Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 3 Pemakaman


__ADS_3


" Aku memang wanita jahat......"


Setelah seminggu mereka menikah Adelard tidak pulang mengunjungi Mie yang berada di rumah lamanya. Mie sudah terbiasa sendiri tanpa pasangan ia terlihat sangat asyik bermain dengan anak Ray yang masih berumur dua tahun itu.


Sorot mata Mie terlihat begitu tenang walaupun tanpa Adelard baginya Adelard adalah masa lalu yang harus ia hancurkan.


Ray menanyakan Adelard kepada Mie yang masih asyik bermain dengan anaknya, Jawaban Mie membuat semua terkejut selama ini ia tidak tahu bahwa Amira sudah tiada. Mie menceritakan bahwa bulan depan akan kembali ke desa karena Pernikahan ini hanya semetara saja.


Sontak Ray berdiri dari tempat duduknya ia mengetahui semua penderitaan Adelard yang bertahun-tahun memikirkan wanita yang ia cintai selama ini.


Ray : " Apa bagimu ini lelucon!!!"


Mie :" Apa maksud Kak Ray???"


Ray : " Aku akan membawamu ke suatu tempat agar kau tahu bagaimana penderitaan Adelard"


Mie : " Maaf aku tidak peduli....Semua sudah berakhir jangan ikut campur lagian sejak awal Adelard tidak pernah mencintaiku untuk apa aku peduli tentangnya!!!"


Zia : " Mie hentikan ucapan mu ayo kite temui Amira!!!" Zia berdiri menghadap Mie begitu kesal .


Mie : " Apa maksudmu menemui Kak Amira, Bukanya dia sedang bersama Adelard dan anaknya jangan ganggu hidup mereka" Sembari mencubit pipi anak Ray .


Adelio : " Mie ayo kita pergi ikuti saran mereka" Adelio yang lelah melihat Mie yang masih saja egois seperti anak kecil.


Mie : " Kenapa sih!!! Aku ini hanya istri keduanya dia juga sudah lupa padaku mereka lagi bersenang-senang aku tidak ingin menganggu nya"


Ray : " Adelio bersiaplah.... Kita bawa dia secara paksa!!!!"


Mie : " Apa yang kalian lakukan!!!!"


Mie yang berteriak-teriak itu tidak di hiraukan Adelio yang mengangkat tubuh kecil Mie yang terasa begitu berat. Sedangkan Wulan dan Adelia saat itu sedang tidak di rumah mereka sedang melakukan perawatan kecantikan.


Siang itu terik matahari menyinari wajah Mie yang memerah ia tertegun melihat tempat pemakaman. Hatinya bertanya-tanya apa yang terjadi Ray memegang tangan Mie membawanya di hadapan Amira.


Mie tertegun kakinya gemetar hingga terduduk melihat Pemakaman Amira ia melihat tanggal kematian Amira tepat saat pernikahan mereka.


Wajah Mie di banjiri air mata yang berlinang hingga tersedu-sedu ia pegang foto Amira sembari menahan dadanya begitu sakit.


Ia kembali teringat kepada Adelard yang pasti menderita selama ini.


Mie :" Kak Ray ceritakan semua padaku???? Hiks hiks"


Ray menceritakan apa yang terjadi setelah malam itu. Adelard saat itu berada di taman belakang bersama Ray, Namun terdengar teriakan yang sangat keras membuat seisi ruangan terkejut. Adelard yang menyadari itu pun berlari mengejar suara tangis saat itu ia melihat Amira yang pingsan di hadapannya.


Adelard membawanya ke Rumah sakit saat itu semua dokter berusaha hingga Adelard dan Ray turun tangan, Amira pun tersadar ia memanggil Adelard ia berkata " Terimakasih kau telah mengabulkan permintaan terakhirku satu hal lagi jangan membenci Mie dia akan menjadi istrimu yang sesungguhnya, Aku merestui kalian" Sembari memegangi tangan Adelard yang gemetar.


Tiba-tiba Amira menghembuskan nafas terakhirnya Adelard saat itu berteriak memanggil nama Amira ia merasa menyesal dengan apa yang ia lakukan pada Amira namun semua itu sudah terlambat sejak dulu cinta Adelard pada Amira hanya sebatas teman masa kecil.


Mendengar semua itu Mie memeluk Zia menangis hingga terisak-isak menyesal kenapa saat itu ia mendekati Adelard hingga jatuh cinta padanya. Padahal hidup Amira sudah terancam Amira menerima kebahagiaan itu hanya sampai di malam pernikahan saja sungguh tragis.


