Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 34


__ADS_3

Keramaian di acara festival itu membuat Adelard sedikit terusik namun saat melihat Mie yang begitu senang ia malah melupakan itu. Ia merasa bahagia bisa bersama Mie seperti ini.


Mengengam tangan Mie begitu erat berada di sampingnyaa dan tingkahnya yang begitu konyol membuat Adelard terbawa suasana terus menerus ia tertawa.


Saat itu Mie menaiki komidi putar ia begitu ceria hingga lupa dengan Adelard yang menunggunya.


"Ayoo turun dari sini "Ucap Adelard sembari memegang pinggang Mie yang mungil.


"Kenapa Paman tidak mau menaiki ini "Tanya Mie sembari melihat wajah Adelard begitu dekat.


"Kekanak - kanakan ( Aku hanya ingin melihat senyummu ini )"UcapAdelard sembari menggendong Mie.



"Om - Om sepertimu memang tidak mengerti, Ini sangat menyenangkan ......"Ketus Mie sembari memukul dada Adelard dengan jarinya.


"Apa aku terlihat seperti om - om bagimu???"Ucap Adelard menatap tajam mata Mie namun rona di wajahnya sangat tampak.


"( Matanya menatap ku begitu tajam apa dia marah ) Ayo kita lihat kembang api???Lepaskan aku, Malu tahu??"Ucap Mie.


"Kau mengalihkan pembicaraan , Apa kau membenciku"Ucap Adelard sembari melepaskan Mie dari genggamannya.


Mendengar ucapaan Itu Mie terdiam ia berdiri mendekati Adelard tepat di hadapannya.


Mie merangkul Adelard dan memberikan sebuah kejutan untuk Adelard...


Chu!!!!!!!........



"(Ha dia mencium ku, Apa rasanya seperti ini di cium seorang wanita yang sangat penting bagiku) "Ucap Adelard di dalam hatinya sembari menerima ciuman dari Mie.


"Terimakasih Paman, Aku sangat senang haaaaahhhhh" Ucap Mie ia berjalan mendahului Adelard.


"(Mie ....Bodoh, Tadi apa yang aku lakukan....Itu spontan buat malu saja walau hanya di pipinya.....Aku jadi cenat-cenut begini)"Teriak Mie di dalam hatinya.


"Hem....Ayo melihat kembang api"Ucap Adelard yang gugup untuk mencairkan suasana.


Mereka menuju ke suatu tempat yang hanya mereka berdua saja Adelard menyiapkan beberapa kembang api yang berukuran kecil.


"Ayo kita hidupkan kembang api ini...."Ucap Adelard sembari menghidupan kembang api.


" Apa Paman membelinya tadi "Ucap Mie yang masih terlihat gugup.


"Awas tanganmu jangan sampai terkena percikan api"Ketus Adelard


"(Gawat ini seperti di drama - drama korea aku harus berkata apa aku jadi gugup)"Ucap Mie di dalam hatinya.



Saat itu kembang api di luncurkan begitu indah terlihat di langit - langit orang yang menonton bersorak - sorak melihat kembang api yang menakjubkan


Adelard pun merubah posisinya berada di belakang Mie dan memeluknya dengan lembut, Awalnya Mie merasa tidak nyaman namun akhirnya ia luluh juga di pelukan Adelard.



" Apa kau menyukainya...."Tanya Adelard.


"Hmm ini sangat indah Paman( Pelukan ini sangat hangat bolehkah sebentar saja seperti ini)"Ucap Mie di dalam hatinya.


"Terimakasih Paman, Aku sangat bahagia dengan kencan ini"Ujar Mie sembari melihat langit yang di penuhi kembang api.


"Aku juga sangat bahagia aku tidak pernah merasakan seperti ini kecuali denganmu "Ucap Adelard sembari mempererat pelukannya.


"Kau sangat kak!!!....Dan bodoh saat kencan"Ucap Mie sembari melepaskan pelukan Adelard.


