Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 15 Apartemen


__ADS_3

Pagi .....


.


.


.


.


Ponsel Adelard berdering saat itu Mie masih memeluknya seperti tadi malam ia tidak melapaskan pelukannya . Adelard yang sulit bergerak itu menyentil keningnya.


Mie :" Hemm......Hemm aku masih ngantuk" Memeluk Adelard begitu erat.


Adelard : " Bangun!!!! Ini telpon dari siapa sih menganggu saja???"


Ternyata Wen yang sedang menanyakan keadaan Adelard , Adelard pun menjelaskan semua yang membuat Mie terbangun . Ia pun menarik Mie yang ingin lepas darinya


Setelah menutup telpon Adelard berbisik " Apa kah kau sudah sadar Nyonya Abraham" .


Mie :" Hmmm Apa sih..... Terus Kenapa baju ku???"


Adelard : " Apa kau lupa .... Apa yang kita lakukan "


Mie : " keperawanan ku !!!! Hiks hiks hiks aku tidak gadis lagi "


Adelard :" Hahaha dasar otak kotor tadi malam kau tertidur pulas jadi aku yang membersihkan badanmu kemudian menggantikan pakaianmu"


Mie : " (Ahhhh dia pasti sudah melihat dan menyentuhnya berkali-kali)Mesum!!!"


Adelard : " Ceritakan padaku kenapa kau bertindak sendiri!!!!"


Mie : " Hah!!! Membawa-bawa mu hanya menambah masalah ( Tentu saja karena aku mencintaimu hingga tidak ingin kau terluka)"


Adelard : " Bagaimana jika aku terlambat mengetahuinya kau bisa saja mati olehnya "


Mie : " Biarkan saja lagian aku bukan siapa-siapa mu"


Adelard : " Jangan seperti anak kecil begitu tentu saja kau berharga bagiku "


Mie : " Cih... Yang penting semua sudah selesai aku mau mandi"


Adelard : "Apa kau tahu Siapa yang menjebak mu di ruang kerja"


Mie : " Ria????"


Adelard : " Tidak hanya Ria tapi Akira ia menyuruh Ria melakukannya untuk menjebak mu apa kau tahu alasanya???"


Mie:"Tentu saja dia cemburu aku bersama Sony dan dia ingin menjadi pengganti ku Pelayan pribadi Adelard Abraham"


Adelard :" Sekarang kau sudah tidak bodoh lagi ya...."


Mie : " Ya aku tahu aku bodoh mendapat suami pun sama bodohnya"


Braaakkkkkk.....


Menutup pintu toilet


Adelard :" Begitu saja marah....Hemmm dia bilang suami bodoh!!!!!!! Mieya apa maksudmu"


Teriak Adelard membuat Mie tertawa hingga ia sadar ternyata tidak buruk juga bersama Pria yang ketus itu.


Setelah itu mereka berdua mencari Apartement yang cocok sesuai pilihan Mie .


Apartemen yang sangat kecil dan sederhana wajah Adelard terlihat kecut saat melihat Mie sedang berbincang dengan seorang wanita yaitu pemilik Apartemen yang tinggal di lantai paling bawah. Wanita yang terlihat muda dan cantik apa lagi dia adalah Staf di kantor Adelard yang bernama Hina .


Mie : " Sungguh kebetulan dia bawahan mu Paman???


Paman : " Kenapa harus di dekat sini!!!!"


Mie : " Yah kan aku akan bekerja di perusahaan???"


Paman : " Hah!!!! Hina dengarkan aku tolong rahasiakan semua tentang aku tinggal bersama wanita ini "


Hina : " Tenang saja aku akan merahasiakan semua ini ..."

__ADS_1


Mie : " Hina kau baik sekali.... Paman ayo kita berbelanja perlengkapan rumah "


Paman : " Hah!!!! Hina jika kau membocorkan kepada yang lain aku tinggal disini bersama wanita ini kau tahu akibatnya kan???"


Mie:" Hiss!!!! Jangan bicara seperti itu om-om "


Adelard : " Tutup mulut mu ayo kita pergi " Menutup mulut Mie dan merangkul nya untuk keluar dari Apartemen yang sudah mereka sewa.


Hina : " Hahaha ( Apa wanita ini keponakan Presdir terlihat lebih muda hahhh.... Bodo amat lah yang penting sudah ada yang menyewa Apartemen hari ini aku jadi bisa membayar biaya rumah sakit ibu ku )"


.


.


.


Kedua pasangan itu mencari beberapa prabotan masak begitu pun perlengkapan mandi.


Mie : " Warna pink saja pancinya "


Adelard : " Norak tahu!!! Kau ini seperti anak kecil saja"


Mie : " Aku memang anak kecil " Menginjal kaki Adelard


Adelard : " Awww.... Kau ini kurang ajar banget sama suami !!!"


