
Angin yang berhembus kencang terdengar suara gelombang di lautan yang berirama seketika terlihat beberapa anak - anak yang berlarian dengan canda tawanya suasana pantai yang sangat di ramai.
Pria - Pria nan gagah itu sedang bermain bola volly dengan penuh amarah,Karena kesepakatan mereka yang mereka buat yang menang akan bersama kedua wanita yang sedang menonton mereka.
"Sialan...... Adelard kau akan ku kalahkan "Teriak Ray.
"Hhh..... Dasar Pria hidung belang sudah memilki istri masih melirik istri orang lain"Ketus Adelard.
"Paman kita harus menang ...Tak akan ku biarkan kalian merebut istri kami yang disana " Ucap Adelio menunjuk ke arah kedua wanita itu namun mereka sudah tidak disana lagi.
" Haaa....Mereka kemana...... "Ujar Ray.
" Hmm aku melihat mereka sedang pergi ke kolam renang " Jawab Alex yang terlihat santai.
"Haa... Mie Tuan putriku padahal aku ingin melihatkan padamu pria sejati adalah sepertiku Hhhaaaa "Teriak Ray.
"Jangan pernah bermimpi haaaa......" Teriak Adelard sembari melempar bola mengenai Ray sehingga hidugnya mimisan.
"Hidungku..... tega sekali kau padaku.... Aku ini sahabatmu.... "Teriak Ray.
"Mie adalah milikku jadi...."Ucap Adelard yang terhenti.
" Yaah... Aku tahu, Aku menyerah ....Alex ayo temani aku mencari sesuatu yang dingin hidungku sakit sekali "Ucap Ray yang sedikit sedih melihat Adelard yang akan di campakan oleh wanita yang ia sebut miliknya.
"Paman...Ayo kita ke kolam renang.... Mungkin Mie sedang belajar berenang"Ajak Adelio.
"Apa....Anak itu nekat sekali"Ketus Adelard sembari berjalan menuju kolam renang.
Pada saat di kolam renang Adelard melihat Mie yang duduk melihat Zia berenang membuatnya sedikit lega karena ia takut terjadi sesuatu kepada Mie lagi.
"Kenapa tidak ganti baju, Apa tidak ingin belajar berenang.."Ujar Adelio.
"Apa kalian yang menang , Aku masih trauma....Lebih baik melihat kalian saja "Ucap Mie memandangi kolam renang.
"Tentu saja kami yang menang ...."Ketus Adelio sembari masuk ke dalam kolam renang.
"Sayang kamu hebat......" Ucap Zia yang memberikan dua jempol untuk mereka.
"Ikutlah aku Mie..... Kalian disini saja"Ketus Adelard menarik tangan Mie.
"Pasti kalian ingin .......????"Ujar Adelio terhenti karena sahutan Adelard.
"Adelio jaga mulutmu, Ayo sayang kita pergi "Ucap Adelard sembari berjalan keluar.
Adelard memegangi tangan Mie yang terasa sejuk Adelard mengira mungkin Mie terlalu memaksakan diri karena ia masih sangat trauma.
"Kita kemana..... Paman"Tanya Mie berjalan di pasir.
"Panggil namaku....Aku terlihat seperti om - om saja"Ketus Adelard.
"Paman.... Tapi kau memang sudah tua jadi menyerahlah!!!!"Ucap Mie sembari berjalan mendahului Adelard.
"Jadi kau tidak suka..... "Ketus Adelard yang cemberut.
"Hahahah....Aku suka Adelard Abraham!!!!"Teriak Mie sembari tersenyum pada Adelard.
"Dasar!!!! Hm aku 2 tahun lalu membeli villa disini ,Kita menginap disana bagaimana berdua saja "Ucap Adelard memegang tangan Mie.
"Baiklah.... Aku akan menemanimu malam ini????"Ujar Mie.
"Aku senang mendengarnya.... Sebelum kesana ayo kita bermain air "Ujar Adelard.
"Hm aku takut????"Ucap Mie yang menghindar.
"Tenang saja rasa takut itu harus kau lawan bukan di hindari , Bagaimana apa kamu mau "Ujar Adelard yang terhenti karena kecupan Mie.
Chu.....
"Kenapa Paman, Kenapa diam "Ucap Mie yang tersipu malu.
"Haaa aku senang saja????"Ujar Adelard.
"Ahhh malu sekali Paman gendong aku "Manja Mie.
"Akhir - Akhir ini kau manja sekali, Apa kau yakin???Kau itu berat lho "Ketus Adelard.
"Ya sudah kalau tidak mau!!!!"Ketus Mie namun di hentikan Adelard yang langsung mengendong Mie. Mereka berjalan di pasir-pasir pantai yang begitu indah.
__ADS_1
"Lihatlah lautan ini....Begitu menenangkan walaupun terdengar sangat berisik "Ucap Adelard.
"Paman benar....."Ucap Mie.
"Jangan panggil aku Paman, Aku cium lho!!!!Ketus Adelard.
"Cium saja sepuasnya????"Ujar Mie.
"Dasar kamu menggoda aku yaa????"Ujar Adelard sembari mencium Mie
Chuuuuu.......
