Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 26


__ADS_3

Pagi itu Mie dan Adelio kembali ke kediaman Adelia terlihat Pria tinggi yang dingin itu menatap mereka begitu kesal di depan pintu rumah.


Pria itu berkata,"Kalian kenapa pulang!!!Bukanya sedang bersenang - senang???"


" Kami akan bekerja hari ini Paman"Ucap Adelio yang masih mengantuk.


" Kau juga seorang wanita ikut - ikutan!!!"Ucap Adelard sembari menatap Mie. "Diam!!!!!..... Sssttttt haaaaaaa aku ngantuk sekali"Teriak Mie sembari menutup mulut Adelard.


" Beraninya kau menutup mulut ku!!!"Teriak Adelard sembari melihat Mie yang berjalan menaiki tangga.


"Paman????Sabar lah... Heeeee aku mandi dulu , Ehhh selamat pagi kak Amira maaf atas keributan kami heee.."Ucap Adelio yang menyapa Amira.


"Ya tidak apa....Hmm apa kalian perlu ku buatkan sarapan"Ucap Amira sembari mencari sesuatu di kulkas.


" Hmmm Kak Amira baik sekali "Puji Adelio.


Adelio pun menuju kamarnya saat ia melewati kamar Mie yang terbuka ia masih saja tertidur Adelio pun hanya tersenyum dan menutup pintu kamar Mie.


Saat semua sarapan pagi, Mie belum menamapakan diri di meja makan,


Membuat Adelio khawatir.


" Hmmm Mie lama sekali!!!!Apa masih tertidur???"Ucap Adelio yang melihat jam tangannya.


" Aku akan membangunkannya...." Jawab Amira yang berdiri dari tempat duduknya.


"Tidak perlu aku saja yang membangunkan tuan putri pemalas itu heeeh... "Ucap Adelard yang berdiri dari tempat duduknya.


"Hanya Paman yang bisa membangunkannya???Hee mereka berdua cocok sekali sama - sama keras kepala hahahha"Ucap Adelio sembari memakan nasi goreng buatan Amira.


" Hem... Mereka sedikit mirip"Ujar Amira matanya berubah menjadi sedih.


"Haaa maaf kak Amira aku tidak bermaksud" Ujar Adelio yang menyadari tatapa Amira.


"Tidak tidak aku hanya merasa mereka sangat cocok ...uhukk uhuk"Ucap Amira yang tiba-tiba batuk darah.


"Kak Amira kau tidak apa???Kau mengeluarkan darah"Ucap Adelio yang terkejut.


"Tolong rahasiakan ini kepada pamanmu ya "Ucap Amira sembari menatap Adelio.


"Baiklah kak aku akan merahasiakannya"Ucap Adelio yang merasa tidak nyaman pada Amira.


"Mngkin orang tua ku sudah memberinya tahu tentang diriku yang semangkin memburuk, Tapi akhir-akhir ini aku sering mengeluarkan darah saat batuk ia tidak mengetahuinya aku harap kau bisa merahasiakan ini Adelio"Ucap Amira sembari tersenyum.


"Baiklah aku akan berjanji"Ucap Adelio yang membalas senyum Amira.


Adelard pun berdiri di depan pintu kamar Mie


" Hei anak manja bangunlah.....Bangun" Ujar Adelard sembari mengetuk pintu begitu keras.


" Aku sudah bangun berisik sekali pasti itu paman!!! " Ketus Mie yang berada di dalam kamar.


Kraaacckkkkk......


Suara pintu terbuka ,Saat itu Adelard tidak sabar melihat Mie namun ia malah melihat Mie yang baru keluar dari kamar mandi malah membuatnya berderbar-debar seperti melihat bunga yang sedang mekar.


"kenapa Paman melihatku seperti itu apa paman ingin mengatakan jika aku menggodamu, Maaf Paman bukan tipe ku heee"Ketus Mie sembari mengeringkan rambutnya.


"Baiklah....Biar aku saja yang menggodamu"Goda Adelard sembari menarik pinggang Mie di dalam hatinya ia berkata ( Aku akan mencobanya sekali lagi , Apa ciuman ini bisa membuat jantung ku ingin meledak).


Mata mereka beradu begitu lama, Adelard pun membuka sedikit bibirnya untuk ******* bibir Mie yang kecil itu.Saat itu yang Mie rasakan debaran yang biasa terjadi padanya dengan Adelard.


