
Mie pun mendekati Adelio yang telah menunggunya, Adelio yang mengetahui sahabatnya sedang murung itu, Ia membawanya ke salah satu pusat tempat games terbesar di kota itu.Pada saat itu Zia sudah menunggu Mie untuk bermain bersama.
"Zia bukannya kita akan ke kantor Paman bisa memarahi kita jika ketahuan "Ucap Mie matanya terlihat sembab.
"Hhhaahh lupakan saja sekarang kita bersenang - senang "Ketus Zia merangkul Mie.
"Hhm benar juga , Kalian memang yang terbaik aku sudah tidak sabar lagi ingin bermain"Teriak Mie yang kembali tersenyum.
"Let's go......" Teriak Adelio yang memberi semangat pada Mie.
Zia yang memperhatikan Mie merasa senang ketika melihat Mie yang tetawa walaupun hanya sebuah kebohongan tapi setidaknya bisa membuat ia tertawa dan melupakan hal - hal yang terjadi itu sudah cukup, Zia pun mengajak Mie makan malam bersama di kontrakannya.
"Aku akan memasakanmu makanan yang sangat special "Ucap Zia sembari menatap Mie yang menunggu Adelard menghubunginya
"Baiklah.....???( Adelard tidak menghubungiku padahal ini sudah hampir malam)"Ucap Mie menghela nafas.
"Sayang kau masak makan malam apa hari ini "Tanya Adelio.
"Sup kepiting , Aku sudah belajar resepnya sama Mie???Benarkan Mie"Tanya Zia yang tidak di respon Mie yang meratapi kaca mobil.
Sampailah di kontrakan Zia disana terlihat Alex dan Ray yang sedang melayani pelanggan di cafe.
"Mie tumben kamu kesini"Ucap Ray.
"Aku mau numpang tidur hahhhh badanku lelah sekali " Ucap Mie berjalan menaiki tangga.
"Kalian jangan kemana - mana ya aku akan memasak sesuatu yang enak "Ucap Zia yang masuk ke dapur.
"Hmm baiklah aku tunggu Zia , Jika tidak enak aku akan melempar dirimu dari sini" Ketus Ray yang bercanda.
"Kejam sekali..... Kak Ray " Ujar alex.
Saat itu Mie tertidur pulas tidak sadar ia mengeluarkan air mata karena mimpi buruk. Ia pun menuruni tangga setelah mencuci wajahnya yang begitu suram.
Ia melihat Pria berjas hitam itu yaitu Adelard yang tersenyum padanya namun mata Adelard tidak bisa berbohongi yang penuh penyesalan dan kesedihan.
...........
"Ayo makan......." Teriak Zia.
"Kau tampak lelah, Kau kelelahan ya"Tanya Adelard.
"Knapa Paman bisa disini "Jawab Mie.
"Tadi Adelio memberitahuku....Dan kenapa ada Ray disini"Ketus Adelard yang cemburu.
"Apa kau tidak tahu aku membuka cabang perusahan disini.....Aku sekarang akan mengalahkanmu Adelard"Ketus Ray.
"Hm... Yah aku tunggu palingan kamu bangkrut dulu"Ucap Adelard sembari mengambilkan Mie sup kepiting.
"Kalian kenapa sih....Ribut - Ribut terus "Ketus Adelio yang melihat Mie yang terdiam sejak tadi.
__ADS_1
"Sayang....Ada apa"Ucap Adelard meremas bahu Mie dengan lembut.
"Ha aku sedikit lelah ( Apa besok kebersamaan akan berakhir????Rasanya aku ingin selalu ingin seperti ini!!! )"Ucap Mie yang begitu lemah.
"Makan yang banyak Mie kau harus menjadi wanita yang kuat besok..."Teriak Zia yang keceplosan.
"Memangnya kenapa besok....." Tanya Adelard.
"Hm besok kami akan berenang ya Zia"Jawab Mie yang spontan.
"Hahaha iya besok kan kita libur Mie hahaha"Ujar Zia.
"Kalian mau berenang dimana"Ujar Adelard sembari memegang tangan Mie.
"Pantai....."Ketus Adelio.
"Kau tidak tahu berenang, Jadi aku juga harus ikut "Ketus Adelard.
"Aku sama Alex juga akan ikut..... "Ucap Ray yang begitu percaya diri.
"Siapa yang akan mengajakmu Ray "Ketus Adelard.
"Hentikan kalian ribut sekali, Alex apakah kamu mau ikut kami juga "Tanya Zia.
"Zia sebenarnya aku sibuk tapi kali ini saja ya, Hmm aku ingin bertanya sesuatu kak Adelard dan Mie kalian berpacaran"Tanya Alex yang penasaran.
"Yah....Dia adalah tunanganku lihat cincin kami berdua jadi kau tidak bisa mengajak dia kencan lagi"Ketus Adelard yang memperlihatkan cincin.
"Kau .... Kenapa bisa berkencan dengan Mie!!!!"Teriak Ray.
"Ahh apa aku lupa memberitahu kak, Maaf ya"Ujar Alex yang tersipu malu.
"Hahahahaha " Semua tertawa melihat adik kakak yang konyol ini suasana hati Mie yang suram itu sedikit terang.
