
Sumpah pernikahan telah terlaksana kan
pagi tadi.
Pernikahan Ray dan Bella .
Malam ini pesta pernikahan di rayakan begitu meriah pengantin pun berjalan melewati koridor. Suara riuh itu terhenti karena melihat kedua pengantin yang bergandengan ini telah datang senyum manis sepasang kekasih itu membuat semua orang terkagum.
" Pasangan yang sangat cocok dan sempurna "Ucap salah satu tamu terhormat.
"Dimana Adelard dan Mie....Haahhhhha mereka itu pasangan yang sedang mabuk cinta, Merepotkan saja"Ujar Wulan sembari menunggu mereka.
"Anak itu acara sepenting ini kenapa belum datang, Keluarga Ray sampai mencari -cari mereka"Keluh Adelia.
Kemudian Adelard menunggu di ruang ganti wanita saat itu Mie sedang di dandani.
"Mie sudah jam berapa kau lama sekali....."Ketus Adelard yang kesal Melihat Mie yang lama sekali.
"Sebentar lagi tuan, Saya masih mendandani nona Mie???"Ucap Seorang MUA yang sedang memberi polesan di kelopak mata Mie.
"Tidak perlu berlebihan....Kalau kau cantik aku jadi makin kesal"Ketus Adelard sembari melihat cincin tunangan yang berada di jemarinya.
"Aneh bukannya kalau aku cantik Paman harusnya senang"Ketus Mie.
"Kalau kau di lihat - lihat Pria , Bagaimana aku bisa senang "Ucap Adelard.
"Pria tua memang sangat cemburuan....."Ketus Mie sembari mengenakan pakaian.
"Tuan jangan masuk dulu...Nona sedang mengganti pakaian"Ucap MUA sembari menghentikan Adelard karena Mie sedang berganti pakaian.
"Ray pasti marah jika aku tidak disana"Ketus Adelard yang menunggu di balkon.
Beberapa menit kemudian Mie pun berjalan sembari mendekati Adelard yang sedang menunggunya terdengar suara ketukan dari sepatu Mie.
Adelard pun terkejut melihat wanita yang sangat berharga untuknya mengenakan sebuah gaun berwarna putih dengan polesan yang natural.
"Paman....Bagaimana??"Ucap Mie yang sangat malu memperlihatkannya kepada Adelard.
Adelard pun tersenyum matanya berbinar-binar melihat Mie seperti seorang pengantin wanita.Ia mendekati Mie di sentuhnya rambut Mie yang terurai,
Adelard pun mengangkat tubuh Mie hingga mata mereka beradu satu sama lain Mie pun tersenyum perasaannya saat itu sangat bahagia bersama Adelard.
"Kenapa kau bisa secantik ini....Aku jadi tidak bisa berpaling melihat siapa pun di dunia ini"Goda Adelard.
"Jangan gombalin aku , Aku jadi malu tahu!!!!"Ucap Mie tersipu malu.
"Kamu kelak akan menjadi pengantinku, Ayo kita menemui Ray "Ucap Adelard memandangi wajah Mie begitu dekat.
"Hee kamu terlalu percaya diri "Ucap Mie sembari mencubit hidung mancung Adelard.
Mereka pun menuju ke pesta tersebut saat di sana ternyata ramai sekali teman Amira.
"Mie maaf disini banyak sekali teman Amira "Ucap Adelard melepaskan tangan Mie.
"Tenang saja cinta terlarang bukannya memang harus diam - diam seperti ini aku ingin menemui kak Ray"Ujar Mie memandangi Adelard.
"Jangan berbicara seperti itu, Aku jadi sedih"Ketus Adelard.
"Aku hanya bercanda.... Aku ingin menemui sang raja dan ratu acara ini "Ucap Mie sembari pergi menemui Ray dan Bella.
Mie mendekati Ray dan Bella yang sedang menunggunya.
"Kak Ray..."Tegur Mie.
