Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 9 Aku menjadi seorang Pelayan suamiku


__ADS_3

Pagi itu Adelard terbangun karena terik matahari yang menyilaukan.


Adelard : " Heiii gorila bangun sudah pagi ..."


Mie : " Bentar lagi.... Aku masih mengantuk"


Adelard : " Hei ....."


Mie : " Apa sih????"


Adelard : " Kaki ku kram bisa kah kau bangun ....Lihat iler mu sudah kemana-mana cepat cuci muka hahhh bajuku jadi kotor"


Mie yang merasa kesal atas penghinaan itu ia malah mengelapnya lagi di baju Adelard hingga Adelard berteriak dan keluar dari mobil.


Adelard : " Wanita sialan.......!!!!!!"


Mie : " Hehehehe sini aku kasi iler lagi"


Mie pun mengejar Adelard yang berlari ke arah laut Adelard mempercikan air ke Mie ia pun tidak mau kalah membalas Adelard


Mereka tertawa sembari berlarian Adelard mengangkat tubuh Mie hingga terjatuh di pasir pantai baju mereka berdua basah .


Perasaan ini tidak bisa di bohongi rasa bahagia yang tidak pernah mereka sadari .


Saat itu beberapa nelayan melihat mereka yang sedang asyik bermain air .


Nelayan: " Apa kalian tersesat???"


Mie : " Tidak.... Kami akan pulang ke kota A"


Nelayan : " Pakaian kalian basah bagaimana jika kalian kerumah ku saja air laut itu lengket dan gatal"


Mie : " Ha benarkah terimakasih banyak bu "


Nelayan : " Kalian suami istri ..."


Adelard : " Kami baru saja pulang dari bulan madu"


Mie : "( Bulan madu dari hongkong!!)Menatap Adelard.


Setelah meminjam kamar mandi nelayan itu mereka di suguhkan sarapan pagi , Awalnya Adelard menolak namun karena istrinya yang sudah kelaparan ia pun menyetujuinya .


Mie : " Ibu disini sendiri saja...."


Nelayan : " Ahh aku seorang diri suami ku menikah lagi"


Mie : " Maaf saya tidak bermaksud"


Nelayan : " Tidak apa....Saat ini ia ingin kembali bersamaku tapi aku sudah lelah lebih baik mengakhiri semua ini "


Adelard : " Tapi kau mencintai suamimu kan"


Nelayan : " Hati manusia itu begitu rapuh jika sudah terluka sulit untuk kembali seperti semula"


Mie : " Hah?? Itu benar sekali...Aku harap ibu akan mendapatkan sebuah kebahagiaan "


Nelayan : " Tentu saja kita hidup di dunia untuk bahagia "


Adelard : " (Apa kah perasaan Mie seperti ini juga begitu rapuh hingga sulit untuk kembali seperti semula tapi sejak awal ia tidak pernah mencintaiku tidak ada harapan sama sekali)"


Nelayan : " Kalian terlihat tidak seperti pasangan"


Mie : " Hahaha mungkin karena suami ku terlihat lebih tua " Melihat Adelard sembari tertawa.


Adelard : " Hei kau!!!!"


Nelayan : Bukan hanya saja kalian terlihat saling menghindar ....Apa perasaanku saja aku harap kalian bersama selamanya"


Adelard : " Ia sampai mati!!!!!"

__ADS_1


Hawa dingin itu terlihat oleh wajah Adelard membuat Nelayan dan Mie terkejut.


.


.


.


.


.


Setelah berpamitan mereka melanjutkan perjalanan pulang ke kota A . Mie sedang asyik membaca novel dengan genre cinta .


Adelard : " Novel cinta....Sungguh menggelikan"


Mie : " Orang arogan sepertimu memang tidak pernah mengerti.... "


Adelard : " Judulnya ..... Pria itu bukan dia tapi pamannya???Sugar Daddy!!!"


Mie : " Enak aja!!!! Ini cerita cinta yang romantis sekali.....Yang aku baca ini season pertama, Aku akan menunggu season keduanya pasti semakin seru??"


Adelard : " Jadi kau menunggu season kedua ya????Palingan author nya lagi kebingungan lanjutin ceritanya"


Mie : " Author kan juga manusia!!! Tapi aku adalah penggemar setianya akan selalu menunggumu Author tercinta Meme-Chan"


Adelard : " Cih...Nama yang aneh"


Mie : " Memangnya dirimu itu bagus....Dasar manusia yang tidak jelas"


Adelard : " Tentu saja aku tampan kaya ...Apa lagi yang kurang dari diriku"


Mie : " Cih narsis banget sih ....Aku mau muntah mendengar nya!!!! Ahhh aku mau tidur saja "


Adelard : " Dasar muka bantal.... kerjaanmu tidur saja"


Mie : " Ha!!!ini dimana??? "


Adelard : " Bangunlah....Kita sudah di pesawat"


Mie : " Apa .... ( Rencanaku gagal padahal aku berencana akan lari dari Adelard sial sial kenapa aku tidur sih ) "


Adelard : " Apa yang kau pikirkan makan lah...Kau dari tadi tidur terlalu lama jika tidak makan siang badanmu akan lemah " Mengelus rambut Mie.


