Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 48


__ADS_3

Hujan pun membasahi wajah Adelard begitu pun dengan air matanya yang mengalir saat itu hatinya begitu remuk mata Adelard terlihat memerah karena tangis dan amarah.



Adelard yang sudah kehilangan arah itu


menaiki mobilnya dengan kecepatan tinggi ia meremas surat itu terlintas pikirannya memikirkan kejadian ini seperti sudah direncanakan ia pun berbalik kearah


menuju cafe cake.


Saat itu Ray kebingungan merasa bersalah pada Adelard, Ia pun menunggu Mie yang tak kunjung datang menemuinya.


Terdengar suara larian seorang yang ingin menemui Ray yang melamun di cafe.


Plaaakkkkk............


"Dimana.....Dimana dia.....Ray kau pasti mengetahui semua ini "Teriak Adelard.


"Tenangkan dirimu.... Bisakah kita bicara dengan tenang "Ketus Ray.


"Katamu dengan tenang ....."Teriak Adelard.


Apa dia mengkhianati ku......Apa dia sengaja melakukan ini padaku"Teriak Adelard yang membuat Adelio dan lain terdiam.


"Paman jangan berkata seperti itu dia tidak bersalah "Ucap Adelio.


"Haaaaaaa....Kau tahu juga yaaa... Apa yang terjadi katakan padaku Adelio "Ketus Adelard.


"Aku tidak bisa memberimu tahu....."Ucap Adelio yang menghindari Adelard.


"Apa kau katakan........"Ucap Adelard yang berteriak begitu keras.


"Adelard.... Hentikan semua ini ....."Teriak Adelia


"Kak Adelia.... "Ucap Adelia.


"Tenangkan dirimu, Adelard ...."Ucap Adelia matanya yang berkaca- kaca melihat Adelard yang ternyata begitu rapuh.


" Hiks hiks hiks..... Kak apa salahku, Aku sangat mencintainya lebih dari apapun aku bertemu dia saat ia masih kecil....Aku sudah menyukainya sejak itu hingga sekarang perasaan lama itu tumbuh lagi dan ia malah meninggalkanku begitu saja...."Ujar Adelard memeluk kakaknya


"Adelard lupakanlah dia...Dia sudah pergi meninggalkan kita semua!!"Ketus Adelia.


"Apa maksud kak.... "Tanya Adelard.


"Ray buka rekaman kemarin saat kau bertemu dengan Mie???"Ucap Adelia.


Ray pun membuka isi rekaman tersebut


Adelard yang mendengar itu sontak tidak bisa berkata apa - apa.Tangannya gemetar nafasnya terasa begitu sesak hingga sulit untuk bernafas.


........


Braakkkkk......


Adelard yang tiba - tiba terjatuh ia pun pingsan karena terkena hujan begitu lama membuatnya pusing.


"Haaaaaaa Paman , Dia demam ... Zia bantu aku"Ujar Adelio yang memapah Adelard.


"Maafkan aku Adelard.... Tapi ini adalah pilihan Mie jangan pernah bertemu dengannya lagi"Ujar Adelia menatap Adiknya yang menyedihkan.


"kak Adelia.... Dimana ia bersembunyi" Tanya Ray.


"Aku akan menceritakan semua setelah Adelard sadar dan menerima kenyataan ini bawa dia ke rumah sakit "Ketus Adelia sembari keluar dari cafe.


Wajah Ray berubah menjadi sedih seharusnya ia memberitahunya sejak awal

__ADS_1


ia pikir Mie bisa ia bohongi namun nyatanya Mi telah tahu tujuan Ray yang masih ingin menyatukan mereka.


*


Pagi cerah itu seorang wanita yang berada disisi Adelard menunggu Adelard bangun dari tidurnya .


"Kenapa kau terus memanggil nama wanita itu.... Adelard , Apakah aku sama sekali tidak ada di hatimu.... Padahal kita sudah bersama begitu lama... Tapi kau tidak pernah melihatku"Ujar Amira sembari menangis.


Tiba - Tiba mata Adelard terbuka.


"Mieya....."Teriak Adelard.


"Sayang, kau sudah sadar....."Ujar Amira


"Jangan sentuh aku, Dimana Mie....."Tanya Adelard.


