Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 36


__ADS_3

Ketukkan pintu itu membuat Mie terbangun dari tidurnya yang lelap.


"Mie sayang.....Bangun nak"Ucap Wulan sembari mengetuk pintu.


"Bu ...Hmmmm aku masih ngantuk???"Ucap Mie sembari membuka pintu kamar.


"Cepat mandi dan berdandan cantik pergi lah ke ruang makan...Sudah ada yang menunggumu"Ucap Wulan.


"Huaaaa....Siapa bu"Tanga Mie.


"Nanti kamu juga akan tahu"Ucap Wulan.


Mie pun bergegas ia menggunakan pakaian yang sedikit feminim.


"Selamat pagi maaf aku kesiangan"Ucap Mie sembari berjalan.


"Mie kamu cantik sekali, Pria ini sudah menunggumu dari tadi" Ujar Ibunya Ray.


"Kak Ben....Kenapa disini"Tanya Mie yang kaget melihat Ben.


"Bukanya kita harus pergi kencan"Tanya Ben sembari mendekati Mie.


"Apa maksudmu dengan kencan!!!!"Ketus Adelard berdiri di samping Adelard.


"Adelard jangan seperti itu!!!Mie bukan anak kecil lagi"Ujar Adelia.


"Tante adelia terimakasih atas dukungannya heeee"Ucap Mie sembari melirik Adelard.


"Kalian sarapan di luar saja" Saran Ibu Ray.


"Boleh, Aku juga ingin kuliner disini"Ucap Mie.


"Aku akan membawamu ke tempat favorit ku "Ucap Ben sembari menatap Mie.


"Apa kau sering kesini....."Tanyq Mie.


"Hm...Aku punya beberapa perusahaan disini, Jadi aku sering kesini"Ucap Ben.


"Yosh....Ayo kita pergi"Ucap Mie sembari jalan keluar.


Adelard melihat begitu sinis ia pun langsung pergi ke kamarnya sangat terlihat bahwa ia sangat cemburu.


"Adelard....."panggil Amira sembari mengejar Adelard.


"Aku ingin sendiri, Maafkan aku"Ketus Adelard.


"Jujur padaku.....Apa kau jatuh cinta padanya "Ketus Amira yang cemburu.


"Apa maksudmu Amira!!!!Jangan mengatakan hal yang menyebalkan"Ketus Adelard sembari memandang Amira.


"Aku merasa kau benar - benar melupakan ku Adelard!!!Tapi aku tidak akan menyerah jika kau menyukai Mie aku akan merebutmu kembali"Ketus Amira meninggalkan Adelard yang berada di kamarnya.


Setelah beberapa menit kemudian Adelia memasuki kamar adiknya.


"Kau cemburu!!!!"Ketus Adelia.


"kenapa sih kalian "Ujar Adelard yang kesal.


"Hentikan main rumah - rumahan dengan Mie jika kau tak ingin menyakiti Amira" Ketus Adelia sembari melihat Adelard yang sedang di balkon.


"Apa yang harus aku lakukan....Aku tidak bisa menahan diriku lagi!!!! Kenapa ini begitu menyakitkan!!!!"Ujar Adelard terdengar suaranya sedikit menyedihkan.



"Hanya ada dua pilihan jujur pada dirimu sendiri atau kau tetap membohongi perasaanmu selamanya!!!"Ucap Adelia yang merasa kasihan pada adiknya.


"Jika aku jujur....Mungkin Amira akan membenciku!!!!"Ketus Adelard sembari menatap bunga-bunga sakura.


"Adelard sedikit informasi untukmu???Ray mengecek status Pria yang bersama Mie ia adalah adik musum mu dulu Brian Buana apa kah kau tahu????"Ketus Adelia ia merasa khawatir kepada Mie.


Mendengar itu Sontak Adelard pergi dengan cepat mengambil kunci mobil untuk menjemput Mie. Ia tidak berpikir panjang lagi kalau sudah menyangkut wanita yang paling penting untuknya.


"Masa muda sangat mengairahkan...Aku belum selesai bicara dia sudah pergi"Ucap Adelia.


"Jika mereka bersama, Apa yang akan terjadi Adelia???"Tanya Wulan.


