Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 23 Sudah Dua minggu ia belum sadar


__ADS_3

Dua minggu lamanya Mie menunggu Adelard sadar, Namun kondisinya tidak mengalami perubahan membuat nya sedikit murung.


Namun ia selalu merubah pikiran nya jika ia terus murung , Itu sama saja membuat semua orang di sekitar nya semakin khawatir, Lebih baik ia bersabar menunggu Adelard pulih. Asalkan Adelard bisa kembali pulih berapa bulan pun ia akan tetap menunggu Adelard hingga ia sadar .


Setiap hari Mie selalu di samping Adelard, Membacakan sebuah Novel ternama yang biasa Adelard baca. Ia membuka jendela dengan angin yang berhembus kepada nya udara yang begitu segar cuaca yang sangat cerah.


Mie: " Paman lihatlah cuaca hari ini begitu cerah.... Paman aku akan membacakan kamu lagi Novel romantis yang biasa aku baca, Aku yakin setelah Paman sadar, Paman pasti menyukai Novel ini... Paman Aku mencintaimu sangat mencintaimu kenapa saat itu aku berbohong karena ku pikir kau benar-benar menyukai Kak Wen itu membuat hati ku sakit tapi sekarang aku akan selalu disisi mu....Jadi cepat lah sadar, Kita belum membeli tempat tidur, Aku tidak mau kedinginan lagi jadi cepat lah sadar hiks hiks hiks "


.


.


..


...


.....


.


.


.


Ray dan Adelia melihat Mie selalu berbicara sendiri sembari menatap suaminya itu.


Ray :" Walaupun operasinya lancar pelurunya sudah kami ambil tapi kondisi Adelard tidak ada perubahan sama sekali, Ia bisa saja koma lebih dari sebulan "


Adelia:" Hiks hiks .... Kenapa ini semua harus terjadi pada mereka berdua "


Ray:" Karena mereka spesial....."


Adelia:" Dia tidak akan lupa ingatan kan???"


Ray:" Hahaha Kak pikir ini sinetron ..... "


Adelia :" Aku takut saja seperti itu .....Hahhh aku sedih sekali, Adelio juga terlihat depresi melihat Adelard yang belum sadar"


Ray:" Kalian harus pulang bagaimanapun pekerjaan disana harus di lanjutkan...."


Adelia:" Ray bisakah kau bantu perusahaan Adelard.... "


Ray:" Akan ku usahakan???"


Mie:" Tante dan Kak Ray kenapa tidak masuk ke dalam....."


Adelia :" Besok kami akan pulang bisakah kau menjaga Adelard"


Mie:" Dia adalah tanggung jawabku.... Besok aku akan menggantikan Paman, Perusahaan sedang membutuhkan pemimpin ....Aku dengar Ei dan Hina kerepotan karena pemesanan yang begitu meledak besar"


Adelia :" Kamu sudah dewasa ...Mie sayang" Memeluk Mie .


Mie:" Tapi aku tidak bisa berlama-lama di perusahaan, Aku hanya datang pada saat rapat saja aku tidak bisa meninggalkan Paman sendiri"


Ray:" Hm ia kau cukup datang pada saat rapat saja ...."


Mie:" Yosh!!!!! Maaf aku tidak bisa mengantar kalian ke bandara besok ...., Maaf yah Tante "

__ADS_1


Adelia:" Tidak apa-apa .... Jika Adelard sudah sadar pulang lah ... Kita berkumpul bersama lagi"


Mie:" Yah aku akan pulang ..... Bagaimana dengan Zia"


Zia:" Zia dia sedang demam .... Mungkin kelelahan"


Mie:" Ahh dia itu sedang hamil ..... Apa dia belum periksa"


Adelia:" Hah Zia belum periksa mungkin nunggu waktu yang tepat ....Mie Aku pulang dulu jaga kesehatan mu juga dan Aku titip Adelard"


Ray:" Aku juga mau ke kantor, Apa kau tidak pamitan sama ibu mu"


Mie :" Tadi pagi ibu dan Zia datang menemui ku .... Sekalian pamitan"


Ray:" Baiklah, Aku pergi dulu"


.


.


Mie melihat kedua tangan Adelard yang sedikit bengkak karena infus ia juga menggunakan tabung oksigen.


Mie pun menghubungi Ei untuk membawa laptop dan berkas-berkas Adelard ia ingin menyelesaikan pekerjaan Adelard, Ia tahu mungkin tidak bisa sesempurna itu namun ia akan berusaha sekuat mungkin.


