Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 47


__ADS_3

Mata sembab itu akhirnya terbuka dari tidurnya ia melihat sekelilingnya ternyata sudah ada Zia dan Adelio.



"Kenapa kalian disini..."Tanya Mie sembari merapikan rambutnya.


"Paman menyuruh kami kesini menjagamu"Ujar Adelio.


"Hmm....Sudah sore ya....Aku ketiduran"Ujar Mie yang beranjak dari tempat tidurnya.


"Apa kau tahu ilermu itu sudah kemana - kemana "Gurau Adelio.


"Adelio jangan begitu pada Mie..."Ketus Zia yang tahu temennya sedang terpukul.


"Zia.... Kau memang teman terbaikku heee"Ujar Mie sembari tersenyum.


"Adelard pergi menemui Kak Amira , Aku dengar dia sudah bangun dari masa kritisnya"Ujar Zia matanya tidak ingin melihat wajah Mie.


"Ahhh begitu yaa ( Sungguh kebetulan se"pertinya sudah berjalan dengan mulus ) "Ucap Mie yang minum air di bawakan Adelio.


"Sebagai gantinya Paman berpesan ia menyuruhmu menemuinya di taman bermain pukul 19.000 malam aku akan mengantarmu...."Ucap Adelio.


" hHm... Aku akan mendandanimu dengan cantik"Ucap Zia yang ingin membuat Mie senang.


"Terimakasih Zia..Aku bersiap dulu!!!!Sekarang sudah sore "Ujar Mie sembari memdorong mereka berdua keluar dari kamar.


Kemudiam waktu terus berjalan hingga menjelang malam.


Tibalah di cafe cake Zia pun membawa Mie ke kamarnya berdandan untuk terakhir kalinya bertemu Adelard.


"Mie kau cantik sekali....Aku tidak menyangka tanganku sangat berbakat "Ujar Zia begitu semangat


"Zia.... Terimakasih "Ujar Mie sembari memegang kedua tangan Zia.


"Mie....Jadi kau besok pagi akan ikut bersama kak Ray hiks hiks hiks"Ucap Zia sembari menangis.


"Hmm iya itu benar "Ucap Mie sembari menghapus air mata Zia.


"Aku tidak ingin kehilangan kamu Mie...."Ujar Zia memeluk sahabatnya itu.


"Hmm jangan menangis, Kau bisa menemuiku saat kau sedang libur kerja???? Zia jaga Adelio yang bermulut besar itu tapi aku yakin dia Pria yang sangat pantas bersamamu aku ingin kalian....."Ucap Mie terhenti.


"Hentikan...Kenapa di saat seperti ini kenapa kau memikirkan orang lain "Teriak Zia yang tidak bisa menahan kesalnya.


"Karena aku sangat menyayangi kalian .... Kelak aku akan pulang ke kota ini lagi aku pergi dulu menemui Adelard untuk terakhir kalinya "Ujar Mie melepas pelukan Zia.


"Jadi kau mau pergi sekarang bukannya masih terlalu awal menemui Adelard"Tanya Zia.


"Aku ingin menunggunya ....."Ucap Mie.


"Aku sayang padamu...Besok aku akan mengantarmu"Ujar Zia yang memegang tangan Mie.


"Hiks hiks hiks aduhh aku jadi nangis "Ucap Mie yang menghapus Air matanya.


"Aku selalu menunggumu Mie... Jangan pernah tinggalkan aku hiks hiks hiks"Teriak Zia yang terdengar Ray yang berada di kamar Alex.


"Tenang saja, Aku akan kembali lagi hiks hiks hiks"Ucap Mie yang berusaha tersenyum.


Mie pun memesan Taxi untuk mengantarnya ke taman bermain menumui Adelard, Ia tidak ingin Adelio mengantarnya.

__ADS_1


"Zia apakah ini perpisahan kita....Aku merasa tidak berguna sebagai temannya"Ujar Adelio meremas tangannya.


"Adelio.....Hiks hiks hiks dia itu wanita baik, Dia tidak hanya mengorbakan perasaanya tapi masa depan kalian juga ....Hiks hiks hiks "Teriak Zia.


"Apa maksudnya!!!!Bagaimana kita beritahu Paman saja ...."Ketus Adelio yang gelisah.


