Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 44


__ADS_3

Awalnya Mie yang ingin bermalas - malasan di rumah itu permintaanya tidak terkabulkan. Ia di paksa Adelard untuk pergi ke kantor hari ini.


Mie yang lelah itu pergi ke ruangan Adelio.


"Aku lelah sekali Zia???"Ucap Mie sembari memasuki ruangan Adelard.


"......"Tidak Ada jawaban dari Zia ia hanya terdiam saja.


"Zia kenapa kau diam saja"Ucap Mie merangkul Zia.


"Aku hanya sedih setelah ini kita akan berpisah!!! Apa kau bisa membatalkan rencana ini!!!"Ketus Zia matanya berkaca-kaca.


"Maafkan aku tapi aku sudah berjanji pada wanita itu Zia..... Semua akan baik - baik saja,Tenanglah???"Ucap Mie yang tersenyum.


"Bagiku kau adalah sahabat bahkan keluargaku tapi aku tidak bisa berbuat apa pun untukmu....Aku merasa diriku tidak berguna untukmu hiks hiks hiks"Tutur Zia sembari menangis.


"Hei...Tenang lah nanti Adelio khawatir lho kau menangis begini"Gurau Mie untuk mencairkan susana.


"Aku tidak mau kehilanganmu Mie"Ucap Zia sembari memeluk Mie begitu erat.


"Aku juga tidak ingin tapi ini yang terbaik untuk semua Zia ahh aku jadi ingin menangis juga"Ujar Mie sembari menangis.


"Mie kau bertambah jelek jika menangis..... "Gurau Zia.


"Zia kau kejam sekali "Ketus Mie.


"Jadi kau akan pergi kemana ....Besok adalah hari terakhir"Ucap Adelio.


"Ahh.... Itu rahasia lho"Ucap Mie.


"Bagaimana aku bisa bertemu denganmu"Tanya Adelio yang khawatir.


"Suatu saat nanti jika Paman tidak mengingkan aku lagi, Aku akan kembali"Ucap Mie yang tiba-tiba meneteskan air mata.


"Apa kau yakin....Adelard pasti akan mencarimu "Ucap Adelio.


"Ahhh kenapa aku menangis lagi.....Aku ingin dia membenciku!!! Jika dia mengetahui pengorbanan Kak Amira mungkin dia akan mengerti!!!Aku rasa dia bisa bahagia???"Ucap Mie sembari menghapus air mata.



"Bagaimana denganmu....."Tanya Adelio yang menghapus air mata Mie.


"Aku tidak tahu....Tapi aku rasa aku akan lebih bahagia dari pada Paman heee???"Ucap Mie yang mencoba tertawa.


"Mie ku sayang kamu"Ucap Zia sembari memeluk Mie.


"Aku juga menyayangimu Zia???"Ucap Mie.


"Hoi gorila, Paman memanggilmu "Ucap Adelio yang baru saja memdapat telpon dari Adelard.


"Hmm... Dia itu selalu seenaknya saja"Ketus Mie.


"Sudah.... Cepatlah pergi Paman menunggumu ( Pasti Paman ingin bermesra - mesran lagi seperti tadi pagi mereka morning kiss )"Ucap Adelio.


*


Mie pun menuju lantai 7 ruangan Adelard.


"Paman???"Tanya Mie.


"Lama sekali disana pasti kau sedang bergosip....."Ketus Adelard sembari cemberut.


"Heee itu kan naluri wanita tahu....." Ucap Mie sembari melihat situasi ruangan Adelard yang hanya mereka berdua saja.Ia mengecup Adelard yang membuat Adelard terkejut.


"Nakal sekali pacarku ini"Ucap Adelard sembari menatap Mie.


"Hm ini sarapan untukmu Paman, Kau kan belum makan???"Ucap Mie menatap wajah Adelard.


"Hm... Benarkah?! "Ujar Adelard.


"Sekarang aku pergi dulu mencari sesuatu untuk sarapan Paman, Nanti siang pasti Paman sangat sibuk????"Ucap Mie yang ingin keluar dari ruangan Adelard.


"Tidak perlu...."Ucap Adelard menarik tangan Mie.


"Kenapa.....Tidak suka aku belikan sarapan pagi, Tadi pagi aku tidak sempat memasak karena Paman suruh cepat - cepat kesini"Ujar Mie.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memakanmu saja "Ketus Adelard menarik tubuh Mie, Ia menatap Mie begitu tajam mengangkatnya hingga tersandar di dinding.


Nafas Mie terdengar begitu berat saat Adelard membasahi bibirnya, Adelard saat itu sangat bersemangat hingga melakukannya begitu lama.


"Mie aku mencintaimu.....Jangan pernah tinggalkan aku, Aku selalu bermimpi kau meninggalkanku"Ujar Adelard menatap Mie.


