Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 25


__ADS_3

Setelah mencari alamat rumah akhirnya mereka berdua menemukannya karena Mie sebelumnya belum pernah pergi ke rumah barunya.



" Wahhh rumah ini lumayan besar Mie .....Hmmmm dan sudah lengkap...."Ucap Zia sembari melihat-melihat.


"Hmmm....ini semua sudah diberikan oleh pemilik rumah kepada kami sudah lama rumah ini tidak di huni dan barang - barang disini masih terlihat baru sebenarnya kami belum lunas membayar rumah ini aku dan ibu baru membayarnya setengah karena pemilik rumah ini teman ibu ia tidak masalah jika melunasinya akhir tahun"Ujar Mie sembari melihat prabotan rumah tangga.


"Hmmm... Aku yakin kau bisa membayar rumah ini akhir tahun"Ucap Zia yang memberi semangat.


"Mulai sekarang aku harus bekerja lebih giat lagi"Tegas Mie yang begitu semangat.


"Semangat Mie!!!!Apa tante Adelia setuju kau pindah rumah "Tanya Zia.


"Awalnya ia tidak menyetujuinya setelah aku rayu akhirnya ia luluh juga"Jawab Mie yang tersenyum


"Setidaknya kau bebas dari Adelard, Bagaimana jika malam ini kita tidur disini saja untuk merayakan rumah baru mu ini "Tanya Mie.


"Aku setuju!!!Bagaimana kita ajak saja Adelio dan Alex malam ini makan bersama kita"Usul Mie.


"Alex sangat sibuk, Tapi aku akan mencobanya...Tunggu sebentar"Ucap Zia sembari menelpon Alex.


Mie pun membersihkan debu-debu yang sudah menumpuk di prabotan rumah tangga.


"Mie Alex setuju akan kesini"Ujar Zia


"Baiklah, Zia setelah aku mencuci semua ini kita pergi untuk mencari bahan makanan"Ajak Mie.


"Baiklah aku akan membantumu agar cepat selesai"Ujar Zia.


Mereka membersihkan rumah yang cukup luas itu dengan semangat karena terlalu banyak debu yang menempel agar bersih dan wangi.


Mie yang bertugas membersihkan lantai 2 terdapat 2 kamar yang harus dibersihkan karena dua hari lagi Mie akan pindah rumah.


Tidak terasa waktu begitu cepat berputar ternyata sudah sore mereka berdua menghela nafasnya dan berbaring di sofa ruang tv.


"Zia sepertinya kita tidak bisa berbelanja pinggang ku sakit sekali "Ujar Mie yang sudah teler.


"Aku juga????Bagaimana ini"Ujar Zia.


"Aku akan menyuruh Adelio saja "Ketus Mie sembari membuka ponselnya.


Mode Telpon


"Adelio bisakah kau saja yang membelikan makanan aku sudah tidak mampu lagi belanja pinggang ku sakit sekali" M


"Kau dimana!!!! A


"Ha suara paman.....( Aduh ternyata salah orang ) Hemm maaf aku salah orang!!!" Ucap Mie mematikan telpon.


"Kenapa????"Tanya Zia yang meregangkan tubuhnya.


"Aku salah menelpon, Aku malah menelpon Adelard haaaah"Ujar Mie.


"Ha ya sudah aku saja yang menelpon Adelio, Kau terlihat lelah sekali lebih baik kau mandi saja"Ujar Zia.


" Makasih yaaa...."Ucap Mie.


Setelah mandi Mie pun mendengar bunyi ketukan dari pintu kamarnya,


Saat ia membuka kamar ternyata Zia yang membawakannya pakaian tidur dari Adelio.


" Baju tidur mu....."Ucap Zia yang sudah mengganti pakaian


"Wahh Adelio yang membawanya ...."Ujar Mie yang kaget.


"Tentu saja , aAo cepat lah kita akan memasak aku juga sudah selesai mandi"Ujar Zia.


"Oke aku akan menyusul tenang saja"Jawab Mie sembari menggeringkan rambut.


Saat Mie menuruni anak tangga ternyata Ray yang menggantikan Alex yang sedang sibuk.


"Sayang....Giliran kita lagi yang masak"Teriak Ray begitu semangat.


"Aku dan Adelio sudah memasak lauknya ,Kalian bagian sayurnya ya" Ujar Adelio sembari menonton tv.

__ADS_1


"Oke, Aku akan membuat makanan yang sangat enak??? Kak Ray ayo kita lakukan "Ujar Mie.


"Hhahaha baiklah ...Aku akan memotong sayurnya"Ujar Ray.


" Biar aku saja, Nanti jari kak bisa terluka " Ucap Mie yang begitu cerewet tapi Ray masih saja memotong sayur itu.


