Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 23


__ADS_3

Pagi itu Amira menuruni anak tangga yang di ikuti oleh Adelio......


"Selamat pagi kak Amira"Ucap Adelio yang penuh semangat.


"Pagi juga???Apa Mie menyiapkan semua sarapan ini"Ujar Amira sembari duduk di meja makan.


"Benar sekali tapi entah pergi kemana dia sejak tadi aku mencarinya"Ujar Adelio.


Adelard membuka kedua matanya ia tertidur di perpustakaan dengan selimut yang beraroma coklat sarapan pagi pun telah diletakan dimeja. Tiba - Tiba Amira membuka pintu mendekati Adelard.


"Sayang kau sudah bangun...."Tanya Amira mendekati Adelard.


"Apa ini kau yang membuatnya"Tanya Adelard.


"Hmmm sepertinya yang membuatnya Mie di meja makan pun ia telah menyiapkan sarapan untuk kita bertiga"Ujar Amira yang penuh semangat.


"Memangnya dia dimana"Ucap Adelard yang masih terlihat mengantuk.


"Sejak pagi ia tidak berada di kamarnya?? Apa ia pergi kerja???Aapi awal sekali?"Tanya Amira


" (Apa dia ingin memberikan surat pengunduran diri ) Mungkin saja...Aku harus bekerja kau sementara disini saja "Ucap Adelard.


"Sayang boleh kah malam ini aku menemui sahabat ku "Ujar Amira sembari memeluk Adelard.


"Tentu saja tapi jangan terlalu malam tubuh begitu lemah "Ujar Adelard yang begitu perhatian.


" Aroma coklat di selimut mu ini"Ujar Amira yang penasaran.


"Hmmm ini mengkin selimut Mie mungkin saat membawa sarapan ia menyelimutiku "Ujar Adelard yang menyium aroma selimut itu.


" Dia sangat perhatian padamu???Sayang terimaksih telah mengizinkan ku aku mencintaimu " Ucap Amira sembari mengecup pipi Adelard.


"Baiklah kau sarapan lah dulu ( Anak kecil itu apa yang ia rencanakan)" Ucap Adelard sembari keluar dari perpustakaan.


Pada saat di kantor Zia dan Mie sedang bergosip yang terdengar oleh Adelard yang mengikutinyq dari belakang.


"Mie kau pagi sekali masuk kerja, Aku dengar kau mengundurkan diri"Ujar Zia.


"Ssstttt......Sebenarnya aku ingin mengundurkan diri tapi tadi malam aku membaca kontrak kerja kita ternyata jika yang mengundurkan diri akan membayar denda dengan jumlah uang yang besar!!!Adelard memang licik"Ujar Mie.


"Aku tidak tahu itu untung saja aku juga tidak langsung mengundurkan diri lagi karena tidak ada kau disini"Ujar Zia.


" Hhaaah badanku lelah sekali Aku tadi subuh sudah membersihkan rumah dan memasak"Keluh Mie.


"Kau ingin menyogok direktur...."Ujar Zia.


"Hohoho bisa dibilang begitu setidaknya perkataan ku yang kemarin bisa di tarik kembali"Ujar Mie yang tertawa.


"Tentu saja, Kau masih bisa bekerja dengan ku"Sahut Adelard yang membuat mereka berdua kaget.


"Ha???Pak direktur " Ucap Mie yang menundukan kepalanya kepada Adelard


"Mie aku pergi dulu ya, Adelio mencariku"Ucap Mie yang langsung kabur.


"Zia disaat seperti ini kau selalu menghilang!!!!"Ketus Mie.


"Pekerjaan hari ini tidak begitu berat kau hanya perlu menyelesaikan sebagian pekerjaan ku tadi malam"Ujar Adelard sembari berjalan menuju ruangannya


"Apa paman tidak marah padaku "Ucap Mie begitu polos.


"Bagaimana aku bisa marah pada wanita yang menyelamatiku"Ucap Adelard begitu serius.


"(Hmm tumben sekali ia baik padaku) " Mie yang berbicara di dalam hatinya sembari melirik wajah Adelard.


"Jagan berpikir aneh padaku nanti malam ayo kita makan malam Amira sedang bersama temannya aku ingin kau menemani bos mu ini"Ajak Adelard.


"Baiklah, Paman...Aku akan meyelesaikan pekerjaan dengan cepat "Ujar Mie sembari mengambil dokumen.


