
Malam yang dingin itu Mie masih tertidur pulas ia sangat kelelahan hingga tertidur cukup lama. Namun Adelard menemaninya berada di samping Mie.
Kemudian Mata Mie terbuka ia melihat tanganya yang di genggam Adelard begitu hangat ia pun mengelus rambut Adelard hingga membuatnya terbangun.
"Apa aku membangunkanmu????"Ucap Mie sembari membelai rambut Adelard.
"Sudah bangun ya, Kau sangat kelelahan "Ucap Adelard sembari mengecup punggung tangan Mie.
"Hmmm ini sudah jam berapa bukannya kita akan pergi kencan acara festival kembang api"Tanya Adelard.
"Kita disini saja badanmu masih lelah lain kali kita akan kesini lagi "Ucap Adelard memandangi wajah Mie.
"Paman, Aku baik - baik saja "Ucap Mie.
"Sekarang mandi dan aku akan menyiapkan makan malam untukmu"Ucap Adelard.
"Paman maaf ya....Wajahmu terluka lagi karena aku"Ketus Mie sembari memegang wajah Adelard sedikit lebam.
"Sudahlah ini hanya luka kecil, kau sangat menyayangiku ya aku jadi terharu"Goda Adelard.
"Hiks hiks hiks bukan seperti itu...Aku tidak tahu harus bagaimana denganmu???"Ucap Mie sembarj menangis.
"Mie bukannya kau berjanji malam ini akan menjawabnya"Bisik Adelard yang membuat air mata Mie terhenti.
"Hemm... Aku sudah menyiapkan apa yang akan aku katakan pada Paman jangan terlalu percaya diri"Tegas Mie.
Adelard merubah posisinya berada di atas tubuh Mie.
"Paman kau mengodaku ya.... Jika yang lain lihat bisa gawat"Tegas Mie.
"Mereka sudah pergi beserta pelayan - pelayan "Ucap Adelard yang tersenyum bahagia karena bisa berdua saja dengan Mie.
"Jadi kita cuma berdua saja"Tanya Mie.
"Kenapa.... kau berpikir kotor ya"Bisik Adelard.
"Cih...Aku kan cuma bertanya...Paman ayo kita lihat di balkon sepertinya pesta kembang apinya akan dimulai "Ucap Mie sembari beranjak dari tempat tidurnya.
"Hmmm...Maaf ya aku tidak bisa membawamu kesana "Ucap Adelard sembari mendekati Mie di balkon.
"Hm seperti ini saja sudah cukup "Ucap Mie yang tersenyum pada Adelard.
Mereka berdua berdiri di balkon kamar Mie, Mata Mie berbinar - binar melihat kembang api yang begitu indah.
Adelard pun memeluk Mie begitu erat.
"Paman....."Ucap Mie.
"Kamu sangat cantik Mie aku menyukaimu selalu menyukaimu???"Ucap Adelard sembari menarik tubuh Mie.
Ia mengecup bibir kecil Mie begitu lembut hingga Mie menerima semua kecupan itu.
" (Bibir Adelard begitu hangat nafasnya yang tidak karuan detak jantungnya bisa kurasakan dengan tanganku ) Paman"Ucap Mie melepas Ciuman.
"Apa.... "Tanya Adelard matanya begitu sayup.
"Aku lapar bisakah kita makan dulu"Ucap Mie sembari tertawa.
"hah!? (Padahal lagi romantis - romantisnya )"Ujar Adelard yang kesal.
"Enak sekali.... Aku ingin nambah lagi"Ucap Mie.
"Kau bisa gendut jika makan mu kuat seperti ini"Ketus Adelard.
"Apa tidak menyukaiku lagi jika aku gendut"Ucap Mie sembari mengunyah makanan.
"Gendut itu tidak sehat saat bekerja kita menjadi cepat lelah "Ketus Adelard sembari menyuapi Mie.
"Tapi kali ini saja aku makan banyak, Besok aku akan mengurangi porsi makanku"Ucap Mie yang penuh kebohongan.
"Hhh....Baiklah "Ucap Adelard.
Tiba-tiba ponsel Adelard berbunyi.
"Sebentar aku mengangkat telpon dari Amira"Ujar Adelard.
