
Pagi yang cerah burung - burung pun bersiul namun tidak bisa membangunkan mereka berdua yang sedang di mabuk cinta.
Namun cinta itu menyakitkan jika masih memiliki hubungan yang erat dengan orang lain.
Mobil Amira berhenti di penginapan yang sepi itu.... Saat ia masuk tidak seorang pun yang ia kenal berada disana, Hanya beberapa pelayan yang sedang membereskan ruangan.
Amira yang terburu - buru itu bergegas ingin menemui kekasihnya orang yang sangat ia cintai itu, Ia ingin berpamitan kepada calon suaminya itu sebelum ia pergi.
Karena pintu kamar Adelard tidak di kunci, Ia langsung membuka pintu kamar Adelard dengan harapan memberikan kejutan untuk Adelard.
Namun yang ia lihat suatu penghianatan dari calon suaminya yang dia anggap orang yang mencintainya selama ini.
Matanya melotot tangannya gemetar ia pegang dadanya yang terasa sakit membeku terasa begitu dingin.
Tak tahan dengan semua ini Amira pun berlari sembari menangis terisak - isak hatinya begitu kesakitan.
Saat itu ia bertemu Ray yang berada di dekat mobil Amira
Ia menghapus air matanya secepat mungkin agar tidak terlihat Ray da mencoba tersenyum.
"Hm.... Apa kau melihatnya "Ucap Ray yang tahu keadaan semua.
"Hehehe.... Tidak apa - apa aku akan bersabar lagi menunggu Adelard"Ucap Amira yang mendekati mobilnya.
"Tapi Adelard tidak pernah mencintaimu....!!!"Ketus Ray yang merasa Amira terlalu memaksa Adelard tanpa memikirkan perasaan Adelard yang tertekan.
"Aku tidak akan menyerah..... Ray aku pergi dulu "Ujar Amira sembari menaiki mobil.
"Amira....Maafkan aku tidak bisa membantumu"Ucap Ray.
"Tidak perlu, Kau cukup merahasiakan operasiku yang kemaren pada Adelard"Ucap Amira.
"Aku akan merahasiakannya ( Aku tidak tahu harus bagaimana...Jika itu terjadi padaku mungkin aku sangat tertekan)"Ujar Ray.
"Ray sepertinya aku tidak bisa datang ke acara pernikahanmu aku harus melakukan terapi setiap hari??"Ucap Amira.
"Hm...Tidak apa, Kau doakan saja aku itu sudah cukup"Ucap Ray sembari tersenyum kepada Amira.
"Aku pergi dulu......" Ucap Amira berusaha tersenyum dengan mata yang bengkak karena menangis.
*
Siang itu di meja makan terlihat Mie , Adelia dan Wulan sedang makan siang bersama...sedangkan yang lainnya sibuk dengan prihal mereka, Apalagi Adelio dan Zia tak kunjung pulang sejak kemarin.
"Mie....Bisakah kau membangunkan Adelard sejak tadi dia belum bangun"Ujar Adelia sembari sarapan.
"Baiklah Tante...."Ujar Mie berdiri dari tempat duduknya.
"Tadi malam apa yang kalian lakukan"Tanya Wulan.
"Hee yang seperti ibu suruh itu saja tidak ada yang lain"Ucap Mie yang tersipu malu.
"Adelard tidak melakukan apa pun padamukan"Tanya Adelia.
"Tidak he....Aku mau membangunkan Paman ya "Ucap Mie sembari menaiki tangga.
"Rencana kita berhasil Adelia"Ucap Wulan.
"Jadi ini rencana kalian, Apa kalian tahu ini sangat kejam untuk Amira"Ucap Ray.
"Ray aku tahu ini kejam tapi ini yang terbaik aku tidak ingin adikku di jadikan boneka olehnya "Ketus Adelia.
"Kau cemburu ya.... Besok kau menikah lho" Ketus wulan.
"Itu...Hm... "Ucap Ray wajahnya memerah.
"Ray terimakasih sudah menyukai Mie??? Aku pikir tidak ada Pria yang jatuh cinta padanya"Ujar Wulan sembari sarapan.
"Mana mungkin dia tidak di sukai Pria wajahnya cantik dan hatinya juga baik "Ucap Ray sembari memikirkan Mie.
