
Tubuh Adelard tidak bisa menahannya lagi ia tumbang di pangkuan Mie, Mie tidak bisa berbicara lagi bibirnya gemetar tanganya sudah di penuh darah Adelard yang terus keluar.
Mie:" Tidak!!!!!!! Paman Tidak!!!!!! Sadarlah!!!!!!! Hiks hiks hiks "
Willi:" Apa sangat Menyakitkan.. Hahahahahah Aku bahagia sekali hari ini melihat mu seperti itu Adelard "
Willi menodongkan pistol itu di kepala Mie
Willi:" Sekarang giliran mu ..."
Adelard:" Aku mohon jangan.... Kau boleh menyakitiku tapi tidak dia ....Dia "
Dorrrrrrr.........
Sebuah peluru mengenai paha Willi ia menjerit-jerit kesakitan, Ternyata itu adalah peluru dari Agen rahasia Adelard dan beberapa polisi membawanya pergi.
Mie:" Paman..... Sadarlah sebentar lagi mereka akan datang!!!"
Adelard :" Mie maafkan aku yah, Seharusnya aku tidak membiarkan mu sendirian.... Membuat mu menangis di Spa seharusnya aku menemanimu, Aku mendengar itu dari Pelayan ku "
Mie:" Itu tidak penting!!!! Paman hiks hiks hiks Kenapa kau peduli padaku hiks hiks hiks"
Adelard:" Karena aku masih mencintaimu sejak dulu sampai akhir!!! Dasar bodoh tidak pernah peka????"
Mie:" Hiks hiks dasar Paman juga tidak pernah peka dengan perasaan ku, Aku juga masih mencintaimu Paman!!!!"
Adelard :" Aku bahagia sekali mendengarnya, Mie Hiks hiks hiks ....... Aku bahagia"
Adelard tidak mampu berbicara lagi ia melihat air mata Mie terus jatuh di pipinya, Ia tarik Mie dan mengecup bibirnya. Tubuhnya tidak mampu lagi bertahan ia pun melepas ciuman itu.
Mie:" Paman!!!!! Paman!!!! Sadarlah"
Wulan:" Mie!!!!!! ...... Adelard "
Mie: " Ibu .....Hiks hiks hiks tolong selamatkan Paman!!!!Aku mohon tolong!!!"
Ray dan Alex pun membawa Adelard, Saat itu Mie berusaha bangun namun terhuyung-huyung, Adelio pun mengangkat tubuhnya.
Mie:" Adelio .....Kalian semua terimakasih"
Adelio:" Tidurlah kau sudah lelah"
Malam panjang yang di penuhi darah, Cinta Adelard yang begitu tulus untuk Mieya, Begitupun Mieya yang tidak ingin melukai siapa pun , Terutama Adelard Pria yang sangat ia cintai selama ini, Pria yang berharga untuknya .
.
.
.
.
.
.
Esok harinya Mie baru tersadar ia melihat ibunya Zia dan Hina menunggu nya sadar.
Wulan:" Mie kau sudah sadar " Memeluk Mie.
Mie: "Ibu maafkan aku .... Paman dimana???? Apa dia sudah sadar "
Hina:" Direktur belum sadar...."
Mie mencabut infusnya, Segera ia pergi menemui Adelard dengan tubuh lemahnya itu.
Zia :" Mie..... Mie , Ayo ikut aku!!!"
Mie:" Zia .....Hiks hiks hiks Kenapa harus begini"
Zia pun membawa Mie ke kamar Adelard yang belum sadar, Ia mendekatinya dan mengecup keningnya.
Adelio:" Kamu sudah sadar yah????Aku senang sekali"
Mie:" Terimakasih kalian semua sudah menolong ku ....Hiks hiks hiks maafkan aku yah???Aku begitu lemah???"
Adelia :" Mie sayang ....."
__ADS_1
Mie:" Tante Adelia ..... "
Wulan:" Anak ku jangan menanggung nya sendiri???Kau bisa mengandalkan kami"
Mie memeluk Wulan dan Adelia ....
Mie melihat Alex , Ray , Ei ,Hina , Zia dan Adelio tersenyum padanya......
Mie:" Terimakasih...... Hiks hiks hiks Terimakasih "
Adelia :" Hm Bagaimana jika kita pergi saja??? Biarkan Adelard bersama Mie"
Ray: " Baiklah ..... Mie sadarkan lah Adelard aku yakin jika kau di sampingnya ia akan sadar kembali"
.
.
.
.
.
Mie terus menatap wajah Adelard sembari memeluknya dalam tidurnya, Namun saat itu Wen datang menemuinya.
Wen: " Apa yang kau lakukan, Jalang bangun lah"
Mie:" Wen .....Lepaskan Aku!!!!"
Wen :" Semua ini gara-gara dirimu!!!!"
Plakkkkkkk.......
Tamparan yang begitu kuat mengenai wajah Mie , Mie saat itu berusaha menahan amarahnya sembari meneteskan air matanya.
