Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 30


__ADS_3

Malam pun tiba jadwal Mie untuk berkerja di cafe cake Alexander saat ini pelanggan tidak begitu banyak sehingga mereka bisa bersantai.


"Adelio, Kenapa kau disini"Tanya Mie yang kesal masih saja ada penganggu.


"Aku ngin bertemu cintaku!!!!Memangnya sepertimu jomblo"Goda Adelio.


"Hmm dasar menyebalkan, Zia biar aku saja yang menghias kue kau temani saja kucing kampung ini "Ketus Mie.


"Katamu Aku kucing kampung kau....."Teriak Adelio yang mulut nya di tutup Zia.


"Sayang sabar, Ayo kita berbicara disana saja"Ujar Zia sembari membawa Adelio.


"Setiap bertemu dengannya darahku jadi naik"Ketus Adelio.


"Sabar... Sabar "Ucap Zia yang tertawa.


"Blekkkkk πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹"Ejek Mie.


"Hahhaha kalian berkelahi setiap bertemu, Mie kau bantu aku memberi Krim di cup cake "Ujar Alex.


" Dia itu hanya anak manja!!!Aku akan mencobanya.....ini ...."Ujar Mie sembari memberi Krim pada cup cake.


"Bukan seperti itu, Aku akan mengajarimu"Ucap Alex sembari memegangi tangan Mie,


" Hhahahh.....Aku bisa??? Coba aku lagi"Ujar Mie yang penuh semangat.


"Wah kau bisa juga...."Ujar Alex sembari tersenyum.


"Ternyata tidak begitu sulit"Ucap Mie.


"Hei di bibirmu ada krim seperti anak kecil saja"Ucap Alex sembari mengahapus krim di bibir Mie.


"Hahahaha...Aku tadi mencicipinya sedikit"Ucap Mie.



Pria tinggi yang menggunakan jas hitam itu berdiri di depan mereka dengan wajah sinis seperti ingin menerkam mereka berdua.


"Mieya............Apa yang kau lakukan!!!! "Teriak Adelard di depan kasir semua mata tertuju ke Adelard.


Adelio dan Zia hanya bisa tertawa melihat Adelard yang hilang kendali karena kecemburuannya.


" Hhhaaaa.....Paman...(Kenapa aku merasa seperti di pergoki karena perselingkuhan)"Ucap Mie yang bingung,


"Ayo kita pergi.....Lepas celemek itu....."Ujar Adelard begitu kesal.


"Aku bekerja disini"Ketus Mie yang kesal.


"Ayo ikut aku.... Masuk ke dalam mobil" Ucap Adelard sembari menarik tangan Mie.


Saat di mobil Adelard wajahnya begitu kesal ia terlihat sangat cemburu.



"Ada Apa!!!!Paman selalu saja seenaknya saja...."Teriak Mie.


"Dimana rumah mu....."Tanya Adelard.


"Hhhmm Paman tidak perlu tahu...."Ketus Mie.


"Baiklah, Jika tidak ingin memberitahuku (kau meremehkan ku Mie)"Ucap Adelard.


*


Tiba - Tiba mobil berhenti seketika karena kehabisan bensin.


"Siallll.... Bensinnya sudah habis, Aku akan menghubungi ...." Ujar Adelard terhenti Karena Mie mengambil ponsel Adelard dan mematikan telponnya.


"Wahhh hujan....Aku membawa payung mobil ini suruh orang lain menariknya...."Ketus Mie sembari mengambil payungnya,


"Rumah mu sekitar sini "Tanya Adelard.


" Yah....Sebentar lagi sampai....."Ucap Mie yang keluar dari mobil.


Mereka pun berjalan Adelard menatap Mie yang terus memalingkan wajahnya kearah lain.


" Hei....Kenapa tidak ingin melihatku!!!"Tanya Adelard.


"Kau selalu saja memaksaku...."Ketus Mie.


"Payungnya biar aku saja yang pegang"Ucap Adelard sembari memegang payung.


" Apa kau perlu uang hingga berkerja dari pagi hingga malam"Tanya Adelard begitu kesal.


"Hhmm paman tidak mengerti"Ucap Mie sembari memegang lengan Adelard.


"Aku akan menaikan gajimu"Ketus Adelard yang marah pada Mie.


"Tidak perlu Paman.... Aku ingin menjadi wanita mandiri!!!"Ketus Mie.


"Kau buat kesal saja....."Ucap Adelard.