"Lama sekali kalian...Aku menunggumu"Ucap Bella sembari memegang tangan Mie.
"Maaf.. Aku tadi sempat ketiduran ini hadiah untuk kalian"Ucap Mie sembari memberikan hadiah kepada Bella.
"Terimakasih Mie kau tidak perlu repot - repot, Ayo berdansa denganku???Tanya Ray sembari memegang tangan Mie.
" Ha?!!!Tapi....????"Ucap Mie yang terkejut.
"Dansa lah dengan Ray, Aku ingin menemui teman ku"Ucap Bella sembari menyapa temanya yang sedang menunggunya.
"Tidak boleh kak!!!"Ketus Mie yang merasa tidak nyama.
"Hei inikan hanya berdansa, Kapan lagi bisa berdansa denganmu tuan putri"Ucap Manis Ray.
"Aku masih tidak tahu berdansa lho????"Ucap Mie sembari tersenyum.
"Aku akan mengajarimu untuk kedua kalinya??"Ucap Ray sembari menarik Mie untuk berdansa.
Mereka berdua pun berdansa semua tamu memperhatikan mereka, Ray ingin untuk terakhir kalinya bisa berdansa dengan Mie, Orang yang cintai.
"Hemmm....kak Ray kaki mu terinjak lagi...Sudah lah aku malah menyakiti kak"Ulas Mie sembari menatap Ray.
"Aku tidak apa - apa setidaknya aku bisa berdansa denganmu itu membuatku bahagia"Ujar Ray mengeratkan mengenggam tangan Mie.
"Jangan merayuku...Kak Ray sudah menikah "Ketus Mie.
__ADS_1
" Mie apa kau mencintai Adelard"Tanya Ray.
"Hm buat malu saja mengatakannya... Dia itu Pria yang kaku,Dingin dan menyebalkan....Tapi Aku mencintainya hee???"Ucap Mie sembari tersenyum menatap Adelard yang sedang menatapnya.
"Selamat ya atas pertunangan kalian "Ujar Ray.
"Ha...Itu belum sah????Dasar pria itu membocorkan rahasia "Ucap Mje yang tersipu malu.
"Hahaha dia tidak pernah sebahagia ini Mie bisakah kau berjanji selalu menjaga kebagiaannya walaupun apapun yang terjadi"Tanya Ray begitu serius.
"Jika kak bertanya seperti itu aku hanya merasa bersalah pada kak Amira telah merebut kekasihnya!!!"Ketus Mie matanya berkaca-kaca.
"Kau tidak merebutnya..,,Tapi ini adalah kenyataan cinta yang tidak bisa dibohongi, Apa kau tahu bertahun - tahun Adelard memaksa dirinya untuk jatuh cinta pada Amira namun malah membuatnya tertekan!!!"Ucap Ray semakin serius.
"Aku tahu itu....tapi tetap saja!!!"Ketus Mie.
"Ssstt.....Dengarkan aku dia sedang berjuang untukmu jangan pernah tinggalkan Adelard dia sangat mencintaimu"Ujar Ray.
"Hm....Aku tidak bisa berjanji, Tapi akan berusaha karena akau mencintai Adelard???"Ucap Mie sembari melihat Adelard yang wajahnya kecut.
"Tenang saja, Semua akan baik - baik saja Mie cantik "Goda Ray yang sudah selesai berdansa dengan Mie wajah mereka beradu satu sama lain namun terhentikan oleh Adelard yang mendekati mereka dengan wajah kecut.
"Apakah kalian sudah selesai, Mie temui aku di kamar 304 "Ketus Adelard sembari berjalan ke koridor.
"Dasar , Ganggu saja...!!!!"Ucap Ray.
"Kak Ray aku pergi dulu ya...."Ucap Mie.
"Mie terimakasih untuk dansanya, Aku sangat senang hari ini"Ucap Ray menatap Mie.
"Aku juga sangat senang bisa berdansa dengan kak Ray, Aku pergi dulu"Ucap Mie sembari menyusul Adelard.
