
Beberapa hari kemudian Mie pun di izinkan pulang dari rumah sakit, Sore itu Adelard membawa Mei ke salah satu Apartemen nya.
"Paman kita kenapa tidak pulang"Tanya mie.
"Masuk lah dulu"Ujar Adelard sembari merangkul Mie.
"Apa ini Apartemen Paman, Wahh Apartemen ini kan mahal sekali!!!" Ucap Mie.
"Aku tidak ingin pulang karena keluarga ayah dan ibu ku sedang berkumpul di rumah jadi temani aku disini!!!"Ketus Adelard sembari membuka tirai.
"Baiklah ...Baiklah...Waahhh Paman kamar mu bagus sekali bisa melihat Pemandangan kota ini"Ujar Mie yang kampungan.
"Hmm disaat aku ingin menyendiri aku selalu disini" Ujar Adelard sembari membuka kulkas.
"Begitu ya....Ahh aku ingin keramas rambut ku sedikit basah karena berkeringat" Ujar Mie sembari masuk ke dalam toilet saat itu Adelard mengikutinya ia menarik pinggang Mie.
" Lepaskan aku!!!!!"Ujar Mie yang ketakutan.
"Kau kan sudah mandi, Jika kau mandi lagi kau bisa demam!!!"Ketus Adelard.
"Tapi Paman lepaskan aku ...."Teriak Mie.
"Sini duduklah, Aku akan keramas rambut mu"Ujar Adelard yang penuh perhatian.
Mie pun menjadi sedikit gugup Adelard membersihkan rambutnya dengan lembut saat itu Adelard mengecup kening Mie.
Wajah Mie menjadi kemerahan dan jantungnya semakin berdebar - debar setelah selesai Mie pun segera mungkin langsung keluar dari kamar mandi karena ia ingin menutupi wajah nya yang memerah.
"Paman kenapa kau menciumku!!!!!" Ujar Mie yang gugup karena Adelard sedang mengeringkan rambut Mie sambil menonton tv.
"Hmmm...."Jawab Adelard sembari mengeringkan rambut Mie.
"Jawab aku Paman!!!"Ketus Mie.
"Baiklah Aku juga tidak tahu???Aku hanya sudah terbiasa mencium mu ... Aku tidak pernah melakukannya dengan wanita lain seharusnya kau merasa beruntung"Ujar Adelard yang tidak tahu menanggapinya.
"Beruntung kata mu!!!! Apa kau pikir aku wanita murahan" Ketus Mie yang berbalik Arah menarik kerah baju Adelard.
"Aku ku tidak pernah Menggangapmu wanita murahan,Kau terlalu berlebihan lihat saja dirimu menarik kerah Pria dewasa ini apa kau sengaja menggodaku "Goda Adelard
"Dasar pria sialan...."Ujar Mie sembari melepas kerah Adelard.
Ting Tong ....
Bel berbunyi Mie pun membuka pintu karena Adelard sedang menyiapkan sayuran yang akan dia masak.
"Kak Amira???"Ujar Mie yang merasa tidak enak.
"Oh kamu disini....."Tanya Amira yang sedikit cemburu.
"Yah..."Jawab Mie.
"Apa dia melakukan sesuatu padamu"Ujar Amira sembari memegang tangan Mie.
" Hhaaaa tidak kak!!! ( Tidak mungkin aku menceritakan ciuman itu ) Kak silahkan masuk????"Ujar Mie.
Amira pun masuk ke dalam melihat Adelard sedang masak.
"Kenapa kau tahu aku disini...."Ketus Adelard.
"Adelio memberitahu ku.."Ujar Amira yang mendekati Adelard
"Dasar anak itu..."Ujar Adelard.
"Bukannya tidak masalah aku kan sebentar lagi akan menjadi istrimu "Ucap Amira sembari memeluk Adelard.
"Aku akan membantu mu..."Ujar Amira yang begitu manja.
"Kamu yakin nanti tanganmu akan terluka, Amira???"Tanya Adelard yang begitu lembut.
"Aku sudah belajar masak demi kamu jadi aku sudah biasa....Adelard sayang" Ujar Amira.
" ( Dasar mereka mesra - mesra di depan diriku rasanya aku seperti obat nyamuk saja dasar Adelard apa ia sengaja melakukan ini padaku agar melihat kemesraan mereka lebih baik aku bermain game saja)"Ujar Mie di dalam hatiny sembari bermain game.
Beberapa kali Adelard terus melirik Mie yang sedang bermain game dengan begitu serius , Ia pun sesekali tersenyum melihat Mie bermain game saat itu Amira menyadarinya.
"Apa ada yang lucu..." Ketus Amira melihat wajah Adelard.
"Tidak....Masakan sudah selesai ... "Ujar Adelard.
__ADS_1
"Ayooo kita makan Mie...."Ujar Amira.
"Baiklah aku juga sudah lapar"Ucap Mie.
