Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 18 Aku lebih suka di rumah saja bersamamu istriku!!!!


__ADS_3

Mie pun berjalan kaki ia melihat kota besar yang penuh keramaian dengan kesibukan mereka masing-masing ingin rasanya segera mungkin kembali ke kota A , Saat mengitari jalan ,Terbesit di pikirannya untuk menghubungi Bella istri Ray yang sudah lama tidak bertemu.


.


.


.


Ting tong


Bella membuka pintu ..


Mie : "Kak Bella .... Aku mau curhat " Berbicara di depan pintu.


Bella : " Kau berkelahi lagi ya dengan Adelard .... Ayo masuk lah??? Raja tante Mie sudah datang"


Raja : " Tante Mie....."


Mie : " Kau lucu sekali....Ayo kita bermain bersama ahhhh gemes!!!"


Mie pun menjelaskan semua kejadian itu Bella hanya tertawa mendengar semua itu ia memberikan Mie sesuatu yang mood menjadi baik yaitu makanan manis yang ia buat tadi pagi .


.


.


.


Perasaan terbakar itu hilang sudah karena manisnya kue coklat yang menghilangkan rasa penat Mieya.


.


.


.


.


Setelah itu ia pun pulang ke rumahnya ia berhenti di mini market untuk membeli beberapa sabun pencuci pakaian dan lain-lain .


Tibalah di rumah ia mengganti pakaiannya membersihkan rumah yang masih berantakan . Ternyata baju Adelard begitu banyak yang masih kotor terpaksa ia mencuci semua, Mie adalah wanita yang hemat ia lebih suka mencuci sendiri pakaian nya dari pada harus di bawa ke laundry.


Semua itu selesai begitu singkat. Sore itu ia memasak masakan kesukaan Adelard sup kepiting ia pun menambah kan makanan lain seperti sayuran yang di sukai Adelard .


Kemudian ia mengsajikan semua makanan itu badannya terasa lelah ia belum sempat mencicipi namun ia sudah tertidur lelap di sofa di depan tv .


Malam itu Adelard baru saja pulang kerja karena ada urusan mendadak, Saat ia menghidupkan lampu ia melihat istrinya terbaring lelah di sofa . Ia lihat jemuran yang di penuhi oleh pakaiannya dan masakan kesukaannya.


Adelard : " He benar juga rumah kecil ini menyenangkan juga dan aku juga punya istri yang menakjubkan "


Chu.....


Mie :" Hm Paman sudah pulang ( Ahh aku baru ingat Paman kan mau menginap dirumah Wen kenapa aku masak banyak sekali )"


Adelard : " Wahh kau rajin sekali ....."


Mie : " Bukannya mau menginap ke rumah Wen??? "Wajah cemberut.


Adelard :" (Istriku kan di rumah kenapa harus tidur di rumah wanita yang tidak penting) Aku lebih suka di rumah"


Mie : " Hmm ...Apa sudah putus??? "


Adelard : " Kenapa??? Cemburu???


Mie : " Apa !!!!! No No No !!! Aku hanya penasaran saja kalian tidak seperti pasangan"


Adelard : "Hm itu tidak penting .... Ahh aku mau mandi dulu "


Mie : " Hm mandi lah .... Aku panaskan sup kepiting nya dulu"


Adelard : " Terimakasih istriku "


Pipi Mie memerah


Mie : " ( Astaga rasanya ingin meledak, Ahh apakah semua akan berakhir rasanya aku tidak ingin meninggalkan semua ini ,Paman?)


Mereka makan berdua sembari menonton televisi


Mie : " Paman bukannya itu produk milik Paman ....Alat kebugaran terjual habis"


Adelard :" Akhir-akhir ini kita pasti akan sibuk permintaan terlalu banyak dari negara lain "


Mie : " Wahhh ..... Suamiku memang hebat "


Adelard :" Teri......" Mie menutup mulut Adelard.


Mie : " Aku .....Aku gak ngomng gitu anggap ajah salah denger"


Adelard :" kamu Malu-malu kucing .....Meooongggg" Mendekati Mie


Mie : " Hehhh Jangan dekat-dekat ..... Aku hanya salah bicara ....Hahaha aku sudah kenyang giliran Paman cuci piring "


Adelard : " Huh melelahkan "Berdiri mengambil piring kotor.


Mie :" Paman harus belajar bagaimana menghargai hidup .... Hidup sederhana itu lebih menyenangkan tahu???"


Adelard : " Huh terserah kau saja.... Aku mau mencuci piring"


Tiba-tiba .....