Mie : " Aku adalah wanita jahat Zia ..... Aku wanita jahat merebut kebahagiaan wanita ini hiks hiks hiks "


Zia : " Bukan salahmu Mie..... Semua ini sudah takdir Kak Amira ....Kau tidak bersalah"


Mie : " Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri Zia .....Maafkan aku Kak Amira seharusnya aku tidak bersama Paman saat itu aku memang wanita jahat" Tangis dan teriak Mie yang begitu keras.


Zia pun menepuk-nepuk bahu Mie agar dia tenang karena mengganggu orang yang sedang mengunjungi pemakaman.

__ADS_1


Akhirnya Adelio membujuk Mie untuk masuk ke dalam mobil, karena penjaga pemakaman menyuruh mereka untuk pergi dari tempat itu tangis Mie terlalu keras membuat orang lain terganggu.


Mie pun menatap pintu kaca mobil matanya terlihat sendu.


Ray : " Apa kau masih tidak ingin menemui Adelard "


Mie : " Kak Ray hentikan itu Aku tidak peduli lagi seharusnya waktu itu aku tidak bersama Adelard setidaknya Amira bisa merasakan kebahagiaan bersama Paman lebih lama lagi"


Ray : " Kau salah Mie.... Apakah kau tahu Amira memang ingin kalian bersama karena ia tahu hidupnya sudah tidak lama lagi, Ia merestui kalian sejak awal kalian bersama"


Mie : " Tapi Paman tidak mencintaiku!!!! Dia sudah mengatakan semua yang ia rasakan padaku!!!Hiks hiks hiks!!!" Sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Ray : " Aku yakin dia bohong!!!! Apakah kau tahu setelah Amira meninggal ia tidak tinggal di sini lagi ia sudah pindah ke kota B saat itu dia begitu menderita wanita yang ia cintai meninggalkannya dan istrinya juga meninggalkan nya apakah kau tahu betapa menyedihkannya Adelard saat itu berharap kau akan kembali namun semua itu mustahil karena kau sudah melangkah terlalu jauh"


Mie : " Jika dia mencintaiku kenapa ia tidak mencariku padahal ia tahu aku selama ini bersembunyi di kampung halaman ibuku.... Aku hanya mainannya kak Ray????"


Zia : " Mie aku rasa bukan seperti itu...."


Mie : "Aku lelah dengan semua ini ....."


Adelio : " Tapi kau mencintai Paman??"


Mie : " Aku tidak tahu setelah ia mengatakan bahwa ia tidak mencintaiku selama ini aku rasa aku tidak bisa mencintainya lagi , Besok aku akan pulang ke desa jika bertemu dengan Adelard katakan padanya bahwa aku ingin berpisah"


Saat itu Hati Mie begitu campur aduk hatinya masih terasa perih rasanya ia ingin segera mungkin pergi dari kota itu.Rasa sesalnya itu kepada Amira membuatnya merasa bersalah hingga ia tidak ingin kembali bersama Adelard.


*


Malam itu Mie sedang mandi tiba-tiba seseorang masuk dalam kamar mandinya ia berteriak melempar Pria itu dengan sabun.


Adelard: "Ahhhh sakit...Kenapa kau tidak mengunci pintu toilet untung saja suamimu ini yang masuk"


Mie : " Kenapa kau masuk kesini.... Jangan lihat tubuhku pergi sana!!!"


Mie : " Haaah.... Kalau begitu aku saja yang keluar dasar sial cabul cabul cabul!!!"


Adelard menarik Mie ke dalam bathtub hingga mereka berdua masuk ke dalam bathtub. Ia memeluk Mie dengan erat yang masih menggunakan handuk dan berbisik " Aku dengar kau ingin berpisah denganku!!!!"


Mie : " Itu benar.... Jangan berbisik padaku bau tahu!!!!! "


Adelard: " Haaahhh dasar sial kau ini apa tidak bisa menjadi wanita yang manis!!!!Ahh heee aku tahu kamu ……Terangsang ya???"


Mie : " Enak saja kau pikir aku wanita murahan aku tidak akan seperti dulu lagi kau permainkan dengan semaumu...Aku ingin kita segera mungkin berpisah"


Adelard : " Dengarkan Aku Mieya Miesila adalah istri sah ku!!!! Kau tidak bisa lari dariku karena Kau harus mati di tanganku!!!!"