"Hm itu hanya bunga mimpi Paman ( Maafkan aku yang begitu kejam padamu ) "


Ucap Mie yang berusaha tenang menghadapi Adelard.


"Nafasmu begitu hangat dan berat...Katakan bahwa kau mencintaiku "Ujar Adelard menatap Mie begitu serius.


"Dari lubuk hatiku terdalam aku mencintaimu dan selalu mencintaimu???"Ujar Mie yang tidak bisa lagi menahan air matanya.


" Mie kenapa kau menangis!!!!"Ketus Adelard yang khawatir.


"Aku bahagia sekali....Aku sangat bahagia saat-saat bersama mu!!!!Heee???"Ucap Mie sembari mencium Adelard.


...........


Tiba-tiba Adelio masuk ke ruangan saat mereka sedang bercumbu.


Membuat Mie malu sekali, Saat itu wajah Adelard penuh dengan kecupaan Mie yang membekas karena lipstiknya.


"Kenapa tidak mengetuk pintu dulu!!!"Ketus Adelard yang memaki Adelio.


"Dengarkan aku orang tua Kak Amira sedang di lantai bawah mungkin dia akan menemuimu "Ujar Adelio yang gelisah.


"Keluar....."Ketus Adelard yang masih malu karena tadi terlihat oleh Adelio sedang bercumbu.


"Hmm jangan lupa hapus bekas kecupan di pipimu"Gurau Adelio.


"Adelio.... Keluar ( Buat aku malu saja Mie pun menutup wajahnya terus dari tadi ) "Ketus Adelard.


"Baiklah....Heeee"Ucap Adelio sembari tertawa.


"Paman ini tisu mu....."Ujar Mie memberikan tisu.


"Kau tidak marah Mie???"Tanya Adelard.


"Jangan pergi di sini saja aku mohon"Ucap Adelard sembari menarik tangan Mie.


Terdengar suara ketukan pintu ternyata kedua orang tua Amira, Mereka pun masuk dan ingin membicarakan hal serius dengan Adelard, Namun mereka merasa tidak nyama karena Ada Mie yang sedang bekerja di kursi Adelard.


"Baiklah aku langsung saja aku ingin membicarakan hal penting....."Ucap ibu Amira sembari melihat Mie yang berada di kursi kerja Adelard.


"Tenang saja bicaralah dia itu Asisten pribadiku"Ucap Adeladd yang mengetahui Ibu Amira terus memperhatikan Mie.


"Apa kau mengetahui Amira melakukan operasi lagi "Tanya Ayah Amira.


"Apa!! Apa yang dia lakukan"Ucap Adelard yang khawatir ia begitu kaget.


"Hiks hiks hiks dia melakukan ini karena ia ingin bersamamu lebih lama lagi, Kau tahu dia sangat mencintaimu Adelard????"Tangis Ibu Amira.


Mie mendengar itu semakin membuatnya merasa bersalah tangannya menjadi gemetar melihat tangis ibu Amira.


"Bukannya dia sudah mempertaruhkan nyawanya untukmu Adelard"Ketus Ayah Amira yang kesal kepada Adelard yang tidak memberi kepastian.


"Nak bisakah percepatlah pernikahanmu....Aku mohon hiks hiks "Ucap Ibu Amira.


"Aku tahu ia sudah berkorban untukku...Tapi maaf aku tidak!!!"Ucap Adelard terhenti karena Mie dengan cepatnya memotong omongan mereka.


"Permisi, Aku keluar sebentar.... "Ujar Mie tangannya begitu gemetar.


"Jagan pergi, Kerjakan pekerjaanmu itu!!! "Ketus Adelard.


"Tolong pertimbangkan lagi Adelard hampir setiap hari ia melakukan terapi aku takut dia tidak lama lagi bertahan hiks hiks "Ucap Ibunya Amira.


"Maaf tante.. " Ucap Adelard terhenti saat melirik ke arah Mie yang memberi tanda bahwa Adelard jangan mengatakan apa pun yang menyakiti mereka.


"Nak Adelard....Aku mohon "Ucap Ibu Amira sembari menangis.


"Haahhhh....Baiklah akan ku pertimbangkan Tante???"Ucap Adelard wajah nye terlihat begitu sedih.


Kedua orang tua Amira pun pergi meninggalkan ruangan ia sedikit curiga melihat Mie yang terus di pandangi Adelard.

__ADS_1


*


Mie pun mencari alasan agar bisa menghindar dari Adelard, Ia tidak tahan lagi dengan apa yang ia lihat. Adelard yang menyadari itu memeluk Mie begitu erat.


"Tolong jangan tinggalkan aku.... Aku akan mengurus semua aku berjanji aku hanya ingin menikah denganmu aku mencintaimu"Ucap Adelard sembari memeluk Mie begitu erat. Ia menyadari bahwa Mie saat ini sedang terluka.