"Itu sama saja kau mematahkan harapan Mie kepada Adelard, Dia tidak hanya memikirkan kak Amira tapi ia merasa tidak pantas bersama Adelard karena status mereka yang berbeda ,Saat ini ia tahu Adelard sedang berjuang untuk perusahan , Kau tahu perusahan sedang mendapat masalah karena jika salah sedikit Adelard akan bangkrut dan Kak Amira sangat berpengaruh untuk perusahan Adelard , Mie sudah mengetahuinya sejak dulu aku tahu itu.... Tapi aku bodoh sekali tidak bisa menghentikannya "Ujar Zia sembari menangis di pelukan Adelio.


"Mie kenapa kau lakukan semua ini.....Haaah tentang perusahaan aku juga baru tahu tentang itu selama ini Paman menyembunyikan itu padaku termasuk ibu tidak mengetahuinya .... "Ketus Adelio.


"Mereka sama - sama berjuang tanpa mereka sadari.... Namun Mie sudah melangkah terlalu jauh .... "Ujar Zia.


"Mie cepatlah kembali........Hiks hiks hiks "Ucap Adelio.


"Kau menangis....."Tanya Zia melihat pacarnya itu.


"Bagaimana aku tidak menangis....Ia terlalu baik.....Dia sudah seperti malaikat ...."Tangis Adelio.


"Benar..... Hiks hiks hiks ....."Teriak Zia.


Tepat dimana Mie datang melihat Taman bermain yang sudah di atur Adelard.


Lampu yang begitu terang nan indah makan malam yang sudah ia siapkan Mie pun melihatnya sembari tersenyum.


Namun senyum itu berubah menjadi sebuah tangis yang sudah membendung.


Ia memegang dadanya yang begitu sakit dan sesak hingga membuatnya sulit bernafas.


"Paman saat itu kita bersama disini aku benar - benar bahagia... Hiks hiks hiks namun semua ini sudah berakhir Paman terimakasih untuk ketulusan cintamu yang telah kau berikan padaku....Walaupun hanya sebentar tapi aku sangat bahagia, Selamat tinggal Paman"Teriak Mie sembari menangis.


Setelah itu Mie pulang ke rumahnya yang telah di tunggu oleh Wulan dan Adelia.


"Apa kau sudah siap......Menanggung semua"Tanya Adelia yang begitu sedih.


"Baiklah.....Kami akan menunggumu di bawah.....Pergilah ke kamarmu"Ujar Adelia.


.........


Waktu sudah pukul 19.00 malam Adelard pun bergegas menuju taman bermain ia pun berlari secepat mungkin karena takut Mie menunggunya terlalu lama.


" Haaaahh.... Syukurlah aku sudah disini terlebih dahulu hahhhh"Ujar Adelard yang terengah-engah.



"Hmmm ....Aku sudah membelikannya beberapa bunga semoga ia senang???? Ya tuhan semoga lamaranku ini semua akan berjalan dengan lancar...."Ucap Adelard yang cengar-cengir sendiri.


Malam begitu indah itu membuat Adelard gelisah karena Mie tak kunjung menemuinya.Adelard pun terus melihat jamnya ia menunggu wanita yang di cintainya.


"Haa...Apa Adelio tidak memberitahu Mie!!!!....Apa Mie ingin memberiku kejutaan baiklah aku akan menunggumu kucing liarku.....Haah udara dingin sekali"Ujar Adelard yang berbicara sendiri.


Hampir dua jam Adelard menunggu Namun Mie masih tak kunjung datang.


Ia pun menghubungi Mie berkali-kali namun tidak ada jawaban satu pun dari Mie.


.......


"Maafkan aku Pqman.... Aku tidak bisa menjawab telponmu....Semua ini demi kebaikan kita "Ujar Mie sembari menangis tangannya begitu gemetar.


"Dia tidak mengangkat telpon ku....Hahhh sabar Adelard mungkin dia sedang gugup mungkin dia berdandan begitu lama...Hahahaha itu pasti benar " Ucap Adelard namun ia merasa ada sesuatu yang aneh ia pun menghubungi Adelio tentu saja jawaban Adelio mengatakan Mie sudah menuju taman bermain.

__ADS_1


Adelio merasa curiga hal ini tidak sesuai rencana Ray yang berada disisi Adelio itu pun merasa Mie sudah memiliki rencana lain.


*


"Ayo kita berangkat Mie????"Tanya Wulan.


