
Suara gemuruh membuat Adelard terbangun dari tidurnya, Saat ia membuka pintu kamar ia berlari menuruni anak tangga.
"Kak Wulan, Apa kalian akan pindah??!"Tanya Adelard yang resah.
"Itu benar, Mie cepat lah...."Ucap Wulan.
"Tunggu sebentar, Aku ingin bicara dengan anakmu"Ujar Adelard dengan wajah yang begitu kesal menarik tangan Mie begitu erat, Ia membawanya ke dalam kamar agar tidak terdengar pembicaraan mereka .
"Apa maksud semua ini, Apa karena ciuman kemarin kau jadi semarah ini padaku!!!!"Ketus Adelard sembari memegangi tangan Mie.
"Sebelumnya aku memang ingin pindah tapi salah satunya itu juga..Paman pikir aku tidak mempunyai harga diri seenaknya saja kau menciumku, Bagiku itu sangat berarti dan berharga (Bagaimana aku tidak menghindar jika selama ini setiap malam ia menciumku aku pikir itu hanya mimpi dasar sialan!!! )"Ucap Mie sembari melepas genggaman tangan Adelard.
"Kalau begitu ayo kita pacaran "Ketus Adelard.
"Haaa....Paman sudah gila!!!!Minggir!!"Ucap Mie yang tidak menghiraukan ke gilaan Adelard.
Mie pun berjalan sembari memikirkan perkataan Adelard yang sudah gila itu.
"Mie...Mie ayo turun jangan melamun"Ucap Wulan yang sudah menunggu.
"Hahaha dia sudah kangen sama Paman sepertinya"Ujar Adelio.
"Heng...Aku bersyukur tidak tinggal satu atap dengannya lagi"Ketus Mie.
"Anak ibu, Kau harus cari pacar umur mu juga sudah cukup untuk menikah"Ucap Wulan sembari memegang pipi anaknya.
"Aku sudah kecewa dengan pria bu....Mereka hanya bisa seenaknya"Ketus Mie sembari mengambil beberapa barang miliknya.
"Jujur pada ibu, Apa kau menyukai Adelard nak....."Ucap Wulan begitu serius.
"Hhhhahaha...Tentu saja tidak aku senang sekali pindah dari disini....Tanpa seorang pria "Ketus Mie yang terdengar Adelard.
"Hem... Setelah ini ibu akan pergi bersama Adelia, Kau harus jaga diri maaf ibu tidak bisa menemanimu kita harus melunasi rumah kita"Ucap Wulan sembari menatap anaknya.
"Hhhm terimakasih ibu " Ucap Mie sembari memeluk Wulan.
"Tante ayo kita ke bandara karena ibu sudah menunggu...."Ucap Adelio.
"Adelio berikan ini pada tante Adelia ini syal yang ku rajut untuknya"Ucap Mie memberikan syal rajut.
"Pasti dia sangat senang ini warna kesukaannya"Ujar Adelio sembari keluar membawa Wulan ke bandara.
Flashback
Malam itu Adelia mengetahui Adelard sedang berciuman dengan Mie di mobil.
"Apa yang kau lakukan kepada Mie!!!!"Ketus Adelia kepada adiknya.
"Memangnya apa yang aku lakukan..."Ucap Adelard malam itu.
"Jika kau menyukainya ,Putuskan Amira!!!!"Teriak Adelia saat itu semua sudah tertidur.
"Aku tidak bisa, Aku juga tidak yakin akan hal itu"Ucap Adelard.
"Kau menciumnya....Kau bilang tidak yakin dengan perasaanmu"Teriak Adelia yang membangunkan Wulan.
"Aku yakin perasaan ini hanya rasa penasaranku saja terlebih dari itu tidak ada aku hanya menganggapnya anak kecil"Ucap Adelard yang membuat Adelia kesal.
Plakkkkkkkk........
Tamparan keras Adelia yang terlihat Wulan.
"Kau pikir ini sebuah leluconmu semudah itu kau mengatakan itu, Mie Adalah anak Wulan semudah itu kau mempermainkan perasaannya!!!!"Ucap Adelia matanya memerah.