Tiba-tiba .....
Adelia mendatangi Wen yang tiba-tiba terkejut....
Adelia:" Sudah puas menampar Mie!!!"
Plakkkkkk......
Plakkkkkk ........
Adelia memukul Wen berkali-kali hingga ia sadar siapa dirinya....
Adelia:" Harusnya kau sadar siapa dirimu .... Kalian berpacaran karena kesepakatan kenapa kau seperti merasa istri sahnya!!!! Pergilah dari sini jangan temui Adelard"
Wen:" Hem yah aku memang bukan pacarnya tapi aku benar-benar mencintai Adelard sampai kapan pun dia akan menjadi milik ku!!!"
Wen pun pergi meninggalkan mereka berdua, Ia begitu kesal dan pipinya terasa sakit .
Adelia:" Mie kau tidak apa-apa kan??"
Mie:" Tidak apa-apa .... Heee aku ingin mengelap tubuh Paman ini sudah sore"
Adelia :" Wen itu buat kesal saja!!!"
Mie:" Yah, Paman juga salah dia membuat seseorang jatuh cinta padanya??"
Adelia:" Adelard sengaja tidak menceritakan padamu tentang Wen, Dia sebenarnya ingin membuat mu cemburu"
Mie:" Hahahahahah aku sudah cemburu setengah mati Tante ......Tapi aku tidak akan lari darinya lagi"
Adelia:" Kau adalah istri sahnya , Kau harus lebih kuat menghadapi Wen"
Mie:" Tentu saja, Apa pun itu aku akan selalu di sisi Paman"
Adelia :" Ahhhh Aku pulang dulu yaa..... "
Mie: " Bagaimana Tante tahu aku di hotel ....."
Adelia :" Kalian saja tidak menyadari kami berlima menghadiri acara kalian .... Saat itu Alex ,Adelio dan Zia membuntuti Ray yang tergesa-gesa menuju hotel"
Wulan:" Dari situ kami sudah tahu pasti ada sesuatu yang terjadi padamu Mie"
__ADS_1
Mie :" Maafkan Mie ..... Harusnya aku lebih kuat tapi aku sudah putus asa, Saat itu Paman terus menghibur ku padahal tanganya begitu gemetar saat memutuskan kabel- kabel itu"
Wulan:" Adelard sangat mencintaimu Mie dia rela melakukan apa pun untukmu"
Mie:" Maafkan aku Paman??? Ini semua salahku ....Jika bukan karena aku cemburu pasti Willi tidak bisa menjebak kita"
Adelia:" William, Tiga tahun yang lalu Ayah nya bunuh diri karena penggelapan uang di perusahaan Adelard"
Mie:" Dendam .... Padahal Paman sudah baik membantunya , Terlalu banyak orang yang ingin menyingkirkannya aku harus lebih kuat untuk melindungi Paman?"
Wulan:" Itu adalah tugasmu Mie sebagai istrinya"
Mie: Hm yah ibu" Tersenyum memandang wajah ibunya.
Zia :" Hm Akhirnya Mie ku sayang sudah tersenyum" Mendekati Mie.
Adelio:" Dasar anak cengeng..."Membawa coklat kesukaan Mie.
Mie:" Apa sih!!! Terimakasih coklatnya"
Alex :" Selalu bertindak sendiri .... Selalu membawa beban sendiri???"
Ray: " Selalu membuat ku khawatir ..... Dan menangis"
Hina:" Selalu membuat orang di sekitanya bahagia"
Hina:" Padahal ia selalu memendam luka sendiri"
Mie:" Hehehehe kalian, Maafkan aku yah....
Lain kali aku akan mengandalkan kalian"
Zia : " Uwekkk ....Uwekkk ....... Permisi"
Adelio :" Sayang, Apa kau tidak apa-apa"
Zia:" Jangan pegang-pegang aku!!!!"
Mie:" Wah sepertinya aku akan memiliki cucu"
Hina:" Cucu???"
Adelio :" Hah??? Zia kau....."
Zia:" Aku masuk angin, Aku pergi dulu yah"
Mie:" Temani Zia, Aku sudah tidak apa-apa kok"
Adelio:" Besok aku akan kesini "
Hina:" Mie harus istirahat .... Kami juga akan pulang"
Ei:" Yah jaga Direktur yah...."
Ray:" Aku dan Alex juga akan pergi , Tante-tante tolong jangan ganggu mereka berdua"
Wulan:" Ibu sama Adelia akan pulang .... Kamu jaga kesehatan mu dan Adelard"
Adelia: " Kau akan pindah ke kamar ini kan???"
Mie: " Yah tante ....."
Mereka pun pergi meninggalkan mereka berdua , Saat itu Adelard belum sadarkan diri Mie menatap wajahnya sembari meneteskan air matanya.
.
Rasanya sangat menyakitkan jika seseorang yang kamu cinta sedang terbaring lemah dan tidak berdaya
.
.
..
...
Mina-san
__ADS_1
Jangan lupa Votement yahhhh.....