"Kenapa Paman memarahiku...Di depan orang lain aku benci seperti itu!!!"Ketus Mie.


"Aku tidak suka Pria itu menyentuhmu!!!!"Teriak Adelard.


"Dia sudah punya tunangan????"Ketus Mie sembari menatap Adelard.


"Bagaimana jika di jatu cinta padamu!!!"Ketus Adelard menghadap Mie.


"Tidak mungkin..Dia itu Pria baik tidak akan menyakiti pasangannya!!Cih!!"Ketus Mie.


"Tetap saja aku benci!!!"Ketus Adelard.


"Apa sih yang membuat Paman benci!!!"Ucap Mie.


"Dengar aku!!! Aku benci kau di sentuh Pria lain!!!"Ujar Adelard sembari menghadap menatap Mie.


"Memangnya kenapa???Lagian aku bukan siapa-siapamu!!!"Ucap Mie sembari menatap Adelard.


"Aku hanya ingin yang menyentuhmu hanya diriku saja....Hanya diriku!!!!Kenapa kau selalu membuatku kesal"Teriak Adelard sembari melepaskan payung....Ia Menarik tangan Mie dan Mencium bibir Mie kali ini Adelard tidak bisa menahan api cemburu yang membara.


Setelah itu Adelard melepaskan ciumannya kepada Mie, Mie pun berjalan mengarah ke rumahnya ia tidak tahu harus berbicara apa lagi pada Adelard.

__ADS_1


"Apa ini rumah mu....."Tanya Adelard.


"Masuk lah...."Ketus Mie yang terlihat marah.


"Kau marah padaku....."Tanya Adelard.


"Tidak...Lagian aku hanya candaan buatmu"Ketus Mie.


" Aku tidak bercanda...."Ucap Adelard begitu serius.


"Ini handuk paman....(Yang aku pikirkan adalah diriku yang pasrah saja saat kau sentuh, Apa aku jatuh cinta pada Paman!!!)"Ketus Mie.


Setelah Adelard mandi ia melihat Mie yang telah menunggunya sejak tadi di depan ruang tv.


" Paman kemarilah....."Ucap Mie sembari mengambil handuk.


" Kau mau apa..."Tanya Adelard.


" Ayo duduklah di dekatku"Ucap Mie.


"Kau ternyata perhatian juga padaku"Ketus Adelard yang merasa malu.


"Hm yah...Karena dulu Paman pernah melakukan ini padaku"Ujar Mie sembari mengeringkan rambut Adelard.


"Aku lapar setelah ini masakan aku sesuatu yang enak"Ujar Adelard.


"Nasi goreng saja ya, Aku belum beli bahan - bahan makanan"Ujar Mie.


"Apa kau berhemat...."Tanya Adelard mengahadap wajah Mie.


"Hmmm ... Aku ketahuan ya..."Ujar Mie menatap Adelard jantungnya cenat-cenut.


"Aku minta maaf menciummu....Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku...Aku selalu saja melakukan itu padamu....Maafkan aku!!!"Ucap Adelard sembari menatap Mie.


"Sebenarnya aku tidak ingin memaafkanmu....Tapi ya sudah lah"Ketus Mie masih sedikit kesal.


Kruuuuuuuuukkkkkk


"Hahaha perut Paman sudah berbunyi, Aku akan memasakanmu"Ujar Mie yang tersenyum kembali.


Setelah makan malam mereka bersantai menonton film hantu sembari meminum teh hangat.


"Lampunya aku matikan ya biar seru..."Ucap Mie sembari mematikan lampu.


"Hmmmm...... Terserah kau saja"Ketus Adelard sembari meminum Teh.


"Paman tidak takut kan "Goda Mie.


"Tidak!!!" Ketus Adelard.


Mie pun duduk di sebelah Adelard sembari meminum teh hangat


Gledaaaaaakkkkkkk.........


Petir berbunyi begitu kuat tiba - tiba mati lampu.


"Paman aku takut...." Ucap Mie menutup telinga.


"Hei tenanglah, Aku sudah menghidupkan ponselku"Ujar Adelard.


"Heehh kau masih memikirkan tv mu, Lebih baik aku antar kau ke kamarmu sudah begitu malam"Ucap Adelard sembari memeluk Mie.


" Hmmmm....Baiklah "Ucap Mie.


