Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 28


__ADS_3

Siang itu mereka mengunjungi panti asuhan, mereka pun memberi donasi pakaian, mainan dan makanan betapa gembiranya anak - anak tersebut Adelard yang angkuh itu pun tidak membatasi diri dengan mereka ia begitu lembut dan hangat.


" (Aku tidak menyangka dia begitu lembut dan hangat )"Ucap Mie berbicara di hatinya.


" Nona silahkan masuk ke dalam"Ucap pengurus panti.


"Baiklah .... Mereka begitu antusias dan menghargai pemberian kami"Ucap Mie yang merasa senang.


"Ya mereka sangat senang???"Ucap Pengurus panti.


" Itu benar, Aku senang sekali melihat mereka"Ucap Mie yang sedang di ruang tamu.


"Nona Mie silahkan menunggu disini, Aku ingin pergi sebentar"Ucap pengurus panti ia berjalan keluar.


Adelard menepuk bahu Mie yang membuatnya terkejut.


"Hhhaaaa kau mengagetkan ku saja"Ketus Mie.


"Kau meninggalkan ku....."Goda Adelard sembari melihat wajah Mie.


"Paman...Jangan mendekati ku seperti ini!!!"Ketus Mie.


"Memangnya kenapa!!!Aku kan bosmu???"Goda Adelard.


"Hmm di luar anginnya terlalu kuat aku jadi sedikit kedinginan"Ujar Mie yang mengalihkan pembicaraan.


" Maka dari itu jangan gunakan pakaian yang pendek"Ketus Adelard sembari melihat ke arah paha Mie yang sedikit terbuka.


"Hmmm ( Dia masih saja mesum) "Ucap Mie di dalam hatinya ia pun duduk dan menutupi pahanya yang terlihat menggunakan bantal kursi.


"Kau pikir aku pria mesum!???" Ketus Adelard sembari menutupi paha Mie dengan jas hitam nya.


Tiba-Tiba datanglah seorang pengurus membawakan minuman hangat untuk mereka berdua.


"Tuan Adelard terimakasih untuk kunjungan kalian kali ini"Ujar Pengurus panti.


"Aku juga senang bisa mengunjungi kalian, Sudah begitu lama"Ujar Adelard melihat ke sekelilingya.


"(Aku tidak menyangka dia begitu baik kepada orang ) " Ketus Mie di dalam hatinya.


" Apa nona kesejukan aku telah membuat teh hangat untukmu..."Ujar Pengurus panti.


"Hhhmm terimakasih "Ujar Mie sembari mengambil teh tersebut.


Tiba-Tiba Adelard mendapat telpon dari seseorang yaitu orang tua Amira,Wajah yang begitu bersemangat itu berubah menjadi sedikit kesal karena ia tidak ingin menemui mereka namun tidak bisa menolaknya.


"Kau bisa tunggu aku disini, Aku akan menjemputmu...."Ujar Adelard begitu kesal.


"Memangnya paman ingin menemui siapa"Tanya Mie .


"Keluarga Amira ingin aku segera menemuinya"Jawab Adelard.


"Tunggu aku Mieya, Aku janji akan menjemputmu....???"Ucap Adelard yang begitu lembut.


"( Dia memanggil namaku,Kenap aku merasa sedikit senang)"Ucap Mie di dalam hatinya.


" Baiklah Paman, Aku akan menunggumu janjimu sekali lagi"Ketus Mie.


" Kali ini aku tidak akan melupakanmu...Aku berjanji"Ucap Adelard begitu serius.


" Aku juga akan berjanji menunggumu disini Paman"Ucap Mie yang begitu lembut.


" Hemmm, Kalian pasangan yang sangat romantis"Ucap Pengurus panti.


"Bukan, Aku hanya rekan kerja Adelard..."Ucap Mie yang tersipu malu.


"Akku permisi??? Aku titip nona kecil ini"Ujar Adelard mengelus rambut Mie.


"( Adelard begitu manis mengatakan itu membuatku malu heeemmm) Haa....Sadar Mie"Ucap Mie sembari mencubit pipinya.


