetaran,  Mie yang melihat Adelard tertawa hingga perutnya sakit , Karena wajah Adelard seperti sudah kehilangan nyawa.


"Paman!!!Tenang lah nikmati saja!!!!"Teriak Mie yang memegang tangan Adelard yang gemetar.


"(Sungguh memalukan....Di saat memalukan seperti ini kenapa harus bersamanya)" Adelard yang berbicara dalam hatinya.


Ketika Roller coaster menuju jalan yang begitu tajam Mie memegang tangan Adelard begitu erat.


 "Paman....Buka matamu ini sangat menyenangkan, Apa kau tidak mau melihat dunia ini"Teriak Mie di telinga Adelard.

__ADS_1


Adelard berusaha membuka kedua matanya saat ia membuka matanya malah terlihat lebih menyeramkan.Namun beberapa saat ia merasa sedikit aman dan tenang karena Mie memegang tangannya.


"Paman!!!!!!!Aku tahu disaat masih kecil  hidupmu tidak begitu menyenangkan tertekan tidak seperti anak - anak lain yang bisa bermain dengan seusiannya, Maka dari itu selama kau bersama ku marilah kita bersenang - senang Paman haaaaaaa"Teriak Mie yang mengagetkan Adelard perasaan yang ia rasakan saat itu membuat dia sedikit menyadari bahwa ia pantas bahagia seperti yang lain.


Next


Next


Tempat terakhir mereka kunjungi adalah rumah hantu ini. Ini permintaan Adelio karena ingin menjahili Zia Adelio berharap ia akan menjadi pahlawan kesiangan itu mereka berempat pun masuk dan datang lah hantu - hantu tersebut.


Adelio pun senyum- senyum sendiri berharap Zia akan memeluknya.


"( Zia pasti akan memeluk ku datang lah hantu - hantu buat Zia datang ke pelukanku)" Adelio berbicara dalam hati sembari membuka kedua tangannya.


Seketika datang lah hantu-hantu tersebut Adelio pun sudah mempersiapkan diri.


"Haaaaaa.....Mie aku takut"Teriak Zia.


Harapan Adelio pun hancur, Saat Zia berteriak dengan spontannya Mie menghajar hantu - hantu manusia itu hingga babak belur.


Akhirnya mereka berempat di panggil ke kantor penjaga taman bermain karena melakukan hal kriminal.


"Maaf pak saya tidak sengaja melakukannya saya terkejut jadi refleks.." Teriak Mie denganwajah tidak bersalah.


"Tetap saja kau bersalah "Ucap Penjaga taman.


"Bagaimana ini Adelio???Apa aku akan di penjara Paman???"Ucap Mie yang ketakutan.


"Itu memang salah mu karena mencuri kebahagiaan ku"Ucap Adelio dengan wajah kecewa.


"Apa kata mu Adelio!!!Jadi kau ingin Zia memeluk mu karena ketakutan"Ujar Mie yang begitu kesal.


"Halian berhenti " Teriak penjaga taman bermain.


Adelard dan Zia hanya tertawa melihat kelakuan mereka yang sangat konyol.


Hari yang sangat menyenangkan bagi Adelard yang selalu kesepian.


Urusan dengan penjaga keamanan sudah selesai akhinya mereka berdamai saat itu Mie mengajak zZa menginap di kediaman rumah Adelia.


Awalnya Zia menolak Namun akhirnya ia luluh juga saat melihat wajah sahabatnya itu.


Saat Mie membaringkan tubuhnya yang begitu lelah Zia terlihat serius menanyakan Mie tentang hubungannya dengan Adelard.


"Ada apa????"Jawab Mie.


"Bisakah kau jujur padaku, Apa hubunganmu dengan Adelard????Kalian terlalu dekat walaupun sering berkelahi, Tapi Adelard begitu perhatian padamu???" Tanya Zia.


"Kami berdua hanya .... Hhhhmmm aku juga bingung di bilang teman juga bukan saudara juga bukan yang pastinya aku tidak menyukai pria itu heee "Ujar Mie.


"Aku harap kalian tidak saling jatuh cinta karena pasti menyebabkan bencana besar"Ujar Zia yang begitu serius.


"Wha!!!!!Itu tidak mungkin mustahil, Adelard yang seperti setan itu menjadi pasanganku!!!!"Teriak Mie.


"Mie....Hentikan!!!!Adelard di belakang mu hehehe"Ucap Zia sembari menutup wajahnya dengan selimut.


"Matilah aku...Zia kenapa kau bersembunyi!!!"Ucap Mie sembari membalikan tubuhnya.


"Ini telpon dari kak Adelia ponsel mu tidak aktif setelah itu ke perpustakaan temui aku"Ketus Adelard.


"Baiklah...." Ucap Mie melihat Adelard sepertinya tidak marah.


Mode Telpon


" Hallo tante..." M


"Mie Tante belum bisa pulang besok mungkin sekitar 2 atau 3 hari lagi ya sayang, kamu jaga rumah dan jangan berkelahi"A


"Ya Tante, Aku akan menjaga mereka agar tidak berkelahi" M


" Heee....Maksud Tante itu kamu dengan Adelard" A


"Hahaha...Aku dengan paman ya" Ucap M sembari melirik kearah Zia yang pura - pura tidur.


"Baiklah kalian habis jalan - jalan ya... pasti sangat melelahkan selamat tidur sayang" A


Tut Tut...


