Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
Episode 35


__ADS_3

TOKYO JAPAN



Untuk pertama kalinya Mie dan Zia pergi ke tokyo jepang, Terlihat wajah kampungan mereka yang membuat kedua Pria itu merasa kesal.


"Haaaa ini pertama kalinya bagiku ke sini ????"Ujar Mie sembari memandangi kota tokyo.


"Aku juga???"Ucap Mie sembari memandangi kota tokyo.


"Wahhh itu toko komik yang terkenal di jepang"Ujar Mie yang menunjuk toko tersebut.


"Hmm...Kau ini apa tidak ada yang lain kau inginkan"Ketus Zia.


"Aku hanya ingin ke toko itu saja?"Ucap Mie.



"Berisik!!!Memalukan sekali"Ujar Adelard yang begitu kesal.


"Cih....."Ketus Mie.


"Dasar tidak sopan" Ujar Adelard menatap dengan tajam wajah Mie.


"Hee bukannya om - om sepertimu yang memalukan melakukan hal keji untuk memuaskan nafsu kejimu!!!!Cih....!!!"Ketus Adelard yang membuat Adelio dan Zia menahan tawa.


Wajah Adelard semakin kesal melihat perkataan Mie yang semakin menyebalkan.


"Hhhahaha jadi ini permasalahannya sejak tadi kalian tidak teguran ternyata...."Ucap Adelio terhenti.


"Tutup mulutmu Adelio!!!"Teriak Adelard memalingkan wajah ke lain.


"Jangan ikut campur" Teriak Mie yang memalingkan wajah ke lain juga.


"kenapa aku yang di salahkan!!!.....Sudahlah ini adalah hari bahagia kak Ray jangan membuat keributan "Ketus Adelio yang kesal kepada mereka yang seperti anak kecil.


Tiba - Tiba semua sunyi diam seribu bahasa tatapan Mie begitu kesal melihat Adelard begitu dengan Adelard selalu menatap kearah jendela mobil


keningnya mengerut,


Tak lama mereka sampai di penginapan yang sudah di siapkan oleh keluarga Ray mereka pun disambut dengan hangat saat itu ibu Ray langsung menyapa Mie dengan ramah.


"Akhirnya aku bisa melihat kalian, Kalian dulu bermain bersama dan sekarang sudah tumbuh dewasa"Sapa ibu Ray sembari memegang tangan Mie.


"Kami juga sangat berterimakasih bisa bertemu kalian "Ucap Mie sembari tersenyum.


"Mieya kamu cantik sekali, Ayo ikut aku...." Ujar Ibu Ray sembari menarik tangan Mie.


"Baiklah tante..."Jawab Mie sembari mengikuti Ibunya Ray.


"Semua sudah berkumpul menunggu kalian, Amira dari tadi sudah tidak sabar ingin melihatmu Adelard"Ujar Ibu Ray. Namun Adelard tak merespon seperti biasa.


Pada saat itu semua sudah berkumpul di ruang makan, Ibu Ray pun mendekati Mie dengan Ray.


" Selamat datang Mie, Perkenalkan dia calon istriku namanya bella Andira???"Ucap Ray.


" (Wow cantik dan berwibawa ) Salam kenal aku Mieya Miesila??"Ucap Mie.


"Salam kenal, Aku sering mendengar ceritamu dari Ray "Ujar Bella sembari tersenyum.


Adelard melirik Ray begitu tajam.


"Hehehe,,, Jangan buka rahasia sayang"Ujar Ray merasa malu.


"Aku senang bisa bertemu denganmu, Ternyata kau wanita yang begitu cantik" Ujar bella.


"Terim...."Ucap Mie terhenti.


"Cih....Wajah seperti gorila itu kalian bilang cantik"Ketus Adelard.


"Hmm .... Memangnya wajahmu itu tampan om - om mesum"Ketus Mie.


"Hhhhhahaha ini lah yang ku rindukan dari kalian "Ucap Ray sembari tertawa.


"Sudah Ray jangan memancing gorila - gorila ini bertengkar lagi"Ketus Wulan sembari mengambilkan Mie minum.


"Bu....Apa aku seperti gorila!!!" Ucap Mie sembari memegang pipi nya dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Hhhhahahahahah anakku kau lucu sekali" Ujar Adelia yang tertawa melihat Mie.