"Nona, Aku ingin masak untuk makan malam anak - anak "Ujar Pengurus panti.


"Hhemm boleh kah aku ikut memasak...."Ucap Mie yang bersemangat.


"Tentu saja nona"Ucap pengurus panti.


" Paggil saja aku Mie rasanya itu lebih nyaman di dengar"Ucap Mie.


" Baiklah Mie.....Aku Lidia"Ucap Lidia.


"Baiklah Lidia kita akan masak apa hari ini???? Aku suka sekali memasak seafood untuk paman"Ujar Mie.


"Hemm...Apa tuan Adelard tinggal bersama Mie"Tanya Lidia.


"Hhhhhahaha itu ( Benar juga aku sudah lama tinggal bersama Adelard) Aku hanya menumpang padanya setelah ini aku akan pindah "Ucap Mie sembari membersihakan sayur.


"Pantas saja kau begitu dekat dengannya, Aku pikir kau adalah pacarnya heee"Ucap Lidia.


"Hhhhahaha itu tidak mungkin umur kami sangatlah jauh berbeda , Aku saja memanggilnya Paman???"Ucap Mie.

__ADS_1


"Walaupun kau memanggilnya Paman tetapi di saat kalian berbicara saja mata kalian penuh dengan cinta"Ujar Lidia yang tersenyum.


" Uhuk Uhuk ( Rasanya ingin mati mendengar ucapan Lidia ini) ....Heee aku potong sayur - sayur ini saja ya"Ucap Mie.


" Baiklah...."Jawab Lidia yang penuh semangat.


*


Adelard pun sampai di kediaman rumah Amira saat itu ia sudah di sambut oleh mereka.


"Adelard akhirnya kau datang juga "Ucap Ayah Amira.


"Hemmm apa ada masalah pada Amira"Tanya Adelard yang begitu khawatir.


"Tidak, Kami hanya ingin mengundangmu makan malam"Ucap Ayah Amira.


"Paman, Aku pikir ada sesuatu yang kalian ingin bicarakan padaku"Ucap Ayah Amira.


" Hhhhhaha kau ini jangan sungkan begitu padaku kelak kau juga akan menjadi anak ku"Ucap Ayah Amira.


" Hhhmm baiklah (Mie tunggulah sebentar, Aku terjebak disini) "Ucap Adelard.


"Bagaimana kita bermain catur, Aku dengar dari Amira kau pernah menjuarai catur"Ucap Ayah Amira.


" Itu sudah lama Paman, Baiklah akan ku coba lagi "Ucap Adelard.


Adelard pun menemani ayah Amira bermain catur sembari menunggu untuk makan malam , Adelard yang terus melihat jam karena tidak ingin meninggalkan Mie yang berada di panti asuhan.



Ayah Amira yang sedari tadi terus memperhatikan Adelard yang tertawa kecil sembari melihat ponselnya, Ia berpikir Amira yang sedang mengechat Adelard hingga tertawa.



(



" Hhhhahahahaha........."Teriak Adelard yang tertawa sendiri hingga meneteskan air mata.


"Adelard apa kau sedang chat dengan Amira"Ucap Ayah Amira.


"Ha maaf Paman, Aku sedang chatting dengan temanku...."Ucap Adelard sembari melihat ponselnya.


" Paman baru kali ini melihatmu tertawa begitu lepas"Ucap Ayah Amira.


"Bagaimana kita makan malam saja"Ucap Ayah Amira.


"Baiklah...(Anak itu tidak membalas chat ku apa dia marah, Haaahh wanita muda memang menggemaskan)"Ucap Adelard yang menyeringai sendiri.


Makan malam Mie di panti asuhan berjalan dengan lancar anak-anak begitu riang.


"Kak ponselmu terus berbunyi...." Ucap seorang wanita saat ia melihat Mie yang sedang terbakar amarah.


"Biarkan saja itu seorang pria bodoh yang terus mengikutiku" Ucap Mie sembari mencincang - cincang makanan yang ia masak karena begitu kesal.


" Aku akan menghajarnya jika bertemu dengannya"Ujar Anak laki-laki.