"Aku tidak pernah mempermainkannya, Percaya padaku aku akan menyelesaikan kesalahpahaman ini!!!!"Ketus Adelard.
"Aku percaya pada mu.....Aku harap kau tidak membuat ia menangis"Ucap Wulan yang sejak tadi berada di belakang Adelard.
" Kak Wulan maafkan aku.....Aku tidak bermaksud mempermainkanya itu semua terjadi begitu spontan"Ucap Adelard yang begitu serius.
"Aku percaya padamu...Adelia ayo kita tidur saja sudah larut malam???"Ucap Wulan yang begitu pengertian.
"Terimakasih telah percaya padaku...."Ucap Adelard.
"Satu hal lagi....Tolong jaga Mie????"Ucap Wulan sembari tersenyum.
*
Pagi itu semua mata tertuju kepada Mie yang terlihat begitu cantik.
Adelard pun tercenggang melihat Mie yang begitu cantik saat melewati ruangan Adelard di hari itu Mie berdandan sedikit tebal menggunakan pakaian yang begitu anggun.
"Hei......"Ketus Adelard.
"Ada apa direktur, Maaf saya sedang sibuk...." Ketus Mie.
"Masuk ke ruanganku, Buatkan aku teh hangat"Ketus Adelard sembari memasuki ruangannya.
Mie pun membuatkan Adelard teh hangat sesuaj permintaannya, Saat Mie ingin memberikan Teh padanya Adelard malah salah fokus.
Wajah Adelard memerah melihat Mie saat itu begitu cantik.
"Direktur......Ada yang bisa saya bantu???"Ucap Mie begitu sopan.
"Duduk lah di sampingku...."Ucap Adelard.
"Baiklah...."Mie pun duduk di samping Adelard.
__ADS_1
Adelard memegan tangan Mie begitu erat ia berkata,"Apa kau membenciku...".
"Hmmm....Bagaimana...Aku membencimu tapi kau bos ku heeee"Ucap Mie yang tersipu malu karena punggung tanganya berada di pipi bos nya itu.
"Pakaianmu sangat berbeda kau menggunakan makeup tentang aku mengajakmu berpacaran hanya candaan saja aku tidak tertarik dengan anak kecil " Ucap Adelard yang kesal mendengar jawaban Mie.
"Aku tahu itu....Kau juga sudah memiliki kekasih!!!Hehehe..."Ucap Mie sembari tertawa ia berusaha menyembunyikan kekesalannya pada Adelard.
"Kenapa kau tertawa....(Apa dia meremehkanku )"Ucap Adelard.
"Paman lucu sekali aku sudah melupakan yang Paman katakan !!!!Apa pun yang kau lakukan padaku hanya candaan saja????"Ucap Mie sembari tersenyum.
"Hm....Tidak semuanya ben...."Ucap Adelard yang terhenti oleh ucapan Mie.
"Paman ingin tahu aku merubah penampilan ku, Karena aku ingin mempunyai pacar juga seperti yang lain....Sudah lama aku sendiri???"Ucap Mie sembari menatap wajah Adelard.
"Tapi ini bukan dirimu sebenarnya, Jika kau ingin dicintai jadilah diri sendiri"Ketus Adelard.!
"Hanya sedikit makeup itu bukan masalah, Permisi"Ucap Mie sembari tersenyum.
" Haaah... Dia melupakan semua yang terjadi tadi Pagi, Apa kah kau tahu sulit bagiku untuk mengajak wanita lain berpacaran terkecuali dirimu Mie dasar wanita menyebalkan harusnya dia merasa beruntung"Gumam Adelard.
Tiba - Tiba bunyi ketukan di pintu, Pria itu pun masuk ke dalam ruangan Adelard.
"Lama tidak berjumpa......"Ucap Ray mendekati Adelard.
"Ray sudah begitu lama kau tidak menemuiku"Ujar Adelard.
"Aku sibuk mengurus pernikahanku, Bagaimana kau dengan dia"Ucap Ray.
