Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 6 Bulan madu kedua


__ADS_3

Adelard bokongnya sudah sakit Tidak tertahankan lagi ia pun membaringkan tubuhnya di sofa karena bokongnya terasa bengak . Mie memang tidak pernah berubah ia memang sangat galak yang membuat Adelard tersenyum menyeringai sendiri memikirkannya.


Bibi Lili adalah adik sepupu Wulan ia memberikan saran kepada Mie untuk memberikan sup yang hangat pada Adelard ujar Lili " Sepertinya Adelard sedang sakit pinggang", Adelia hanya menahan tawanya mendengar ucapan Bibi Lili.


Lili : " Wulan apa benar Adelard itu sudah punya pacar???" Sembari memandang Mie yang menaiki tangga.


Adelia : " Bukan pacar dia itu hanya teman kecil Adelard "


Lili : " Hanya saja aku melihat Mie sangat membencinya ya???"


Wulan : " Li, Mereka itu saling mencintai tenang saja Mie pasti akan bahagia"


Lili: "Aku harap begitu karena aku tahu Adelard hanya mengantikan Pria busuk itu"


Zia dan Adelio hanya berdiam saja mendengar semua ucapan mereka.


Penginapan milik keluarga Wulan sudah turun menurun di jaga bibi Lili bersama kedua anak laki-lakinya yang tidak hanya menjaga penginapan tapi bekerja di klinik bersama Mie. Mereka berdua kembar yang bernama Ran dan Ren yang bertugas menjadi dokter kandungan di klinik itu.


Mie mendekati Adelard yang sudah terlelap ia pun merasa keterlaluan kepada Adelard, Ia pun mencari salep untuk bokong Adelard yang bengkak ke kamar Ran yang belum pulang dari klinik.


Tiba-tiba......


Ran : " Kau cari apa!!!" Memasuki kamar.


Ren : " Kak jangan begitu Mie jadi terkejut"


Mie : " Hei dimana salep untuk bengkak itu??Aku perlu nih!!!"


Ran : " Kau ini sudah menikah masih sembrono memasuki kamar Pria"


Mie : " Kalian kan Adik kecil ku"


Ren : " Ini Mie ....Bagaimanapun kami berdua kakakmu lho" mengelus rambut Mie.


Ran : " Selamat atas pernikahanmu maafkan aku seharusnya aku tidak menjodohkan mu dengannya"


Ren : " Pria yang menggantikan nya apa baik padamu"


Mie : " Tenang saja.... Dahhhh aku pergi dulu"


Mie pun menaiki tangga karena kamarnya di lantai paling atas. Ia membuka kamarnya ternyata Adelard sudah terbangun.


Adelard : " Aku tidak bisa makan...Bawa saja makan ini keluar"


Mie: "Tapi perut mu berbunyi??"


Adelard : " Aku bawa tidur saja???Apa yang kau bawa!!"


Mie : " ini salep untukmu ....Aku akan panggil Adelio"


Adelard : " Apa kau ingin mempermalukan ku ???"


Mie : " Heeee aku lupa ..... Hmm ya sudah aku letakan disini saja kau pakai saja sendiri"


Adelard : " Dasar sialan bagaimana aku mengolesnya......Kau tidur saja sudah malam aku mengantuk matikan lampu!!!!!"


Mie : " Hm selamat tidur " Mie pun berbaring di ranjangnya sesekali ia melihat Adelard yang sulit bergerak.


Mie : " ( Kasian juga melihatnya hahhh itu salahnya...Kalau aku memberinya salep ini apa aku terlihat cabul sekali,Ahhhh aku jadi bingung tapi aku kan istri sahnya gak apa-apa kan????)"


Mie pun mengendap-endap seperti wanita cabul yang ingin melihat bokong Pria.


Mie : " ( Selagi Paman tertidur aku harus mengoleskan obatnya ini memalukan sekali tapi harus bagaimana aku juga gak tega melihatnya)"


Mie pun menarik ****** ***** Adelard secara perlahan namun ia memejamkan kedua matanya. Ia pun membuka kedua matanya sembari melihat bokong Adelard yang bengkak karena pukulan Mie yang ganas.


Adelard : " Sudah puas lihat bokongku!!!!"


Mie : " Haa Paman....Kau sudah bangun aku hanya...."


Adelard : " Olesi obat itu....Pantatku sakit sekali"


Mie : " Hah obat ini terasa dingin jika dioleskan di sini ( What!!!!! Pose apa ini aku memegang pantatnya Oh No Mie!!! Ini sama saja aku menggali kuburan ku sendiri)" Wajah Mie begitu pucat.

__ADS_1


Adelard : " Hm kenapa suka ya melihat bokong seksiku!!!!!"


Mie : " Ahh seksi dari HongKong!!!! ini lebih mirip pantat 🐷 heeeee"


Adelard : " Hei jaga ucapaanmu!!!! Hahh jika saja aku bisa leluasa bergerak aku akan memakanmu!!!!"


Mie : " Coba saja....Aku akan membunuhmu terlebih dahulu, Ahhh aku cuci tangan dulu "


Saat di toilet wajah Mie terlihat memerah tanganya menjadi sejuk. Kali ini jantungnya cenat-cenut lagi untuk sekian kalinya perasaan yang mendalam itu masih tersisa untuk Adelard.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi yang cerah saat Adelard bangun dari tidurnya ia melihat Mie dan Zia sedang memasak sedangkan Adelio dan lain menjemur pakaian. Suasana perdesaan yang sangat nyaman dan tenang dengan udara yang begitu segar.


Adelard : " Sini aku bantu masak"


Mie : " Apa pantat Paman sudah baikan"


Zia : " Apa pantat???"