Mie : " Maaf ya om-om pedo!!!!"


Adelard : " kauu!!!!!" Teriak Adelard membuat seisi ruangan terdiam ia pun menatap Mie begitu kesal .


Mie hanya tertawa puas melihat Adelard yang terlihat sudah seperti ingin kebakaran jenggot.


Setelah berbelanja Mie terkejut ia melihat wajah Adelard yang terlihat santai itu menyuruh pelayannya memasukan barang miliknya. Apartemen di penuhi barang milik Adelard yang menumpuk membuat ruangan terasa sempit.


Mie : " Paman???? Banyak sekali barangmu ruangan ini terlalu kecil "


Paman : " Lihat ini meja untuk aku bekerja salah sendiri mencari Apartemen kecil"


Mie : " Hmm ini apaan barang apa ini gitar alat musik lukisan , Ahahhh apaan sih semua ini kalian semua keluarkan semua barang-barang ini "


Mie : " Keluarkan!!!!"


Adelard : " Jangan!!!! "


Tetangga : " Kalian kenapa sih berisik sekali!!!! Banyak hutang yaa dasar kalian ini kalau tidak punya uang jangan menikah"


Adelard : " Setan!!!! Siapa yang punya hutang!!!"


Tetangga : " Heii kau kok marah-marah sih dasar tidak tahu malu"


Mie : " Maafkan saya Pak , Paman saya tidak bermaksud begitu ...."


Tetangga : " Hah!!! Cihh pecundang " Menutup pintu begitu keras.


Adelard : " Dia kenapa sih aku salah apa dasar Pria gila"


Mie : " Hahahahaha.... Paman lucu sekali"


Adelard : " Kau suka ya aku di bilang pecundang " Menarik tangan Mie .


Adelard melihat Pelayannya masih menunggu keputusan mereka berdua.


Adelard : " Kalian bawa semua barang ini kecuali meja kerjaku dan berkas-berkas ku "


Pelayan : " Baiklah....."


Adelard pun menutup pintu ia tidak sabar ingin mencium Mie . Ia ******* semua bibir kecil Mie hingga nafasnya terasa berat.


Chu......


Chu....


Chu.....


Mie : " kenapa sih????Kau kan sudah punya pacar"

__ADS_1


Adelard : " Jangan banyak bicara aku ingin menciummu"


Chuuuuu.....


Huhhh.....


Huhhhhh....


Adelard : " Nafas mu terasa berat .... Ayo kita ke kamar!!!"


Mie : " Hah!!! Tidak tidak tidak "


Adelard : " Kenapa sih kau kan yang membersihkan kamar .... Dasar mesum"


Mie : " ( Sialan ....Aku pikir dia ingin melakukan itu ahhh memalukan) Hahhhh aku sapu dulu kamar nya "


Adelard " Kita lupa beli tempat tidurnya"


Mie : " Ha sementara kita pakai selimut saja sudah mau malam tidak ada pengantaran "


Adelard : " Benarkah???..."


Mie :" Tentu saja .....Pakai selimut saja"


.


.


.


Mie dan Adelard membersihkan rumah bersama-sama sesekali ia mengecup pipi Mie yang memerah perasaan yang hangat dan nyaman.


Akhirnya selesai mereka berdua tidak sadarkan diri hingga tertidur di depan pintu kamar.


Hingga malam pun tiba Mie terbangun karena lapar ia pun membangun kan Adelard untuk makan ramen instan.


Adelard pun terbangun kemudian mencuci wajahnya.


Mie : Paman makan lah .... Seharian kita belum makan"


Adelard : " Hahaha ternyata tidak buruk juga "


Mie : " Menyenangkan bukan???"


Adelard : " Rasa nya seperti benar-benar menikah dan memulai hidup baru"


Mie: " Yah??? Tapi semua akan berakhir setelah kau akan melamar Wen"


Adelard : " ( Masih saja menolakku) Yah aku akan melamarnya "


Mie : "(Paman rasanya aku ingin seperti ini terus bersama mu) Jangan sentuh aku lagi ... Fokus lah pada Wen "


Adelard : " Kau harus melayaniku.... Sebagai ganti karena aku sudah menolongmu "


Mie : " Aku tidak mau di sentuh Pria yang menyentuh wanita lain"


Adelard : " Kau kan istri sah ku "


Mie : " Tapi kau sudah tidur dengannya .... Aku benci kau menyentuh ku"


Adelard :" ( Apa dia cemburu, Aku akan memastikan nya) Hah!!! Baiklah besok aku tidak pulang karena aku akan menginap di rumah Wen"


Mie : " Bagus sekali cepatlah menikah .... Hahh!!! Aku ngantuk sekali ( Aku benci diriku dan dirimu Paman ) "


.


.


.


.


.


Terimakasih untuk pembaca setia terus ikutin novel aku yaa.....

__ADS_1


__ADS_2