Semakin dekat.... Dekat... Dekat....Dekat........


"Paman!!!Apa yang sedang kalian lakukan.......???"Teriak Adelio yang melihat mereka berdua hampir berciuman, Mereka berdua yang menyadari itu pun terkejut dan berpaling ke lain.


" Hhhhahahaha tidak ada, Kenapa sebelum masuk tidak mengetuk pintu dulu sekarang kalian keluar dari kamar ku "Teriak Mie yang sudah panas-panasnya.


" ( Apa sih!!! Bukanya pintu terbuka lebar seperti ini ) " Ucap Adelio di dalam hatinya.


Braaaaaakkkkkk


Mie mengusir mereka berdua dari kamarnya.


" Paman sebenarnya apa yang kalian lakukan ( Aku curiga!!!!Apa Paman ingin mencium bibir Mie???Tadi Bibir Paman sudah seperti ikan mas koki ) "Ujar Adelio.


"Kau mengagalkan rencana ku haaahhh " Ujar Adelard sembari menarik kerah Adelio.


"Ha????Apa salahku!!!"Ketus Adelio sembari melihat Adelard yang segera menuruni tangga karena Amira telah menunggunya.


Kemudian mereka semua bekerja kembali,Saat itu Mie bergegas ke ruangan Adelard membawa dokumen.


"Direktur...Hmm silahkan tanda tangan dokumen ini"Ujar Mie yang masih gugup dengan kejadian tadi pagi.


"Bagaimana apa kau sudah mengurus bantuan gratis untuk orang yang tidak mampu "Ujar Adelard sembari memperhatikan Mie.


"Sudah direktur, Aku sudah menyelesaikanya"Ujar Mie.


"Jadwal hari ini apa"Tanya Adelard.


" Kita mengunjungi panti asuhan kita akan mendonasikan pakaian , mainan dan makanan"Ujar Mie sembari membuka catatanya.


" Jam berapa kita akan pergi"Tanya Adelard melihat ke laptop.


" Hemm.. 30 menit lagi pak direktur"Jawab Mie.


"Baiklah sekarang aku kasi kamu waktu untuk membetulkan dasi direkturmu ini seharusnya kau sangat beruntung bisa melakukan ini padaku"Goda Adelard.


"Baiklah dengan senang hati direktur " Ujar Mie dengan senyum licik.


Mie pun merapikan dasi Adelard kemudian dia menerikan dasi tersebut membuat Adelard terbatuk-batuk ia masih dendam dengan kejadian kemarin.


"Uhukkk uhukk... Kau ingin membunuhku!!! " Teriak Adelard sembari melonggarkan dasi.


" Hmm apa terlalu terik tanganku sepertinya tidak begitu beruntung bisa membetulkan dasi direktur (Hmm... Aku masih kesal hal kemarin lagian dia pikir aku ini istrinya heng...)"Ucap Mie sembari menatap Adelard.


"Apa kau sengaja melakukan ini padaku.... Nona asisten "Ucap Adelard berdiri dari kursinya ia mendekati Mie hingga tersandar di meja Adelard saat itu Adelard menarik pinggang Mie ia menyuruhnya duduk di kursi.

__ADS_1


"(Ahhhh....Wangi sekali,Paman.....Aku suka aroma tubuhnya.....Haa Gawat gawat gawat......)"Ujar Mie di dalam hatinya sembari mencium aroma tubuh Adelard.


"Kenapa....Terpesona padaku....Duduklah"Ketus Adelard sembari menyuruh Mie duduk di kursinya.


Tiba-Tiba Adelard memeluk Mie di kursinya, Ia meremas dengan lembut lekuk tubuh Mie yang begitu kecil.


"Paman!!!! Jangan peluk aku!!!! Dasar cabul-cabul dari tadi kamu udah nafsu sama aku kan????"Teriak Mie sembari meronta.


"Pelankan suaramu....Seseorang akan mendegar kalau kau bersuara"Bisik Adelard sembari mempererat pelukannya.


"Jika ada seseorang datang bagaimana....Hiss cabul!!!"Ketus Mie yang melonggarkan pelukan Adelard.


"Aku tidak peduli kau diam saja sebentar saja.... Sebentar saja ... "Tegas Adelard yang membuat Mie menyerah.