"Yah aku tunggu ( Hentikan....Hentikan perkataan itu Paman!!!Kejam sekali) "Ujar Mie sembari memeluk Adelard ia pun menangis.


"Terimakasih Mie.....Aku berjanji padamu"Ucap Adelard memeluk Mie yang masih menangis.


Setelah Mie merasa tenang ia meminta sesuatu yang sangat mustahil akan terjadi padanya dengan Adelard. Ia ingin menggunkan gaun pengantin walaupun hanya sebentar saja baginya itu adalah sebuah hal yang sangat berharga untuk Mie.


Tibalah disuatu toko yang mewah yang memiliki koleksi gaun pernikahan yang begitu banyak.


"Permisi nona, Ini dalah gaun yang edisi terbaru apa kau mau mencobanya"Tanya Pelayan.


"Haah pasti mahal sekali....."Ketus Mie.


"Apa kau tidak percaya dengan keuangan suamimu"Ketus Adelard berjalan merangkul Mie.


"Tuan Adelard selamat datang .....( Setahuku calon istrinya sangat elegan dan cantik tapi wanita ini siapa????Wanita muda kecil sedikit pendek wajahnya tidak begitu cantik)"Ujar Pelayan yang terus memperhatikan Mie.


"Apa yang kau lihat.....Kau inginku pecat "Ketus Adelard.


"Maafkan saya Tuan....."Ujar Pelayan.


"Paman jangan membuat aku malu, Aku pilih baju ini saja "Ucap Mie memilih baju yang begitu sederhana.


"Edisi lama???Apa tidak mau edisi yang terbaru"Tanya Pelayan.


"Aku suka ini lebih sederhana ...."Ucap Mie.


"Baiklah nona "Ujar Pelayan sembari membawakan pakaian yang di minta Mie.


"Ak ganti pakaian dulu Paman"Ucap Mie sembari ke fitting room.


Setelah merias wajah dan mengenakan gaun itu ia berjalan menuju Pria yang sangat ia cintai itu.Sebuah harapan yang tidak bisa ia lakukan bersama Adelard.


"Paman.... Bagaimana "Tanya Mie.


"Kau cantik sekali....."Ujar Adelard yang terpesona oleh Mie.


"Tuan apakah anda puas.... Nona ini memang sangat cantik! ( Aku tidak menyangka dia memiliki aura yang begitu indah )"Ujar Pelayan.


"Kak bisakah fotokan kami...."Ujar Mie yang meminta pelayan itu memotret mereka.


"Apa yang kau lakukan , Kau tidak sabar lagi ya???"Ucap Adelard yang tersipu malu.


"Hmm....Jangan terlalu percaya diri!!!!( Aku melakukan ini karena aku tahu aku tidak akan pernah menggunakan gaun ini untukmu???Ahhh dunia kejam sekali padaku!!!)"Ucap Mie.


*


Setelah Pelayan itu memotret mereka Adelard pun membeli gaun tersebut.


Tiba - Tiba terdengar suara dering di ponsel Adelard ternyata Ibu Amira yang menyuruh Adelard ke rumah sakit karena Amira tiba - tiba pingsan.


Adelard menceritakan semua itu ia menyuruh Mie pulang ke kantor nanti dia akan menjemput Mie. Dengan kesiapan hati Mie ia pun setuju dengan membalas senyuman walaupun hati nya terasa begitu rapuh.


*


Ketika Adelard sudah pergi terdengar oleh Mie bisik - bisik Pelayan di toko gaun pengantin tersebut.


"Siapa wanita itu.... Tuan Adelard tidak pernah membawanya kesini"Ketus Pelayan.


"Aku juga tidak tahu setahuku hanya Nona Amira saja yang pernah kesini tunangan Tuan Adelard"Ketus seorang Pelayan sepatu.


"Yah benar sekali , Apa wanita ini merebut Tuan dari Nona Amira ....Cih wajahnya tidak sebanding dengan Nona Amira yang begitu lembut berwibawa dan cantik"Ketus Pelayan.


"Aku setuju..... Hei elankan suara kalian jika kedengaran olehnya habislah kita" Ketus beberapa Pelayan.


"( Dasar orang - orang ini aku sudah terpuruk seperti ini di bicarakan seperti itu rasanya terlalu kejam....Dari manapun aku memang tidak pantas untuk Paman... Aku memang wanita bodoh yang berharap padanya hiks hiks hiks"Gumam Mie sembari mengelap air matanya dan memegang dadanya yang begitu terasa sakit.


Saat berganti pakaian tiba - tiba seorang Pelayan memanggil nama Mie ia mengatakan Adelio sedang menunggunya di ruang tunggu.


.........

__ADS_1


__ADS_2