Waktu pun sudah malam Mie tertidur pulas di sofa depan tv saat itu ia mendengar suara ponsel berdering milik Adelard karena di sekelilingnya terlihat tidak ada siapapun ia pun menuju kamar Adelard saat ia ingin masuk ke dalam kamar Adelard tiba - tiba terhenti, Seketika wajahnya menjadi sedikit kecewa melihat Adelard bersama Amira.
"( Kenpa Aku datang selalu di saat tidak tepat!!!!Aku ingin ke toilet)"Ujar Mie gumamnya sembari masuk ke toilet.
"Amira apa yang kau lakukan pulang lah sudah begitu malam.. Aku akan mengantarmu"Ujar Adelard yang merasa terganggu.
"Aku masih merindukanmu ..."Ujar Amira yang begitu manja.
"Setiap hari kita bertemu.... Ayo aku antar pulang"Ujar Adelard ia tidak suka di sentuh wanita lain kecuali Mie.
Saat itu Mie di dalam Toilet ia membasuh wajahnya berkali- kali agar tenang.
"(Hahhh Kenapa hati ku terasa sakit, Adelard pembohong ia mengatakan hanya aku saja wanita yang ia sentuh!!!!!Kenapa Aku percaya????Kenapa aku terbawa perasaan karena ucapan Adelard!!!)"Ucap Mie di dalam hatinya
Ia memandangi wajahnya di cermin begitu lama, Tiba-Tiba tanpa sadar ia meneteskan air mata .
"(Ada apa dengan diriku kenapa aku menangis????Ini hanya lelucon!!!!Kenapa aku seperti ini!!!!).Ucap Mie berbicara di dalam hatinya sembari mengahapus air matanya yang ia tidak ia ketahui.
Pada saait itu Mie keluar dari toilet ternyata Adelard menunggunya di depan pintu.
"Hjaaaa paman mengagetkan saja"Ujar Mie.
"Kenapa tadi ke kamarku!!!!"Ketus Adelard.
"(Ternyata dia sudah tahu) Hhmm ponsel Paman berdering sejak tadi, Maaf aku tidak sengaja melihat kalian!!!!" Ketus Mie.
"Kenapa kau marah...."Tanya Adelard.
"Untuk Apa aku marah....Kalian kan sudah bertunanga sudah wajar melakukan itu"Ucap Mie sembari berjalan.
"Yah...Anak kecil tidak boleh ngintip,Ayo temani aku bermain game"Ujar Adelard.
"Aku memang anak kecil hanya di jadikan mainan!!!Aku ingin pulang minta temani saja dengan kak Amira"Ketus Mie.
"Kau kenapa sih marah-marah begitu dia sudah di jemput supirnya..."Ujar Adelard yang tidak pernah sadar bahwa Mie sedang cemburu begitu pun Mie yang tidak pernah menyadari perasaannya.
Adelard menggendong Mie ke ruang Tv, Ia mengajak Mie bermain game.
"Tenang saja aku akan menghabisimu"Ketus Adelard yang kesal karena kalah terus.
"Hhhhaha kau pasti akan kalah Paman"Ujar Mie.
"Kau pikir aku pria yang mudah menyerah, Aku akan mengalahkan mu"Ketus Adelard.
"Kita taruhan jika aku menang lagi, Aku ingin paman tidak mencium ku "Ketus Mie sembari bermain game.
"Baiklah....Aku kalah... Tidurlah besok kita pulang"Ketus Adelard sembari membelai rambut Mie.
"Tapi bukanya kita belum mulai "Ujar Mie yang penasaran.
"Lebih baik aku kalah saja" Ucap Adelard tersenyum sinis
"(Aneh sekali ia langsung setuju)"Ucap Mie di dalam hatinya.
Adelard pun masuk ke dalam kamarnya ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur
"Mendengar ucapan itu aku sedikit kesal jika aku masih melakukan itu bisa - bisa ia akan membenciku???Apa aku memang Pria mesum ya!!! Kenap harus mencium anak kecil itu!!!!Aku hanya tidak bisa menahannya lagi saat melihat wajah kecilnya saat menciumnya perasaanku menjadi lega" Gumam Adelard sembari memejamkan kedua matanya.
Pagi pun tiba Sarapan telah di siapkan Mie di meja makan ia melihat Adelard menerima telpon dan berlari dengan terburu - buru.
Saat Mie memanggilnya Adelard tidak menghiraukan Mie ia langsung menuju pintu keluar.Mie pun menghela nafas karena sudah begitu lelah membuatkan makanan untuk Adelard tapi tidak ia sentuh.
Mie pun menghubungi Adelio untuk menjemputnya.
Saat itu Adelio menunggu Mie di mobil, Mie pun menghampiri Adelio yang sedang menunggunya.
" Kenapa murung sekali"Tanya Adelio.
"Paman tadi terburu - buru memangnya ada masalah kantor"Tanya Mie yang penasaran.
"Amira pingsan tadi pagi sepertinya ia terlalu lelah menjaga Paman waktu itu" Ujar Adelio sembari menyetir.
"Pantas saja ia terburu - buru.....Aaaahhhh ngantuk sekali kau lamban sekali mengendarai mobil "Ketus Mie yang tiba-tiba kesal.