"Apa kau tidak pernah memuji bos mu ini " Ucap Adelard mencubit pipi Mie .


"Ahh sakit.... "Ketus Mie.


Adelard memegang tangan kiri Mie, Ia memasang sebuh gelang di pergelangan tanga Mie yang membuat Mie tersipu malu.


"Aku membelikanmu ini....Apa kau menyukainya???"Tanya Adelard.


"Tentu saja aku suka (Aku juga sangat malu ini seperti kencan sungguhan)"Ucap Mie sembari memeluk Adelard.



Pelukan yang begitu hangat dari Mie membuat Adelard mempererat pelukan itu, Ia mencium aroma shampo Mie yang begitu segar membuatnya ingin melakukan hal lebih dari itu. Saat ia melepas pelukan itu ia menarik dagu Mie dan melahap bibir kecil Mie.


Adelard mencium bibir kecil Mie begitu dalam hingga nafasnya tidak karuan


Mie berusaha melepas genggaman Adelard tapi tidak bisa.


Saat Adelard melepas ciuman itu ia berbisik "Aku tidak akan melepasmu!!! ".


Adelard pun melanjutkan ciuman itu kembali Mie ia memainkan lidahnya menulusuri bibir Mie dengan menghisapnya begitu kuat.



"( Paman....Kali ini aku tidak bisa mengelak darinya perasaan ini sedikit aneh )"Ucap Mie di dalam hatinya sembari menerima ciuman Adelard.


"(Anak baik...Kau tidak melawanku aku sangat senang!!!Aku sudah membuat kesalahan besar sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu Mie)"Ucap Adelard di dalam hatinya ia tidak ingin melepaskan ciuman itu.

__ADS_1


Namun tiba - tiba terdengar suara ponsel Adelard membuat ia berhenti mencium Mie.Ternyata Amira yang sedang menunggunya di depan rumah Adelard , Ia pun berbohong kepada Amira bahwa ia sedang sibuk jika ia memberitahu Amira


mungkin Amira tidak akan memaafkannya.


"(Maafkan aku Amira....Aku sepertinya sudah benar-benar gila)"Ujar Adelard di dalam hatinya sembari memperhatikan Mie yang sedang melihat bintang-bintang di langit.


" Paman kita pulang saja acara festival juga sudah selesai "Ucap Mie yang tersipu malu.


"Maafkan aku tentang ciuman tadi "Ketus Adelard.


"Aku tidak ingin membahasnya anggap saja aku sedang mendapatkan kesialan"Ketus Mie yang sengaja mengatakan itu karena itu sangat memalukan tidak seperti biasanya.


"Jadi maksudmu aku pembawa sial"Ketus Adelard.


"Hahaha Aku cuma bercanda"Ucap Mie sembari berjalan keluar taman.


"Hahhhh ( Sepertinya dia tidak marah ) Aku lapar....Bisakah kau memasakan aku sesuatu"Ketus Adelard sembari memegangi perutnya.


"Tapi semua toko sudah tutup, Kita hanya ada telur dan beberapa sayur dirumah"Ucap Mie.


" Tidak masalah, Aku akan memakan masakan apa pun asalkan itu darimu"Goda Adelard.


"Paman apa kau merayuku untuk menciumku lagi!!!!"Ketus Mie.


"Ciuman itukan balasan dariku tadi kau menciumku secara tiba - tiba aku jadi terkejut dan ternodai"Ucap Adelard dengan wajah polos.


"Ahhhh.....Sakit aku tidak bisa bernafas Mie!!!!!"Teriak Adelard karena di piting oleh Mie.


"(Sial sekali harusnya aku tidak menciumnya haaaaaaaa) itu cuiman terakhirku!!!!Jangan pernah lakukan lagi!!!!"Teriak Mie sembari melepaskan pitingannya.


"Uhuk....Uhhukk.....Apa kau yakin akan tahan dengan bibir seksi ku ini!!!!Chu chu....????"Goda Adelard sembari berlari.