Mie pun duduk di kamarnya ia pun menghidupkan senter di kamarnya


saat itu Adelard pun menyuruh Mie tidur dan menyelimutinya wajahnya begitu gelisah karena takut bunyi suara petir yang begitu kuat, Adelard pun pergi ke kamar tamu yang berada di lantai satu.


Gleeeedeeeeeeeekkkkkk......


"Apa dia bisa tidur, Dia bisa ketakutan.....Hhmm biarlah dia sudah dewasa aku mengantuk sekali"Ucap Adelard sembari menutup matanya.


Tiba - Tiba terdengar suara larian seseorang dan langsung masuk ke dalam ranjang Adelard membuatnya terkejut.


"Hei....Kau mengagetkan saja"Ketus Adelard.


"Aku tidur disini saja , Aku takut.... "Ketus Mie.


"Hhhhhmmm, Anak manja tidurlah dengan tenang"Ucap Adelard mengelus rambut Mie.


" Paman, Aku takut bunyi petir" Ucap Mie memeluk Adelard.


"Tenang lah...."Ucap Adelard.


"Kali ini biarkan aku memelukmu Paman sebentar saja aku takut "Ucap M8e yant begitu ketakutan.


"Aku tidak bisa bernafas jika kau memelukku seperti ini!!!!!Uhuk Uhuk Uhuk!!!"Teriak Adelard karena di peluk Mie begitu erat.


" Hhhm.... Haaa kau tidak menggunakan baju sedari tadi "Tanya Mie memandang dada Adelard.


"Hmm kau tidak memberiku baju ....Aku dari tadi hanya menggunakan baju handuk mu yang norak ini"Ketus Adelard yang menggunakan handuk bunga-bunga.


" Apa masih petir, Ayo ikut aku ke kamar atas mencari baju jika tidak Paman akan kedinginan "Ucap Mie begitu penuh perhatian membuat Adelard tersipu malu.


"Baiklah "Ucap Adelard.


*


Saat di kamar Mie....


" Haa baju tidur saja ya Paman????"Ucap Mie sembari tersenyum.


"Ini baju dress ....."Teriak Adelard begitu kesal.


"Heeehehe bajuku yang lain belum ku ambil di laundry"Ucap Mie dengan Lembut.


" Apa tidak ada yang lain....Kau sengaja ya!!!"Teriak Adelard.


"Selain itu baju kerja semua Paman..."Ketus Mie.


"Tidak ada pilihan lain "Ketus Adelard udara yang begitu dingin itu memaksa Adelard menggunakan baju tidur Mie.


"(Hahahaha Paman lucu sekali menggunakan piyama dress ini)"Ucap Mie di dalam hatinya.

__ADS_1


"Apa yan kau lihat....Apa kau menertawaiku!!!!"Ketus Adelard.


"(Tentu saja....Paman seperti transgender)Tidak bagaimana kita tidur bersama...???" Ucap Mie yang menahan tawa.


"Kau nakal sekali bertanya seperti itu!!!"Goda Adelard.


"Maksduku bukan itu tidur di sini temani aku tapi jangan macam - macam ya padaku"Ucap Mie tersipu malu.


"Heee aku tidak melakukan apa pun padamu "Ucap Adelard mengelus rambut Mie.


"Aku takut gelap semenjak tragedi itu"Ucap Mie sembari berbaring.


"Kau masih trauma ya...."Ucap Adelard sembari berbaring di samping Mie.


"Tentu saja, Bagaimana dengan Paman....."Tanya Mie.


"Semenjak kejadian itu???Aku menceritakan apa yang aku alami padamu rasanya begitu lega aku berpikir kembali sepertinya orangtua ku sangat bangga padaku" Ucap Adelard sembari memandangi langit-langit kamar.


"Hee tentu saja, Paman sudah sukses seperti ini"Ucap Mie.


" Yah.... Aku senang mendengarnya, Terimakasih Mie??"Ucap Adelard.


"Haa Apa Paman mengatakan terimakasih padaku haahaha" Ujar Mie yang beranjak dari tidurnya yang menghadap ke arah Adelard yg sedang mencoba memejamkan kedua matanya tapi tidak bisa.


"Kau sesenang itu...Seharusnya aku tidak perlu berterus terang"Ketus Adelard yang begitu percaya diri.


"Ciih.... Aku malah jijik mendengarnya ( Sebenarnya aku senang heee) "Ucap Mie.


Tangan Adelard menarik Mie berada di pelukannya.