"Aku tidak ingin kehilangan Mie walaupun dia anakmu tapi sangat berharga bagiku tentang Amira aku hanya berpikir dia hanya wanita yang terobesesi terhadap Adelard"Ketus Adelia sembari menggenggam tangannya.


*



"Setelah makan???Kita pergi kemana lagi"Tanya Ben sembari memegang tangan Mie.


"Hmm kak Ben saja yang menentukan, Aku juga bingung"Ucap Mie sembari melepaskan tanganya dari Ben.


"Maaf aku memegang tanganmu,Ayo ikut aku ke tempat yang menyenangkan "Ujar Ben.


"Aku hanya tidak terbiasa (Kenapa aku memikirkan Pria tua itu ia tadi melirikku sangat tajam membuatku merasa sedih )"Ucap Mie.


"Hei kenapa melamun...."Ucap Ben.


"Ahhh tidak....Ayo kita pergi kak"Ujar Mie.


*


__ADS_1


"Silahkan masuk Tuan putri..... "Ujar Ben sembari memegang tangan Mie saat itu Mie tidak bisa melepasnya karena sangat ramai pengunjung lain.


"Wah ini taman bermain ....Hebat sekali"Ujar Mie yang terheran.


"Apa kau suka....Aku hanya berpikiri mungkin kau suka di tempat seperti ini"Ujar Ben menatap mata indah Mie.


"Tentu saja , Aku senang sekali kak Ben (Aku tidak pernah merasakan kencan seperti ini ia begitu lembut tidak seperti Adelard begitu kasar padaku dan seenaknya saja!!!!)"Ucap Mie sembari tersenyum.



"(Wanita yang sederhana begini saja sudah seneng,Aku harus mendapatkan mu) Ayo ikuti aku"Ucap Ben sembari menarik tangan Mie.


Saat itu Ray dan Adelio sedang melacak dimana Mie berada.


"Hhaahh dimana dia, Ray bisakah kau melacaknya"Ketus Adelard sembari mengendarai mobil.


"Tunggu sebentar mungkin saja adiknya tidak begitu berbahaya"Ujar Ray.


"Tentu saja mereka punya niat lain,Aku tidak mau kejadiaan itu terulang lagi"Ketus Adelard.


"Hmmm tenang saja kita akan mendapatkannya"Ujar Ray yang menenangkan Adelard.


"(Mie begitu cantik sepertinya aku sudah jatuh cinta dengannya )"Ucap Ben di dalam hatinya.


Mie pun membawa Ben menuju tempat penjual ice cream mereka makan bersama sembari tertawa hingga hujan melanda mereka....


"Hujannya begitu lebat masuk lah ke dalam mobil"Ujar Ben.


"Hmm... Padahal aku belum mencoba ice cream yang lainnya???"Ucap Mie sembari berlari masuk ke dalam mobil.


"Hemm... Mie kau cantik sekali" Ujar Ben yang sedang mengendarai mobil.


"Hmmm sengaja menggoda aku ya,,,, Kita kemana "Tanya Mie.


"Ke Apartemen ku...."Jawab Ben sembari meliha jalan,


"Ha???(Hujan!!! Bajuku basah dan di bawa ke Apartemen)"Ucap Mie yang kaget wajahnya menjadi pucat.


"Wajahmu menjadi pucat, Aku tidak melakukan apa pun padamu hanya ingin berbincang - bincang lebih lama lagi denganmu"Ucap Ben sembari memegang rambut Mie.


"( Apakah yang dikatakan Paman benar??Waktu SMA aku tidak pernah masuk ke rumah Evans tapi kencan jaman sekarang????Apa seperti ini???) Hmm Kak Ben aku percaya padamu"Ujar Mie yang begitu polos.


"Anak baik "Ujar Ben sembari mengelus kepala Mie.


Tidak lama mereka tiba di Apartemen yang megah milik Ben.


"Kak tinggal disini sendirian...."Tanya Mie sembari menaiki lift.


"Tidak, ada kakak ku juga "Ujar Ben.


"Hhmm....Begitu ya??"Ucap Mie.


"Jangan asal bicara ,Selamat sore kak saya temannya kak Ben"Ucap Mie yang tersipu malu.


"Yah nama ku Brian buana (Badan kecil dan cantik ini, Boleh juga) Ganti saja pakaianmu di dalam kamar ada beberapa pakaian ibuku kau bisa menggunakannya"Ujar Brian.