"Paman...Aku bahagia sekali????Cium aku lagi....."Ujar Mie menatap wajah Adelard.
"kau ingin kita di lihatin orang - orang ya ..."Ketus Adelard.
"Aku tidak peduli....Cium aku lagi "Ujar Mie yang melingkari leher Adelard dengan tanganya.
Setelah itu Mie turun dari gendongan Adelard ia mengajak Adelard bermain air hingga bajunya basah karena Mie begitu senang ia tidak takut lagi melihat lautan yang bergelombang.
*
Ray yang menggunakan teropong memantau mereka dari kejauhan.
"Mereka itu....Apa tidak malu!!!!!"Ketus Ray yang memperhatikan Adelard begitu mesra.
"kak , Kau seperti penguntit....."Ujar Alex sembari membuka majalah.
"Kau tidak tahu rasanya bagaimana menyukai wanita yang tidak menyukaimu, Padahal aku lebih tampan dari Adelard cintaku bertepuk sebelah tangan hiks hiks"Ketus Ray,
"Haha tentu saja kau lebih tampan hubungan cinta adalah sebuah pilihan dan harapan ...."Ujar Alex sembari melihat langit.
"Benar sekali.... Haaa aku jadi ingin pulang bagaimana pun istriku sudah menungguku "Ujar Ray sembari membuka ponselnya.
"Kak........ Apa kau tahu dulu aku menyukai Zia namun harapan itu sudah tidak ada lagi kupikir itu cinta ternyata itu hanya sebuah simpatiku saja karena ia selalu membantuku tapi ....."Ucap Alex yang terhenti memandang senyum tawa Mie.
"Tapi apa.... Teruskan ceritamu!!!???...."Tanya Ray.
"Tapi berbeda saat aku dengan Mie???Maaf aku ternyata benar - benar jatuh cinta padanya saat dia bekerja bersamaku.... Saat dia menangis tertawa bersemangat membuat jantungku berdebar tidak karuan aku ingin melindunginya tapi dia sudah memiliki perisai yang sangat kuat ....Kak apa kau mendengarkan ku"Ujar Alex yang masih menatap Mie.
"Kauuu!!!!! Sejak kapan kau jatuh cinta padanya!!!!!!!.... "Ucap Ray meneriaki adiknya itu sembari menarik kerah bajunya.
"Hhahaha..... Maaf maaf ya.... Tapi dipikir - pikir Mie sangat populer juga dikalangan Pria, Bagaimana Adelio apa dia pernah menyukai Mie walaupun sedikit????"Tanya Alex
"Adelio sangat peduli dengan Mie mungkin karena mereka teman sejak kecil "Jawab Ray sembari meminum kopi pahitnya.
"hahahahaha..... Kita memang kalah dari Adelard haaaaa ( Apa hari ini terakhir ia menemui Adelard, Apa aku harus memberitahu Adelard???)"Tawa Ray.
....
Kemudian baju Mie terlihat sangat basah Adelard pun membawanya ke villa yang ia beli dua tahun silam.
"Bajumu basah ayo kita ke villa..... "Ajak Adelard.
"Gendong aku seperti ini aku ingin merasakan punggung mu yang begitu kekar ini."Ujar Mie.
"Manja sekali....Tapi aku senang memanjakanmu"Ucap Adelard sembari menggendong Mie.
"Paman punggungmu terasa hangat....Aku ingin seperti ini lebih lama"Ucap Mie.
Tibalah di sebuah villa yang sedikit jauh dari area pantai.
"Jadi kita akan berdua disini bukannya terlalu sepi tidak ada orang lain "Tanya Mie sembari melihat Villa.
"Benar.... Ini khusus kita berdua, Apa kau takut nona manis"Goda Adelard.
"Aku...Tidak takut.....Aku mandi dulu "Ketus Mie.
"Ayo kita mandi bersama....."Goda Adelard.
"Adelard mesum.... "Ucap Mie menutup pintu toilet segera mungkin.
"Hhhhaha aku bercanda disini ada dua kamar mandi lho????"Ucap Adelard.
"Hhaaahhh..... Kenapa aku ketakutan seperti ini sih????Buat malu saja lagian Adelard tidak mungkin melakukan itu padaku"Ujar Mie di dalam toilet.
Beberapa jam kemudian.
Terdengar suara berisik di dapur Adelard pun turun melewati tangga.
" Terrnyata istriku sedang masak... "
"Kyaa....Paman...... Haaa pakai bajumu"Teriak Mie sembari menutup mata.
"Bukannya kau suka dengan dada seksi ini!!!!"Goda Adelard
__ADS_1
"Arghhh....Cepat sana pakai bajumu"Teriam Mie sembari memdorong Adelard.
"Kau kejam sekali...."Ketus Adelard memasuki kamar.
" (Dasar.... PiPi ku jadi merah begini jantungku jadi tidak karuan haaaa Paman Tapi..... Semua ini akan berakhir....Hiks hiks hiks aku tidak bisa merasakan hal seperti ini lagi bersamamu Paman)"Gumam Mie di dalam hatinya.