Waktu jam istirahat Mie makan siang di kantin saat itu Ray menunggunya .


"Kak Ray, Kau tidak kerja hari ini"Tanya Mie.


"Aku sudah berhenti dan membuka rumah sakit di kota lain "Jawab Ray.


"Kau hebat sekali"Ucap Mie yang merasa senang.

__ADS_1


"Aku ingin memberikan undangan ini padamu mungkin ini terlalu cepat memberikannya ???Bisakah kau datang"Ujar Ray.


"Selamat ya kak bukannya ini di jepang,Memangnya aku bisa libur"Ujar Mie.


"Hmmm tapi itu masih lama tanggal dan bulannya saja belum di ketik tapi di perkirakan tahun ini, Undangan ini memang khusus ku berikan untukmu"Ujar Ray.


"Hmmm....Trimakasih ya"Ujar Mie yang tersenyum.


"Keluarga kalian semua akan datang kalian akan menginap disana selama 3 hari di penginapan milik ibuku"Ucap Ray yang memperhatikan Mie berharap Mie membantah pernikahan mereka,Namun Mie terlihat senang.


"Wahh benarkan aku tidak pernah ke jepang "Ucap Mie.


"Baiklah aku pergi!!!Selamat bekerja "Ucap Ray sembari mengecup kening dan memeluk Mie begitu erat, Matanya menjadi memerah.


"Kak Ray apa yang kau lakukan, Istri mu bisa marah"Ujar Mie yang melepas pelukan Ray.


"Hehehe ini hanya pernikahan bisnis untuk apa khawatir!!! Aku pergi dulu"Ujar Ray sembari berlari keluar.


"( Apa selanjutnya paman akan menikah juga???Yah itu juga tidak masalah untuk apa aku memikirkannya)"Ujar Mie di dalam hatinya.


"Mie apa itu undangan dari kak Ray"Tanya Zia.


"Apa ini pernikahan bisnis"Ucap Mie.


"Tentu saja yang dia suka kan kamu, Tapi pernikahannya kan masih lama kenapa cepat sekali memberitahumu!???!"Ketus Adelio.


"(Maafkan....Aku kak Ray, Tapi aku tidak bisa menyukaimu lebih dari itu....Aku hanya menyukaimu sebagai Kakak yang baik)"Mie yang merenung sembari berbicara sendiri.


Tiba - Tiba Adelard duduk di samping Mie.


"Tadi malam kau tidak makan, Makanlah yang banyak"Ujar Adelio.


"Apa ini benar - benar aaman Adelard" Ucap Mie sembari menyentuh kening Adelard.


"Apa aku terlihat sangat jahat" Ucap Adelard sembari melihat ke arah Mie.


"Memangnya kapan paman baik padaku kalau tidak ada maunya "Ujar Mie yang masih kesal.


"Apa maksud mu kalau ada maunya!!!Susah sekali berbicara dengan anak kecil "Ujar Adelard yang mencubit hidung Mie.


"Ahhhhhhhhhhh sakit....."Ujar Adelard.


"Hhhhhaha paman lucu sekali ....."Ucap Adelio sembari tertawa bersama Zia.


"Diam Adelio lihatlah aku akan membalasmu!!!!" Ketus Adelard beranjak dari tempat duduknya karena ia mengangkat telpon dari Amira.


Sore itu Mie menunggu Adelard untuk meminta tanda tangan agar cepat selesai.


" Pria itu dimana sudah sore begini aku perlu tanda tangganya bagaimana bisa selesai hari ini bosnya saja tidak disini!!!!Bentar lagi akan pulang kerja"Ujar Mie yang menunggu Adelard.


"Mie kau tidak pulang"Tanya Zia.


"Zia aku menunggu adelard tapi dia belum juga datang"Ujar Mie yang kesal.


"Mungkin dia ada urusan penting"Ujar Zia.


"Zia boleh kah aku mandi di rumah mu "Tanya Mie yang tersipu malu


"Kau tidak pulang, Apa kau sedang kencan"Goda Zia.


"Bukan seperti itu, Adelard mengajak ku makan malam bersama"Ujar Mie.


"Apa dia ingin membalas kebaikan mu"Tanya Zia yang curiga.


"Hhhaah pria itu sangat mustahil untuk berbuat baik"Jawab Mie.


"Baiklah, Ayo kita pulang"Ujar Zia menarik tangan Mie.


Tibalah di Cafe Cake


" Selamat malam bos"Ucap Mie yang tersenyum kepada Alex.