Mie : " Bukannya kau bilang itu terserah padaku "


Adelard : Bodoh bodoh.....Kau mudah sekali di tipu"


Mie : " Sial.... Kau mempermainkan aku lagi yaa!! Tentang kak Amira aku ingin meminta maaf!!!"


Adelard : " Kenapa harus meminta maaf tentu saja akan berakhir seperti ini....!!!" Adelard yang masih memeluk Mie begitu erat.


Mie : " Aku sudah membuat kesalahan yang besar ( hingga aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri) " Mie pun berdiri dari bathup.


Adelard : " Istriku bisakah kau buatkan secangkir teh untuk pacarku yang sudah menungguku di kamar sebelah"


Mie: " ( Ternyata dia sudah punya pacar wajar saja semua sudah berakhir...... Aku hanya wanita yang ia permainkan)"

__ADS_1


Adelard : " Kau cemburu ya!!!"


Mie : " Cih... Untuk apa aku cemburu pada kakek-kakek sepertimu ingin muntah saja" Mie pun secepat mungkin keluar dari kamar mandi.


Adelard : " Apa kau bilang!!!! Anak itu selalu saja membuatku kesal!!!!Lihat saja malam ini akan ku buat kau menangis...."


Adelard menghela nafas ia menatap ke langit-langit dan berbisik di dalam hatinya " Hahhh jantungku masih saja berdegup begitu kencang saat bersamanya tapi melihat perlakuannya padaku!!!! Apa aku tidak ada harapan lagi untuk memulai kembali hidup bersamanya!!! Menjengkelkan sekali!!!Aku rasanya ingin mati padahal dia sekarang sudah di genggamanku tapi aku tidak memiliki hatinya"


.


.


.


.


.


Wanita yang di bawa Adelard adalah pacarnya mereka sudah setahun menjalin hubungan wanita yang begitu cantik model ternama di kota B semua Pria terkagum-kagum melihat keindahan tubuhnya.


Mie yang keras kepala itu tidak menghiraukan permintaan Adelard menyuruhnya membawakan pacarnya minuman. Ia malah tertidur di kamarnya karena begitu lelah seharian menangis.


Adelia dan Wulan terkejut melihat wanita yang berada di kamar Adelard.


Adelia memarahi Adelard yang sudah menikah namun mempunyai hubungan dengan wanita lain. Adelard menjawab begitu santai "Bukankah kalian menyuruhku hanya menikahi dia saja"


Adelia pun menampar wajah Adelard ia berkata ,"Apakah kau tahu aku hanya ingin memberimu kesempatan untuk bersamanya tapi kau mempermainkannya ".


Wulan menarik Adelia ke perpustakaan ia menasihati temannya," Aku percaya Adelard akan membahagiakan Mie kali ini dia sebenarnya sedang bingung harus berbuat apa pada istrinya yang keras kepala".


Adelia : " Kau baik sekali Wulan"


Wulan : " Di sisi lain Mie juga salah ia terlalu banyak menebar luka untuk Adelard tapi aku percaya suatu saat nanti mereka akan bahagia"


*


Malam sudah begitu larut pacar Adelard yang bernama Wen itu sudah terlelap di kamar Adelard. Itu adalah kesempatannya untuk mengerjai Mie yang sedang tertidur pulas ia ingin membuat Mie menangis malam ini.


Adelard pun mengendap-endap memasuki kamar Mie , Adelia dan Wulan melihat kelakuan Adelard pun tertawa kecil sungguh kekonyolan yang tidak ada habisnya.


Adelard pun mendekati Mie ia ingin meregang tubuh Mie namun malah mendapat tamparan dari Mie yang bermimpi buruk.


Plakkkkkk.........


Mie : " Dasar Monyet lari sana....Jangan ambil pisang ku "


Adelard : " HA!!Monyet!!! Kau menganggap ku Monyet akan ku buat kau menyesal mengatakan itu" Mencubit pipi Mie hingga memerah.


Mie : " Ha-ha-ha " Mie tertawa begitu keras sehingga membangunkan Zia.


Zia : " Apa yang kau lakukan disini!!! Pergi sana temui saja pacarmu aku akan tidur menemani Mie " Tiba-tiba Zia tertidur sembari mengorok di dekat Mie.


Rencana Adelard pun gagal ia masuk ke dalam kamar Adelio yang sudah tertidur pulas.


Adelard : " Mereka berdua itu sangat menjengkelkan "


#Novel Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamanya S2


Mina-san Maaf ya telat Up nya ....

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian pembaca setia


jangan lupa Like dan Coment ...


__ADS_2