Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 24


__ADS_3

Adelard sejak tadi tidak menampakan dirinya ternyata ia sedang berkencan dengan Amira karena begitu banyak tempat yang di kunjungi Adelard pun lupa akan janjinya itu.


Saat itu Adelard mengendarai mobilnya karena ingin pulang bersama Amira.


"Sayang, Terimakasih untuk hari ini"Ujar Amira sembari memegang tangan Amira.


"Apa kau senang??? ( Apa malam ini apa aku melupakan sesuatu)"Ujar Adelard yang tersenyum pada Amira.


" Aku senang sekali....."Ucap Amira sembari memandangi Adelard yang sedang mencari ponselnya.


Adelard pun membuka ponselnya terlihat 44 panggilan tak terjawab.


"(Sial....Aku sudah melupakannya )" Ucap Adelard di dalam hatinya sembari berbalik arah ke Restoran Abraham, Ia yakin Mie masih disana menunggunya.


"Kenapa? Sayang bukanya kita akan pulang???Kenapa kita kembali lagi ke arah sana"Ujar Amira yang bingung.


"Ada sesuatu yang harus ku temui....."Ujar Adelard matanya saat itu begitu tajam terlihat oleh Amira yang tidak bisa berbicara lagi.


Saat itu Mie yang menundukan kepalanya terdengar suara langkah seseorang saat ia melihat kearah pria itu yang wajahnya sulit untuk ia lihat karena terkena sinar lampu di jalan.


"Paman....." Ucap Mie sembari melihat ke atas.


"Mie kenapa kau disini" Ucap Ray.


"Haaah kak Ray, Heeee ( Lebih baik tidak menceritakannya)" Ujar Mie.


"Sudah malam begini Apa kau ada masalah ceritakan padaku???Apa yang telah Adelard lakukan padamu" Tanya Ray begitu serius.


" Tidak ada....Adelard tidak ada kaitannya"Ujar Mie sembari berdiri.


"Kenapa mata mu bengkak???Apa kau menangis???" Ujar Ray sembari mengangkat dagu Mie.


"Aku hanya merindukan ayah....Maaf ya kak jadi buat kak Ray khawatir"Ujar Mie.


"Mie Aku khawatir padamu...."Ujar Ray sembari memegang tangan Mie.


Tiba - Tiba terdengar suara mobil yang berhenti ternyata Adelard ia pun turun dari mobil yang ditemani Amira berada di sampingnya.


Saat Mie melihat mereka berdua seperti sedang berkencan, Ia sadar bahwa ia tidak bisa berharap akan sesuatu yang lebih karena wajar saja Adelard lebih mementingkan Amira yang berstatus Tunangannya sedangkan Mie hanya sebatas teman.


" Mie apa yang telah terjadi???" Ucap Amira yang memegang kedua tangan Mie.


"( Aku tidak mungkin menceritakannya kepada Kak Amira yang begitu baik, Tidak mungkin aku bisa menyakitinya aku saja yang terlalu berlebihan berharap pada Paman) " Ucap Mie di dalam hatinya.


"Aku yang sa....." Ucap Adelard yang terhenti karena di mulutnya di tutup oleh Mie.


" Sebenarnya aku hanya sedikit rindu ayah Haaaa.....Maafkan aku yang merepotkan kalian"Ujar Mie yang tertawa kecil.


Adelard pun terdiam melihat Mie yang tidak ingin menceritakannya kepada mereka.


" Bukanya kau bilang akan menjaga dan melindunginya!!!! Apa kau tahu dia sendirian disini tengah malam begini !!!!Sial!!!!!"Teriak Ray.


"Paman tidak bersalah.....Aku yang salah!!!!"Teriak Mie.


"Jangan bohong padaku!!!Aku yakin kau yang membuatnya menangis sendirian disini" Teriak Ray yang memegang kerah kemeja Adelard.


"Kak Ray hentikan!!!!! Kak aku mohon ini bukan salah Paman!!!" Teriak Mie sembari memeluk Ray begitu erat agar ia tenang.