Seketika di ruangan itu mereka tertawa melihat kekonyolan Mie yang spontan itu.


"(Qdelard dan Mie sangat akrab, Apa aku sudah tidak ada dihati Adelard lagi)"Ucap Amira di dalam hatinya.


"Kau kenapa....Jika kau lelah aku akan mengantarmu ke kamar"Ucap Adelard memandang Amira.


"Baiklah...."Ucap Amira yang terlihat lelah.


Mie sedikit cemburu melihat Adelard bersama Amira.


"( Kenapa dengan perasaan ku ini!!!!Melihat mereka aku sedikit kecewa rasanya paman akan meninggalkan aku selamanya menyakitkan sekali)"Ujar Mie di dalam hatinya.


"Kalian yang ingin istirahat ini kunci kamar kalian"Ujar Adelia.


"Terimakasih tante " Jawab Mie dan Zia.


*


Mie pun mendapatkan kamar yang berada di lantai paling atas.


ia pun terengah-engah menaiki tangga karena penginapan ini sengaja di rancang Tradisional.


"Kenapa aku harus lantai atas hahh.... Lelah sekali ini benar - benar rumah tradisonal aku akan membuka jendela ....Wahhhh ini indah sekali pohon sakura dimana - dimana"Ujar Mie sembari membuka balkon kamarnya.


"Norak....."Ketus Adelard yang berada di balkon.


"Paman di sebelahku...."Tanya Mie.


"Memangnya kenapa???"Ucap Adelard.



"Sayang kau bicara dengan siapa"Tanya Amira yang mendekati Adelard.


"Kak Qmira kau disini juga ya"Ucap Mie wajahny sedikit masam.


"Tidak,Aku hanya mampir saja "Ucap Amira.


Tok Tok Tok


Amira dan Adelio pun masuk ke dalam kamarnya karena udara sedikit dingin.


"Aku membawakanmu ini....."Ucap Ray sembari masuk ke dalam kamar Mie.


"Kak Ray....Kau vaik sekali,Manisan ini enak sekali"Ucap Mie.


Terdengar suara Pria oleh Adelard ia yakin itu adalah Ray.


Amira yang merasa sedikit pusing pun keluar meninggalkan kamar Adelard ia takut rahasianya terbongkar karena sudah melakukan operasi tanpa sepengetahuan Adelard, Pusing yang begitu menyakitkan itu adalah salah satu efek samping dari operasi tersebut ia juga sepenuhnya belum pulih demi hidup lebih lama dengan Adelard ia melakukan operasi dengan resiko yang besar.


Saat itu Adelard Menguping di dinding pembatas kamar Adelard dan Mie.


"(Wanita genit....Kenapa dengan Pria lain ia selalu ramah namun denganku kau begitu kasar ....Apa dia tidak pernah menganggap ku seorang Pria padahal aku sudah menciumnya berkali - kali dia masih saja membuatku jengkel) "Ucap Adelard di dalam hatinya.


"Mie...... "Ucap Ray yang menuju balkon.


"Apa kak...."Tanya Mie.


" Apa kau menyukai tempat ini"Ucap Ray sembari menatap Mie.


"Di sini begitu indah tentu saja aku suka, Menginap disini pasti sangat mahal!!!"Ucap Mie sembari mendekati Ray.


"Hhhahaha jika kau ingin kesini lagi, Kau tidak perlu membayar"Ucap Ray.


"Hhhahahhhhhh apa penginapaan ini milik kak Ray???"Tanya Mie.


"Begitulah....Aku juga sudah lama tidak kesini "Ujar Ray sembari menatap Mie.


"Hebat sekali.....Aku pasti akan datang kesini lagi"Ujar Mie.


"Kau suka gratisan ya"Goda Ray.


"Rezeki tidak boleh di tolak"Ujar Mie.


"Aku mencintaimu Mie" Ucap Ray sembari mencium tangan Mie.

__ADS_1


"Hhhhaha jangan bercanda kak Ray"Ujar Mie menarik tangannya.


Adelard yang sadar akan itu mendengar pembicaraan mereka.


"5 Hari lagi aku akan menikah....Aku tidak akan membatalkannya tapi aku hanya ingin tahu perasaanmu padaku itu saja"Ujar Ray yang penuh harapan.