"Dia sudah pergi, Lupakan saja dia ....."Ketus Amira yang merasa cemburu.


"Aku tidak peduli aku harus mencarinya.... Aku tak akan pernah menyerah "Teriak Adelard sembari beranjak dari tempat tidurnya.


"Demi wanita itu, Apa kurangnya diriku!! Aku tidak hanya memberikan cinta padamu tapi aku sudah berkorban untukmu....kau tetap saja tak peduli padaku ..... Apa kau tidak mencintaiku sedikit pun!!!!"Teriak Amira yang sudah memendamnya begitu lama.


"Aku tidak pernah mencintaimu sejak awal!!Harusnya kau tahu itu!!!"Ketus Adelard.


"Bagaimana dengan janjimu..... Aku menderita karena penyakit ini ... ini semua salahmu"Teriak Amira sembari menampar wajah Adelard.


Tamparan itu tidak merubah apapun ia masih saja mencari Mie.


Ia pun keluar dari rumah sakit menghubungi beberapa orang untuk mencari Mie.


Namun hasilnya tidak ada keberangkatan yang mengatas namakan Mieya.


"Kenapa kau memutuskan ini sendiri..... Aku tidak akan menyerah begitu saja, kau adalah milikku"


Ponsel Adelard berbunyi ternyata Adelia mengajaknya bertemu di cafe cake.


"Mieya pergi bersama Wulan aku tidak tahu dimana mereka... kau tahukan Mieya melakukan ini untukmu... Untuk masa depanmu...Aku harap kau mengerti , Dia hanya ingin kau bahagia"Ujar Adelia yang ingin membuat adiknya menyerah.


"Kenapa dia seenaknya saja melakukan ini padaku yang menentukan hidupku hanya diriku.... Maaf kak aku akan tetap mencarinya permisi!!!!"Ketus Adelard yang berdiri.


"Hei... pembicaraan kita belum selesai, Haahhhhha dasar keras kepala...."Ketus Adelia.


Kemudian Ray menyuguhkan minuman hangat untuk Adelia.


"kak Adelia silahkan minum....."Ujar Ray membawa minuman.


"Aku bingung harus bagaimana, Tapi ini adalah permintaan Mieya ....Maafkan aku Adelard "Ujar Adelia.


"Jika ini permintaan Mie kita tidak bisa apa - apa.. Di sini yang berkorban bukan hanya Amira tapi Mie juga.... Aku harap dia bisa menerima semua ini"Ujar Ray wajahnya gelisah melihat sahabatnya itu.


"YA tuhan.... Aku tidak tahu kejadiannya akan seperti ini..... Seharusnya dari awal aku sudah memisahkan mereka ... Aku tidak memikirkan Amira yang sudah berkorban untuk Adelard bodoh itu "Ketus Adelia.


"Hmm... Adelard aku yakin dia bisa menyelesaikan semua ini..... "Ujar Ray.


"Aku harap begitu....."Ujar Adelia sembari meneguk teh hangat.


Beberapa minggu kemudian berlalu Adelard mencari kemana-mana dengan memperlihatkan foto Mie. Ia pun menghubungi polisi namun tidak ada hasil.


Persembunyian Mie sebenarnya sudah di atur oleh Adelia sehingga tidak seorang pun bisa menemukannya.


Tubuh Adelard terlihat begitu lelah ia tidak bisa makan wajahnya menjadi pucat matanya sembab.


Saat itu ia mengendarai mobil ia tidak sengaja menabrak trotoar jalan.


Sehingga ia di larikan ke rumah sakit Adelard yang begitu lemah dan tidak berdaya itu tidak sadarkan diri selama tiga hari namun Amira selalu menemaninya.

__ADS_1


Amira yang tidak pernah menyerah dia selalu berjuang akan cintanya pada Adelard.


Setelah Adelard sadar ia masih rawat inap


Adelard yang terlihat murung tanpa berbicara sama sekali.


Adelard selalu mengurung dirinya Amira selalu berusaha membuat Adelard menjadi tersenyum namun Amira tidak pernah di respon Adelard matanya begitu sinis saat melihat Amira.