"Kau kenapa sih!!!! Haaah aku akan mempercepat mobil tuan putri"Ujar Adelio
"Terimakasih Adelio"Ujar Mie.
__ADS_1
"Tumben sekali " Ujar Adelio saat ia menoleh ke arah Mie. Ia sudah terlelap karena malam itu tidak bisa tidur mengingat ucapan Adelard yang langsung mengalah tanpa sebab.
"Hmmmm......Apa aku sudah berbaring di kamar, Apa adelio yang mengangkat ku"Ucap Mie sembari berdiri. ia pun keluar kamar menuruni anak tangga secara perlahan.
"Sayang , Ayo lah makan tidur mu lelap sekali sampai malam begini baru bangun...." Ucap Wulan yang menyiapkan makanan.
Seketika Mie melihat Amira sedang di suapi Adelard makan malam.
" Hmmm aku lapar sekali " Ucap Mie sesekali ia memandang Adelard yang begitu perhatian kepada Amira.
"Mie sementara ini aku dan ibumu mengurus perusahan diluar kota, Kau bisa di temani Amira karena ia akan tinggal bersama kita"Ujar Adelio sembari mengambilkan Mie jus jeruk.
"Ya..."Ucap Mie.
"Kenapa kau tidak bersemangat seperti biasanya,Nanti ibu belikan parfum coklat lagi ya???"Bujuk Wulan.
"Hmm...Baiklah, Bu aku sedikit mual dan pusing... Apa boleh aku ke kamar lagi" Ujar Mie sembari melirik Adelard yang acuh padanya.
"Adelio angkat lagi Mie ke kamarnya"Ujar Adelia.
"Aku!!!!... Dia berat sekali!!!!"Ucap Adelio sembari berdiri.
"Cepat lah badanku lemah sekali dan pusing"Ucap Mie sembari merangkul Adelio begitu erat.
"Apa kah kau tahu tubuhmu sangat berat"Ujar Adelio sangat kesal.
"Ayolah.....Aku mau tidur!!!"Ucap Mie yang begitu manja membuat Adelard kesal.
Adelio dengan terpaksa mengendong Mie yang begitu lemah.
Adelio mendekati Mie ia meraba kepala Mie....
"Apa kepala mu sakit, Aku pijat mau"Tanya Adelio.
"Pijat yang pelan saja, Kau baik juga"Ketus Mie.
"Mie aku takut jika kau sakit, Apa lagi masalah penculikan kemarin saat itu semua menjadi shock apa lagi Zia!!!" Ucap Adelio sembari memijat Mie.
"Hmmm....Maaf ya"Ucap Mie.
"Kau tidak salah kenapa minta maaf.....Hmm Mie kau jangan kaget ya aku dengar Ray akan menikah"Ujar Adelio yang sedikit sedih.
"Bukanya itu bagus aku tidak di kejar - kejar lagi olehnya"Ujar Mie yang bersemangat.
"Aku pikir kau akan marah "Tanya Adelio.
"Hhhehehe untuk apa aku sudah tidak pernah jatuh cinta lagi semenjak aku putus dengan pacar SMA ku "Ujar Mie sembari menatap Adelio.
"kau tidak bisa move on" Tanya Adelio.
"Bisa di bilang begitu "Ucap Mie.
"Hhmmm kelak kau pasti akan jatuh cinta lagi"Ucap Adelio sembari memencet hidung Mie.
"Ahhhh sakit"Ketus Mie.
"Mandi lah badan mu asam sekali"Goda Adelio yang membuat Mie semakin kesal dan mendorongnya keluar kamar.
"Mie Mie sayangku hahahaha,,,, kau marah ya padaku, Aku minta maaf" Goda Adelio.
"Kalian berkelahi...."Tanya Adelard.
"Paman!!!Tidak aku hanya menyuruhnya mandi itu saja heeee"Ujar Adelio
Setelah itu Amira dan Adelard masuk ke dalam kamarnya.
Amira pun merebahkan tubuh saat itu Adelard pun menyelimuti Amira.
" Kau mau kemana....." Ucap Amira sembari menarik tangan Adelard.
"Hmmm istirahatlah... Ada sedikit pekerjaan"Ujar Adelard begitu lembut.
"Baiklah.... Maafkan aku tidak bisa menemanimu "Ujar Amira yang begitu lemah.
"Tenang lah ini hanya pekerjaan kecil"Ujar Adelard sembari mengelur rambut Amir?
" Selamat bekerja....Sayang"Ucap Amira sembari memejamkan matanya.
" (Lembut sekali Paman berbicara dengan kak Amira, Memang beda ya kalau dengan pasangan??? )" Ucap Mie di dalam hatiny sembari menguping pembicaraan Adelard di dinding karena kamar meraka bersebelahan.
Mie pun membuka ponselnya beberpa kali ia melihat foto mereka berempat saat kencan bersama di taman bermain, Ia tidak tahu kenapa hati nya tidak senang saat mendengar Amira akan tinggal bersama mereka .
__ADS_1