
Pada saat itu Mie pulang agak malam karena Adelard memberikan pekerjaan begitu banyak kepada Mie.
"Mie kau baru pulang.... Adelard sepertinya sudah pergi ke pesta amal" Ujar Wulan.
"Hhhhmm ibu sudah pulang aku rindu ibu dan tante????Ya..... Sudahlah aku tidak bisa menemaninya"Ujar Mie sembari memeluk mereka berdua.
"Bukan seperti itu lihat ini bunga yang harus kau bawa kesana" Ujar Adelia memegang bunga.
"Apa.... pria itu jahat sekali"Ujar Mie begitu kesal.
"Mandi lah akan ku buat kau seperti tuan putri" Ujar adelia sembari memegang wajah Mie.
"Mie apa kau tahu kenapa tangan Adelard terluka"Tanya Wulan.
"Aku tidak tahu bu, Dia tadi marah - marah padaku aku mandi dulu bu"Ujar Mie yang acuh.
Setelah beberapa jam kemudian mendandani Mie.
Adelio dan Zia pun sudah bersiap untuk mengantar Mie.
"Mie Mie cantik sekali.. ...."Ujar Zia.
"Benarkan zia aku tidak begitu percaya diri, Aku juga tidak bisa menggunakan sepatu ini...Sulit sekali"Ketus Mie.
"Hhhaha wanita tomboy "Ucap Zia.
"Bukannya kau begitu juga zia"Ejek Mie.
"Bleekkkkk 😋😋😋😋😋 aku sudah bisa lihat sepatuku heee"Ujar Zia yang sudah menjadi wanita angun.
"Dasar wanita ini!!!Kau pergi juga ke pesta amal"Tanya Mie.
"Kami akan kencan ke festival di taman bermain"Ucap Zia sembari melihat Adelio.
"Haa kalian curang sekali...."Ujar Mie.
"kau itu jomblo jadi tidak bisa ikut"Ujar Adelio.
"Tunggu saja aku akan perkenalkan teman priaku "Ujar Mie.
"Hei kalian pergilah, Cepat ...." Teriak Adelia.
"Yah benar kalau tidak Paman mengaung seperti singa haah menyebalkan"Teriak Mie sembari menaiki mobil.
Adelio pun mengantar Mie menuju pesta amal.
" Wangi sekali bunga ini...." Ucap zia yang mencium aroma mawar .
"Hhhmmmm "Ucap Mie yang menutup hidung.
" Kau alergi....Bunga???"Tanya Zia sembari melihat Mie menutup hidung.
"Tidak!!!!Aku hanya tidak suka aroma mawar rasanya ingin muntah"Ketus Mie.
"Hhhahaha kau ini wanita atau bukan "Ujar Adelio namun terhenti karena Mie menjitak kepala Adelio, Ia pun terdiam tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Hhhhahaha kau takut ya Adelio hahahah apa kau tahu singa sebenarnya wanita yang di belakang kita ini "Ujar Zia yang tertawa melihat pacarnya yang takut.
"Zia kau mengejek ku terus....."Ujar Adelio.
"Hhhhahahaha karena kau sangat lucu"Ujar Zia.
" Apa lucu ...... " Ucap Adelio namun....
Plaaaakkkk......
Mie memukul kepala Adelio dengan bantal kecil di mobil ia pun tidak bisa berkata apapun lagi dia pun terdiam tidak ingin menoleh ke belakang, Zia han menahan tawa kelakuan Mie yang terus menindas Adelio.
"Berisik!!!!Aku mau muntah!!!"Teriak Mie wajahnya sudah berkeringat.
Setelah itu sampailah di hotel pesta amal itu di adakan.
" Hhaaah akhirnya sampai juga , Aku menjadi lega"Ujar Adelio namun terdiam saat Mie menatap Adelio begitu tajam.
"Hhhahahah bukan seperti ini Mie Mie cantik "Ujar Adelio yang tersenyum paksa pada Mie Mie.
"Aku pergi dulu ya Mie Mie bawalah bunga ini"Ucap Zia untuk menghentikan mereka berkelahi.