Namun Amira terus menjenguk Adelard walaupun keberadaannya tidak bisa merubah apa pun, Ia tidak menyerah.... Ia selalu berusaha tersenyum walaupun menyakitkan


ia selalu menahan air matanya dengan perlakuan Adelard yang kasar padanya.


"Pulanglah ....Apa yang kau harapkan dariku!!!!"Teriak Adelard.


"Hmm dari dulu hingga sekarang aku selalu mencintaimu Adelard, Maafkan atas keegoisanku....heeee baiklah aku pulang dulu, Nanti malam aku akan kesini"Ujar Amira yang tersenyum.


"Kapan kau akan menyerah tidak.....Jangan temui aku lagi "Ketus Adelard menutup dirinya dengan selimut.


"( kejam sekali, Tapi aku tak akan menyerah Adelard)"Ujar Amira di hatinya.


"Mie....Meskipun aku berteriak aku meronta aku tersakiti seperti ini!!!!!Kau tetap saja tidak datang menemuiku!!!Apa kau tahu aku mencintaimu Mie"Ujar Adelard sembari menangis.


*


Malam itu Adelia menjenguk Adelard sebelumnya ia melihat Adelard begitu kasar kepada Amira.


"Adelard kau kejam sekali,Setiap hari ia menemuimu...kau tidak menyentuh makanan yang ia buat untukmu setiap hari"Ujar Adelia sembari mengupas apel.


"Aku tidak membutuhkannya,,,,,,,"Ketus Adelard yang tidak peduli.


"Haaaaaaa dengarkan aku, Amira sudah berkorban untukmu....Tidak hanya Amira tapi Mie juga berkorban untukmu, Terimalah kenyataan ini "Ketus Adelia.


"Bagaimana bisa dia merencanakan ini sesuka hatinya yang bisa menentukan hidupku itu diriku bukan mereka!!!!!"Teriak Adelard


Plaaakkkkkk.......


Tamparan Adelia yang tidak tahan dengan ucapan adiknya.


"Sadarlah.... Kenapa kau membuang - buang waktumu untuk hal bodoh memikirkan wanita yang tidak akan pernah kembali lagi menemuimu... Kenapa kau tidak membuka pikiranmu .... Amira selalu di sisimu kenapa kau tidak memikirkannya sedikit saja.... "Teriak Adelia


"Aku tidak mencintainya.... Bagaimana aku bisa menikahinya kak.....kau tahu aku begitu tersiksa....Hatiku begitu sakit....."Ketus Adelard.


Adelia melihat Adelard yang terpuruk itu memeluknya begitu erat.


"Apa kau tahu pernikahanmu ini adalah permintaan Mie....ini adalah keinginannya , Tolong lepaskanlah dia....Dia sudah melupakanmu!!!!!"Ketus Adelia sembari mempererat pelukannya.


"Hikks hiks hiks........Haaaaaaa aku mencintainya...... Aku tidak bisa tanpa dirinya....."Tangis Adelard.


"Adelard lupakanlah dia...... Aku mohon ini adalah keinginannya hiks hiks "Ujar Adelia.


"......kak ini...... Sulit sekali"Ujar Adelard.


"Aku tahu ini menyakitkan.... Tapi kau tahu Amira itu sudah semakin memburuk... "Ketus Adelia.


"Aku tahu..... Tapi cintaku hanya untuk Mie bukan untuk orang lain"Ujar Adelard.


"Aku ingin kau pikirkan kembali.... Tentang pernikahanmu? keinginan Mie???Dia meninggalkanmu karena ia ingin kau memenuhi janjimu pada Amira???"Ujar Adelia sembari keluar dari kamar Adelard.


Adelard menuju toilet ia membersihkan wajahnya matanya sudah begitu bengkak dan merah. Ia memegang dadanya terasa begitu menyakitkan.



"Mie kau mengatakan semua ini untuk kebaikanku tapi aku tetap saja tidak mengerti dengan ucapan mu aku hanya punya satu hati untuk mencintaimu!!!!Andai saja semua ini bisa di buang aku ingin melakukannya tapi ini begitu sulit hingga membuat dadaku begitu sesak".


................

__ADS_1


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


__ADS_2