"Paman.....!!!!"Teriak Mie sembari berlari mengejar Adelard.


*


Taxi itu pun berhenti di depan rumah Mie


Mereka berdua pun memasuki rumah.


"Aku mandi dulu....Badan ku lengket sekali"Ucap Mie.


" Pantas saja aku mencium aroma yang tidak enak darimu..."Ketus Adelard sembari menutup hidungnya.


"Paman berbohong ya...Bukannya Paman terus mengendus - ngendus ku sejak tadi"Ketus Mie dengan mata melototi Adelard.


"Hhhhhmm kau pikir aku anjing mengendus - ngendus "Teriak Adelard.


Setelah Mie mandi ia melihat Adelard yang sudah memotong bawang - bawang yang ia ambil di dalam kulkas.


"Hoi...Lanjutkan , Aku sudah memotong bawangnya"Ketus Adelard.


"Hhm boleh juga potonganmu sangat rapi, Paman tunggu saja sebentar lagi aku akan memasakan mu"Ucap Mie.


"Aku akan menunggu ....Aku lapar sekali"Ketus Adelard sembari menonton tv.


Beberapa menit kemudian Mie menyiapkan makanan di meja makan.


"Ayo kita makan...."Ucap Mie yang sudah kelaparan.


"Lama sekali...."Ketus Adelard.


"Dasar tidak tahu berterimakasih ....Padahal cuma menunggu 10 menit menyebalkan"Ketus Mie sembari makan.


"Karena sudah malam wanita tidak boleh makan banyak.....Aku kasi acar timun saja yaa????"Ucap Adelard dengan senyum kecilnya.


"Apaa!!!!.....Aku sudah memasaknya kenapa Paman yang makan semua!!!!"Ketus Mie yang marah makanannya di ambil alih Adelard.


Tiba - tiba bunyi ponsel Mie


Drrrrrt......


"Siapa ...."Ucap Adelard.


"Teman ku....Heee"Ucap Mie.


" Sini aku lihat....."Ujar Adelard sembari mengambil ponsel Mie.


"Jangan....Itu (Kenapa aku seperti sedang di pergoki selingkuh)"Ucap Mie yang gugup.


"Apa ini pacarmu....."Ketus Adelard yang cemburu.


"Hmm...Kami baru dekat...."Ucap Mie yang tersipu malu.


Adelard hanya berdiam saja, Kemudia ia berdiri berjalan ke kamar setelah makan bersama Mie.


"Kenapa sih dia....Sulit sekali di pahami haaah....."Ujar Mie yang bingung sembari berjalan menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya.


Drrtttt Drrttt......


Bunyi ponsel Mie


"Kencan!!! Apa yang harus ku lakukan sepertinya aku harus mencoba kencan dengan pria lain kalau tidak aku jomblo seumur hidup"Ketus Mie sembari melihat langit-langit kamarnya.

__ADS_1


Saat itu Mie mencoba menutup kedua matanya namun ia tidak bisa tidur memikirkan Adelard yang tiba - tiba dingin begitu padany.


Rasa penasaran Mie itu membangunkannya dari ranjang ia berjalan menuju kamar Adelard.


Tuk Tuk Tuk....


"Paman????"Ujar Mie begitu lembut


"Hmmm..."Adelard hanya membalas dengan acuh.


"Kau belum tidur ya, Aku masuk ya???"Ucap Mie.


"(Dasar menyebalkan....Dia tidak peka dengan perasaanku!!!!)"Ujar Adelard berbicara dalam hatinya sembari memegang dadanya terasa menyakitkan.


"Paman....Apa aku buatkan minuman???"Rayu Mie.


"Tidak perlu!!!"Ketus Adelard sembari membuka pakaian.


"(Kenapa sih dia!!!Datang bulan!!!!Heeeh)Aku masuk ya???"Ucap Mie.


"Tidak boleh!!!"Ketus Adelard sembari menganti pakaian.