"Hmm hati - hati ya dengan pria sial itu"Ujar Mie sembari memeluk Zia.
Adelio hanya tersenyum saja kali ini ia tidak ingin di pukuli Mie lagi.
Malam itu begitu banyak orang sehingga Mie sulit mencari Adelard Mie menahan aroma mawar dengan menutup hidungnya.
Saat itu pria di samping Adelard menunjuk kearah Mie yang begitu menawan,
Semua Pria menatapnya namun Mie hanya acuh.
" Wanita itu cantik sekali"Ujar teman Adelard.
" Dia adalah wanitaku jangan menggangu jika tidak ingin menerima akibatnya" Ketus Adelard ia pun mendekati wanita bergaun yang berwarna merah terang begitu elegan dan cantik membuat Adelard terpesona.
"Paman, akhirnya menemukan mu??!" Ucap Mie saat melangkah ia tersandung Adelard pun mengandengnya.
" Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar jangan membuatku malu "Ketus Adelard yang tersipu malu.
"Sepatu ini terlalu tinggi....Kenapa mereka memandangi ku terus apa wajah ku aneh"Ucap Mie yang merasa tidak nyaman.
"Dasar apa kau tidak tahu mereka itu ingin memakanmu???Apa kau tidak pernah peka dengan Pria????Ketus Adelard yang kesal.
"Memangnya salahku apa????"Ucap Mie yang tersenyum kepada semua Pria yang menatapnya.
__ADS_1
"Jangan tersenyum kepada yang lain.....Hanya boleh padaku!!!"Ketus Adelard yang cemburu.
"Cih....Kenapa sih!!!!Pria itu kenapa cengar-cengir padaku???Apa aku mengenalny???"Ucap Mie begitu polos.
"Karena malam ini kau terlihat ca...... ( cantik ) wajah mu jelek "Ketus Adelard yang hampir keceplosan.
"Hmm... (Apa aku jelek sekali bagi Paman menyebalkan sekali) "Ucap Mie di dalam hatinya.
"Kenapa wajahmu berkeringat disini begitu dingin"Ketus Adelard.
" Aku sebenarnya....."Ucap Mie terhenti karena rekan kerja Adelard.
"Adelard.....Salam kenal apa dia Amira tunanganmu itu"Tanya Pria itu.
"Hmm bukan tunangan ku wajahnya sangat cantik"Ucap Adelard tersenyum kepada Pria itu.
"Haha perkenalkan nona cantik nama ku Reno " Ucap Pria tersebut yang ingin menyalami Mie namun di tepis Adelard.
"Dia sudah punya suami, Jadi jangan sentuh dia!!!"Ucap Adelard melirik tajam reno.
"Paman bunga ini aku letakan dimana berat sekali ( aku tidak tahan baunya )"Bisik Mie.
"Adelard ......"Teriak Wanita yang mencari perhatian padanya.
Beberapa wanita menyapa Adelard ia pun merespon dengan baik Mie yang terus membisiki Adelard untuk menaruh bunga itu dimana tidak di hiraukan Adelard ia masih marah karena Mie mengatakan sesuatu menyakitan yang terdengar di ponsel Adelio.
Mie pun mundur kemudian mencari tempat duduk sembari membawa bunga ia sudah tidak tahan ingin muntah kepalanya menjadi sedikit pusing.
Beberapa menit kemudian saat itu Adelard mencari Mie karena ingin memberikan bunga itu kepada rekan kerjanya yang bertahun - tahun bekerjasama dengan Adelard namun saat itu ia melihat wajah Mie begitu pucat dan berkeringat.
"Kau disini aku mencari mu wajahmu begitu pucat???"Tanya Adelard sembari melihat wajah Mie.
"Adelard....Apa ini tunanganmu"Ujar Pria tersebut.
"Hmm dia adalah asisten pribadi saya"Jawab Adelard dengan lantang.
" Berikan bunga itu padanya " Bisik Adelard.
Mie pun berdiri dan memberikan bunga itu kepada rekan kerja Adelard saat itu kepalanya begitu pusing ia pun permisi ke toilet.
" Maaf saya permisi ke toilet "Ujar Mie.