Hingga hari sudah begitu larut tepat pukul jam satu malam mereka pun pulang.
"Zia aku pulang dulu ya ....Kita bertemu lagi besok "Ucap Mie memeluk Zia. "Daaadadadahhh.... Hati - Hati ya Adelard membawa tuan putriku "Ucap Ray melambaikan tangan ke arah Mie.
"Cih.....Buat kesal saja mendengarnya "Teriak Adelard.
"Sudah lah heee begitu saja cemburu "Ketus Mie.
"Aku akan selalu cemburu padamu , Kau juga jangan memeluk Zia "Ketus Adelard yang merasa cemburu.
"Dia kan sahabatku.... Sesama wanita "Ketus Mie.
"Ahhh sudah lah initinya aku tidak suka kau disentuh siapa pun "Teriak Adelard.
"Dasar orang tua, Norak sekali "Ketus Mie sembari menginjak kaki Adelard.
"Ahhh sakit tahu....Apa yang kau lakukan!!!"Teriak Adelard yang kesakitan
__ADS_1
"Dasar om-om N O R A K....."Teriak Mie yang membuat Adelard gemas dan menciumnya di hadapan semua temanya untung saja saat itu tidak ada orang lai melihatnya karena sudah larut malam.
"Hemmm kalian mesra - mesraan lagi .... "Teriak Adelio.
"Hoi Adelard jangan buat aku sedih,,,Haaah" Ucap Ray.
"Sdelard terang - terangan sekali " Ucap Zia.
"Aku merasa Mie sedang sedih "Ucap Alex.
"Terlihat ya.... Ya wajah tidak bisa dibohongi, Aku ngantuk.... Dadadah aku tidur dulu kalian pulang sana "Ketus Zia yang khawatir dengan keadaan Mie.
*
Kemudian saat di mobil Mie terus melamun wajahnya terlihat lelah Adelard terus memperhatikannya. Ketika Adelard berbicara Mie hanya merespon dengan singkat.
Tibalah di parkiran rumah Mie saat itu Mir hendak keluar namun di tahan oleh Adelard ia menatap wajah Mie begitu serius.
"Aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan aku minta maaf atas semua kesalahanku aku mohon maafkan aku!!!!"Ucap Adelard sembari memegang tangan Mie begitu gemetar.
"Paman????"Ucap Mie yang melihat Adelard begitu tertekan.
"Aku sangat mencintaimu Mie kau adalah wanita pertama bagiku setiap hari aku selalu memikirkanmu....Aku selalu berharap kau selalu di sisiku selamanya!!! Tapi kenapa harus begini kenapa semua ini terjadi pada kita????Kondisi Amira semakin memburuk aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan bisakah kau menungguku sebentar saja????? Aku mohon aku mohon...... aku mencintaimu...."Ucap Adelard sembari menangis tangannya begitu dingin dan gemetar saat itu ia begitu tertekan.
Mie menarik Adelard di dalam pelukannya.
"Maafkan karena keegoisanku Paman!!!!Sudah cukup Paman....Kau tidak boleh menyalahkan dirimu...Kau tidak bersalah ini hanya masalah waktu ...Aku mencintaimu aku mencintaimu Paman....Hiks hiks hiks"Teriak Mie yang menangis memeluk Adelard.
Adelard takut akan kehilangan kedua wanita ini, Namun hanya satu wanita yang ia cintai yaitu Mie dia selalu menyalahkan dirinya karena Amira dan Mie adalah orang yang berharga untuknya.Adelard sejak awal hanya menganggap Amira sahabat kecilnya saja namun Amira sudah berkorban banyak untuk bersama Adelard. Kenyataan yang pahit ini membuat kedua sejoli ini selalu menyalahkan dirinya.
.......
"Paman jangan bersedih seperti itu aku jadi semakin sedih"Ucap Mie.
"Jangan pernah tinggalkan aku Mie....Aku mohon aku mohon..."Ketus Adelard sembari memeluk Mie.
"Yah, Aku akan berjanji tolong jangan pernah menyalahkan dirimu terus!!!"Ucap Mie ia ingin mengalihkan pembicaraan ia menggerakan tubuhnya berada diatas pangkuan Adelard.
"Karena Paman sedih aku akan mencium Paman "Ucap Mie sembari mencium bibir Adelard.
"Karena Paman membuatku menangis , Aku akan mengigit Paman "Ucap Mie sembari menggigit Adelard.
"Ahhhh sakit.........Hahaha dasar anak ini kamu belajar dari mana hal seperti ini "Ketus Adelard yang mulai tertawa.
"Aku lihat di drama korea adegan seperti ini sepertinya perlu dicoba "Ketus Mie.
"Hhahaha kau tidak boleh begini.... Sebab ini sangat berbahaya...Kau bisa membuatku menjadi liar!!!!"Ketus Adelard sembari mencium bibir Mie.
Ia meremas rambut Mie yang terurai dengan lembut, Mie menekan Adelard agar begitu dekat dengannya.Mereka berdua terengah-engah nafasnya terasa begitu berat mereka tiada henti melakukan ciuman itu berulang kali di mobil hingga menjelang fajar.
__ADS_1