"Terimakasih kak...."Ujar Mie yang begitu polos.


Mie yang polos itu pun masuk ke dalam kamar Ben bajunya sudah basah ia pun ingin mandi.


"Kakak nya baik sekali baju ku basah sepertinya aku harus Mandi"Ucap Mie.


Setelah mandi Mie menggunakan pakaian milik ibunya Ben.


"Hahhh sudah jam berapa aku harus pulang "Ujar Mie sembari membuka pintu.


Namun ia di hadang oleh Brian dan menutup Pintu kamar.


"Kak kenapa pintunya di tutup "Ketus Mie.


Brakkkkkkkkk.....


"Apa yang kau lakukan ....Di mana kak Ben"Ujar Mie yang tersandar di dinding ia tidak bisa bergerak karena Brian memegang kedua tangan Mie begitu kuat hingga ia tidak bisa melawan.


"Dia sedang ada urusan, Wahhh ternyata kau sangat cantik bagaimana jadi pacarku saja, Aku akan berikan apa pun untukmu"Ketus Brian yang merayu Mie.


"Jangan sentuh aku....( Tenaganya kuat sekali ) "Ujar Mie.


"Hehe jika Ben datang dia pasti akan meninggalkanmu, Bagaimana jika aku merobek baju ibuku ini "Ketus Brian.


"Kumohon jangan....Apa salahku...."Ketus Mie.


"Salahmu kau terlalu cantik dan polos...Kulitmu yang bagus ini sayang jika tidak bisa ku miliki"Ketus Brian sembari meraba perut Mie ia ngin menarik baju Mie namun terhentikan oleh kedatangan Adelard yang sudah terengah-engah.


Brakkkkkk...........


"Haa..... Paman......Hiks hiks hiks....."Tangis Mie.


"Adelard ....Wah sebuah keberuntungan bisa bertemu denganmu dan wanita ini!!! Apa kalian????....Hhhhahahaha aku beruntung sekali akan ku robek pakaian wanita ini dia sungguh menggoda"Ucap Brian.


"(Saat dia lengah aku harus melakukan sesuatu) Haaaaaaa...........Mati kau "Teriak Mie memukul dagu Brian hingga ia terjatuh.


Bruuuuukkkkkk.....


"Uhuk uhuk.... Hhahahaha tidak nyangka kau jago juga "Ketus Brian.


"Ayo paman kita pergi saja...."Ucap Sembari memegang tangan Adelard.

__ADS_1


Kemudian datang lah Ben yang tergesa - gesa.


"Kak apa yang kau lakukan kepada Mie..."Teriak Ben.


"Wanita itu adalah keponakan Adelard yang menghancurkan perusahan kita dulu hingga bangkrut"Teriam Brian yang penuh dendam.


"Itu pantas untuk kalian "Jawab Adelard.


"Kak tapi Mie tidak bersalah apa yang kau lakukan padanya"Ketus Ben sembari melihat Mie ia menutupi tubuh Mie dengan sweaternya.


"Kak Ben....Maafkan aku harus pergi"Ketus Mie.


"Aku akan menghabisinya....Kau masuk ke mobil saja Mie!!!"Teriak Adelard.


"Hentikan...Paman "Teriak Mie


Adelard pun mengacuhkan Mie , Saat ia memukul Brian selalu saja meleset ternyata Brian sangat kuat karena dia adalah atlet judo yang terkenal di jepang.


"Maafkan aku mieya....Aku tidak bisa menolong Pamanmu"


"Tidak apa bagaimana pun dia adalah kakakmu, Jadi biarkan aku saja yang membantu Paman"Ucap Mie sembari tersenyum.


"Ha.... Paman, Hentikan apa yang kau lakukan"Teriak Mie.


"Mie maafkan aku, Pergi lah...Ray menunggumu di bawah!!!"Ucap Adelard yang sudah kelelahan sembari menatap Mie.


"Lepaskan Adelard..... Aku mohon!!!"Teriak Mie sembari menangis.



"Hhhahahaha kau sangat menyayangi Pamanmu ini ya, Adelard lihat aku hahahha aku lebih kuat darimu....Kau begitu lemah???Apa karena wanita kecil itu!!!!"Teriak Brian sembari menginjak perut Adelard.