**********
Mereka berdua berdiri di balkon kamar hotel Adelard, Suara sorakan beberapa orang karena kembang api telah di luncurkan suara musik yang membawa mereka untuk berdansa. Mie yang sedikit demi sedikit sudah bisa berdansa
mata mereka beradu satu sama lain mata yang penuh cinta mata yang penuh harapan.
"Bagaimana, Aku bisa berdansa kan ??"Tanya Mie sembari tertawa.
"Dansa menginjak kaki ya....Heee "Ucap Adelard yang mencium aroma coklat pada tubuh Mie.
"Hmm ruangannya terlalu kecil begini "Ketus Mie yang mencari alasan.
"Kalau di luar kita tidak bisa berdansa???"Ucap Adelard.
"Hee benar juga...."Ujar Mie.
"Paman boleh kah aku berharap...."Tanya Mie yang ingin berharap pada Adelard akan selalu di sisinya.
"Semua orang boleh berharap..."Ucap Adelard.
"Hmm boleh aku berharap kita akan bersama selamanya "Tanya Mie yang mendekatkan dirinya pada Adelard.
"Aku juga berharap akan bersamamu selamanya , Aku ingin berjuang untukmu Mie???Bisakah kau tunggu aku??"Tanya Adelard mengecup kening Mie.
"Aku akan selalu menunggumu Paman" Ucap Mie sembari memeluk Adelard.
"Hmmm sepertinya pesta sudah selesai"Ucap Adelard.
"Aku kembali ke kamarku..."Ucap Mie.
"Kau tidak mau tidur di kamarku"Tanya Adelard.
"Tidak.... Tidak....Tidak "Ketus Mie yang tersipu malu.
"Kenapa...."Tanya Adelard.
"Kalau malam tanganku nakal "Ujar Mie yang menutup wajahnya.
"Hhahha aku juga rela jika kau lakukan itu padaku"Goda Adelard yang membuat Mie malu, Ia pun keluar dari kamar Adelard.
*
Tepat pukul dua belas malam bunyi ketukan pintu di kamar Mie.
"Hmmm....Siapa sih jam segini"Ucap Mie sembari membuka pintu.
"Sayang....Aku tidak bisa tidur... Aku tidur disini saja"Ujar Adelard sembari duduk di sofa.
"Hiss.... Keluar!!!!Kalau dilihatin orang bagaimana"Ketus Mie menarik kerah Adelard.
"Semua aman tenang saja.... Jam segini belum tidur apa yang kau lakukan"Tanya Adelard.
"Hhmmm aku hanya tidak bisa tertidur .....Hmm lihat lah langit itu banyak sekali bintang yang bermunculan"Ucap Mie yang mengalihkan pembicaraan ia tidak bisa tidur karena memikirkan Amira.
__ADS_1
"Cantik seperti kamu Mie....Hmm apa kau memikirkan aku ya.... Hmm bagaimana jika aku akan membuatmu tertidur "Ucap Adelard sembari menarik Mie di sofa.
Ia mengecup leher Mie yang begitu lembut dan wangi aroma coklat.
"Paman...Kau ke sini untuk berbuat mesum padaku ya???"Tanya Mie yang terdiam saat Adelard mengecup lehernya begitu lembut.
"Kita sudah bertunangan ini bukan hal mesum tapi wajib!!!!"ketus Adelard.
"Paman ini sudah malam keluar lah????"Ucap Mie.
"Diam saja...Pasti kau akan tertidur"Ucap Adelard yang masih mencium leher Mie.
"Paman....( Kenapa aku selalu pasrah di kecup Adelard) "Ucap Mie nafasnya terasa berat.
"Awww sakit tahu!!!!!"Teriak Mie.
"Ahhhh kepalaku kenapa kau jitak seperti itu....Kau marah ya padaku.... "Ketus Adelard.
"Hahah mau bagaimana lagi aku punya pacar yang super genit"Ketus Mie wajahnya menjadi malu.