" Silahkan ..."Ucap Pri tersebut yang masih berbicara pada Adelard.
Adelard melihat Mie yang berjalan sempoyongan membuat dia sedikit gelisah.
Saat itu Mie berada di depan toilet ia ingin muntah namun sudah sangat pusing untuk berjala masuk ke toilet.
" Kepala ku pusing sekali aku ingin muntah......"Ucap Mie yang begitu pucat.
" Hei kau kenapa....."Ketus Adelard sembari memegang wajah Mie.
"Paman aku mau mun......"Ujar Mie yang terdengar samar oleh Adelard.
HHhhhhueeeeeekkkkkk.......Akhirnya Mie sudah mengeluarkan apa yang ia rasakan sejak tadi.
" Kau......Hhhhahhhh ....Aaaahhhh ini menjijikan"Teriak Adelard karena bajunya habis oleh muntah Mie.
" Pusing sekali kepalaku"Ujar Mie.
Adelard pun mengangkat Mie ia membawanya ke kamar hotel yang kebetulan !milik Adelard.
Adelard pun membawa Mie ke dalam kamar hotel.
" Hahhh berat sekali badanya, Bangunlah " Ucap Adelard.
Adelard pun langsung mandi karena muntah Mie yang melekat di dadanya.
Beberapa menit kemudian.....
" Hmm aku dimana, kenapa aku di kamar ini..... Ahhh aku .... Ahhhh aku muntah di baju Paman???Apa dia sedang mandi apa yang harus ku lakukan "Ucap Mie.
"(Wahhhh.....Seksi sekali)" Ucap Mie di dalam hatinya.
"Apa yang kau lihat!!!Cabul...."Ketus Adelard.
"Ha!!!....Enak saja!!!"Ucap Mie.
Adelard tiba-tiba mendekatinya dan menjatuhkan nya di ranjang hotel.
"Kamu nakal sekali....Melihatku seperti ini"Bisik Adelard.
"Ha....Paman jangan sentuh aku!!!!"Ketus Mie ia ingin menegaskan Adelard bahwa ia tidak boleh menyentuhnya lagi.
"Hmm...Mandi lah, Bersihkan dirimu pakailah baju ku yang ada di lemari"Ucap Adelard.
"Kenapa baju paman disini???"Ujar Mie sembari menunjuk kearah lemari.
"Saat bertemu klien aku sering menginap disini..."Jawab Adelard sembari menggunakan pakaiannya.
"Apa ini hotel milik paman..."Tanya Mie.
" Tentu saja...."Ketus Adelard.
Mie pun masuk ke dalam toilet ia membersihkan tubuhnya, Namun ia teringat lagi oleh Adelard yang tidak menggunakan atasan itu.
" ( Paman begitu menggoda heeeee........ Ahhh Mie Mie sadarkan dirimu dari iblis itu )"Ucap Mie di dalam hatinya sembari membersihkan tubuh.
Setelah Mie mandi ia menggunakan piyama Adelard.
" Duduklah disini tadi aku melepaskan sepatumu sepertinya kaki mu terluka"Tanya Adelard yang begitu perhatian.
" Hmm...." Ucap Mie yang masih tersipu malu.
__ADS_1
Adelard mengangkat kaki Mie yang lecet karena sepatu yang ia pakai.
" Ahh sakit paman... Tidak bisakah kau pelan - pelan saja"Ujar Mie yang kesakitan.
"Hentikan...Suara aneh seperti itu!!!"Ketus Adelard.
"Ha???Aku tidak mengerti???"Tanya Mie.
"Sudah lah, Hmm kenapa wajah mu begitu pucat???Apa kau belum makan"Tanya Adelard.
" Aku tidak suka bunga itu....."Ucap Mie.
"Apa kau alergi bunga "Tanya Adelard.
"Bukan alergi bisa di bilang phobia dengan bunga mawar aromanya membuat ku pusing dan ingin muntah"Ucap Mie yang masih merasa pusing.
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal"Ketus Adelard.
"Aku pikir bisa menahannya...."Ucap Mie wajahnya begitu kesal.
"Apa kau tahu membuatku khawatir"Ujar Adelard.