Terdengar di sebelah terdengar suara piring pecah .....


Prangggggg... ..


Mie : " Hm Paman ....Piring pecah???"


Adelard :" Hah!!! Tidak....."

__ADS_1


Mie mendekati dinding menguping pembicaraan suami istri yang sedang berkelahi karena suaminya berselingkuh .


Adelard : " Jangan Menguping!!!! Nanti dosa" Menjewer Mie.


Mie : " Ssssttt..... Dengarlah" Menarik Adelard untuk menguping.


Adelard : "( Wanita ini menyuruhku menguping dasar istri ku ini ) Hm ....Kenapa tidak di tinggalin saja"


Mie :" Ssst pelankan suara Paman nanti di dengar tetangga"


Tiba-tiba


Plakkkkkk


Adelard :" Dia menampar istrinya"


Mie : " Suaminya yg di tampar ..... Dengarlah suara suaminya yang kesakitan "


Adelard :" Bukankah orang sebelah ini yang memarahi ku kemarin"


Mie :" Hm suami selingkuh memang harus di hukum "


Adelard :"Sudah lah tidak boleh gosipin orang lain? Dengar aku tidak selingkuh yah???"


Mie :" Aku tidak mengatakan itu kok .... Lagian aku ingin berterimakasih Paman telah membantuku ( Aku hanya bisa memanfaatkan apa yang ada, Cukup seperti ini aku sudah bahagia Paman entah kapan semua akan berakhir )"


Adelard :" Hm baguslah jika berpikir seperti itu ....Besok launching alat terapi lansia ... Kau harus datang ... Di sana kau bisa belajar dari orang- orang yang berpengaruh besar"


Mie:" Aku tidak percaya diri ...Aku selalu bingung"


Adelard :" Aku yakin kau pasti bisa jadi membaurlah dengan yang lain, Kau kan masih muda cari lah pengalaman sebanyak mungkin " Mengelus Mie.


Mie :" hahh merepotkan sekali!!!!Baiklah akan ku coba!!!"


Adelard :" Tanganmu kenapa???"


Mie:" Aku tidak sengaja menumpahkan air ...."


Adelard :" Tidak ada yang menjahili mu kan"


Mie:" Mereka tidak berani"


Adelard :" Benar sekali ....Kau kan gorila "


Mie: " Paman!!!!!" Mencubit perut Adelard.


Adelard :" Sini ku obati ....."


Ting tong ting tong


.


.


.


Mie:" Kalian ....Wah bawa makanan lagi aku senang sekali"


Ray :" Wanita ini makanan saja yang di incar "


Mie :" Sepertinya ada yang kurang ....Aku beli minuman soda dulu ya ( Kesempatan ku memanggil Hina untuk bergabung)"


Adelard :" Tanganmu belum di obati???"


Mie :" Nanti saja...Aku pergi sebentar kok??"


Sepulang dari mini market Mie mengajak Hina yang masih bekerja tanpa istirahat, Adelard memang kejam ia memberi tugas yang banyak untuk Hina.


Hina yang awalnya ragu itu di paksa oleh Mie ia pun setuju dan segera mungkin mengganti pakaiannya.


Rona di wajahnya membuat Mie tersenyum ia tahu bahwa Hina sedang malu karena akan bertemu Eiji si tampan yang cuek.


Mie pun membunyikan Bel segera mungkin Eiji membukakan pintu, Eiji terkejut karena ada Hina di samping Mie.


Mie : " Hina masuklah ....."


Ei :" Hm masuklah ...."


Ray :" Wah ini siapa??? Teman mu ya Mie???"


Mie :" Yah Kak Ray ..... Hina Pemilik Apartemen ini Kak Ray ....Ini minuman soda kalian"


Ray :" Wajahnya terlihat tidak asing???"


Eiji :" Hina bekerja di bagian desain grafis di perusahaan Direktur Adelard"


Ray :" Oh iya aku ingat ....Jadi Mie kau juga bekerja sebagai desainer grafis "


Mie :" Aku tidak paham ..."


Adelard :" Kau harus belajar mulai sekarang .... Jangan jadi wanita malas "


Mie :" Malas???? Bukanya Paman yang malas-malasan aku yang beresin rumah mencuci baju Paman dan hahh??!!! "


Ray :" Hahaha Bella juga sering marah-marah begitu padaku"


Adelard :" Itu kan beda lagi .... Kalau kamu capek cari pembantu saja???"


Mie :" Hah!!?? Kita itu harus belajar hemat...."


