Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 27 Cinta yang di paksa itu tidak baik


__ADS_3

Malam itu Mie menunggu Chris di cafe yang memiliki banyak menu makanan manis, Mie saat itu benar-benar bosan kenapa ia harus bertemu orang yang tidak ingin ia temui selama ini. Orang yang pernah membuat nya kecewa.


Chris pun datang mendekati Mie, Ia terus membahas masa lalu saat mereka kencan, Namun Mie selalu mengalihkan pembicaraan saat itu di pikirannya hanya Adelard yang pasti sedang menunggu nya . Beberapa kali ia menutup telpon dari Ei dan Hina yang khawatir padanya.


Ia juga tidak bisa mengacuhkan Chris yang selalu berbicara padanya, Ia menggenggam tangan Chris yang membuatnya terkejut. Mie pun membawanya ke suatu tempat yang paling Mie sukai yaitu Taman bermain.


Chris yang takut akan ketinggian itu di paksa Mie untuk ikut naik kora-kora.


Chris:" Apa kau serius"


Mie:" Tentu saja aku serius, Ayo lah "


Chris :" Mie ..... Aku mencintaimu"


Mie: " Maafkan aku Kak Chris ....."


Chris:" Aku akan membuat mu jatuh cinta padaku???"


Mie:" Perasaan ku tidak berubah sejak tiga tahun lalu , Aku masih mencintainya hingga sekarang"


Chris:" Dia tidak pernah membutuhkan mu????"


Mie:" Tidak apa .... Itu tidak masalah aku akan menerimanya"


Chris:" Aku tidak akan menyerah Mie!!!"


Kora-kora pun di ayunkan ......


Mie pun berteriak keras kepada Chris ......


Mie :" Kak Chris maafkan aku .....Tapi satu hal lagi Apa pun itu jika di lakukan dengan paksaan semua tidak bisa berjalan lancar Aaaaaaaaaaaaaa "


Chris terdiam sembari melihat Mie yang berteriak, Percikan air matanya Mie itu mengenai Chris. Ia pun berteriak keras hingga dadanya terasa lega . Perasaannya itu sejak awal memang tidak pernah terbalas.


Malam kencan yang Chris inginkan itu akhirnya bisa Mie lalui walaupun dengan paksaan dan rasa bersalah nya pada Adelard.


Mie tertidur pulas sembari memegang ikan yang Chris belikan untuknya. Ia menatap Mie dengan wajah sedih namun ia masih bersikeras akan menaklukkan Mie yang sudah jatuh di pelukan Adelard.


Ei yang menunggu di jalan rumah sakit itu melihat Chris menggendong Mie, Ei pun mendekatinya, Ia langsung mengambil alih Mie dengan senyum palsunya itu . Ei pun secepat mungkin membawa Mie ke kamar Adelard.


Hina:" Dia kenapa????"


Mie yang mendengar suara Hina itu pun terbangun yang terbaring di sofa.


Ei:" Apa yang kau lakukan!!!! Kau pergi bersama Pria , Sudah malam begini!!!!"


Hina:" Ei, Hentikan!!!"


Ei:" Kau tidak menjawab telpon kami !!!!"


Mie:" Hiks hiks hiks maafkan aku .....Ei"


Hina:" Mie ..... Jangan menangis???"


Ei:" Apa kau tahu, Kami khawatir dengan dirimu ..... Kau itu tanggung jawabku Mie "


Mie:" Aku minta maaf ....."

__ADS_1


Ei :" Jelaskan semua padaku ......" Tegas Ei.


Mie :" Chris mengancam ku .... "


Hina :" Dia mengancam mu!!!"


Mie:" Jika setiap malam aku tidak menemaninya dia akan menyebarkan semua tentang Paman yang sedang tidak sadarkan diri"


Hina:" Mie kau mengorbankan perasaan mu untuk melindungi Direktur???"


Mie:" Aku harus bagaimana lagi , Tidak ada jalan aku ingin selalu melindungi Paman???"


Ei:" Huh .... Mie bodoh!!!!Kenapa kau tidak bicarakan padaku"


Mie:" Kalian juga sibuk membantu ku , Bagaimana aku bisa merepotkan kalian"


Hina pun memeluk Mie begitu erat .....


Hina:" Andalkan kami sebanyak mungkin,Mie????"


Ei:" Kami berdua sangat menyayangi mu ,Mie"


Mie:" Terimakasih kalian memang sahabat ku???? Tentang Chris aku akan tetap melakukan nya "


Hina:" Hm Mie Bagaimana ini ..... Bagaimana jika dia melakukan sesuatu padamu, Memangnya dia siapa sih terobsesi sekali padamu"


Ei:"Calon suaminya!!!"


