Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 8 Hasrat


__ADS_3

Pagi itu Adelard terbangun dari tidurnya saat ia membuka kedua mata terlihat Adelio dan lainnya berkumpul melihat Adelard yang tertidur di depan pintu ia pun terkejut dan mencoba berdiri ia merasa malu telah di permalukan oleh Mie yang tidak membukakan pintu tadi malam.


Semua tertawa melihat Adelard yang kalah oleh istrinya. Mie yang mendengar suara tawa itu membuka pintu kamarnya terlihat Adelard yang begitu emosi matanya memerah, Mie hanya tersenyum kecil yang semakin membuat Adelard memanas.


Di depan semua orang yang sedang melihat mereka ia menarik tubuh Mie dan menciumnya hingga Mie sulit bernafas,Wulan yang mendekati Adelard mendorongnya kedalam kamar mereka dan menutup pintu.


Wulan : " Kalian pagi-pagi sudah begitu mesra"


Suasana menjadi hening di kamar ....


Mie : " Paman...Menciumku belum sikat gigi lagi!!!! Ciuuuhhhh menjijikan aku harus berkumur!!!"


Adelard : " Apa katamu .....Lihat aku akan menciumu!!!!"


Mie : " Coba saja kejar aku .....Hahahaha!!!!"


Sebelum Mie berlari ia sudah di peluk Adelard dari belakang ia mengangkat tubuh Mie ia bawa ke ranjangnya.


Adelard : " Kau memang tidak sopan!!!Apa kau ingin merasakannya lagi!!!" .


Mie : " Cihh....Aku tidak takut padamu"


Mie merubah posisinya di atas ia tekan tubuh belakang Adelard sehingga ia tidak bisa bergerak, Tenaga nya sekarang lebih kuat di banding dulu.


Adelard : " Dasar kau belajar dari mana seperti ini!!!!"


Mie : ''Kau pikir aku anak kecil seperti dulu!!!Aku juga sudah berpengalaman Jangan sentuh aku lagi!!!!" Ucap Mie sembari keluar kamar.


Adelard : " Ohh jadi Chris sudah menyentuhmu!!!!!! Dengar Semakin kau mengatakan itu aku semakin ingin menyentuh mu???"


.


.


.


.


.


.


Siang itu terlihat Zia dan Adelio begitu mesra membantu Lili membuat makanan....


Mereka terlihat serasi Mie yang menyadari itu hanya termenung saja ia ingin seperti pasangan lain .


Tiba-tiba Adelard menarik tangannya dan mengajaknya membantu, Awalnya Mie menolak namun ia pun setuju mereka berdua bercanda hari ini mungkin hari yang menyenangkan suasana hati mereka sedang baik.


Apa cinta itu bisa bersemi lagi?????


.


.


.


.


.


Namun ....


Tiba-tiba suasana menjadi buruk di ruang makan, Padahal mereka baru saja berbaikan.....


Adelard : " Baiklah sepertinya bulan madunya kami akhiri karena aku begitu sibuk mengurus perusahan di kota B"


Mie : " Baguslah aku bisa bebas tanpa dirimu!!!"


Adelard : " Hee kau akan ikut suamimu jangan harap kau bisa bebas lagi dariku"


Mie : " Apa....Ibu aku masih ingin bekerja di sini! Aku tidak mau dengannya??"


Wulan : " Kau harus mengikutinya dia adalah suami mu ibu tidak bisa menghalangi kalian"


Mie : " Kenapa kau melanggar perjanjian"


Adelard : " Aku tidak berjanji Apapun padamu, Siapkan pakaianmu sore ini kita kembali ke kota "


Mie :" Aku tidak mau....Aku tidak mau Harus hidup dengannya"


Adelard : " ( Wanita ini membuatku muak saja sebegitu bencikah kau padaku) "


Wulan :" Mie!!!! Ibu tidak suka kau seperti itu ingat kau adalah Nyonya Adelard "


Mie : " Ibu.....Haaahhhh ( Aku tidak mau ibu sedih ) baiklah aku akan ikut dengannya ibu jaga selalu kesehatanmu ya???"


Wulan : " Tenang saja disini sangat ramai yang menemaniku"


Zia : " Kalian harus bersama selamanya bukannya itu keinginan kalian sejak dulu " ..