"Sayang , Apa yang sedang kalian bicarakan...Ayo kita coba bajunya "Ucap Bella sembari memegang tanga Ray.
"Aku permisi Tante...."Ucap Ray.
"Da da dah... Sebentar lagi kami akan menyusul" Ketus Adelia.
**
Mie pun berjalan menuju kamar Adelard namun Adelard sudah bangun dari tidurnya.
"Sudah bangun.....Paman"Ucap Mie yang begitu cuek.
"( Pacarku manis sekali ) Kenapa kau tidak membangunkan aku "Ketus Adelard seperti biasa mereka selalu cuek jika sedang berbicara.
"Paman terlihat kelelahan aku tidak tega membangunkan Paman"Ucap Mie sembari membuka pintu kamarnya.
"Sudah siang begini....Aku sangat lapar ( Tadi malam itu apa mimpi ya????Kenapa ia terlihat biasa - biasa saja) "Ucap Adelard.
"Turun saja kebawah disana ada Tante Adelia menunggu Paman"Ucap Mie sembari menutup pintu kamarnya.Adelard pun pergi menuruni anak tangga.
"(Ya tuhan.... Hhhhhhhh jantung ku berdebar - debar kalau Paman habis mandi tampannya semakin terlihat haaaa.....Aku jadi malu ) "Ucap Mie di dalam hatinya sembari menutup wajah tersipu malu di belakang pintu kamarnya.
*
__ADS_1
Adelard pun menemui Adelia yang sedang sarapan.
"Hei...Adelard wajahmu cerah sekali hari ini"Goda Adelard.
"Apa yang kau lakukan kepada anakku"Ketus Wulan sembari menjewer Adelard
"Ahhh sakit..... Tahu "Ketus Adelard.
"Apa kalian sudah resmi berpacaran kalian tidur bersama di satu futon haaaa aku ingat waktu masa muda" Ujar Adelia.
"Jadi yang tadi malam itu bukan mimpi...."Ucap Adelard.
"Memangnya kau pikir ini mimpi....Apakah kau tahu ia menghampiri sambil menangis"Ucap Wulan.
"Kak Wulan terimakasih kau telah merestui kami"Ujar Adelard.
"Hhmm jaga anakku baik - baik ya Adelard ,Tapi ada satu hal Amira melihat kalian tidur bersama"Ujar Wulan sembari menatap Adelard.
"Apa....Hhmmm setelah pernikahan Ray aku akan menemuinya , Kak Wulan aku sangat mencintai Mie aku tidak ingin kehilangan dia"Ucap Adelard sembari memohon pada Wulan.
"Aku tahu maka dari itu pertahankan lah"Ujar Wulan memberi semangat.
Setelah sarapan Adelard pun menemui pacarnya sedari tadi di kamar.
"Apa kau di dalam.... "Ucap Adelard.
"Paman.....????"Ucap Mie membuka pintu.
"Malam ini kita pergi ke suatu tempat, Apa kau mau?"Tanya Adelard.
"Hmm... Aku lelah " Ucap Mie begitu acuh.
"Apa tidak bisa manis sedikit dengan pacar sendiri"Goda Adelard sembari memegang tangan Mie.
"Kalau pengen cari yang manis jangan sama aku (Aku malu sekali lebih baik tolak saja)" Ketus Mie sembari menutup pintu dengan wajah kecut.
Adelard pun menghela nafas ia mendatangi Ray yang sedang di kamarnya.
"Apa sikapnya tidak pernah berubah....Walaupun aku pacarnya tetap saja dia bersikap dingin padaku!!!"Ketus Adelard.
"Hm kenapa.... Solusi cinta aku ini sainganmu lho"Ucap Ray sembari memandang laptopnya.
"Masih ingin bekerja....."Ancam Adelard melihat Ray dengan wajah sinis.
"Hahaha baik lah akan ku beri tahu tempat paling romantis"Ujar Ray ia membisikkan Adelard tempat yang romantis untuk menaklukan wanita.
"Aku ingin bertannya Apa dia menyukaimu juga"Tanya Ray.