"Hah apa kau ada masalah paman??? Aku sesak sekali jika kau memeluk ku seperti ini"Ketus Mie.


"Aku menyesal tentang kejadian kemarin!!!Aku tidak bisa tidur memikirkannya?"Ucap Adelard yang begitu serius.


"Hmmm awalnya aku juga merasa kesal namun setelah ku pikirkan???Tentu saja Paman mengutamakan Kak Amira....Aku mengerti itu sebagai orang yang dekat denganmu"Ucap Mie sembari memeluk erat Adelard, Mie merasa yang ia lakukan kemarin adalah kesalahannya karena hubungan mereka hanya sebatas teman.


"Tapi itu salahku!!!Saat itu aku menemaninya kencan aku ingin ia tersenyum....Sudah lama aku tidak melihat ia tersenyum seperti itu" Ucap Adelard.


"Yah...Aku tahu itu sebagai seorang wanita....Jadi aku sudah melupakan semua itu Paman"Ucap Mie yang tersenyum.


"Tapi aku tidak akan meminta maaf!!!"Ketus Adelard yang diam-diam mencium aroma tubuh Mie yang begitu wangi.


"Cih....Dasar!!!!"Ketus Mie wajahnya jadi kesal.


"Bukanya kau seperti itu juga tidak pernah tulus meminta maaf kepada orang"Ujar Adelard.


"Hahaha Bagaimana Paman tahu"Ujar Mie sembari melepas pelukan itu.


"Aku mengenalmu saat kau masih kecil keras kepala cenggeng dan bodoh"Ujar Adelard sembari menarik Mie ia memeluknya kembali.


" Paman .... Kau memang menyebalkan bisakah kau lepaskan aku"Ucap Mie sembari mencubit perut Adelard.


"Kau tidak bisa lepas dariku " Bisik Adelard.


" Paman, kau ingin apa... Aku menyerah "Tanya Mie begitu polos.


" Apa kau tidak ingin mendengar tentang ayahmu saat dulu"Ujar Adelard agar Mie tidak melepaskan pelukan itu.


"Apa Paman dekat dengan ayahku"Tanya Mie yang begitu penasaran.


"Si keras kepala yang selalu membahayakan dirinya demi orang lain sama sepertimu, Saat kau lahir aku bertemu ayahmu ia membawaku ke kehidupan yang sebenarnya aku sangat berterimakasih setidaknya aku sudah melepaskan masa lalu yang membuatku terpuruk melihatmu begitu mirip dengannya membuatku merindukannya"Ujar Adelard yang menghela nafas.


"Hhmmm aku juga merindukan ayah " Ujar Mie yang tanpa kesadaranny memeluk Adelard begitu erat dan mencium aroma tubuhnya membuat Adelard menjadi tersipu malu.


"Mata mu begitu mirip denganya namun ia lebih pintar darimu"Goda Adelard melihat mata Mie.


Mie yang masih kesal itu menggigit leher Adelard.


" Hhhahahha ahhh sakit, Tapi aku tidak akan melepaskan pelukan ini gigit saja diriku ( Pelukan ini begitu hangat membuat jantung ku berdegup kencang tidak teratur )"Ujar Adelard.


"Paman... ini sudah 30 menit, Lepaskan aku"Ucap Mie yang melihat jam.


"Adelio bisa memarahi ku"Ucap Mie.


Adelard mengambil ponsel Mie yang berada di sakunya ia membatalkan mengunjungi panti asuhan sembari memeluk Mie.


" Paman apa kau tidak lelah berpelukan seperti ini"Ujar Mie membuat alasan.


" Baiklah kita rubah saja pelukan ini "Ucap Adelard yang tidak ingin melepaskan pelukan Mie.


" ( Pelukan ini begitu hangat dan tenang bagaimana aku bisa melepaskan mu Mieya Miesila ) "Ucap Adelard di dalam hatinya ia mendengar degup jantung Mie yang tak beraturan.


"Paman...Aku takut ada orang yang melihat kita ( Aku takut kak Amira datang kesini bisa gawat ) Melihat wajah Paman aku sedikit kasihan apa ada hubunganya dengan kak Amira"Tanya Mie namun tidak ada jawaban darinya,


Ia malah tertidur dalam pelukan Mie selama ini pikirannya begitu kacau.