Setelah mereka makan siang Adelard memotong beberapa buah apel yang ia potong seperti kelinci Mie yang berada di teras itu memandangi langit yang begitu cerah.
"Mau...."Tanya Adelard.
"Kelinci..... Lucu sekali, Paman ternyata bisa juga membuat ini "Jawab Mie.
"Tentu saja, Bajumu kebesaran ya....."Tanya Adelard sembari memeluk Mie dari belakang.
"Hmm tidak apa aku suka....Karena disini masih terasa aroma tubuhmu"Ujar Mie.
"Sudah hampir dua tahun lamanya.... "Ujar Adelard yang mencium bahu Mie.
"Apa kau pernah kesini membawa kak Amira"Tanya Mie.
"Dia sangat rentan..Aku tidak bisa membawanya kesini"Ketus Adelard.
"Oh begitu....Kalau ia sehat apa kau akan membawanya kesini"Tanya Mie sembari memakan Apel.
"Tidak akukan sudah punya pacar.... Kamu tidak boleh cemburu pada Amira!!!Aku hanya menganggap Amira teman masa kecilku dia wanita yang baik "Ujar Adelard.
"Hmm benar , Dia sangat baik ( Baik dan cocok untukmu Paman ) "Ujar Mie.
"Mie bisakah kau berdiri sebentar "Ucap Adelard sembari berdiri.
"Ada apa ....."Tanya Mie yang berdiri mengikuti Adelard.
Adelard memandangi wajah Mie ia memeluk Mie begitu erat.
"Kamu cantik..... Aku suka kau menggunakan bajuku... "Ujar Adelard.
"Hmmm.... Lepas dulu jadi......"Ujar Mie sembari ingin melepas tangan Adelard.
"Jadi aku ingin membawamu ke kamarku"Bisik Adelard.
Seketika saat Mie lengah Adelard mengangkat Mie ia membawanya ke kamar.
"Kau ingin bermuat mesum padaku ya...."Ketus Mie yang menolak.
"Aku tidak bisa manahan hasratku lagi....."Ujar Adelard membawa Mie ke kamar.
"Ha!!!!... Apa maksud Paman, Jangan ....."Teriak Mie.
"Pelankan suaramu hanya ciuman panas saja tenang aku tidak akan melanggar janjiku padamu kau wanita berharga bagiku Mie???"Goda Adelard.
"Paman juga sangat berharga bagiku tapi jangan lakukan hal yang sering orang dewasa lakukan "Ketus Mie yang merasa takut.
" Aku berjanji......."Ucap Adelard yang membawa Mie ke ranjangnya.
Kemudian Adelard mencium bibir Mie, Sedikit demi sedikit tanganya membuka baju Mie, Ia mengecup leher Mie hingga menggigitnya.
"Kenapa harus menggigitku..... "Ketus Mie yang sudah terbiasa dengan kebiasaan Adelard.
"Aku menginginkanmu Mie!!! Entah kenapa rasanya sangat menyenangkan kulitmu begitu halus dan lembut membuatku ingin menggigitnya heee"Goda Adelard sembari mencium leher Mie.
"Paman...... "Ujar Mie.
"Ada apa....."Jawab Adelard.
Mata mereka beradu satu sama lain Mie menggerakan tubuhnya berada di atas Adelard ia menarik kerah Adelard dan menciumnya.
Sentuhan yang ia berikan kepada Adelard dengan sepenuh hati, Mungkin ini yang terakhir ia lakukan untuk Adelard. Rasa sakit itu sudah membendung hingga membuatnya ingin menumpahkan semua air mata yang ia tahan sejak tadi.
Cinta yang tidak bisa ia miliki cinta yang tidak bisa ia genggam cinta yang tidak bisa ia lihat lagi.
Adelard yang tidak merasa ada hal aneh pada Mie ia tanpa ragu merespon ciuman Mie. Ia memegang kepala Mie agar lebih dekat lagi ia ingin meraskan nafas Mie yang terengah - engah.
Saat Mie ingin berhenti Adelard tidak ingin melepaskan ciuman itu ia merubah posisinya berada di atas Mie hingga nafasnya begitu berat ciuman yang begitu panas mereka lakukan hingga berkali - kali.
" (Aku mencintaimu Paman!!!Terimakasih telah memberiku cinta ini setelah ini berbahagialah Paman... Aku adalah wanita yang tidak pantas untukmu!!!!Maafkan aku Paman....) " Ucap Mie di dalam hatinya sembari menangis ia sudah tidak tahan lagi menahan air matanya .
"Mie apa aku membuatmu tak nyaman...."Tanya Adelard.
"Hm aku bahagia bisa bersama Paman, Aku mencintaimu paman.... Sangat mencintaimu....Aku ingin kau bahagia "Ucap Mie sembari memeluk Adelard.
"Aku akan bahagia bersamamu Mie setelah aku berbicara pada Amira ....Aku ingin kita meresmikan pertunangan kita????"Ujar Adelar begitu serius.
__ADS_1
"Aku tidak tahu harus berbicara apa????Tapi aku bahagia sekali mendengar itu Paman????"Ucap Mie memeluk Adelard begitu erat.