" Hm...( Buat cemburu saja , Apa sih yang mereka omongin ) "Ujar Mie.
Beberapa menit kemudian setelah menelpon Amira ia melihat Mie sudah tidak di sana. ia pun bergegas Adelard sangat takut akan di tinggalkan Mie.
"aAa dia pergi, Aku harus mengeceknya di kamar ... "Ketus Adelard sembari berjalan ke kamar.
Adelard pun menuju kamar Mie saat dia masuk Mie sedang mandi
membuatnya sedikit lega Adelard pun kembali ke kamarnya ia ingin mandi juga.
Setelah beberapa jam kemudian Adelard menunggu Mie tidak kunjung keluar dari kamar ia pun berdiri di depan pintu kamar Mie.
"Apa kau marah padaku tadi Amira hanya mengasi kabar ia tidak bisa pulang hari ini"Ucap Adelard sembari mengetuk pintu kamar Mie.
"Aku tidak marah!!!Paman bisakah kau membantuku ....."Ujar Mie.
Adelard pun membuka pintu kamar .
__ADS_1
"Bagaimana cara memasangnya ...Aku baru kali ini menggunakannya "Ucap Mie,
"Kau menggunakan ini, Acaranya sebentar lagi selesai"Jawab Adelard masuk ke dalam kamar Mie.
"Aku ingin menggunakannya untuk melihatkan pada Paman, Bukannya ini pemberian Paman aku harus menggunakannya "Ketus Mie.
"Baiklah, Aku bantu memasangnya jika terlalu terik beritahu aku "Ucap Adelard sembari memasang yukata Mie.
"Paman aku ingin kita berdua menggunakan pakaian ini meskipun kita di penginapan "Ucap Mie sembari menatap langit.
"Hmm baiklah ... Sebentar aku ganti pakaian "Ujar Adelard.
"Aku menunggumu.... (Hm ak akan memberitahunya tentang perasaanku padanya malam ini)"Ucap Mie sembari tersenyum.
"Kau cantik sekali baju ini sangat cocok padamu "Ujar Adelard sembari menatap Mie.
"Paman cepatlah ganti pakaianmu aku ingin melihatmu menggunakan yukata"Ucap Mie sembari meliha dirinya di cermin.
Kemudian Mie melihat kembang api di balkon sembari menunggu Adelard
beberapa menit kemudian terdengar suara Adelard berjalan memasuki kamar Mie.
"( Tampan sekali Paman dan seksi ) "Ujar Mie di hatinya.
"(Ahhh ....jantung ku mau meledak!!!!)Ucap Mie di hatinya.
"Bagaimana apa aku sudah cocok menggunakan ini"Tegas Adelard.
"Biasa saja ..... "Ketus Mie tersipu malu.
Mie pun duduk sembari melihat kembang api ia memalingkan wajahnya pada Adelard karena merasa gugup dan tangannya menjadi dingin Adelard merasa kesal karena di acuhkan oleh Mie ia pun mendekatinya.
"Coba lihat wajahku.....Aku sangat tampankan????"Ucap Adelard penuh percaya diri.
"Hm...Biasa saja!!!Percaya diri sekali!!!"Ketus Mie.
"Ucapanmu tidak sesuai dengan wajahmu memerah begitu "Ucap Adelard sembari memegang pipi Mie.
"Itu karena aku merasa gugup saja"Ketus Mie.
"Hmm....Padahal kau sudah pernah pacaran"Ketus Adelard.
"Tetap saja berbeda"Ucap Mie yang menghindari Adelard.
"Mie apa kau ingin menepati janjimu..."Tanya Adelard matanya penuh harapan.
"Tentang itu.... Aku akan mengatakannya aku orangnya tepat janji lho"Ucap Mie.
"Hmmmm......Maafkan aku!!!"Ucap Mie matanya tidak bisa menatap Adelard.
"Aku di tolak ya pantas saja sedari tadi kau menghindariku wanita muda sepertimu tidak mungkin jatuh cinta kepada om-om sepertiku yang hanya bisa menemani cuma 30th saja heeeee" Ucap Adelard memalingkan wajahnya melihat ke langit.
"(Maafkan aku Paman mungkin ini yang terbaik untuk kita!!!!)Ucap Mie di dalam hatinya.