"Kau pikir aku ini di tolak....Dia sudah mengatakan itu padaku!!! Walaupun dia mengatakan perasaannya padaku aku masih merasa belum memiliki dia seutuhnya "Ketus Adelard sembari membayangkan Mie.
"Tentu saja dia akan menjadi miliku...Baru kali ini aku jatuh cinta hee??"Ucap Ray
"Aku tahu kau kan jones ....Hee"Goda Ray sembari berlari menjahui Adelard.
"Dasar kau..... Jangan lari....Ray"Teriak Adelard.
Malam pun tiba setelah ia mandi ia mendapat sebuah sebuah kotak cantik yang berisikan pakaian dan tertulis " kenakan baju ini, Aku tunggu di luar " tiba - tiba
Wajah Mie berubah memerah rasanya ia ingin menjerit karena begitu senang.
" Mie kencan sesungguhnya sudah di mulai,Tidak boleh gugup"Ucap Mie sembari melihat dirinya di depan cermin,
Terdengar bunyi suara sepatu wanita tercinta Adelard yang mendekatinya.
Adelard pun melihat ke belakang wanita yang sangat cantik dan sangat ia cintai itu mengenakan pakaian yang ia berikan.
" Lama sekali, Aku sudah 1 jam menunggumu"Ucap Adelard.
"( Aku tadi lama karena berdandan untuk Pria ini) Siapa suruh menunggu , Aku kan tidak memintamu menunggu ku!!!"Ketus Mie.
"Aku dengar bb mu naik 4kg dan tadi kau ikutan senam langsing coba aku lihat sepertinya sudah sedikit .... Hmm tidak tidak sepertinya masih seperti gentong air hahahhaha"Ucap Adelard sembari menertawai Mie.
"Adelard...... Memangnya badanmu itu keren cih!!!"Ketus Mie memalingkan wajahnya.
"Tentu saja soalnya tadi malam aku di nodai dadaku di raba - raba oleh pacarku!!! Aku tahu kau sangat menyukai tubuhku ini tapi jangan keterlaluan???"Goda Adelard yang sengaja membuat Mie memanas.
"Tutup mulut Paman....( Tadi malam tanganku ini nakal sekali )Itu kan tidak sengaja jangan terlalu percaya diri!!!"Ketus Mie.
"Oh begitu ya,..Eehh.. Kau berdandan ya... Apa ini bukti cintamu padaku"Ucap Adelard sembari memegang pipi Mie.
"Enak saja ayo pergi....( Dia benar - benar menjahiliku )"Ketus Mie.
Tangan Adelard melingkari tubuh Mie, Ia menarik tubuh Mie.....
Bibir Adelard yang seksi itu mengecup bibir kecil Mie begitu lembut.
Chu......
Mie berusaha melepaskan ciuman Adelard.
"Hentikan....Nanti bisa di lihat orang lain"Ucap Mie sembari menatap Adelard.
"Lipstikmu itu terlalu norak, Jadi aku menghapusnya"Ketus Adelard.
__ADS_1
"Dasar.... ini kan lipstik pemberian Zia "Ketus Mie.
"Kau tidak perlu cantik di hadapan orang lain, Cukup dengan aku saja
aku kesal kau di lihat Pria lain"Ucap Adelard yang membuat telinga Mie memerah.
"(Ahhh rayuan maut ini sungguh luar biasa)Baiklah aku begini saja, Kita kemana "Ucap Mie yang gugup.
"Nonton bioskop.... "Ucap Adelard sembari memegang tangan Mie.
"Hahh!?( Tadi aku lihat di google kencan romantis salah satunya di bioskop) Ayo lah"Ucap Mie.
"Hmmm... Langsung menurut....Anak pintar "Ucap Adelard yang memanjakan Mie.
"Hentikan menjahiliku Paman ...."Ucap Mie.
"aku kan memanjakan mu???Ayo kita kencan seperti orang - orang lain aku akan membuatmu bahagia malam ini "Ucap Adelard mencium punggung tangan Mie.
Tibalah di bioskop mereka memilih film romantis yang banyak diminati penonton, Saat itu begitu ramai pengunjung yang ingin menonton genre romantis.
"Apa kau suka genre Romantis "Tanya Adelard.