" Benarkan aku senang sekali mendengarnya "Ucap Mie yang mencubit pipi anak tersebut.


" Kak ayolah makan, Masakan kak enak sekali"Ucap Seorang anak permpuan.


" Baiklah jika aku kesini lagi aku akan memasakan kalian sup kepiting"Ucap Mie kepada anak-anak tersebut.


"Waaahhhh....Aku suka sekali kepiting..."Ucap sekumpulan Anak-anak.


"Baiklah ayo kita makan......"Ucap Mie yang penuh semangat.


Setelah selesai makan malam Adelard secepat mungkin kembali ke panti asuhan ia takut Mie marah padanya lagi , Mie yang berada di kamar anak- anak tersebut pun tertidur karena kelelahan.


Terdengar suara mobil Adelard berhenti di depan panti, Adelard pun masuk kedalam ia melihat Mie yang sedang tertidur dengan lelap lantas ia pun mengendong Mie masuk ke dalam mobil.


"Tuan sepertinya ia begitu lelah"Ucap Lidia.


"Hemmm ini salahku meninggalkannya, Permisi aku pulang dulu" Ucap Adelard sembari membawa Mie.


" ( Apa dia istri rahasia Tuan Adelard mereka begitu romantis, Hhhhh itu bukan urusanku)"Ujar Lidia melihat mereka sudah pergi.


Dua puluh menit kemudian mereka sampai di rumah Adelia.


"Hei... Bangunlah ....Apa kau terlalu banyak makan pipi mu saja sudah seperti bakpao heeeee "Goda Adelard sembari memainkan pipi Mie.


"Hmmm,,, Jangan ganggu aku.....zzzzttttt"Ucap Mie yang kesal di ganggu.


"Hei kita sudah di parkira, Cepat bangunlah jika kau tidak bangun aku akan menciummu"Ujar Adelard yang tidak tahan melihat Mie yang begitu menggemaskan.


..........


Tidak ada jawaban Mie masih saja tertidur pulas.

__ADS_1


"Maafkan aku, Kali ini aku tidak bisa menahannya"Ucap Adelard yang melahap bibir kecil Mie.


" Hhhhemmm ( Apa ini paman akhir - akhir ini aku sering bermimpi dicium Adelard yang membuatku malu setiap pagi.....Apa kali ini aku akan berdiam saja ini hanyalah mimpi kenapa jantung ku berdetak begitu kencang, Apa dimimpi seperti ini juga)"Ucap Mie di dalam hatinya mata Mie sudah sedikit terbuka.


"(Dia sudah bangun tapi dia tidak melawan kali ini dia menerima ciumanku )"


Ucap Adelard di dalam hatinya ia melihat respon Mie yang menerima ciuman Adelard karena itu ia pun ******* bibir kecil Mie begitu kuat sehingga terasa sedikit sakit.


" Ahhh kenapa sakit...." Ucap Mie sembari melepas ciuman Adelard.


" Sepertinya aku begitu kuat...Aku akan melakukannya dengan lembut"Ucap Adelard ia pun mencium Mie lagi ia memainkan lidahnya hingga masuk kedalam mulut Mie yang kecil itu.


"Jangan pakai lidah....."Ucap Mie yang belum sadar bahwa ini bukan mimpi.


"Tapi aku menginginkan lidah mu.....Mieya!!!"Ketus Adelard ucapan Mie yang sangat menggemaskan itu ia tidak bisa menggendalikan dirinya ia menggigit lidah Mie.


"Ahhhh sakit....ini kenapa begitu nyata"Ucap Mie melepas ciuman Adelard.


"Maafkan aku, Aku tidak sengaja menggigit lidahmu ini pertama kalinya bagiku"Ujar Adelard yang begitu ingin ******* bibir Mie.


"Paman, Kau berbicara padaku!!!!"Ketus Mie yang setengah sadar.


"Tentu saja......" Ketus Adelard.


Adelard pun merubah posisinya mendekatkan dirinya kepada Mie, Ia memainkan lidahnya lagi dengan nafas beratnya ia ******* kembali bibir kecil Mie hingga Mie sulit bernafas.