Saat ini Adelard yang terbaring lemah ini di rahasiakan, Yang mereka tahu bahwa Adelard sedang di luar kota karena jika mereka mengetahui Adelard sakit itu bisa mempengaruhi perusahaan.


Kasus William pun tidak di publikasikan karena itu bisa mencoreng nama baik Perusahaan, Perusahaan Adelard baru di rintis selama tiga tahun.


Setelah menunggu Ei pun membawakan semua berkas Adelard yang masih banyak, Belum lagi berkas yang harus di tanda tangani.


Mie:" Tenang saja .... Aku sudah biasa meniru tanda tangannya"


Ei:" Hah.... Nyonya"


Mie:" Ei ...... Panggil aku Mie , Oke!!!"


Ei:" Mau makan apa???"


Mie: Aku akan lembur malam ini .... Bawakan aku minuman soda , coklat dan keripik kentang"


Ei:" Pantas saja semakin bulat"


Mie:" Ei ......Jangan mengejekku , Sana cepat lah beli heeeee"


Ei pun keluar berbelanja .....


Mie:" Paman tanda tangan mu ini mudah sekali di ikuti.... Paman coba.......Hahh Aku berbicara sendiri lagi "


Mie mencoba menahan tangisnya itu, Ia menghela nafasnya sembari mengecup kening Adelard.


Mie:" Aku akan berusaha ... Aku akan menyelesaikan pekerjaan mu , Jadi setelah Paman sadar jangan lupa gaji ku di naikan yah"


Ei:" Mie .......Hmm ayo kita kerjakan ini, Biarkan Direktur istirahat"


Mie:" Ei ... Apa aku seperti orang gila berbicara sendiri hiks hiks "


Ei:" Hahaha siapa bilang .... Walaupun Direktur sedang koma, Aku rasa dia bisa mendengar suaramu "

__ADS_1


Mie:" Benarkah?? Aku lega mendengar nya aku lega sekali, Baiklah kita mulai dari mana "


Ei :" Ini proposal dari minggu lalu mereka ingin bekerja sama dengan kita, Ada Dua puluh Proposal "


Mie:" Banyak sekali ......"


Ei:" Direktur memiliki banyak perusahaan mungkin kau akan kerepotan "


Mie:" Dia benar-benar gila kerja ....."


Ei:" Hahahah , Besok kita akan melakukan rapat disana aku akan memberi tahu kepada mereka selama Direktur di luar kota kau akan menggantikan nya kemudian siangnya kita akan perusahaan miliknya yang satu ini sedikit merepotkan, Terakhir kita akan ke panti asuhan disana juga banyak sekali pengusaha-pengusaha ternama dan keluarga Wen "


Mie:"Kak Wen aku tidak peduli ...."


Ei:" Malamnya kita akan makan malam dengan seorang pengusaha, Sebelumnya Direktur sudah menyetujuinya jadi disana kau hanya perlu makan malam saja"


Mie:"Tapi Paman.... Aku takut nenek sihir/Wen itu menemui Paman...."


Ei:" Suruh saja Agen rahasia Direktur yang menjaganya"


Mie:" Yosh benar juga.... Kita selesaikan ini semua "


Mereka berdua mengerjakan semua hingga larut malam, Ternyata Ray juga datang menemui mereka membawakan makanan untuk Mie . Ray pun membantu nya untuk mengecek data-data yang kurang sinkron.


Hingga pukul tiga pagi Mie masih berusaha menyelesaikan semua ia lihat Ray dan Ei sudah tertidur. Ia pun meminta beberapa selimut kepada perawat yang berjaga , Mie pun menyelimuti mereka berdua yang terlihat kesejukan.


Mie:" Paman lihatlah disini bukan aku saja .... Tapi mereka berjuang untukmu juga, Jadi cepatlah sadar, Aku mencintaimu Paman" Mengecup kening Adelard.


Mie pun tetap melanjutkan pekerjaan nya yang hampir selesai, Ia berusaha keras hingga beberapa kali muntah akibat terlalu banyak melihat berkas-berkas itu hingga kepalanya begitu pusing.


Paman Aku tidak akan menyerah sungguh aku tidak akan menyerah, Aku akan berusaha sekuat tenagaku ......


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mina-san


Jangan lupa Votement .....


biar aku makin semangat yah yah yah.....

__ADS_1


__ADS_2