"(Apa yang harus aku lakukan!!!Aku tidak tahan lagi)Brian!!!!! Jangan pernah kau menyentuk perut Adelard!!!!"Teriak Mie sembari menyerang Brian dari belakang begitu kuat hingga ia terjatuh.


"Haaa.....Karena itu bagian kesukaan ku.....Kau tidak boleh menyentuhnya!!!!"Teriak Mie yang membuat Adelard tertegun ia pun berdiri.


"Anak kecil!!!!Aku akan membuatnya hancur!!!!"Teriak Adelard sembari memukul Brian tenaganya kembali pulih mendengar ucapaan Mie.


"Paman aku berjanji tidak akan berkencan dengan Pria lain, Jadi kau harus menang"Teriak Mie sembari melihat Adelard memukul Brian berkali-kali.


"Kau harus tepati janjimu Mie.....Habis lah kau Brian!!!!"Teriak Adelard ia memukul Brian hingga ia terpojokan namun ia berhenti, Karena Mie menangis hingga tersedu-sedu.


"Jangan menangis....Ayo kita pulang"Ucap Adelard sembari memegang tangan Mie.


"Mie maafkan aku.... Tapi perasaan ku padamu itu tidak bohong, Aku mencintaimu"Ucap Ben.


"Maafkan aku kak ben...Aku harus pergi"Ucap Mie sembari tersenyum pada Ben ia tahu bahwa Ben tidak bersalah.


" Hahaha pergi kalian b******t"Teriak Brian.


"Kak aku kecewa padamu....Lebih baik aku pergi dari sini"Ketus Ben.


"Ben.....Ahhhh karena wanita itu ben sampai meninggalkan aku sial"Ketus Brian sembari memukul dinding,


Kemudian saat di dalam mobil Mie masih saja menangis.


"Tunggu sebentar aku membelikan kalian obat dulu"Ucap Ray sembari keluar dari mobil agar mereka bisa saling berbicara satu sama lain.


"Hei....Liat aku, Aku tidak apa - apa lihat wajahku...."Ucap Adelard yang memegang kedua tangan Mie yang gemetar.


"Hiks hiks hiks kenapa kau selalu melindungiku Paman...Apa untungnya buatmu kau selalu terluka karenaku"Ketus Mie.


"Aku juga belum memastikannya,Tapi yang aku rasakan saat ini aku hanya ingin terus bersamamu Mie!!!!"Tegas Adelard sembari menghapus Air mata Mie.


"Apa maksud Paman???"Ucap Mie.


"Hem....Dengarkan aku!!!!Aku jatuh cinta padamu Mie maafkan aku terlambat menyadarinya"Ucap Adelard sembari menatap Mie.


"Ha... Jangan bercanda"Ucap Mie yang tersipu malu.



Chuuuuuuuu.............


"( Paman jatuh cinta padaku , Apa dia mengerjaiku.... Tapi hatiku terasa sangat senang mendengar ia mengatakan itu ciuman ini terasa berbeda jantungku rasanya ingin meledak!!!!!)Ucap Mie di dalam hatinya.


"Hhhemm... Mie sekali lagi aku ingin lebih lama"Rayu Adelard.


"Paman tapi........" Ucap Mie memegang dada Adelard.


Ray pun mengetuk jendela mobil membuat kedua pasangan itu terkejut.


"Hemmm kalian apa sudah selesai berbincang ( Buat hatiku terbakar saja)"Ucap Ray.


"Kau menganggu saja, Ray??"Ketus Adelard.


"Hahhh ini obat kalian .... "Ucap Ray sembari mengendarai mobil.


"Bagaimana dengan ibu pasti dia khawatir"Ucap Mie.


"Semua pasti khawatir ..... Kalian ceritakan saja kebenaranya???"Ucap Ray.


"Kak Ray terimaksih sudah menolongku"Ucap Mie yang membuat Ray tersenyum.


"Hei yang menolongmu itu aku..."Teriak Adelard.


"Hahhh.....Sudahlah aku lelah sekali????"Ucap Mie sembari memejamkan mata.

__ADS_1


"Cih....Dasar anak ini!!!!!"Gumam Adelard di sepanjang jalan.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2