"Maaf kak, Aku hanya ingin kita seperti ini saja... Kau pria baik dan hangat aku sangat suka sifatmu yang seperti ini sehingga aku selalu menganggapmu seperti seorang kakak"Ujar Mie.


"Apa ada pria yang kau sukai"Tanya Ray.


"Hhhmmm aku juga bingung mengatakannya tapi...."Ujar Mie terhenti.


"Apa pria yang mengajakmu kencan itu "Ketus Adelard yang mendekati balkonnya.


"Cih....Paman membohongi ku ya... Acara pernikahan Kak Ray 5 hari lagi "Ketus Mie.


"Aku ingin liburan dan salah satunya aku juga tidak ingin kau berkencan dengan Pria lain"Ujar Adelard.


"Jadi aku harus bersama siapa....Aku bisa - bisa jomblo terus"Ketus Mie.


"Apa kau tahu setelah berkencan Pria itu akan menciummu"Ujar Adelard begitu kesal.


"Hhmm.... Ya bukannya pasangan memang seperti itu"Ketus Mie.


"Aku pulang dulu ya.....Sayangku Mieya (Adelard bodoh padahal aku ingin mengetahui siapa yang ia cintai, Tapi kau sudah menguping sejak tadi)"Ucap Ray sembari berjalan keluar kamar.


"Paman mengacaukan kencanku....."Ketus Mie.


"Apa yang kau lakukan dengan Ray dia akan menikah, Jika saja kau memberikan sedikit harapan dia akan membatalkannya"Ketus Adelard.


"Hmmm... Benar juga perkataan paman, Apa dia sangat tertekan dengan pernikahan ini"Ujar Mie sembari memandang langit , Adelard pun menaiki balkon Mie.


"Kenapa kau masuk kesini "Ketus Mie yang masih marah.


"Tentu saja makan manisan ini, Kau pelit sekali"Ketus Adelard sembari memakan manisanya.


"Jika terlihat kak Amira akan bahaya "Ketus Mie mendorong Adelard keluar.


"Status mu denganku hanya bos dan anak buah!!!"Ucap Adelard.


"Hhm... Sebentar aku akan mengambil minuman"Ucap Mie mengambil minuman kaleng.


"Tentang Ray aku membenci kedua orang tuanya yang memaksa dirinya namun aku sedikit iri dia memiliki keluarga yang lengkap seperti yang lain"Ujar Adelard yang menatap langit.


"Mungkin karena paman special"Ujar Mie.


"Jangan menghiburku dengan perkataan norak mu"Ketus Adelard.


"(Sial!! Aku sudah susah-susah menyusun perkataan ku namun kau bilang norak!!!)Ujar Mie di dalam hatinya.


"Mie terimaksih semenjak kejadian itu aku sudah tidak pernah bermimpi buruk lagi"Ucap Adelard sembari mengelus rambut Mie.


"Hmm itu memalukan sekali....Aku tidak ingin membahasnya tapi aku senang Paman bisa tidur dengan tenang"Ujar Mie.


"Mie....Apaa kau jatuh cinta dengan Pria kencan itu???"Tanya Adelard.


"Uhukk uhuk , Tentu saja ....Dia sangat baik padaku"Ketus Mie.


"Apa aku kurang baik untukmu....."Tanya Adelard.


"Jangan berbicara aneh!!!Paman kenapa sih???"Ketus Mie yang tidak mengerti maksud Adelard.


"Aku tidak ingin kau bersama Pria lain dan disentuh orang lain"Ketus Adelard.


"Hhhaaah senang sekali seperti seorang ayah saja yang tidak ingin anaknya di sentuh Pria lain"Ucap Mie sembari tertawa.


"Bodoh.....Bodoh......Aku katakan sekali lagi .....Bodoh!!!!"Teriak Adelard.


"Kenapa????...Aku salah bicara ya????"Ucap Mie yang bingung.


"Ternyata otakmu hanya sebesar otak nyamuk"Ucap Adelard dengan wajah kesal kembali ke kamarnya.


"Hei.... Kenapa sih dia padahal udah lewat pubertas "Ketus Mie.


*


Adelard pun masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1



"Bodoh sekali wanita itu!!!!Apa dia tidak mengerti ucapaanku...." Gumam Adelard.


__ADS_2