" Apa kau tahu waktu itu kau tenggelam di danau aku memberimu nafas buatan itu pertama kalinya aku melihatmu dan aku menyukaimu!!! Sungguh bodoh yaa???? Saat kau sudah dewasa aku bertemu denganmu lagi namun aku sudah bersama Amira aku pikir ini adalah pilihan yang bijak namun aku tidak bisa membohongi perasaanku semakin hari perasaan itu kembali lagi perasaan ku padamu saat kita pertama kali bertemu akhirnya aku baru sadar rasa cemburuku ini karena aku jatuh cinta padamu, aku menyukaimu Mie lebih dari apa pun???"ujar Adelard.
"(Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Paman)"Ucap Mie di dalam hatinya.
"Hmm....Sudah malam begini bentar lagi mereka datang aku ke kamarku dulu"Ucap Adelard ia tersenyum lebar dan meninggalkan Mie yang terdiam.
Mie pun terdiam di kamarnya .
"( Hiks hiks hiks Paman bukannya aku tidak mencintaimu tapi kita tidak bisa bersama kau sudah memiki Amira!!!!Aku tahu kau begitu tulus mencintaiku....Aku tahu....Aku tahu....Hiks hiks hiks.....Apa yang harus ku lakukan....Aku juga ingin bersamamu.....Aku mencintaimu Hiks hiks hiks)"Ucap Mie sembari menangis.
Adelard berdiri di balkon kamarnya....Hatinya seperti tercabik-cabik.
Ia melihat langit yang di penuhi bintang-bintang.
"Mie kau adalah bintang yang tak bisa ku gapai....Aku benar-benar di tolak!!!Rasanya aku ingin mati saja!!!!"Ucap Adelard sembari melihat bintang.
Saat itu Adelard memejamkan kedua matanya sembari mencium aroma bunga sakura tiba-tiba terdengar seeseorang berlari mendekatinya.
Mie terengah-engah....Ia baru saja dari lantai bawah menemui Adelia dan Wulan yang singgah sebentar untuk mendukung Mie yang tidak tahu harus berbuat apa.
Saat Mie membuka pintu kamar Adelard, Matanya menatap Adelard begitu tajam matanya bengkak karena tangisnya ia pun berlari memeluk Adelard.
"Apa yang kau lakukan "Ucap Adelard matanya berkaca-kaca.
"Paman!!!!!.....Kenapa kau meninggalku....Aku aku....!!!!"Ucap Mie yang masih belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan.
"Maaf aku lupa kau wanita penakut.....???"Ucap Adelard ia tidak tahan lagi hingga meneteskan air mata.
"Bukan itu!!!!!Dengarkan Aku!!!!! AKU MENCINTAIMU PAMAN!!!!!"Teriak Mie membuka mata Adelard ia tertegun.
"Aku suka semua darimu....Aku suka semua yang ada pada dirimu!!!Maafkan aku!!!!Membuatmu terluka....Aku hanya tidak ingin menyakit Kak Amira!!!Tapi aku tidak ingin kehilanganmu...Aku memang wanita jahat...Hiks hiks hiks!!!!"Ucap Mie yang tidak berhenti menangis memeluk Adelard.
"Mie kau bukan wanita jahat???Kejujuran memang menyakitkan semua orang pernah merasakan itu???Mie aku tidak tahu harus mengatakan apa??? Tapi terimakasih telah menerimaku, Aku mencintaimu"Ucap Adelard sembari mencium Mie.
Malam panjang itu membuat pasangan yang sedang di mabuk cinta ini meraskan kebahagian yang luar biasa dalam hidupnya.
Mie pun membawa futon dari kamarnya ke kamar Adelard.
"Apa yang kau lakukan"Ucap Adelard yang terkeujut.
__ADS_1
"Tentu saja tidur dengan pacarku.... Apa ada masalah S A Y A N G "Ujar Mie yang sudah percaya diri.
"Kau bercanda ya.... "Ketus Adelard yang masih tersipu malu.
"Aku serius duduk lah di sampingku kita lihat langit yang terangi bintang "Ujar Mie begitu polos.
"Hm bukannya mereka akan pulang "Tanya Adelard yang duduk di samping Mie.
"Ibu bilang tidak akan kembali ke penginapaan ia menyuruhku tidur disini bersama Paman"Ucap Mie.