"Kenapa Paman peduli padaku....Aku kan bukan siapa-siapamu!!!"Ketus Mie.
"Kamu tanggung jawabku disini..Kalau terjadi sesuatu padamu aku bisa di marahi Adelia!!!"Ketus Adelard.
"Paman bagaimana rekan paman..."Tanya Mie yang mengalihkan pembicaraan.
"Aku tidak peduli!!!Aku sudah memesan makanan untukmu!!"Ketus Adelard yang kesal pada pertanyaan Mie.
"Apa kita tidak pulang "Tanya Mie yang begitu polos.
"Aku sudah memberitahu ibumu, ia menyuruh kita tidur disini saja karena sudah begitu malam "Jawab Adelard sembari memegang ponselnya.
"Haa aku tidak percaya"Ketus Mie yang masih curiga pada Adelard.
"Lihat saja chattingnya "Ketus Adelard sembari memberikan ponselnya.
"Haaaa ibu........"Ucap Mie yang kaget melihat chatting dari ibunya.
Setelah itu pelayan pun datang mengantarkan makanan untuk mereka.
"Ayo kita makan....Makanlah jangan melamun "Ujar Adelard.
"Hmmm Rasanya enak sekali, Aku suka ini"Ucap Mie yang lahap makan.
"Hehehe makan lah yang banyak "Ucap Adelard yang tertawa.
"Paman kenapa kau tertawa....."Ketus Mie yang malu di tertawa.
"Hehehe tidak hanya saja kau selalu menikmati makananmu"Ucap Adelard.
"Tentu saja.... Makanan seenak ini harus di nikmati "Tegas Mie.
Beberapa menit kemudian setelah makan malam Mie pun menelpon ibunya agar membatalkan menginap dengan Adelard.Namun Wulan tidak memperdulikan permintaan anaknya itu.
" Hei berbaringlah di sampingku......"Ucap Adelard.
"Hmmm jangan lakukan apa pun padaku apa pun itu!!!"Tegas Mie.
"Tenang saja aku janji??? Kau ingin menonton apa...."Tanya Adelard.
"Hmmm terserah Paman saja "Ujar Mie sembari menaiki ranjang.
Saat Adelard membuka channel tv muncul adengan sepasang kekasih yang sedang berciuman Adelard pun langsung mengganti channel lain saat itu pun terulang kembali muncul lagi adengan dewasa.
"Hm ini sepertinya film tentang kehidupan seorang anak yang kehilangan orangtuanya, Apa ganti saja"Ujar Adelard sembari melihat wajah Mie yang begitu takut di samping Adelard.
"Jangan aku ingin menontonnya Paman...."Ucap Mie yang penasaran.
" Baiklah... Jangan menangis ya"Goda Adelard.
"Tentu saja tidak ...Aku juga sudah sering menonton film seperti ini"Ketus Mie.
Satu jam kemudian
% the end %
" Hhaaaa Paman aku sedih sekali kedua orangtuanya meninggal apa paman sudah menonton ini.....Pasti sangat sedih dan kesepian hiks hiks hiks hiks "
"Hei lepaskan aku..... Aku bisa mati jika kau peluk seperti ini"Teriak Adelard.
" Apa paman begitu juga"Tanya Mie yang menatap Adelard.
"Siapa pun itu pasti pernah kesepian, Lepaskan sesak sekali"Teriak Adelard.
" Tidak mau.......Hiks hiks hiks "Ucap Mie sembari menangis memeluk Adelard ia tidak sadar memeluk Pria yang berada di sampingnya.
"Apa kau sengaja ingin membunuhku ya!!!"Ketus Adelard menatap Wajah Mie.
"Paman berlebihan sekali " Ucap Mie sembari menatap Adelard saat itu wajah mereka saling bertatapan mereka pun tersipu malu dan memalingkan wajah.
"Hmmm...Aku tadi hanya terbawa film jadi memelukmu begitu.....Hmm Selamat malam Paman " Ucap Mie begitu lembut menghadap ke lain.
" ( Kali ini aku akan menahanya )" Ucap Adelard di dalam hatinya.
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1