Adelard dan Amira terkejut Melihat Mie yang tiba-tiba memeluk Ray begitu erat.


"Haaa....Aku minta maaf!!!!"Ujar sembari membelai rambur Mie.


"Hmm....Apa kau percaya padaku!!!"Ucap Mie mata-matanya berkaca.

__ADS_1


"Heee....Aku percaya padamu!!!(Mie kau selalu mengagetku)"Ucap Ray sembari melepas pelukan Mie, Ia pun pergi memasuki mobilnya.


Suasana begitu menegangkan di dalam mobil pun tidak ada yang bicara sepatah pun. Amira merasa ada sesuatu di sembunyikan Mie kepadanya.


Saat di rumah Adelio sudah menunggu di ruang tv karena ia takut sendiri.


"Syukurlah kalian sudah datang....Aku takut sekali"Ketus Adelio.


"Dasar pria lemah Pe Na Kut...." Ucap Mie sembari menjitak kepala Adelio.


Mie pun berlari karena Adelio mengejarnya ia ingin membalas Mie, Saat di depan pintu kamar Mie angsung masuk dan menutup pintu.


"Kau.....Curang sekali menutup pintu "Ketus Adelio.


"Hhhhahahaha aku mau tidur... Selamat malam Adelio " Ucap Mie sembari menutup mulutnya karena menahan air mata yang tumpah di pipinya.


"( Kau tidak bisa menutupi kesedihanmu Mie!!! Aku akan menemui Paman yang begitu jahat padamu dia sudah keterlaluan)" Ucap Adelio di dalam hatinya sembari menyandarkan tubuh di pintu kamar Mie.


Adelard yang tidak merasa bersalah itu baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat Adelio yang menunggunya.


" Paman....."Ketus Adelio wajahnya begitu kecut.


"Kenapa kau disini"Ujar Adelard sembari meneringkan rambutnya.


"Aku kecewa pada Paman yang sangat aku banggakan!!!!!"Teriak Adelio.


"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu pergi lah ke kamar mu"Ketus Adelard.


"Apa ini sebuah lelucon mu mempermainkan Mie sesuka mu saja!!!Apa Paman tidak tahu ia menunggu Paman begitu lama dan kau malah bersama kak Amira " Teriak Adelio yang begitu marah.


"Itu bukan urusanmu???Amira adalah tunanganku tentu saja aku lebih mengutamakannya "Teriak Adelard yang sudah geram.


"Mie yang hampir mati menyelamatkan mu begini kau membalas kebaikannya aku sangat sedih mempunyai paman seperti mu" Ucap Adelio membuat hati Adelard terguncang ia keluar dari kamarnya dengan menutup pintu begitu kuat.


"Kenapa paman mengikuti ku"Teriak Mie sembari menangis.


"Dengarkan penjelasanku!!!"Ucap Adelard sembar memegang bahu Mie.


"Hiks hiks hiks....Aku tahu???? Kak Amira adalah tunangan paman wajar saja paman lebih mengutamakannya sedangkan aku bukan siapa - siapa???Tapi kenapa aku menangis kenapa????"Teriak Mie sembari menangis.


" Tolong jangan membenciku, Aku mohon!!" Ucap Adelard sembari menghapus air mata Mie.


" Cukup jangan sentuh aku!!!!Jangan pernah mendekatiku!!!!Kak Amira menunggumu di ruang tv aku tak ingin ia mengetahui kejadian ini???? Teriak Mie sembari mendoromg Adelard keluar dari kamar.


"(Pamam tidak salah hanya saja aku yang terlalu berharap padamu)"Ucap Mie sembari menangis di belakang pintu kamarnya.


"Kenapa hati ku begitu sakit, Seharusnya aku tahu kejadiaannya akan seperti ini hiks hiks hiks kenapa aku tidak bisa berhenti menangis????"Ucap Mie memegang dadanya yang begitu sakit dan sesak karena hatinya yang terluka.


Adelard termenung sembari berjalan mendekati Amira yang sedang di menonton Tv ia tidak mendengar percakapan mereka.


"Aku sejak tadi mencarimu....."Ucap Amira sembari mengecilkan volume film action yang ia tonton.