" Kau marah padaku"Ucap Mie yang masih di depan pintu.


"Pergilah!!!"Ketus Adelard.


Mendengar itu Mie pun langsung membuka pintu Adelard dan masuk ke dalam kamarnya.


"Haaaaaa..... Paman ( Aduh malu sekali) "Ucap Mie sembari menutup wajahnya.


"Aku kan sudah bilang pergi....Ac mu sepertinya sudah rusak aku jadi kepanasan"Ketus Adelard.


"Kenapa kau begitu dingin padaku...Aku jadi khawatir, Apa ada masalah padamu???"Tanya Mie.


"Kenapa kau peduli tentangku???Pedulikan saja pacarmu itu!!!!"Teriak Adelard.


"Kau cemburu padaku"Ujar Mie.


"Cih ....Untuk apa aku emburu itu hal bodoh!!!!"Teriak Adelard yang sedang di mabuk kecemburuan.


"Ya sudah aku ke kamar saja!!!!"Teriak Mie yang kesal dengan ucapaan Adelard.


Tiba -tiba Mie terhenti karena Adelard memeluk Mie dari belakang, Saat Mie ingin melepaskan pelukan Adelard ponsel Adelard berbunyi yang berada di sakunya.


"Baiklah, Aku tutup telponmu"Ucap Adelard yang masih memeluk Mie.


"Apa tante Adelia...Apa ada masalah"Tanya Mie.


"Tidak, Besok kita akan ke jepang acara pernikahan Ray dimajukan "Ucap Adelard.


"Ha?? Mendadak sekali bukannya bulan depan????"Tanya Mie.


"Acara pernikannya mungkin dalam minggu ini ia ingin kita berlibur dulu di sana sebelum acara berlangsung!!!!Apa kau begitu sibuk....."Ketus Adelard melepas pelukan Mie.


"Tidak juga!!Baimana jika aku menyusul....Acaranya juga masih lama!!!"Ucap Mie.


"Apa kau besok akan kencan dengan Pria lain"Ucap Adelard sembari menatap Mie.


"Hm..."Mie menganguk.


Mendengar ucapaan Mie membuat Adelard terluka begitu menyakitkan.


Ia pun menarik Mie hingga terjatuh di ranjangnya.


Chu ......chu ....chu.....


"Paman....... Lepaskan aku kenapa kau memaksaku seperti ini"Teriak Mie sembari melepaskan ciuman Adelard.


"Apakah dihatimu tidak ada diriku!!!"Ketus Adelard sembari memeluk Mie.


"Apa maksudmu....Hiks hiks hiks"Ujar Mie sembari melepaskan pelukan Adelard.


"Bagaimana jika laki - laki itu melakukan ini padamu"Teriak Adelard memegangan tangan Mie


"Apa kau sudah puas lepaskan aku!!!!!Cabul!!!"Teriak Mie melepas genggaman Adelard.


"Bagaimana jika Pria itu melakukan ini padamu!!!!!" Adelard membentak Mie


"Aku tahu perasaanmu padaku hiks hiks????"Ucap Mie sembari menangis.


"Hmm....Bagaimana bisa kau mengetahui perasaanku" Ucap Adelard yang terkejut mendengar itu ia merasa sedikit leg


"Aku sudah tahu kau selama ini menyayangiku sama seperti Adelio aku tahu kau sudah menganggapku seperti anakmu sendiri kau melindungiku kau menjagaku dan membuatku bahagia tapi aku sudah dewasa jangan kau lampiaskan nafsu keji mu itu padaku , Kau sangat jahat paman hiks hiks hiks" Ucap Mie sembari berlari memasuki kamarnya.


"Haa!!!!! Katamu nafsu keji!!!!!!"Ucap Adelard yang bingung melihat kebodohan Mie.


Adelard pun terdiam ia membenturkan kepalanya ke dinding berkali - kali


" Kenapa di dunia ini masih ada manusia bodoh seperti dia haaaaaaaa "



__ADS_1


__ADS_2