"Ahhhh aduh ......"Ucap Ray tangannya teriris.


"Haaa kan aku sudah bilang jadi kena jari kak ....Kak sih nakal sekali tidak bisa di kasi tahu, Aku sudah bilang biar aku saja kak Ray jadi terluka!!!!" Ucap Mie mengambil tisu untuk mengelap jari Ray yang terluka dan sedikit menekannya agar darahnya berhenti.


"Mie.....Lihat aku!!!"Ucap Ray sembari memegang kedua pipi Mie.


"Lihat aku ini hanyalah luka kecil "Ujar Ray menatap Mie.


"Aku hanya khawatir saja"Ketus Mie.


"Ahhh ternyata kau sudah menyukaiku...."Ujar Ray yang terdengar oleh Adelio dan Zia ia memfoto mereka berdua yang terlihat mesra.


"Kak jangan bercanda hanya saja kak Ray sangat berharga untuk ku"Ucap Mie yang memberi Ray plester.


"Hhahaha aku hanya bercanda"Ucap Ray yang mencairkan suasana.


"Aku sudah mengangap kak dan Adelio seperti kakak ku sendiri "Ujar Mie begitu serius.


"Memangnya aku mau punya adik menyeramkan seperti mu!!!"Teriak Adelio yang membuatnya geram Mie puun melempar timun yang berada di sekitarnya kepada Adelio dan tepat sasaran.


Plaaaakkkkkk......


"Haaahahahaha Mie kau hebat sekali"Ujar Zia sembari tertawa.


"Sayang kau tidak membelaku"Tanya Adelio yang kecewa.


"Lihat Zia tidak pernah berpihak padamu Adelio blekkkkk"Ujar Mie yang mengejek Adelio.


"Ahhhhh kepala sakit sekali ( Kalau saja tidak ada zia akan ku balas kau)"Ketus Adelio.


"Apa yang kau lihat Adelio!!!!Apa ingin membalasku!!! Pacarmu itu lebih ganas lagi lho blekkkkkk" Ucap Mie.😋😋😋😋😋


Pada saat itu ponsel Adelio berdering ternyata Adelia yang video call.


"Tante....." Ucap Mie ia pun berlari mendekati Adelio.


" Jangan dekati aku, Pergi sana"ketus Adelio yang masih marah.


" Ibu sama tante aku rindu kalian"Ujar Mie yang sudah ceria.


"Janga disini sana kau masak saja"Teriak Adelio


Mie pun memiting Adelio dengan kuat Zia yang melihat itu hanya bisa tertawa melihat ke konyolan mereka dan menceritakan kepada Adelia bahwa mereka sedang berkumpul.


"Kalian jangan berkelahi"Ucap Adelia


"Tidak, Aku sangat menyayangi Adelio seperti kakak ku sendiri tante"Ujar Mie semvar menerikan pitingannya.


"Hhhhhaaa aku tidak bisa bernafas Mie"Ucap Adelio yang terengah-engah.


Mie pun melepaskan pitingannya dan melototi Adelio.


"Bu aku masak dulu dengan kak Ray dahhhh"Ucap Mie sembari mencubit wajah Adelio saat itu video call terhenti karena klien Adelia sudah datang menemui mereka di restoran.


"Sakit sekali.......Jahat sekali wanita ini memang dia sangat cocok dengan paman"Ujar Adelio.


"Jangan sebut nama pria bodoh itu...." Teriak Mie membuat semua terdiam.


"Hhhhahaha aku terlalu kuat ya berbicara" Ucap Mie dengan wajah menyesal.


" Tentu saja telinga ku saja sampai sakit"Ujar Ray yang mengelur kepala Mie.


"Waahh masakan kak Ray wangi sekali"Ujar Mie.


"Jangan memujiku seperti itu nanti aku tidak bisa tidur memikirkannya"Ucap Ray yang menggoda Mie.


"Sini aku bantu kak....."Ujar Mie yang memegang tangan Ray.


"Jangan seperti ini dengan pria lain " Ucap Ray wajah Ray tersipu malu. Ray adalah playboy yang sering menggoda wanita namun kali ini berbeda hatinya sudah di taklukan Mie yang polos itu.

__ADS_1


"Apa???? Aku hanya membantu orang masak???Apa tidak boleh kak Ray sama saja dengan paman aku tidak boleh bersentuhan sama pria mana pun"Ujar Mie begitu polos.


"Hhhhhaaaa Apa Adelard gila!!!Dia pikir kau miliknya "Ujar Zia.


"Aku juga tidak tahu maksudnya, Aku berbicara pada staf pria saja aku tidak boleh terkecuali kalian"Ujar Mie yang begitu polos.