"Hmm... Iya ibu (Maafkan aku...Aku sudah membohongi kalian karena jika aku bersama Kak Ray pasti Adelard akan menemukanku hanya cara seperti ini yang bisa menghapus semua kisah cinta kita Paman )"Gumam Mie di dalam hatinya.


Ia pun menaiki mobil menuju desa dimana ibunya di lahirkan rencana kedua yang ia lakukan agar tidak di temukan Adelard agar bisa menghapus semua kenangan indah mereka.


"Nak....Apa kau baik - baik saja "Tanya Wulan.


"Bolehkah aku menangis "Ujar Mie yang tidak bisa menahannya lagi.


"Hiks hiks.....Menangislah sepuasnya anakku"Ujar Wulan memeluk anaknya.


"Hiks hiks hiks haaa....Aku harus melupakan semua ini tapi ini begitu berat....Sangat menyiksa ....Sangat menyiksa....."Teriak Mie memegangi dadanya begitu sesak.


"Pengorbananmu ini tidak pernah sia - sia Mie.... Ibu yakin kau akan bahagia "Ucap Wulan.


"Maafkan tante,,,, Aku tidak bisa berbuat apapun untukmu"Ucap Adelia sembari menangis.


"Tidak tante tidak salah.... Bisakah tante berjanji untuk merahasiakan semua ini kepada mereka ...."Ujar Mie menatap Adelia.


"Mie aku berjanji ...."Ucap Adeli memeluk Mie.


" (Hujan!!!!!!Selamat tinggal Adelard, Semoga kau bahagia mungkin ini yang terakhir yang aku katakan padamu Adelard Abraham.....Aku mencintaimu Paman!!!!)"Gumam Mie di dalam hatinya memandang langit yang sudah di penuhi hujan. Mobil pun melaju dengan cepat karena desa itu desa terpencil yang sangat jauh dari perkotaan.


.............


.............


"Hahah hujan bisa gagal jika seperti ini..... Haaah tidak terasa sudah pukul 12 malam.... Haaaa aku harus menunggunya lagi (Aku yakin kau tidak melupakankukan.....)"Ujar Adelard yang penuh harapan.


Adelio dan Ray yang bersembunyi melihat Adelard menunggu Mie yang tak kunjung datang.


"Aku tidak menyangka Adelard sangat mencintai Mie hingga menunggunya hujan lebat begini ...... Dia menunggu begitu lama , Adelio ayo kita pergi aku tidak suka melihatnya begitu...."Ketus Ray merasa kesal.


"Baiklah ....Maafkan aku Paman"Ucap Adelio.


"Mie kemana kau.......Apa yang terjadi padamu "Ucap Adelard yang sudah lelah menunggu.


"Permisi....Apa anda tuan Qdelard maaf aku lupa memberikan ini padamu, Seorang wanita menyuruhku memberikan ini padamu....( Kasian sekali Pria ini, pasti ia di tolak) "Ujar seorang Pria tua.


"Surat dan cincin "Ucap Adelard yang kaget.


"Aku permisi tuan......"Ucap seorang Pria tua.


Adelard membuka Surat itu dengan tangan yang gemetaran.......


Tertulis


" Selamat tinggal Adelard "


"Apa yang kau lakukan padaku apa kau mempermainkanku apa yang kau lakukan !!!!!!!! "Teriak Adelard sembari menatap langit hujan begitu lebat membasahi dirinya.


"Kenapa kau begitu kejam padaku......Apa kurangnya diriku.... Apa salahku....Apa salahku!!!!! "Teriak Adelard memegangi dadanya.


__ADS_1


"Apa kau membenciku....Kenapa kau tidak hancurkan dan robek tubuhku sesukanmu.....Kejam kejam kejam sekali!!!!! Aku mencintaimu Mie!!!!Aku mencintaimu!!!!Kenapa kau begitu kejam padaku cincin pertunangan ini kau kembalikan padaku.... Kenapa bukannya kau mengatakan padaku kau mencintaiku....Senyum tawa dan tangismu itu apa semua itu kebohongan....... kenapa kau berbohong padaku padahal aku sangat senang mendengar kau mengucapkan bahwa kau juga mencintaiku aku tidak pernah sebahagia ini kenapa kau tiba - tiba menghacurkan semua ini!!!!"Teriak Adelard sembari menangis.


.........


__ADS_2