
Malam itu tibalah di penginapan wajah khawatir mereka sangatlah terlihat
Ternyata mereka semua sudah menungguku di depan pintu penginapan.
"Apa kau baik - baik saja nak!!!Untung saja Adelard menemukanmu"Ucap Wulan.
"Yah aku sangat beruntung tapi kak Ben tidak bersalah bu "Ujar Mie yang masih membela Ben.
"Ibu mengerti....Baiklah sekarang kau ke kamar Adelard bersihkan lukanya"Ujar Wulan.
"Tidak perlu biar aku saja Mie!!!"Tegas Amira yang tidak ingin kalah dari Mie.
"Haaa baiklah kak Amira (Kenapa aku menjadi cemburu!!!)"Ujar Mie sembari berjalan ke kamarnya.
Saat Mie membersihkan tubuhnya ia teringat kembali kejadian yang menimpanya, Dimana saat Adelard di pukuli Brian membuatnya merasa sangat bersalah setelah ia selesai .
Ia pun bergegas menuju kamar Adelard yang berada di sebelah kamarnya.
"Paman , Apa kau sudah tidur...."Ketuk Mie.
"Mie masuk lah..."Ujar Amira yang membuka pintu.
"kak Amira maaf aku menganggu kalian"Ucap Mie.
"Apa kau ingin meminta maaf padanya, Temui lah dia aku juga sudah mengantuk ( Adelard sedari tadi dingin padaku)"Ucap Amira sembari keluar dari kamar.
"Hahaha besok saja aku akan meminta maaf padanya"Ujar Mie yang merasa tidak nyaman.
"Temui dia sejak tadi dia diam saja ( ini sangat menyakitkan melihat Pria yang ku sukai jatuh cinta dengan wanita lain)"Ucap Amira yang menarik tangan Mie.
Tatapan Amira itu membuat Mie menyerah ia pun masuk ke dalam kamar Adelard.
"Paman....Kau sedang apa" Tanya Mie yang berjalan masuk ke dalam kamar.
Braaaakkkkkkkk.......
Tiba-tiba Adelard menjatuhkan Mie di ranjangnya, Ia menatap Mie begitu lembut.
"Hmm kau sudah di obati ya....Aku ( Kenapa aku jadi malu)"Ucap Mie yang begitu gugup.
"Pacarku ini berani sekali malam - malam menemui ku apa kau tidak takut"Goda Adelard.
"( Aku harus Alihkan pembicaraan) Tanganmu juga terluka maafkan aku ya semua karenaku yang terlalu ceroboh"Ucap Mie yang tersipu malu.
"Bagaimana kau bisa membalas kebaikanku"Goda Adelard sembari menatap Mie.
"Hm...Aku harus apa (Ya tuhan lindungi aku )"Ujar Mie.
"Kau kan pacarku!!!!Besok kita kencan ada acara festival kembang api besok"Ucap Adelard wajahnya begitu senang.
"Aku bukan pacarmu jangan main - main....Hentikan candaan ini!!!!"Ketus Mie.
"Aku serius!!!!!Apa kau memikirkan Amira???? Hemm memang ini terasa kejam apa kau tahu selama bertahun- tahun aku memaksa diriku untuk jatuh cinta padanya sedangkan ada wanita yang aku cintai dan selalu ingin ku lindungi" Ucap Adelard sembari melihat langit malam.
"Apa paman tahu jika kita berpacaran ini ada hal buruk untuk kak Amira dan orang di sekitar kita????Apa kau tidak pernah memikirkan perasan kak Amira!!!"Ketus Mie.
"Aku selalu memikirkannya....Hingga aku bertahan sampai sekarang sudah hampir 5 tahun aku bertahan untuknya....Tapi saat berada di sisimu aku tidak bisa membohongi perasaanku!!!"Ketus Adelard.
"Aku hanya takut melukainya......????"Ujar Mie.
"kau terlalu banyak berpikir Mie aku akan bicara dengan Amira aku tidak bisa seperti ini terus menerus apa kah kau tahu ini sangat menyiksa ku!!!Aku sunggug menyedihkan ya???"Ujar Adelard matanya terlihat berkaca-kaca membuat hati Mie terasa ingin terbakar.