Adelard :" Hah!??? Terserah saja .... Dasar cerewet" Mencubit Pipi Mie


Mie :" Sakit??!!!! "


Hina :" Hehehehe kalian lucu sekali ...."


Mie:" Paman boleh kan besok aku dan Hina pulang awal ???"

__ADS_1


Adelard :" Enggak!!!! Tadi aja kau pulang awal semua orang bisa curiga "


Mie:" Aku ingin menjenguk ibunya Hina, Bolehkan???"


Adelard:" Hahh!?? Kau ini .....Baiklah kali ini saja "


Hina :" Terimakasih Direktur "


Adelard :" Kita sedang di luar jangan panggil aku Direktur???"


Mie :" Benar sekali panggil saja Om-Om"


Adelard :" Apa katamu !!!? " Memiting Mie


Eiji yang jarang terlihat tertawa itu pun tertawa melihat kelakuan Adelard dan Mie yang begitu konyol.


Mie:" Ei ternyata bisa tertawa juga, Apa kamu sudah punya pacar"


Hina tersedak-sedak ......


Ei :" Aku tidak punya ...."


Mie:" Kau belum pernah pacarankan???"


Ei :" Hm ketahuan ya ..."


Mie :" Cari lah pacar ....Jangan yang jauh-jauh yang dekat-dekat saja .... Misalnya ????"


Hina:" Ahh aku boleh pamit ....Karena pekerjaan ku belum selesai, Maafkan aku menolak kebaikan kalian???( Aku rasanya ingin mati duduk di samping Ei)"


Mie:" Ei temani Hina dong? kasian dia sendirian"


Hina :" Tidak perlu ...." Tersipu malu


Ei :" Hm baiklah aku akan membantu mu?? Pekerjaan mu banyak juga???"


Mie:" Ayolah Hina " Mengedipkan mata dengan Hina .


Hina pun hanya menghela nafas Mie memang nekat sekali ingin mendekatkan mereka berdua .


.


.


.


Ray :" Hei ..... Kau ingin menjodohkan mereka"


Mie:" Yahh.....Serasi kan????"


Ray :" Ei Memang tidak pernah berpacaran tapi dia sudah di jodohkan sejak kecil ....Kau tahu keluarga ku selalu menjodohkan anaknya???"


Mie:" Hahh!? Aku yakin Hina bisa memperjuangkan apa yang ia rasakan "


Ray :"Hah!? Bicara saja mudah contohnya kalian berdua sungguh pasangan miris ...Egois kekanak-kanakan "


Mie :" Hm aku ........."


Ray :" Baiklah ....Aku pulang dulu dah????"


Mie:" Hati-hati Kak Ray ....."


Ray :" Jangan berkelahi lagi ...Kalian harus cepat mendapatkan momongan ...."


Mie :" Ha!?? Apa sih Kak Ray ....." Tersipu-sipu malu .


Adelard :" Ray dengarkan aku, Kami berdua hanya merasakan dan menikmati apa yang kami punya sekarang, Jadi jangan ikut campur!!!!"


Ray :" Maksudnya ......Apa???"


Brakkkkkk


Menutup pintu


Adelard :" Dasar mulut besar!!!!"


Mie :" Aku ngantuk!!!! Selamat malam Paman???( Apa maksudnya merasakan dan menikmati!!!! Sedikit Ambigu!!!!)"


Adelard :" Apa acaranya makan-makan nya sudah selesai ...."


Mie:" Iyah .....Aku kenyang sekali???"


Adelard :" Kau memang suka jodoh-jodohin orang ya???"


Mie:" Soalnya mereka sama-sama suka dari sorot matanya sudah tampak???"


Adelard:" Bagaimana dengan mataku"


Mie :" Penuh dengan perselingkuhan ????Aku ngantuk sekali "


Adelard:" Aku tadi kan bilang aku tidak selingkuh....????"


Mie pun berjalan ke kamar sembari meregangkan tubuhnya di lantai yang sudah ia beri selimut tebal miliknya , tak lama ia pun tertidur .


Adelard :" Dia langsung tertidur saja ....Ahhh tanganmu belum di obati aku juga lupa membeli tempat tidur untuk kita.... Hah besok kita cari tempat tidur yang empuk, ya sayang??"


Chu ......


kala itu Adelard melanjutkan pekerjaannya yang masih tersisa belum ia selesaikan hingga larut malam .


.


.


.


" Walaupun begitu melelahkan namun rasanya begitu menyenangkan mencari uang untuk istriku yang tercinta, Trimakasih tuhan "

__ADS_1


Jangan lupa Votement ya ......


__ADS_2