"Heei......Sudah lama tidak bertemu,Maafkan aku tidak menjenguk mu aku sibuk sekali "Ujar Alex,


"Tenang saja....Aku juga sudah baikan "Ujar Mie.

__ADS_1


"Bos aku antar teman ku dulu ya ke kamar"Ucap Zia menarik Mie ke kamarnya.


"Baiklah Zia, Jangan lupa turun ke bawah karena hari ini ramai sekali" Ucap Alex.


"Zia Apa di sebelah kamar Alex???"Tanya Mie.


"Iya.... Tenang saja aku tak akan berpaling dari Adelio karena alex sudah bertunangan"Ucap Zia.


"Oh begitu apa Adelio tidak marah"Tanya Mie.


"Awalnya ia merasa kesal dan ingin membelikan aku Apartemen,Tapi aku lebih suka disini"Ujar Mie sembari mencarikan Mie pakaian yang cocok untuknya.


"Mandi lah ini baju untuk mu, Aku kebawah sebentar ya sepertinya alex tadi sudah kerepotan"Ucap Zia yang keluar dari kamar.


Mie pun menganguk dan tersenyum kepada Zia.


Setelah Mie mandi ia mengenakan pakaian, Ia memberi sedikit polesan pada wajahnya.


" Zia aku sudah selesai mandi" Ucap Mie sembari menuruni tangga.


"Haaa....Kau cantik sekali, Apa sudah mau pergi..."Tanya Zia.


"Yahhh....Ap aku seperti topeng monyet"Ujar Mie yang melihat wajahnya di kaca cafe.



"Hhaha kau sangat cantik Mie"Ujar Zia yang meremas bahu Mie.


"Aku pergi dulu ya "Ujar Mie berjalan keluar.


"Memangnya dia mau kemana"Tanya Alex.


" Makan bersama Adelard tapi kenapa perasaan ku sedikit tidak enak saja"Ucap Zia sembari menatap Alex.


"Tapi hari ini dia terlihat sangat cantik.....Hmmm mandi lah Zia badan mu bau asam"Ucap Alex.


"Bos kau tega sekali" Ucap Zia mencubit Alex.


" Hentikan, Adelio sudah datang "Ujar Alex.


"Sayang....."Ucap Zia sembari berlari memeluk Adelio.


"Andai saja itu aku.. Hmmm tapi itu hanya mimpi, Nasib ku kenapa sama dengan Kak Ray" Ujar Alex sembari melihat Zia dan Adelio begitu mesra.


Malam itu Mie pun menggunakan Bus yang memberhentikannya di halte yang lumayan jauh dari Restoran Abraham.


" Apa ini tempatnya huhhh aku lelah sekali ternyata jauh sekali dari halte" Ucap


Mie yang terengah - engah.


Mie pun memesan tempat duduk untuk mereka berdua.


Ia pun menirukan orang di sekelilingnya menjadi wanita yang aggun dan berwibawa.


"Apa restoran ini punya Paman namanya saja Abraham"Ujar Mie yang tertegun.


"Selamat malam, Nona ini adalah menu makanannya"Ucap Seorang pelayan Resto.


"Waahhh ini mahal sekali aku pesan minuman hangat saja "Ujar Mie yang begitu polos.


"Baiklah nona"Ujar Pelayan Resto.


Mie pun terus melihat ke arah pintu masuk menunggu Adelard.


Sudah beberapa kali Mie menelpon Adelard namun tidak di jawab, Ia menunggu hingga begitu malam waktu sudah menunjukan pukul 00.00 malam Restoran pun di tutup.


Mie pun beranjak dari tempat duduknya dengan wajah kecewa ia duduk di depan Restoran melihat bintang yang begitu terang malam itu.


" Paman...Apa kau melupakan janjimu sudah malam begini aku menunggu mu telpon ku tidak kau jawab, Aku kali ini sangat kecewa padamu apa kau mempermainkan ku hiks hiks hiks" Ucap Mie sembari Menangis.


Mie pun tidak bisa menahan tangisnya ia menundukan kepalanya.


Namun ia masih berharap Adelard akan datang walaupun terlambat dia masih menerimanya.


" Jika kau ingin mempermainkan ku jangan cara yang seperti ini aku sudah berharap kau akan datang, Apa kau sengaja melakukan ini padaku... hiks hiks hiks hiks "Teriak Mie yang duduk di depan Resto.

__ADS_1


__ADS_2