"Hm aku lumayan suka???"Ucap Mie sembari duduk di samping Adelard
Adegan yang muncul selalu adegan ranjang di film tersebut wajah Mie menjadi memerah.
Adelard berinisiatif agar terlihat romantis oleh Mie diam - diam dia ingin memegang tangan Mie. Saat ia ingin memegang tangan pacarnya itu.
Haciuuuuuuu .....
Tiba - Tiba Mie bersin tepat menghadap wajah Adelard popcorn yang mereka beli itu berhamburan mengenai wajah Adelard. Ia pun menghela nafas usaha ke romantisannya sudah gagal karena pacar lucunya ini.
"( Keromantisan ini gagal ) Hahhh?!!"Ucap Adelard di dalam hatinya.
"Maaf , Aku tidak sengaja maaf ya...."Ucap Mie yang melihat wajah Adelard berubah menjadi kecut.
"Apa tidak bisa bersin menghadap ke lain "Ketus Adelard yang kesal.
"Didepan dan sampingku ada orang lain??? yah paling aman ya menghadap Paman"Ucap Mie yang semakin membuat Adelard kesal.
"Jadi maksudmu aku ini tempat untuk kau bersin ya!!!!"Teriak Adelard sembari mencubit pipi Mie.
"Aww sakit....Paman"ucap Mie.
"Kalian ribut sekali jika tidak ingin menonton, keluar saja dari sini "Ucap salah satu penonton.
"Hahaha maaf ya....Baiklah Paman kita keluar saja"Ucap Mie sembari menarik Adelard keluar.
"Orang - Orang itu kenapa sih.... Padahal kita tidak ribut"Ketus Adelard.
"Sudah lah ayo kita cari tempat romantis lagi, Paman "Ucap Mie sembari tertawa.
*
Tibalah mereka di tempat paling romantis di jepang.
"Wahhh indah sekali......"Ucap Mie sembari melihat betapa indahnya kota itu.
"Apa kau suka tempat ini...Bagaimana kelak kita akan merayakan pernikahan disini"Ujar Adelard sembari memegang tangan Mie.
"Hmmm bukannya terlalu cepat untuk mengatakannya Paman...."Ucap Mie yang masih ragu dengan hubungannya.
"Apa kau meragukanku....Mie dengarkan aku..... Aku ingin memilikimu seutuhnyaa aku takut kau meninggalkanku"Ucap Adelard yang memohon pada Mie.
"Hmm...Tolong jangan di pikirkan aku akan selalu disisimu percaya padaku"Ucap Mie sembari menghadap Adelard.
"Baiklah aku pegang kata - katamu dari bibir kecilmu ini!!!Bisakan kau ulurkan tanganmu....."Ucap Adelard sembari mengambil cincin.
"Cincin????"Tanya Mie.
"Cincin pertunangan kita "Ujar Adelard sembari memasang cincin di jari manis Mie.
"(Ahh jantungku cenat-cenut begini!!!!Wajahku pasti merah sekali!!!)"
"Mie ada apa....Apa kau tidak menyukai cincinnya???"Tanya Adelard sembari menatap wajah Mie.
"Bukan...Aku hanya terkejut!!!"Ucap Mie yang tersipu malu.
"Hmm Apa perlu umumkan kepada mereka tentang pertunanngan Kita???"Ucap Adelard.
"Aku harap Paman selesaikan urusan Paman dengan kak Amira???Aku tidak ingin menyakitnya???"Ucap Mie.
"Iya aku berjanji akan selesaikan semua ini, Setelah itu kita akan umumkan acara pertunangan kita"Ujar Adelard.
"Aku sangat terharu....Hiks hiks hiks!!!"Ucap Mie sembari menangis.
"Cenggeng sekali.... Aku juga menggunakan cincin ini juga "Ucap Adelard se,bari memperlihatkan cincinya.
"Paman aku bahagia sekali ( Ya tuhan pantaskah aku berharap padanya sedangkan aku telah menyakiti seseorang)"Ucap Mie yang tersenyum pada Adelard.
"Mie aku mencintaimu tetap lah disisiku selamanya ..."Ujar Adelard.
"Aku juga mencintai mu Paman"Ucap Mie.
__ADS_1
Chuuuuu........