"Dengarlah... Kenapa saat bersamamu jantungku berdegup begitu kencang tidak sama saat bersama Amira apa yang kau lakukan padaku"Tanya Adelard yang tidak pernah jatuh cinta.


" Hmmm ituu...Karena Paman sedang jatuh cinta padaku" Ucap Mie langsung menutup mulutnya.


"Ha...?"Ucap Adelard.


"Bukan seperti itu biasanya seperti ,Itu mungkin karena paman .....Hmmmm" Ucap Mie .


"Hhhhhahaha aku tidak mungkin jatuh cinta padmu"Teriak Adelard.


"Cihhhhh memang nya aku mau dicintai pria egois sepertimu" Ketus Mie melepas pelukan Adelard.


Tiba- Tiba lampu hidup dan hujan pun berhenti.


"Keluar dari kamarku....."Ketus Mie menarik Adelard keluar.


"Dasar wanita sialan, Kau tadi memaksaku tidur bersama sekarang kau menyuruhku pergi"Ketus Adelard.


"Sekarang sudah berbeda lampu sudah hidup dan tidak hujan lagi keluar dari kamarku Bleeekkkkk😝😝😝😝😝"Ucap Mie sembari mengejek Adelard sesuai dengan rencananya saat hidup lampu ia akan mengusir Adelard keluar.


"baiklah....Aku akan keluar dari kamar norak mu ini ..."Ketus Adelard.


Saat Adelard membuka pintu ternyata Adelio dan Zia berada didepan pintu.


" Paman, Hhhhhhhahahahahaha baju tidur pink "Teriak Adelio yang tertawa hingga mengeluarkan air mata.


"Adelard kawaii......" Ucap Zia yang tertawa begitu keras.


"Kalian kenapa disini"Teriak Adelard begitu kesal.


"Aku khawatir pada Mie apa lagi hujan dan petir begini"Jawab Zia yang masih menahan tawa.


"Tapi ya sudahlah, Sudah ada seorang peri tidur yang menemani Mie???"Ucap Adelio yang tertawa di depan Adelard.


"Adelio tutup mulutmu...!!!!!"Teriak Adelard


"Paman aku bercanda.... Ayo kita makan bersama "Ujar Adelio.


"Kami sudah makan tadi"Jawab Mie.


"Wah kalian seperti suami istri saja"Ketus Adelio.


"Adelio apa kau ingin ku patahkan lehermu, Aku dan Paman tidak ada hubungan apa pun lagian aku tidak mungkin jatuh cinta dengan pria bodoh sedunia ini"Teriak Mie yang begitu tegas.


"kau pikir kau tidak bodoh...Kau saja masih salah dalam pengetikan "Ketus Adelard.


"Itu karena...... Punya bos yang bodoh sepertimu"Teriak Mie.


"Hei... Kalian jangan berkelahi, Kalian berdua keluar dari kamar" Ucap Zia ia mendorong Adelard dan Adelio keluar dari kamar Mie.


"Kalian pergi sana....Kami akan tidur!!!!"Teriak Zia sembari menutup pintu.


Mie dan Zia pun berbarinb di tempat tidur.


"Kalian berdua sangat serasi"Ucap Zia.


"Cihh.... Lebih baik aku mati saja dari pada menyukainya"Ketus Mie.


"Haaaa kalian memang bodoh tidak pernah menyadarinya"Ketus Zia.


"Aku tidak dengar.....Aku mau tidur.... 😘 "Ucap Mie menutup telinga.


"Kau.... Aku juga sudah mengantuk ayo kita tidur 😘"Ucap Zia.


Adelard dan Adelio yang berbaring di kamar tamu.


"Paman, Aku ingin serius berbicara pada Paman"Ucap Adelio.


"Tentang apa....."Ujar Adelard.


"Paman jatuh cinta dengan Mie kan???"Tegas Adelio.


"Omong kosong"Ketus Adelard.


"Jangan bohong padaku...."Tanya Adelio.


"Cih... Wanita bodoh itu bukan seleraku , Aku tidak ingin mendengar apapun aku lelah sekali"Ketus Adelard yang memejamkan kedua matanya.


"Paman....."Tanya Adelio.


"Adelio......Aku lelah sekali " Teriak Adelard membuat Adelio tidak berani berbicara lagi.


Pembaca setia

__ADS_1


Novel Pria itu bukan dia tapi pamannya


Mohon maaf sebelumnya author sudah lama tidak up episode.


__ADS_2