"Amira sedang keluar kota mungkin minggu depan ia sudah pulang"Ujar Adelard yang sedang melihat ponselnya.
"Bukan Amira tapi Mieya Miesila"Ucap Ray membuat Adelard terkejut.
"Apa maksud mu Ray...."Ketus Adelard,
"Apa kalian tidak sadar tingkah kalian berdua mengatakan kalian saling jatuh cinta"Ucap Ray sembari duduk di sofa.
"Hhhhaha omong kosong"Ujar Adelard.
"Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang menikahi wanita yang bukan kau cintai, Tapi cintamu hanya untuk Mie!!!Benarkan????"Ketus Ray.
"Haha kau jangan bercanda Ray...Apa kau ada masalah"Ucap Adelard yang mengalihakan pembicaraan.
"Aku mencintai Mie namun ia tidak memilihku.....Karena itu aku ingin mendapatkan seseorang yang baik Adelard aku serius berbicara padamu???? Kau hanya punya dua pilihan pilih Amira atau Mie!!!!"Ketus Adelio.
"Kau gila ya....Aku tidak jatuh cinta dengan siapa pun"Ucap Adelard pergi begitu saja tanpa menghiraukan Ray ia merasa kesal.
Saat itu Mie tengah mengfotocopy berkas karena besok akan melaksanakan meeting.
"(Hmmm akan ku buktikan perasaan cinta itu tidak ada ) Ayo ikut aku!!!!Suruh saja yang lain mengerjakannya"Bisik Adelard.
"Tidak!!!"Ucap Mie.
"Kau melawan atasanamu!!!"Ketus Adelard.
Brakkkkk.....
Suara keras Mie yang menepak mesin fotocopy karena kesal pada Adelard.
Semua orang menjadi kaget mendengar suara keras itu
" Hhah... Maaf ya teman - teman mesin fotocopynya sedang rusak"Ucap Mie kepada staf.
"Cih.....Alasan saja tadi kau memang ingin memberontak dengan atasanmu"Ketus Adelard.
"Paman juga mengangguku setiap berkerja, Menyebalkan "Ketus Mie yang menjadi tontanan staf.
"Ayo ikut aku untuk membuktikan sesuatu"Ucap Adelard sembari menarik tangan Mie.
"Membuktikan apa....Pria ini semakin hari semakin aneh"Ketus Mie.
"Kau bilang aku aneh...."Ketus Adelard.
"Ya memang benar Aneh"Ketus Mie.
Saat itu mereka tiba - tiba tertegun melihat orang yang berada satu lift dengan mereka melototi mereka yang begitu ribut.
Adelard mengajak Mie di Resto Abraham yang dulu ia janjikan pada Mie.
"Restoran ini ....."Ujar Mie sembari memperhatikan Resto.
"Yah...Dulu kau menunggu ku disini dan sekarang aku mewujudkannya"Ujar Adelard yang tersenyum
"Hmm... ( Orang ini terlalu percaya diri ) "Ketus Mie di dalah hatinya.
"Disini ada sup kepiting yang enak"Ucap Adelard.
"Waahh...Harganya mahal sekali"Ketus Mie,
" Tolong pesankan makanan yang paling enak untuk wanita ini" Ujar Adelard sembari menatap Mie.
"Paman baik sekali....."Ujar Mie.
"Jika kau bertemu pria lain apakah kau begitu juga"Tanya Adelard.
"Tentu saja semua Pria sama saja!!!! (Namun nyatanya saat makan siang dengan Pria lain wajah yang ku ingat hanya Paman jadi aku tidak begitu fokus dengan Pria yang berada di dekatku)"Ucap Mie.
__ADS_1
"(Dasar...Jadi selama ini di mengangapku sama dengan Pria lain)" Gumam Adelard di dalam hatinya.
Akhirnya makanan sudah di sajikan,Wajah Mie begitu riang melihat makanan yang begitu banyak.