"Maaf aku sedang banyak pekerjaan bisakah kau meninggalkan aku sendiri" Ujar Adelard begitu dingin.


"Baiklah aku tidur dulu selamat malam sayang "Ucap Amira yang sudah biasa mendapat perlakuan dingin Adelard ketika ia sedang mendapat masalah.


Adelard pun menghela nafas ia memikirkan rasa bersalahnya ini ia tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.


Pagi pun tiba Amira dan Mie mempersiapkan sarapan untuk mereka.


" Pagi semua...Aku dan Mie sudah membuatkan sarapan untuk kalian"Ucap Amira begitu semangat


"Hmmm...Apa ini enak...Biasanya Mie masak sedikit asin"Ketus Adelio yang menghibur Mie.

__ADS_1


"Adelio apa kau ingin merasakan pukulan ku pagi ini"Ujar Mie.


"Haaaa jangan - jangan, Seram sekali lihat saja kau pasti akan jadi perawan tua"Tegas Adelio.


" Hahaha bagaimana aku kenalkan kau dengan teman ku"Ucap Amira.


" jangan bisa - bisa teman kak Amira akan shock melihat dia"Ujar Adelio


" Adelio akan ku suruh Zia memutuskan mu" Ketus Mie dengan wajah sinis.


" Jangan....Maaf ya nona cantik"Ucap Adelio.


Adelard hanya berdiam saja matanya begitu lelah kantung matanya terlihat hitam tubuhnya begitu pucat karena ia tidak tidur semalaman memikirkan Mie.


"Sayang apa kau sakit.....Badan mu begitu panas"Ujar Amira yang gelisah.


"(Paman sakit!!! Itu balasannya melupakanku....Hahh aku tidak peduli dia sudah punya kak Amira tidak perlu aku lagi ) " Ucap Mie sembari berdiri dari tempat duduknya.


" Kau mau kemana Mie????"Tanya Adelio.


"Aku ingin menemui pacarmu???Permisi semua"Ucap Mie sembari tersenyum namun matanya masih bengkak.


"( Apa dia tidak peduli lagi padaku lagi!!!!Apa dia mengutukku badanku terasa sakit) " Gumam Adelard.


Kemudian Mie menemui Zia di Cafe Alex


" Bos dimana Zia...."Tanya Mie.


"Hmmm dia sedang di dapur "Ucap Alex sembari melihat mata Mie yang sembab.


" Zia....kau dimana"Teriak Mie di dapur cafe.


"Mie Mie ...... Hiks hiks hiks "Teriak Zia sembari memeluk Mie.


" Adelard jahat sekali padamu!!!!Aku mendengar ini dari kak Ray dia begitu kesal!!!"Teriak Zia.


"Aku menyesal sekali berdandan untuknya????Heee tapi saat ku pikir lagi Paman tidak salah tentu saja mengutamakan tunangannya sedangkan aku hanya sebatas teman???Hmmm ini bajumu"Ucap Mie.


"Letakan saja di loker ku,Kamu baik sekali Mie"Ucap Zia.


"Apa kau memiliki waktu luang temani aku melihat rumah baru kami heee"Ucap Mie tersipu malu.


"Apa itu rumah mu.....???"Tanya Zia.


" Tentu saja , Kami berdua membeli rumah itu harganya lumayan terjangkau"Ujar Mie yang penuh semangat.


"Tante wulan ...." Ucap Zia yang melirik Mie,


"Yah....Kami menabung bersama"Ucap Mie.


"Hhhaaa kalian sweet sekali, Aku jadi iri"Ucap Zia.


"Yah dengan begini aku tidak perlu tinggal dengan Pria gila itu "Ketus Mie.


" Benar , Tunggu sebentar aku akan izin dengan Alex "Ucap Zia yang berlari mebdekati Zia.


" Baiklah...... Aku tunggu..."Ucap Mie yang sudah tersenyum kembali.


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


Terimakasih untuk semua pembaca


jangan lupa like, vote dan komentar novel aku yaaa.....

__ADS_1


__ADS_2