"Paman....Maafkan aku yang tidak memikirkan perasaanmu???"Ujar Mie sembari menatap Adelard.
Ia memegang kedua pipi Adelard, Kemudian tanpa ia sadari ia mencium Adelard sembari merasakan apa yang Adelard rasakan dalam hidupnya.
"( Mungkin ini adalah kesalahan terbesarku, Maafkan aku kak Amira)"Ucap Mie di dalam hati.
"Aku tidak menyangka kau sangat agresif"Ucap Adelard setelah mendapat kecupan dari Mie.
__ADS_1
"Hmmm itu bonus karena telah menolongku"Ketus Mie yang tersipu malu.
"Baiklah, Aku ingin buah kaleng bisakah pacarku mengambilkannya" Ujar Adelard sembari memeluk Mie dari belakang dengan erat.
"Ambil saja sendiri aku mau tidur...."Ketus Mie yang menahan rasa malu.
"Oh begitu ya setelah mengambil kesucianku kau pergi begitu saja aku akan mengadukannya kepada ibumu" Ucap Adelard dengan wajah licik.
"(Dasar kau!!!! Apa ia tidak sadar yang ia lakukan ciuman pertamaku sudah sirna karena dirimu )Arghhh baiklah tuan aku akan mengambilkannya untukmu"Ucap Mie sembari membuka pintu.
"Bukan tuan tapi pacarku ....."Goda Adelard sembari tertawa.
"Arghhhh....Tunggu sebentar aku akan menggambilnya"Ucap Mie sembari menutup pintu begitu keras.
"(Apa yang telah aku lakukan!!!!Sungguh memalukan!!!!)"Ucap Mie di dalam hatinya sembari berjalan ke lantai bawah.
"Hoi....Apa yang kau gumamkan Mie!!!"Tanya Adelio yang sedang bersama Zia.
"Kalian mengagetkan saja!!!!Kalian ini berdua terus menerus bermesraan buat iri saja"Ucap Mie.
"Bukannya kamu begitu juga " Ucap Adelio yang melirik Mie.
"Awas aku ingin mengambil buah kaleng untuk Paman"Ketus Mie.
"Romantis sekali aku mau juga sayang"Ketus Zia yang merangkul sahabatnya.
"Zia.... Apa kau tidak mau lagi jadi sahabatku"Ketus Mie.
"Hhhahha maaf maaf maaf ya, Aku cuma bercanda "Ujar Zia.
Kemudian sepasang kekakasih itu menjenguk Adelard yang berada di kamar.
Setelah beberapa Menit kemudian mereka segera kekuar karena tidak ingin menganggu Mie dan Adelard yang sedang di mabuk cinta.
"Tentu saja tidur.....Aku ngantuk sekali, kami kesini hanya ingin melihat keadaannya saja!!!Adelio ayo kita tidur"Ucap Zia.
"Dazar kalian....Padahal aku sudah membawakan kalian cemilan "Ketus Mie yang kecewa.
"Maaf ya kami tidur dulu "Ucap Adelio yang pergi menuruni tangga bersama Zia.
Mie pun berdiri di depan Pintu, Ia menarik nafas begitu dalam agar lebih tenang.
"Kenapa berdiri disitu masuklah"Ketus Adelard yang sudah menunggu Mie.
"Paman setelah ini aku akan ke kamarku"Ketus Mie.
"Hmmm baiklah"Ujar Adelard.
"(Akhirnya terbebas juga)"Hela nafas Mie.
"Tapi bagaimana aku memakannya tangan ku masih sakit"Ketus Adelard.
"( Dasar pria sialan....Aku selalu saja terjebak olehnya ) Baiklah aku suapi!!!"Ucap Mie yang masih tersipu malu.
"Paman....Aku ingin menanyakan satu hal"Tanya Mie.
"Apa itu....."Jawab Adelard sembari menguyah buah kaleng.