"Wahh...aku senang sekali...Sebelum makan kita berdoa dulu???"Ucap Mie sembarj berdoa,
"Hhhmm...." Ucap Adelard yang tersenyum puas melihat Mie yang sangat menyukai makanan laut.
"Ada apa ...Paman, Aku suapi paman...aaaaaa"Ucap Mie sembari menyuapi
Adelard, Ia pun membuka mulutnya dan mengunyah setiap suapan dari Mie.
"Paman semua orang melihat kita, Paman makan sendiri saja"Ketus Mie yang merasa malu.
"Jangan perdulikan mereka suapi aku hingga aku kenyang (Hehehe menyenangkan sekali jika seperti ini )"Ucap Adelard yang acuh.
"Heeee seperti anak bayi saja heeee....."Ucap Mie sembari tertawa.
"(Senyum itu membuat aku bahagia apa aku jatuh cinta padanya????)Mie apa kau pernah jatuh cinta"Tanya Adelard.
"Haaaa... Tentu saja saat aku bersama evans hingga sekarang aku belum bisa move on "Ucap Mie begitu santai.
"Apa kau masih menyukainya!!!!"Tanya Adelard yang berubah jadi dingin.
"Hei santai saja Paman jangan marah- marah seperti itu, Aku sudah melupakannya sudah begitu lama!!!!Memang kenapa lagian tidak penting juga untuk Paman!!!"Ucap Mie sembari menatap Adelard.
"(Tentu saja penting) "Ujar Adelard di dalam hatinya.
"Apa makanmu sudah selesai, Ayo kita pulang ke kantor"Ucap Adelard.
"Baiklah Paman tadi aku melihat kak Ray "Ujar Mie.
"Hhhmm dia sedang datang bulan sangat menyebalkan"Ketus Adelard.
"Apa kalian berkelahi, Heeee tapi Paman hanya punya dia dan satu - satunya sahabat yang peduli dengan Paman"Ucap Mie.
"Itu benar, Aku akan membelikannya makanan "Ucap Adelard yang menyesal meninggalkan sahabatnya.
"Hhhhmm... Daging panggang "Ucap Mie yang spontan.
"Bagaimana kau tahu makanan kesukaaan Ray"Tanya Adelard.
"Hmm kami sering makan bersama apa lagi saat bekerja di cafe cake , Aku sering bertemu dengannya"Ucap Mie begitu polos.
"Pantas saja, Dia jatuh cinta padamu"Ketus Adelard.
"Tentang itu aku tidak begitu mengerti, Cinta itu tidak bisa dipaksakan walaupun menyakitkan untuk pria itu"Ucap Mie.
"Kau begitu simple menghadapi percintaan"Tanya Adelard.
"Tentu saja aku hanya ingin hidup bersama orang yang ku cintai....Bagaimana dengan Paman...."Jawab Mie.
"Andai aku bisa lari dari semua ini, Aku ingin berlari pergi jauh dan memegang tanganmu membawamu pergi hingga tak seorang pun tahu dimana kita berada hanya berdua saja"Ucap Adelard menatap Mie.
"Hemmm.... Kenapa aku dibawa juga "Ucap Mie sembari melihat kearah Adelard.
"Aku tidak tahu tapi yang ku ingin dirimu karena dengan bersamamu aku bisa tersenyum tertawa dan merasakan dunia ini ternyata begitu indah"Ucap Adelard dengan begitu halusnya mengambil tangan Mie menyentuh pipinya.
Mie begitu gugup dan tidak bisa berkata apapun mendengar ucapaan Adelard .
" ( Apa ini candaannya?? Mendengar ucapaannya jantungku seperti tersambar petir ia menatap ku begitu serius aku tidak mungkin jatuh cinta dengannya....Tidak hanya tidak mungkin tetapi tidak boleh jatuh cinta dengan Pria yang sudah bertunangan)"Ucap Mie di dalam hatinya.
0
"Tuan ...Makanan sudah siap...."Ucap seorang pelayan Resto.
Seketika mereka berdua memalingkan wajah mereka yang tersipu malu.
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
❤
Terimakasih untuk pembaca setia
__ADS_1