Perasaan Adelard sangat bertolak belakang terhadap Amira namun ia harus menepati janji untuk hidup selamanya dengan wanita yang tidak ia cinta tanpa ia sadari memeluk Mie membuatnya merasa tenang dan sedikit bahagia.


Beberapa menit kemudian....


Saat itu Adelard membuka kedua matanya, Ia melihat mata Mie yang terus menatapnya.


"Hmmm...Aku tidak apa hanya sedikit masalah kerja jangan melihatku seperti itu???Hmmm...Leherku masih terasa sakit!!!!"Ujar Adelard menatap Mie.


"Hmmm....Itu karena Paman menyebalkan!!!Cabul!!!"Ketus Mie.


"Hmmm....Begitu ya....Bagaimana jika aku balas saja!!!Pelankan suaramu"Goda Adelard.


"Apa!!!!Jangan bercanda????"Ketus Mie.


"Aku tidak bercanda!!!"Ucap Adelard.


"(Bagaimana.....Kenapa aku diam saja....Gawat gawat kenapa aku pasrah saja perasaan ini aku tidak tahu kenapa....Ya tuhan maafkan aku)"Ucap Mie di dalam hatinya.


Adelard mendekati bibirnya di leher Mie, Namun Mie tidak bisa memberontak ia malah tersipu malu perasaan yang tidak ia ketehui ini membuat jantungnya cenat-cenut.


Namun semua itu gagal karena Adelio tiba-tiba datang melihat Adelard ingin menggigit leher Mie.


Braaaaaakkkkkk.........


" Paman!!!!!...... Hmmmm Ap!!!!"Ucap Adelio yang membawa Zia terkejut melihat mereka yang bermesraan.


"Maaf menganggu kalian heee"Ucap Zia.


Mie yang terkejut sontak berdiri namun siku tangannya tak sengaja mengenai dagu Adelard begitu kuat.


Adelard pun dengan wajah dinginnya menahan rasa sakit di dagunya tetapi kesialan pun menimpa Adelard untuk kedua kalinya saat Mie ingin menjahui Adelard yang masih memegang pinggangnya ia tidak sengaja mendorong Adelard sehingga terjatuh di lantai .


Braaaakkkkkkkk...


Kesialan pun terjadi untuk orang cabul ini.


"( Ahh dagu dan bokong ku sakit sekali dasar wanita ini, Haaa ini sangat memalukan)"Ujar Adelard dengan begitu dingin seperti ingin diterkam olehnya.

__ADS_1


" Paman apa kau tidak apa - apa.... " Ujar adelio yang mengulurkan tangan


" Kalian semua keluarrrrr.........."Teriak Adelard ia berusaha berdiri sendiri.


Mendengar teriakan itu mereka semua berlari keluar....


"Haaahaaa Pamanmu seperti singa saja.."Ucap Zia.


"Pasti bokong dan dagunya sakit????"Tanya Mie yang khawatir.


"Hhhhhhhahahahaha aku sangat berterimakasih padamu, Aku tidak pernah melihat Paman wajahnya sekonyol itu hahahahahaha seperti ....."Teriak Adelio yang tertawa puas namun terhenti.


" Tutup mulut kalian..... Kalian sangat berisik" Teriak Adelard.


" Hahahhaha hei kalian ayo kita makan siang....."Ujar Adelio


"Benar juga aku lapar sekali...."Ucap Mie.


"Baiklah aku teraktir kalian " Ucap Adelio merangkul Mie dan zia ke kantin Rs.


Akhirnya mereka pun tertawa dengan puas di kantin Rs.Membuat semua 9rang memperhatikan mereka.


" Hahahaha aku masih teringat wajah Paman...."Ucap Adelio tiba-tiba ponsel Adelio berdering ia mengangkat telpon dari Adelard yang menanyakan dokumen medis.


" Mie!!! Jujur padaku apa kalian berpacaran ......???"Ujar Zia begitu serius.


" Hhhhhahha bodoh sekali harus berpacaran dengan pak tua itu, Dia hanya mengerjaiku....Aku tidak tahu rasanya dia sedang ada masalah"Ujar Mie.


"Kenapa...Kalian terlihat bermesraan seperti pasangan!!!Kau tahu Adelard sudah memiliki orang yang ia cinta"Ketus Zia yang takut temannya terjerumus dari jalan yang tak benar.