"Hmmm.. Paman pasti marah padaku ,Bagaimana Zia" Ujar Mie.


"Heehee...Itu salahmu berbicara sembarangan,Adelard begitu menyeramkan" Ujar Zia.

__ADS_1


Tuk Tuk Tukk....


"Haa apa itu dia ..." Ucap Mie wajahnya ketakutan.


"Aku adelio kalian belum tidur kan"Ujar Adelio.


"Hisssss,,,,Anak itu!!!Ada apa???"Ucap Mie sembari membuka pintu kamar.


"Mie bolehkah aku berbicara dengan Zia"Ujar Adelio.


"Cih baru saja putus sudah mendekati sahabat ku,Kalau saja kau berani macam- macam akan ku patahkan lehermu"Ketus Mie sembari keluar dari kamar.


"wanita ini sangat menyeramkan sangat cocok dengan Paman!! Dia kenapa emosi begitu"Tanya Adelard


"Sepertinya berkelahi dengan paman mu!!!"Jawab Zia yang tersenyum pada Adelio.


"Zia apa kau menyukai games, Mau kah kau??? " Ujar Adelio penuh harapan.


"Wahhh aku suka sekali , Ayo kita bermain pasti kau akan kalah" Ujar Zia yang bersemangat aAelio pun tersenyum ia tidak menyangka respon Zia begitu bersemangat


"(Aku kalah juga tidak apa, Asalakan bersamamu Zia)" Adelio yang berbicara di dalam hatinya.


"Perpustakan Abraham Lantai 3 "


Mie menarik nafas panjang agar lebih tenang ia pun masuk ke ruang Perpustakan.


" Paman diamana kau????" Ucap Mie dengan lembut.



"Aku disini!!!"Ketus Adelard.


"Haaa kau mengagetkan sekali" Ucap Mie yang berbasa-basi.


"Ini ponsel mu terimakasih ya Paman????"Ucap Mie.


" Duduk lah " Ketus Adelard yang duduk di kursi.


"Aww....Paman kepala ku sakit sekali badan ku juga panas sepertinya aku kelelahan dan demam heee Aku permisi????"Ucap Mie yang penuh siasat agar bisa menghindar dari Adelard.


"Sini aku periksa???? Apa kau lupa bahwa aku seorang dokter juga??? " Adelard menarik Mie duduk di pangkuannya wajah mereka saling bertatapan.


"( Haaa ini terlalu dekat, jantungku cenat-cenut begini seperti di drama - drama korea, Apa dia akan menciumku!!!!!Tidak boleh tidak boleh ini adalah pelecehan seksual)"Mie yang berbicara dalam hati sembari memejamkan matanya.


"Hei....Apa yang kau pikirkan buka matamu, Apa jangan - jangan kau berpikir jorok.... Hee dasar anak ingusan kamu bukan selera ku" Ketus Adelard sembari memegang kening Mie.


"Haaaahaha bersyukur lah aku tidak di sukai pria sepertimu"Ujar Mie.


"Hmmm sepertinya kau tidak sakit sekarang berdirilah kau malah keenakan duduk di pangkuan ku "Ujar Adelard.


"hhhaaaa....Bukanya kau yang menarikku (Ya tuhan, aku sepertinya sedikit terlena) "Ucap Mie sembari berdiri.


"Perkataan mu itu di taman bermain membuat ku sedikit senang, Apa Adelia menceritakan sesuatu tentang diriku???"Tanya Adelard.


"Tidak itu hanya perasaan ku saja saat melihat Paman" Ucap Mie yang begitu polos.


"Aku harap kau tak mengingkari ucapaanmu"Ujar Adelard yang tersenyum licik.


"Ahhh itu....Maksudku kita bersenang bersama dengan yang lain juga"Ketus Mie yang tersipu malu.


"Baiklah....Aku mendengarmu mengatakan aku seperti setan,Apa bisa kau jelaskan itu "Ucap Adekard sembari mengambil buku di rak.


"(Aku harus kabur saat dia lengah)"Mie berbicara dalam hati sembari berjalan mundur keluar dari ruangan perpustakan saat Adelard tengah sibuk berbicara sendiri.


krikk.....krikkk...krikkk..


Tidak ada jawaban saat Adelard menoleh ia sudah tidak di ruangan tersebut.


Adelard menghela nafas,"Sial dia meremehkanku!!!Tapi aku tidak menyangka wanita ini sangat memahami diriku"Gumam Adelard memandangi bintang yang jatuh.


Mie berjalan begitu cepat dan terengah-engah saat Mie sampai di kamar ia melihat Zia dan Adelio di kamarnya bermain games.


"Keluar.!!!!"Ketus Mie.


"Kami sedang bermain!!!!"Ucap Adelio yang masik bermain game.


"Dasar ini sudah malam,Keluar!!!!" Ketus Mie sembarimenjewer telinga Adelio.


"Ahhhhh sakit tahu, Dasar wanita kejam!!!"Ucap Adelio yang keluar sembari menutup pintu kamar Mie.


"Haaaahhh Zia aku hampir saja mati"Ucap Mie sembari merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


"Hhahahahaha.... Mafkan aku ya????" Ucap Zia yang tertawa melihat sahabatnya yang tidak bersuara lagi karena sudah tertidur pulas.


"(Selamat malam Mie Mie)" Ucap Zia sembari menyelimuti Mie.


__ADS_2