"Aku merasa paman menyukai mu"Ketus Adelio.


"Hahahaha....Dia hanya simpati saja padaku seorang anak kecil yang kehilangan ayahnya aku sudah mengenal Adelard waktu aku masih kecil dia begitu baik dan hangat setelah aku dewasa bertemu dengannya kelakuannya seperti setan!!!! Aku kira dia masih seperti dulu!!!!"Ucap Mie yang membuat Ray sadar bahwa Adelard tertarik dengan Mie.


Adelard yang berada di perpustakaan tiba-tiba bersin.


"Haciuuuuu, Apa ada yang membicarakan ku ... Jam segini mereka juga belum pulang"Ujar Adelard sembari membaca buku.


" Apa kau kedinginan memangnya mereka pergi kemana"Tanya Amira.


"Yang ku dengar dari Adelio sedang makan - makan di cafe Alex???"Ujar Adelard yang khawatir.


" Ya sudahlah biarkan saja mereka sudah dewasa mungkin Mie dan Adelio menginap disana "Ucap Amira sembari memeluk Adelard.


"Hmmm dia sudah dewasa ( sekarang aku hanya perlu memperdulikan kesehatan Amira yang semakin memburuk) Tidurlah lebih awal kau harus menjaga kesehatanmu" Ucap Adelard sembari mengelus rambut Amira.


Amira pun tersenyum sembari mengecup pipi Adelard.


"( Mengapa kecupan Amira sangat berbeda denga Mie, Saat Mie mencium ku jantung ku berdebar - debar rasanya ingin meledak namun sebaliknya dengan Amira aku merasa biasa saja????Perasaan apa ini yang ku rasakan pada Mie). Ucap Mie yang berbicara di dalam hatinya.


"Hhaaahh aku kenyang sekali....." Ucap Mie yang berbaring di sofa.


"Mie Apa kau sudah menyerah.... "Tanya Ray


"Kak Ray aku menyerah..... "Ucap Mie yang tiba- tiba sudah terlelap.


" Hhhha begitu saja dia sudah menyerah heheee" Ujar Zia yang menyelimutinya.


"Aku mengatakan kepada paman bahwa kita di cafe Alex"Ujar Adelio sembari meminum soda.


"Kenapa kau berbohong"Tanya Ray.


" Aku yakin ia pasti tidak setuju Mie pindah disini" Jawab Adelio.


"Pria itu kenapa sih begitu mengekang Mie"Tanya Zia yang begitu heran.


"Aku baru pertama kali ini melihat Adelard yang peduli kepada seorang wanita" Ujar Ray sembari berpikir kembali.


"Bukanya dia sering mengerjai Mie" Tanya Zia yang masih tidak mengerti.


" Kalian tidak mengerti....Urusan orang dewasa!!!"Ketus Ray.


"Bagaimana dengan perasaan kak Ray"Tanya Adelio.


"aku tidak ingin memaksanya, Saat itu aku memberi undangan berharap ia tidak menyetujui pernikahan ku tapi ia malah senang????"Ujar Ray dengan wajah lesu.


"Hahaha ini adalah karma untuk Ka Ray sang playboy"Ucap Adelio yang tertawa.


"Benar juga....Aku juga belum menentukan tanggal pernikahan kami, Tapi segera mungkin aku akan pindah ke kota B" Ucap Ray melihat Mie tertidur pulas.


Makan malam pun telah usai Zia pun membangunkan Mie yang sudah terlelap di sofa.


"Mie bagunlah ayo kita tidur di kamar.... "Ucap Zia yang menguap.


"Emmmm...Aaaaaahhhhhh.....Aku ngantuk!!!!"Ucap Mie sembari memeluk kaki Mie.


"Biar aku yang mengangkatnya ke kamar..." Ucap Ray ia pun mengangkat Mie ke kamarnya.


Sedangkan zia dan Adelio mencuci piring dan membereskan rumah.


"Andai saja Mie menerima kak Ray???"Ucap Zia sembari mencuci piring.


"Hmmmm Aku juga heran padahal dia begitu perhatian "Ujar Adelio yang membilas piring-pring.


"Mie itu sudah pernah putus cinta jadi ia sulit untuk move on"Ujar Zia.


"Ia aku tahu dia pernah mengatakannya .....Haaahhh Mie Mie???"Ucap Adelio.


"Mie tidurlah dengan nyenyak mungkin aku akan merindukanmu setelah aku pindah ke kota B??? Semoga kau bahagia tuan putri" Ucap Ray sembari mengecup kening Mie yang sudah tertidur.

__ADS_1


................


__ADS_2