"( Hah ini pasti rencana mereka kenapa menjadi canggung seperti ini???) Aku pikir kau sengaja menggodaku??"Ucap Adelard.
"Cih....Untuk apa menggoda Paman!!!"Ucap Mie yang tersipu malu.
Adelard pun disamping Mie dan memegang tangannya.
"Tanganmu dingin sekali"Ucap Adelard yang gugup.
"Aku gugup.....ini pertama kalinya bagiku berdua dengan Pria!!!"Ketus Mie.
"Bukanya kita sering berdua saja"Ucap Adelard.
"( Pria ini tidak peka sama sekali ) Ya sudah jangan pegang tanganku"Ketus Mie yang kesal.
"Begitu saja sudah marah dasar wanita norak"Goda Adelard.
"Apa paman bilang...."Ketus Mie.
"Hahaha apa gugupmu sudah hilang , Sayang"Ucap Adelard membuat Mie cenat-cenut.
"(Ahhhh.....jantungku mau meledak lagi!!!!)"Ucap Mie di dalam hatinya.
"Aku jijik mendengarnya...."Ketus Mie yang masih malu.
"Bukannya tadi kau yang memulainya dulu"Tanya Adelard.
"Hmm hanya bercanda"Ketus Mie.
"Tapi aku sekarang tidak ingin bercanda Mie, Aku serius padamu??"Tegas Adelard menatap Mie.
"Lihat aku, Apa kau bisa memberikan kesempataan padaku mungkin kau terkejut karena aku tiba - tiba menyatakan perasaanku padamu,Bisakah kau menunggu aku akan membuktikan bahwa aku serius denganmu apapun akan ku lakukan untukmu"Ucap Adelard yang begitu serius pada Mie.
"Heheh benarkahhh!!!Bos ku ternyata begitu murahan ya"Goda Mie.
"Hei....Aku serius...."Ucap Adelard.
"Mie...Aku mencintaimu!!!"Tegas Adelard begitu serius.
"Aku tahu!!!"Ketus Mie.
Adelard mencium Mie dengan lembut.
"( Aku tidak bisa bergerak??Adelard perasaanmu itu sudah tersampaikan kepadaku) Paman....Haah.."Ucap Mie melepas ciuman Adelard.
"Ada apa???"Ujar Adelard melihat wajah Mie.
" Hmm Aku juga mencintaimu......Sangat sangat sangat "Manja Mie yang buat Adelard bahagia.
"Ulangi lagi, Aku ingin mendengarnya lagi"Ucap Adelard.
"Adelard Abraham aku mencintaimu....Mencintaimu sangat mencintaimu maafkan aku terlalu lama mengatakannya " Ujar Mie sembari tersenyum.
Mie pun beranjak dari futonnya ia mencium Adelard dengan perasaan yang mendalam.
tak lama Mie pun melepas ciuman itu dan saat dia ingin duduk tanganya di tarik oleh Adelard.
Brakkkkkk......
"Tadi kau bilang ingin tidur bersamaku"Tanya Adelard.
"( Astaga bagaimana ini aku tadi hanya mengikuti saran ibu ....) Hmm,,, Itu aku "Ucap Mie yang ketakutan.
"Hehehe gadisku ini polos sekali ya...."Goda Adelard.
"Aku......" Ucap Mie wajahnya menjadi panik.
"Sudahlah ayo kita tidur, Aku ngantuk sekali...."Ucap Adelard.
"Hahh...."Mie terkejut.
"Kenapa kau kecewa ya...."Tanya Adelard
"Qku!!!!! Tentu saja tidak.....Haaaahhaaa"Mie pun tidur di sebelah Adelard.
"Mie aku tidak akan menyentuhmu lebih dari ciuman , Kau adalah wanita berharga aku tidak akan menghancurkanmu aku akan menyentuhmu saat kau sudah menjadi istriku yang sah"Ucap Adelard sembari mengecup kening Mie.
"Paman aku makin cinta.....Padamu heeee ( Sekarang perasaanku sudah tenang)"Ucap Mie sembari memeluk Adelard.
"Ayo kita tidur.....Aku mencintaimu Mie "Ucap Adelard sembari mengecup kening Mie.
Chu chu chuuuuuu.......
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