"Tentang perasaanmu padaku"Ketus Mie,
"Apa kau tidak percaya padaku..."Tanya Adelard menatap Mie.
"Tentu saja....Semua itu terjadi tiba-tiba???"Ketus Mie.
"Aku juga bingung mengatakanya wajahmu pas - pasan tidak terlalu tinggi badanmu kecil dan kamu sedikit bodoh"Ucap Adelard sengaja membuat Mie kesal.
__ADS_1
"Aku pergi saja!!!!"Ucap Adelard menarik tangan Mie.
"Kau marah ya hahaha"Ucap Adelard terlihat sangat bahagia.
"Kau hanya menghinaku...."Ketus Mie.
"Aku juga bingung mengatakannya!!! Aku tidak bisa hidup tanpamu aku ingin kau selalu bersamaku!!!Aku jatuh cinta padamu Mie??"Tegas Adelard.
"Perasaanku ini....."Ujar Mie yang masih ragu.
"Aku tidak ingin mendengarnya akan ku buat kau jatuh cinta padaku"Ketus Adelard.
"(Perasaan bersalahku ini yang tidak bisa di maafkan) "Ujar Mie di hati.
"kenapa kau diam saja"Tanya Adelard memandang Mie.
" Aku hanya berpikir saja kenapa Paman bisa jatuh cinta padaku"Ujar Mie.
"Apa kau tahu kisah si cantik dan si buruk rupa mengapa si cantik jatuh cinta kepada si buruk rupa karena si buruk rupa memiliki hati yang baik mereka selalu bersama dan hidup bersama maka timbul lah rasa cinta itu"Ujar Adelard.
"(Sialan.....Dia menghinaku lagi)Hahahaha.....!!!!"Mie yang tertawa karena kesal.
"Hoi suaramu keras sekali yang lain akan bangun jika mendengarnya "Ketus Adelard.
"Paman!!!!!!!"Teriak Mie.
"Hhhhmmmm"Jawab Adelard sembari melihat ponsel.
"Jadi si buruk rupa itu diriku"Teriak Mie.
"Hhhahahha.....Benar ( Aduh aku salah bicara ) "Ucap Adelard yang sangat menyebalkan.
"
"Uhuk uhuk.....Ampun"Teriak Adelard.
"Harusnya sejak tadi aku melakukan ini padamu"Teriak Mie yang masih mencekik Adelard.
"Itu hanya umpama saja"Ujar Adelard.
"Tapi dari tadi menghinaku aku tahu aku tidak cantik seperti wanita lain!!!"Ucap Mie yang memanas.
"Uhuk uhuk.....Lepaskan aku"Ujar Adelard.
"Tidak.....Tidak tidak..."Ketus Mie.
"Kau ingin membunuhku ya..... "Ujar Adelard.
"Ini akibat karena menghina seorang wanita"Ujar Mie sembari melepas Adelard.
"Aku minta maaf......."Ujar Adelard sembari menatap Mie.
Adelard mendekati Mie hingga ia terbaring di sofanya.Ia memegang rambut halus Mie begitu lembut mata mereka beradu satu sama lain.
"( Mie tenanglah!!)Jangan cium aku"Ketus Mie.
"Otakmu jorok juga , Qku tidak akan melakukan apapun padamu"Ketus Adelard.
"(Dasar menyebalkan dia sedekat ini kalau aku tidak menahannya dia pasti akan mencium ku )Sudahlah aku ingin tidur di kamarku "Ketus Mie sembari beranjak dari sofa.
"Selamat malam Mie, Aku sangat bahagia hari ini bersamamu"Ucap Adelard.
"Aku tidur dulu.....Selamat malam Paman"Ujar Mie.
Mie pun bergegas pergi menuju kamarnya agar terbebas dari kegenitan Adelard,
Saat itu ia memegang dadanya yang berdetak sangat kencang ia sangat senang namun ia selalu merasa bersalah kepada Amira yang lebih mencintai Adelard.
__ADS_1
"(Aku tidak tahu....Perasaaan ini terasa menyenangkan namun sangat menyakitkan???Aku tidak tahu harus menjawab apa pada Adelard)"
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