Saat itu Mie yang setengah sadar itu menerima ciuman Adelard yang penuh gairah itu, tiba-tiba terlintas dalam pikiran Mie bahwa ini sepertinya nyata. Ia pun membuka kedua matanya dan mendorong Adelard.


"Kyyyyaaaa........... "Teriak Mie sembari mendorong Adelard.


"Kau marah padaku karena menggigit lidahmu"Ketus Adelard yang kecewa.


"Haaaaaa aku pikir ini hanyalah mimpi, Kenapa kau menciumku!!!!"Ketus Mie sembari memukul Adelard.


"Itu karena aku menyukai.......Bibirmu"Ucap Adelard sembari memegang kedua tangan Mie.


"Dasar Pria mesum.....Aku pikir ini mimpi...."Ketus Mie memukul Adelard.


"Jadi kau sering bermimpi mesum denganku!!!"Goda Adelard.


"Bukan begitu....."Ucap Mie sembari keluar dari mobil di ikuti Adelard saat mereka menoleh ke belakang ternyata Adelio dan zAa berdiri melihat adegan ciuman itu.


"Aku..... Tidak ada hubungan apapun dengan Paman"Ketus Mie menjelaskan pada mereka.


"Apa yang kalian lakukan disini"Ketus Adelard melihat mereka berdua.


"Paman memaksaku....."Ketus Mie melihat Adelard.


"Bukannya kau menerimanya...."Ucap Adelard.


"Aku pikir tadi hanya mimpi"Ucap Mie yang polos.


"Hhhhhahahahahahahaa"Zia yang tertawa melihat betapa bodohnya Mie.


"Zia kenapa kau tidak membelaku"Teriak Mie.


" Hmmm sebenarnya aku sudah pernah melihat Paman menciummu saat kau tidur di kamar ia selalu diam - diam menciummu"Ucap Adelio yang begitumenyebalkan,


"Adelio diam.......Kalian berdua masuk kedalam kecuali kau " Ketus Adelard sembari tersipu malu.


"Apa lagi paman, Kau sudah merebut ciuman pertamaku untuk cinta sejatiku " Teriak Mie.


"Ya sudah....Bagaimana jadikan saja aku cinta sejatimu"Bisik Adelard.


"Apa.... Cih!!!Ketus Mie.


"Hhmmm... Ya sudah aku hanya bercanda, Masalah ciuman itu apa kau memaafkanku"Ujar Adelard.


"Aku tidak akan memafkanmu....Apa Paman tidak pernah memikirkan kak Amira"Teriak Mie.


"Aku tidak mencintainya bagaimana aku bisa memikirkannya...."Ucap Adelard yang menatap Mie begitu dekat.


"Tapi dia sangat mencintai Paman, Hargailah dia yang mencintaimu Paman" Ketus Mie yang begitu kesal.


"Kau tidak tahu bagaimana rasanya harus hidup dengan seseorang yang bukan kau cintai"Ucap Adelard sembari berjalan di samping Mie.


"Bagaimana denganku Paman...Kau hanya mengangap ku wanita gampangan!!!" Teriak Mie yang kesal.


"Aku tidak pernah mengangapmu seperti itu..!!! Ketus


"Dasar Pria mesum kau hanya memanfaatkan aku"Ujar Mie Memukul Adelard, Namun tubuh kecilnya itu diangkat Adelard.


"Lepaskan aku......!!!"Teriak Mie.


"Aku tak akan pernah melepaskanmu!!!!"Teriak Adelard dengan senyum liciknya.


"( Mie aku juga sadar sepertinya aku begitu mesum sangat memalukan!!!! Adelio juga sudah mengetahuinya tetapi aku bingung dengan perasaan ini aku sangat bahagia saat bersamamu Mie) Ya.... Ya aku minta maaf padamu Mie lain kali aku tidak akan melakukannya padamu aku juga tidak pernah mengangapmu wanita gampangan kamu adalah wanita yang berharga bagiku, Ayo kita masuk kedalam rumah "Ucap Adelard yang membuat jantung Mie cenat-cenut.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2