Mie : " Heehh itu hanya omong kosong"


Adelard : " Itu benar sekali "

__ADS_1


Adelia : " Hahah kalian memang pasangan bodoh cepat berkemas lah "


Adelio : " Aku capek dengan kalian penuh lika liku padahal sudah menikah"


"Diam kau Adelio!!!!" Ucap serentak Adelard dan Mie yang sudah naik darah.


.


.


.


.


Sore itu Mie melambaikan tanganya kepada Wulan dan yang lainnya di dalam mobil Adelard mereka pun menyusuri jalan ke kota A.


Suasana saat itu begitu kaku dan bisu


Mie pun menutup matanya sembari mendengar musik sehingga ia tertidur.


Saat di pertengahan jalan Mie tertidur pulas sehingga tertidur di bahu Adelard.


Adelard : " Kita istirahat sebentar.....Aku juga mengantuk"


Mereka berdua pun tertidur hingga menjelang malam.....


Pada saat itu Adelard terbangun ia terkejut karena terlalu lelap tidur hingga sudah begitu malam, Pada saat itu mereka sedang di pinggir kota yang tidak begitu ramai penduduknya.


Mie pun tersadar saat ia bangun ilernya sudah begitu banyak di bahu Adelard.


Adelard : " Kau sudah bangun!!!!( Apa yang ia lihat) " Melihat ke bahunya.


Mie sudah membuat pulau di bahu Adelard


Adelard : " Kau....Menjijikan sekali kau ini kenapa sih tidak anggun sama sekali seperti wanita lain"


Mie : " Anggap saja keberuntungan .... kita dimana...Hmmm bukannya masih jauh dari kota"


Adelard : " Aku ketiduran ..... Sepertinya kita harus mencari penginapan disini"


Mie : " Tidak ada penginapan disini!!!! Ahhh bagaimana kita bisa pulang apa kau tidak bisa mengendarai mobil kalau sudah malam"


Adelard : " Aku tidak bisa mata ku sedikit rabun jika malam hari ( Heee aku akan memakanmu Mie ) "


Mie : " Kita tidur dimana......"


Adelard : " Di dalam mobil saja.... Kau saja sampai membuat pulau di bahuku!!Kita cari kedai saja dulu aku sudah lapar "


Adelard : " Aku ini suamimu....Jaga bicaramu ayo kita makan"


Mie : " Memangnya aku tidak tahu niat cabul mu itu " Menuruni mobil .


.


.


.


Mereka berdua pun makan di kedai tidak jauh dari tempat mereka berhenti.


Setelah perut Mie sudah terisi penuh Adelard membawanya ke pantai yang tidak jauh dari kedai tersebut.


Adelard : " Masuk ke mobil....."


Mie : " Kemana kita....Kita parkir disini saja "


Adelard : " Disini berisik.... Ayo masuk lah"


Pada saat itu Adelard mencari-cari di mana pantai tersebut akhirnya ia temukan, Pantai itu masih terlihat asri sehingga mobil pun bisa masuk ke dalam area pantai.


Mie : " Apa kita akan tidur disini" Sembari keluar dari mobil


Adelard : " Tentu saja.... Hmmm aku sudah lama tidak melihat pantai terakhir kali saat bersamamu"


Mie : " Aku juga Paman saat bersamamu"


Mereka berdua berpandangan satu sama lain sembari tersenyum saat tersadar mereka memalingkan wajah ke arah lain.


Mie : " ( What!!!!Apa yang aku katakan pasti dia akan mengira aku belum bisa move on darinya) "


Adelard :" ( Gawat...Apa yang ku katakan tadi!!! Dia akan mengira bahwa aku belum move on darinya)"


Mie : " Hahaha....Aku lupa dulu aku pernah kesini bersama kak Chris"


Adelard : " Aku juga Aku pernah ke Hawai bersama Wen "


Sungguh kebohongan dan kebodohan yang mutlak!!!!!!!


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...........


Suasana pantai terasa begitu dingin mereka berdua duduk di atas mobil sembari berbaring melihat langit yang tidak berbintang . Saat itu Mie mendekati air laut yang bergelombang dan bagitu sejuk.


Adelard : " Sepertinya akan hujan....Masuklah haciuuuuu ahhhh" Adelard pun masuk ke dalam mobil karena udara begitu dingin yang membuat hidungnya ingin bersin terus menerus.

__ADS_1


Tiba - tiba terdengar suara hujan.....


Saat Adelard melihat Mie ia sedang berlari yang membuatnya tertawa kecil .