Mie : " Hm ( Jika Paman perhatian seperti ini padaku bagaimana aku akan melupakannya)"


Adelard : " Apa yang kau lamunkan....Makan yang banyak aku lelah sekali ingin tidur "


Adelard pun memejamkan kedua matanya Mie melanjutkan makannya karena sudah begitu lapar. Wajah Mie terlihat sendu karena ia gagal kabur dari Adelard ia takut apa yang akan terjadi di kota B.


Apa perasaan yang menyakitkan atau kebahagiaan??


.


.


.


.


.


.


Satu jam kemudian tibalah di kota B yang terlihat begitu indah Mie termenung melihat kota tersebut berbeda dengan kota A . Kota yang terlihat bersih dengan suasana yang tidak begitu padat .


Mie : " Pantas saja Paman mau tinggal disini"


Adelard : " Tentu saja....Aku suka suasana disini tidak begitu padat aku sudah mendirikan 7 perusahan disini "

__ADS_1


Mie : " Ha!!! Apa aku bisa bekerja di salah satu perusahaan Paman???"


Adelard : " Bekerja???Apa uang ku kurang untukmu!!!!"


Mie : " Kalau di rumah saja membosankan aku juga tidak ada teman disini"


Adelard : " Akan ku pikirkan .... "


Tibalah dirumah Adelard yang begitu megah terlihat pelayan yang menundukan wajahnya saat melihat Adelard di sana terlihat 50 orang pelayan yang melayani Adelard.


Mie pun tercengang melihat keindahan rumah tersebut.


Mie : "( Wahhhh....Dia benar-benar Sultan aku tidak menyangka dia sekaya ini )


Adelard : " Baiklah .... Kalian dengarkan aku wanita ini adalah teman kalian yang baru "


Mie : " Apa aku jadi pelayanmu!!!!!"


Adelard : "Ssstttt pelankan suaramu"


Mie : " ( Sial jahat sekali, Aku sudah menduga dia akan menjadikan ku budaknya saja sial..)"


Adelard : " Tetapi kalian tahu dia adalah pelayan pribadiku dia hanya melayaniku saja apa kalian mengerti ....Bawa dia ke kamar pelayan"


Adelard pun berjalan memasuki lift bersama pelayan wanita yang membawa koper.


Pelayan : " Hei aku Akira.... Ayo ikut aku!!!"


Mie : Ha!!!! Ya baiklah...."


Akira pun membawa Mie ke kamar pelayan ia sekamar dengan Akira yang terlihat muda darinya. Ia membawa Mie berkeliling memberitahu semua ruangan di rumah itu terdapat tiga lantai untung saja rumah ini sudah tersedia lift.


Mie pun menggenakan pakaian pelayan sembari melihat-lihat ruangan yang lain saat itu dia begitu sedih. Ia ingin pulang segera mungkin kenapa di perlakukan seperti ini .


Terdengar suara sepatu seseorang ternyata Wen yang berjalan mendekati Mie .


Wen : " Hahahaha..... Apa kau ingin menangis harusnya kau sadar siapa dirimu pakaian ini cocok sekali denganmu"


Adelard : " Wen sayang masuk lah ke kamar"


Mie : " ( Paman kau jahat sekali aku benar-benar membencimu kali ini ) Akira aku lapar ingin makan"


Akira : " Tapi kita belum waktunya untuk makan...."


Mie : " Apa??? Makan saja pake jadwal setan banget Adelard "


Akira : " Mie jangan mengerutu seperti itu.... Sebenarnya itu nona Wen yang membuat usul seperti itu Tuan Adelard adalah Pria baik tapi Nona Wen saja sering mengaruhinya"


Mie : " Hm kalian sabar ya .... Aku akan membuatnya mengerti bagaimana susahnya menjadi pelayan"


Akira : " Ini roti untukmu....Aku tahu pasti kau belum makan"


Mie : " Kau baik sekali....."


Akira : " Mie apa hubungan mu dengan Tuan Adelard "


Mie : " Aku ....( Ha gimana mengatakan nya) Hanya kenalannya saja"


Sore itu, Mereka berdua pun pergi ke lantai bawah Mie yang tidak tahu harus berbuat apa membantu pelayan lain yang sedang menyirami bunga. Adelard yang menatapnya dari jendela tersenyum kecil .


Adelard : " ( Kau memang wanita yang penuh warna selalu membuat orang di sekitarmu tersenyum )"


Tatapan Adelard yang penuh cinta itu terlihat oleh Wen ia pun segera mungkin mencari pelayan yang bisa ia ajak kerja sama . Seperti biasa Wen punya pelayan andalan nya bahkan pelayan itu sudah sering melaporkan kegiatan Adelard setiap harinya kepada Wen yang selalu cemburu.


Apa yang sedang di rencanakan Wen untuk menjebak Mieya???


Lanjut lagi hari rabu ya .....


Trimakasih untuk semua pembaca jangan lupa untuk Tandai , Like dan Coment 👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2