Hina:" Apa!!!!"


Ei:" Dia mengkhianati Mie dan Sekarang ingin mengambil nya lagi dari Direktur, Tidak akan ku maafkan!!!"


Ei:" Banyak sekali, Permintaan sangat banyak semenjak kau Promosikan dengan aktor terkenal"


Mie:" Ahhh Pria tampan memang selalu menjadi idaman nenek-nenek hahahaha"


Hina:" Hahahha benar juga ,Kita pun memberi tanda tangan Aktor tersebut setiap pembelian alat terapi lansia itu"


Ei :" Yah .... Mie memang punya segudang trik untuk mempromosikan produk perusahaan"


Mie:" Ei , Bagaimana yang data aku pinta Produk yang tidak laku dan masih banyak di gudang "


Ei:" Sudah ku bawa ....."


Mie:" Baiklah, Aku mandi dulu .....Panas sekali hari ini"


.


.


.


.


Beberapa menit kemudian setelah Mie menggunakan Piyamanya ia mengeringkan rambutnya dan mengunakan serum wajah agar kulit nya tidak terlihat kering di sertai memakan buah-buahan agar kulitnya terlihat segar.


Sebelum ia memulai pekerjaan nya ia mencium Adelard saat itu Hina dan Ei sedang sibuk jadi mereka tidak memperhatikan Mie.

__ADS_1


Mie:" Berikan padaku yang harus aku tanda tangani"


Ei pun memberika dokumen yang terlihat begitu banyak ....


Hina:" Data ini untuk Produk lama untuk apa Mie???"


Mie:" Kita akan mempromosikan nya kembali dengan harga yang lebih murah, Di data yang kau berikan alat itu berfungsi dengan baik dan jumlahnya masih 400 pcs !!!! "


Ei:" Apa bisa???? Dulu kami promosi besar-besaran tapi peminatnya sangat sedikit"


Mie:" Aku tidak ingin membuat Produk baru ... Tapi kita harus mengahabiskan dulu stok kita, Bukannya itu rugi besar jika tidak bisa terjual habis"


Hina:" Ia benar waktu itu Direktur marah sekali pada kami"


Mie:" Dia itu keras kepala gak sabaran"


Ei:" Benar sekali .... Tapi dia itu baik"


Mie:" Ei kenapa kau ingin bekerja dengan Paman, Yang ku tahu Ayahmu memiliki banyak perusahaan"


Ei:" Pertama aku ingin mandiri dan yang kedua karena Hina???"


Hina:" Hmm.... Aku juga senang saat kau menjadi asisten Direktur, Aku bisa melihat mu setiap hari"


Mie:" Haaa.... Kalian buat iri saja????"


Hina:" Mie, Siapa pacarmu .....Aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi"


Ei:" Hina bego sekali , Dia itu ......" Mie menutup mulut Ei.


Mie:" Aku tidak punya pacar , Baiklah ayo kita selesaikan pekerjaan kita"


Hina:" Ahh baiklah ....."


Malam pun berlalu Mie tertidur di meja kerja yang Ei belikan untuknya saat lembur.


Rumah sakit ini adalah milik Ayah Ray sehingga mereka bisa bebas keluar masuk rumah sakit. Kamar yang begitu luas yang bisa di isi sembilan bed. suasana kamar terlihat nyaman dengan warna cat merah muda, Wewangian yang begitu harum beraroma lavender. Kamar yang sudah di desain seperti rumah sendiri agar Mie tidak bosan .


Ei pun memindahkan Mie berbaring di sebelah Adelard walaupun berbeda bed, Ia begitu kelelahan ia terus menyebut nama Adelard saat bermimpi buruk.


Kesedihan yang mendalam pada Mie membuat Hina sedih.


Hina:" Dia begitu baik ....Tapi selalu mengalami hal seperti ini"


Ei:" Hmmm .... Dia itu terlalu baik!!!"


Hina:" Kenapa aku merasa Mie dan Direktur seperti sepasang kekasih????"


Ei:" Hah kau tak perlu tahu ,,,, Ayo kita pulang , Kau menginap dirumah ku saja???"


Hina:" Hm siapa jagain Apartemen, Kalau aku tidur di rumah mu terus"


Ei:" Hah aku akan menginap di Apartemen mu saja???? Bagaimana????"


Hina:" Baiklah ......Aku lelah sekali"


Ei:" Nanti badanmu aku pijatin mau???"

__ADS_1


Hina:" Mau sekali ,,,,,"


Ei dan Hina pun pulang, Tidak lupa Ei pun menyapa Andy yang sedang berjaga malam saat itu .


__ADS_2