Adelard : " Bukan maksudnya pinggang aku sedang sakit" Adelard menutup mulut Mie hingga ia sulit bernafas, Mie pun menendang tumit Adelard hingga ia kesakitan.


Mie : " Lepaskan aku....Tanganya bau sakali pergi sana mandi!!!!"


Zia : " Wah apa yang kalian lakukan tadi malam aku pengen tahu???"


Adelard : " Jangan membuat orang salah paham, Dengar ya Zia hubungan kami berdua tidak seperti dirimu dengan Adelio "


Mie : " Kami juga tidak tidur seranjang???"


Zia : " Apa??? Jadi kamu masih perawan tua dong"


Mie : " Aku belum tua Zia harusnya kau tanyakan pada perjaka tua disana"


Adelard pun menjitak kepala Mie hingga ia berteriak kesakitan.


Adelard : " Apa kau yakin Zia Pria setampan aku ini masih perjaka???"


Mie : " Yah aku tahu....Kau pasti sudah melakukan itu dengan Wen" Wajah cemberut.


Adelard : " Tentu saja aku sudah pernah melakukannya kenapa ..... Kau cemburu ya!!!"


Mie : " Aku tidak cemburu....Aku hanya jijik di sentuh oleh Pria seperti mu , Zia kau saja yang masak!!!!"


Mie pun pergi sembari mengambil ponselnya ia keluar dari penginapan dengan wajah kecut.


Ran : " Apa yang kau lakukan pada Mie"


Adelard : " Kau siapa!!!"


Ran : " Apa penting untuk mu, Aku akan menemani Mie kenapa sih anak itu!!"


Lili : " Ran jangan membuatnya menangis ya???"


Ran : " Tenang saja aku akan memuaskan nya???" Melirik Adelard begitu sinis.


Adelard : " Apa maksudnya???Memuaskan istriku aku tidak akan terima!!!"


Ren : " Hahaha maaf ya kak Ran hanya bercanda mereka berdua memang seperti Sepasang kekasih kalau sedang bersama"


Adelard : " Hei sini kamu aku ingin meminta info dirinya semenjak pindah kesini" Adelard menarik Ren ke kamarnya.

__ADS_1


..........


Ran yang sedang mengendarai sepeda milik Mie biasa di gunakan untuk bekerja melihat Mie sedang di danau berdiam diri.


Ran : " Kau kenapa sih??? Tiba-tiba pergi saja!!" Beranjak turun dari sepeda.


Mie : " Aku hanya kesal padanya kenapa harus menikah dengan Pria itu"


Ran : " Kenapa....Kau membencinya ya??"


Mie : " Sangat membencinya hingga aku tidak ingin menatap wajahnya"


Ran : " Jadi itu Pria yang kau cintai??"


Mie : " Hahh jangan ngomong yang aneh-aneh"


Ran : " Bodoh!!!Bukannya aku sudah pernah melihat foto kalian dulu berdua... Kalian pernah pacarankan"


Mie : " Tapi sekarang sudah berbeda aku tidak bisa mencinta Pria yang sudah milik orang lain, Dia sudah punya pacar!!!"


Ran : " Bukankah dulu dia begitu juga Sudah punya tunangan !!!Hah ada apa dengan dirimu kau selalu saja melarikan diri darinya"


Mie : " Dia tidak mencintaiku selama ini aku hanya tertipu olehnya"


Ran : " Apa kau yakin??? kenapa dia menikahimu"


Mie : " Karena sejak awal aku hanya mainan untuknya"


Ran : " Hahhh Mie andai saja kau bukan Adik ku"


Mie : " Hmmm apa kau bilang??? .....Ponselku berdering"


Ran : " Tidak penting.....Jawab saja telponnya"


Setelah menjawab telpon itu wajah Mie berubah sendu matanya menatap danau begitu tajam hingga ia menggigit bibir kecil nya.


Ran : " Apa yang terjadi???"


Mie : " Ayo pulang....."


Ran pun berdiri ia menaiki sepeda sembari mengajak Mie naik ke sepeda. Mereka berjalan menyusuri jalan begitu tenang dan nyaman Namun hati Mie sekarang sedang kacau.


Sepeda pun terhenti di depan penginapan terlihat penginapan berantakan dan sangat kacau. Mie pun berlari mendekati Zia yang sudah pucat tangannya gemetar.


Mie : " Di mana mereka berdua!!!"


Zia : " Mereka di lantai dua di kamar tante Wulan"


Mie menghela nafas sembari berjalan ke lantai dua.


Ran : " Apa yang terjadi???"


Adelio : " Adelard marah besar karena Chris ingin menemui Mie ia sampai merusak semua barang disini, Aku tidak pernah melihatnya semarah ini "


Ran : " Hahhh aku akan kesana!!!"


Adelio : " Jangan..... Lihat wajahku pun babak belur karena dia sedang mengamuk yang bisa menenangkan hanya ibuku dan Mie "


Zia : " Dasar Chris itu mencari masalah saja"


Ran :" Dia itu masih mencintai Mie waktu itu ia sempat depresi , Dia memang salah tapi tidak sepenuhnya"


Zia : " Hahh kenapa sih cerita cinta Mie begitu rumit"


Adelio : " Mungkin karena dia spesial hahhh sayang kenapa kau tidak merawat wajahku sudah bengkak begini"


Zia : " Ran kau saja urusi Adelio...Aku gelisah sekali"


Adelio : " Tega sekali...." Adellio menatap Zia dengan sinis.


Ran : " Ayo ke kamarku kak " Ajak Ran ke kamarnya di lantai tiga.


Lanjut........

__ADS_1


__ADS_2