"Tapi kamu pertama bagiku"Ucap Adelard.
"Paman juga pertama bagiku.... Aku tidak pernah di sentuh pria lain selain dirimu"Ucap Mie sembari menatap wajah Adelard.
"Aku sangat beruntung "Ucap Adelard memegang kedua pipi Mie.
"Aku juga sangat beruntung"Ujar Mie yang tersenyum.
"Paman setelah kita pulang dari jepang aku ingin mengajak Paman ke suatu tempat yang sangat romantis??"Ucap Mie sembari menatap Adelard yang memeluknya dari belakang.
"Di mana itu......."Tanya Adelard.
"Rahasia , Aku akan membawamu kesana "Ucap Mie mengecup pipi Adelard.
"Apa kau pernah pergi kesana dengan Pria lain"Ketus Adelard yang cemburu.
"Tidak pernah, Aku tahu dari Zia heeee"Ujar Mie yang begitu polos.
"Yah...Aku tunggu lagian kitakan nanti satu rumah"Ucap Adelard sembari memcium rambut Mie.
"Ha???!!Tidak , Itu tidak boleh....""Ketus Mie.
"Kenapa....Bukannya aku sudah bilang akan menjagamu lagian ibumu setuju"Ketus Adelard.
"Tapi sekarang sudah berbeda Paman"Ketus Mie dahinya mengerut.
"Kenapa kau takut ya padaku, Aku kan sudah bilang akan menjaga kesucianmu karena kau adalah wanita yang sangat berharga bagiku"Ujar Mie menatap Mie dengan serius.
"Paman janji ya...."Ucap Mie.
"Aku bersumpah tidak akan menyentuh Mieya Miesila sebelum menikah tapi hanya ciuman saja , Ciuman seperti ini "Goda Adelard sembari mengendong Mie ke ranjang.
Brakkkkkk.....
Adelard mencium Mie dengan kelembutan begitu pun Mie yang selalu pasrah menerima setiap setuhan dari Adelard dengan perasaan cinta yang mendalam.
"Paman...Jangan cium aku terus "Ucap Mie melonggarkan pelukan Adelard.
"Kamu menggemaskan aku jadi ingin selalu menciummu setiap detik"Bisik Adelard di telinga Mie.
"Masih ada hari esok...."Ucap Mie yang tersipu malu.
"Rasanya tidak ada hari esok , Aku rasanya ingin melahapmu!!!!"Ketus Adelard.
"Dasar genit ...... "Ucap Mie sembari mencubit pipi Adelard.
"Aku minta sekali lagi ciuman sebelum tidur....Selamat malam Mie sayang semoga ini bukanlah mimpi aku sangat mencintaimu"Ucap Adelard sembari mencium Mie.
" Selamat malam Paman ( Ya tuhan restuilah kami )"Ucap Mie sembari menatap Adelard.
" Aku sangat mencintaimu Paman..... "Ucap Mie memeluk Adelard
*
Sudah begitu larut hingga tepat pukul 03.00 Adelard tak kunjung tidur ia terus memandangi Mie membelai rambutnya dengan lembut, Ia memikirkan apa yang harus ia lakukan terhadap Amira.
Mungkin Amira sangat kecewa padanya tapi saat ini Adelard tidak bisa lagi menahan perasaannya lagi ia sangat mencintai Mie wanita pertama yang ia cintai Mieya Miesila.
Saat Adelard ingin memejamkan mata.
Matanya terbuka lagi karena kenakalan tangan Mie yang meraba-raba dadanya.
"Paman... kenapa kau tidak menggunakan pakaian ,Tapi aku suka bisa memegang dadamu yang kekar dan seksi, Pacarku pria seksi ....Heee
Seksi..... Seksi ..." Ucap Mie matanya terpejam sembari meraba dada Adelard.
__ADS_1
"Kau mengigau ya.... Ternyata malunya dirimu hanya di luar saja????Pacar kecilku ini genit sekali???"Ucap Adelard sembari tertawa.
*************