"Hmmm....Dengarkan aku!!!!Aku dan Adelard hanya teman berkelahi tidak ada lebih dari itu!!!Kau pikir aku pelakor!!Hahahaha"Ucap Mie.


"Terus bagaimana dia memeluk mu....Dan adegan seperti ingin mengecup lehermu???"Tanya Zia.


"Haaa....Pelukan itu hanya untuk membalas kebaikannya saja???Kecupan di leher???Dia itu mau menggigitku karena aku yang memulainya!!"Ucap Mie yang tersipu malu.


"Kau baik sekali....Aku percaya padamu?? "Ucap Zia sembari memeluk Mie.


"Dengarkan aku....Aku tidak memiliki sedikit pun perasaan sama Adelard dia itu hanya pak tua yang cerewet....Tentu saja aku ingin punya pacar yang tampan dan seumuran denganku heeee!!!!!"Ucap Mie terdengar oleh Adelard melalui ponsel Adelio.


Adelio yang menyadari itu pun pergi ke tempat lain agar Adelard tidak mendengar lagi perbincangan mereka setelah itu Adelard pun menutup ponsel .


Telinga Adelard terasa panas mendengar ucapan Mie ia pun toilet mencuci wajahnya.


" Heng... Bodoh sekali memangnya aku menyukaimu!!!!Kau bukan selera ku wanita jelek "Ketus Adelard memukul cermin di toilet.


Tangan Adelard terluka sehingga berdarah ia berkata"( Kenapa begitu menyakitkan mendengarnya)".


Saat itu Amira yang mencarinya melihat tangan Adelard yang terluka ia pun segera mungkin mengambilkan obat untuk Adelard.


"Sayang, Apa yang terjadi????"Ujar Amira.


"Tenang saja!!!Aku ada sedikit masalah dengan perusahanku yang lain "Ucap Adelard.


"Saham mu terlalu banyak kenapa tidak kau serahkan pada Adelio"Ucap Amira sembari membalut luka Adelard.


"Dia belum dewasa masih kekanakan suatu saat nanti aku akan memberikan perusahan untuknya "Ucap Adelard yang termenung.


"Kau Paman yang baik..."Ucap Amira sembari mencium kening Adelard.


" Terimakasih Mie"Ucap Adelard yang membayangkan Mie.


"Hmm.. " Ucap Amira yang terkejut.


"Maksudku adalah Amira....Hmm aku berkelahi dengannya jadi teringat olehnya"Ujar Adelard wajahnya begitu kesal.


"Hhhemm,,, Kalian membuatku iri"Ketus Amira.


" Bukanya hubungan terbentuk karena keserasian seperti kita tidak pernah bertengkar"Goda Adelard.


"Kau salah besar mengenai itu, Aemakin sering berkelahi akan semakin sering kau mengenal pasangan mu"Ujar Amira .


Saat itu Mie membawa pesanan Adelard namun ia datang selalu saja tidak tepat.


" Paman!!!! Ini pesanan mu" Ucap Mie membawa bubur Adelard namun ia terkejut melihat Amira berada di pelukan Adelard.


"Ha...Letakan saja di mejaku"Ucap Adelard wajahnya terlihat kesal.


"Mie bisakah nanti malam kau temani Adelard ke acara amal "Ujar Amira.


"Hmm bukanya kak Amira yang harus menemani paman"Tanya Mie.


"Aku sedang ada pertemuan dengan klien ku di luar kota mungkin sekitar 4 atau semingguan tergantung situasi disana ( Maafkan aku membohongimu Adelard aku kali ini akan melakukan operasi kecil lagi di kota B agar bisa bertahan sedikit lama bersamamu) "Ucap Amira yang tersenyum melihat Adelard.


"Hmmmm......Kak Amira sangat sibuk baiklah aku akan menemani Paman"Ucap Mie.


"Terimakasih Mie..."Ucap Amira.


Mie pun keluar dari ruangan Adelard


"(Aku hanya merasa kak Amira merahasikan sesuatu kantung matanya bengkak seperti habis menangis!!!Apa Paman melakukan sesuatu padanya???Haaaah aku juga bingung lebih baik aku menyelesaikan pekerjaanku )"Ucap Mie di dalam hatinya sembari duduk di kursi kerjanya.








Terimakasih untuk semua pembaca setia.....


jangan lupa like, vote dan kasi ❤

__ADS_1


biar author semakin semangat up novel....


__ADS_2