Mie : " Paman hujan.......Pantas saja tidak ada bintang yang bermunculan "


Adelard : " Hahaha kau bodoh ya....."


Mie pun membuka pintu mobil saat itu bajunya basah


Adelard : " Bajumu basah.....Ganti lah terlebih dahulu"


Mie : " Ganti dimana????"


Adelard : " Ganti di kursi belakang....Hahhh cepat lah nanti kau bisa sakit" Mengelus rambut Mie yang membuatnya tersipu malu.


Mie : " Aku tidak mau.... Kau pasti ingin mengintip, Wajahmu itu penuh dengan kecabulan"


Adelard : " Hah?!! Kau ini selalu berpikir jahat padaku" Adelard menutup matanya dengan dasi yang biasa ia bawa sembari memejamkan kedua matanya.


Terpaksa ia mengalah kalau tidak Mie tidak akan berganti pakaian.


Mie : " Paman....Jangan mengintip yaa jika kamu lakukan itu....."


Adelard : " Tenang lah sedikit.... Aku janji "


Mie pun ke kursi belakang untuk berganti pakaian yang sudah basah badannya terasa lengket karena hujan.


Mie : " Paman dimana tisu basah....."


Adelard : " Cari sendiri....Mataku di tutup begini apa aku harus membukanya"


Mie : " Jangan.....Ahhh ini dia badan ku lengket sekali"


Adelard mendengkur karena begitu lelah ia pun tertidur pulas. Mie pun tersenyum kecil melihat Adelard ia pun menggunakan piyamanya .


Mie : " Aku tidur di kursi belakang saja.....Ahh mata nya di tutup begitu apa tidak sakit"


Mie mendekati Adelard ia duduk di pangkuan nya sembari membuka dasi yang ia ikat di matanya.


Mie : " ( Dia masih saja tampan....Bahkan lebih tampan aku tidak percaya bisa menikah dengannya walaupun pastinya semua ini hanya sementara)"


Gledaaakkkkkkk......


Mie berteriak sembari memeluk Adelard suara petir yang mengagetkan Mie.


Ia tidak sadar berada di pangkuan Adelard sembari memejamkan mata.


Adelard : " Apa kau takut???Hmm tenanglah aku disini" Mengelus rambut Mie.


Mie : " Aku takut sekali....Apa aman tidur disini"


Adelard : " Tenang saja ....Jika kau takut tidurlah di kursi belakang"


Mie : " Aku takut lebih baik begini saja sebentar saja setelah ini aku akan...." Ucap Mie yang gemetar.


Tiba-tiba .....


Chu.....


Chu......


Chu.....


Mie : " Paman hentikan!!!!! "


Adelard tidak melapaskan ciuman itu, Ia masih menghisap bibir bawah kecil Mie.


Chu....


Chu....


Adelard : " Kalau kau disini aku akan menciummu duduklah di belakang"


Mie : " Temani aku di kursi belakang, Aku takut!!"


Adelard : " Tidak!!!!! Memangnya aku pelayanmu!!!!"


Mie : " ( Padahal aku takut bagaimana kalau ada petir lagi) Hah!!!! " Mie pun beranjak dari pangkuan Adelard .


Ia pun mencoba berbaring di kursi belakang walaupun terlihat ketakutan ia memejamkan matanya namun terlihat gelisah tangannya menjadi dingin.


Adelard : "( Hahh jika kau di pangkuan ku mungkin aku tidak bisa menahan nya lagi Mie bagaimana pun aku seorang Pria normal awalnya aku memang sengaja membawamu kesini dan ingin mengerjaimu hingga menangis tapi aku tidak bisa kau terlalu indah untuk ku sentuhπŸ˜‡)"


* Memangnya ciuman itu bukan sentuhan???


Adelard melihat Mie yang masih gelisah ia pun mencoba menahan hasrat yang membara. Ia duduk di belakang sembari memangku kepala Mie. Mie awalnya menolak karena kesal dengan Adelard yang tadinya tidak ingin menemaninya namun ia lama kelamaan luluh juga dan tertidur pulas.


Malam panjang itu mereka tertidur di kursi belakang mobil. Adelard mengecup kening Mie sembari membelai rambut Mie. Ia begitu lembut dan hangat membuat Mie merasa tenang walaupun bunyi petir terdengar begitu keras.


Trimakasih untuk pembaca setia


Jangan lupa like dan comment ya .....

__ADS_1


__ADS_2