Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 5 Bulan madu


__ADS_3


Pagi itu Adelard mengantar Wen ke bandara, sebelum ia pergi Wen mengatakan pada Mie bahwa Mie bukan wanita yang layak untuk Adelard cepat atau lambat pernikahan ini akan berakhir. Namun respon Mie itu membuat Wen semakin kesal karena ia hanya membalas dengan senyuman saja.


Saat itu Mie sedang di kamar ia mengemaskan pakaiannya untuk pulang ke desa. Zia yang mengetahui itu mendekati Mie dan bertanya kepada Mie


Zia : "Apa yang kau lakukan sudah mau pergi???"


Mie : " Lagian ini hanya pura-pura lebih baik aku pulang saja" Memasukan pakaian ke dalam koper .


Zia : " Mie Hentikan semua ini....Aku tidak suka kau yang seperti ini " Menarik tangan Mie.


Mie : " Zia kau tidak mengerti!!!! Apa kau tahu sekarang sudah berbeda"


Zia : " Apanya yang berbeda bukankah ini keinginan kalian menikah!!!Kenapa setelah menikah kalian terlihat saling membenci!!!! Apa kau tidak mencintai Adelard lagi"


Mie : " Aku tidak tahu apa yang ku rasakan saat ini dengannya, Aku juga lelah dengan semua ini Zia kau harusnya tahu saat ini perasaan ku sudah bercampur aduk aku yang harusnya menikah dan berbahagia namun di hari yang seharusnya aku di campakkan???"


Zia : " Maafkan aku.... Aku yang egois tidak memikirkan perasaan mu yang sebenarnya??"


Mie : " Aku lelah dengan kehidupan percintaan ini .... Aku takut di campakkan lagi???"


Zia : " Tapi Adelard tidak begitu padamu aku yakin dia......"


Mie :" Hentikan Zia!!! Dengarkan aku dia tidak pernah mencintaiku!!!!"


Zia : " Kau salah Mie????"


Mie : " Kalau dia mencintai ku kenapa ia tidak menemui ku padahal ia tahu aku di desa dan sekarang dia sudah mempunyai pasangan yang sudah setahun bersamanya apa lagi yang harus di jelaskan Zia .... Yang jelas aku hanya mainannya saja"


Zia : " Mungkin karena.....???"


Mie : " Semuanya sudah berakhir......Aku harus pergi!!!"


Zia : " Hiks hiks hiks aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi Mie kau adalah sahabatku aku tidak ingin kau pergi????" Zia memeluk Mie.


Mie : " Jangan begitu nanti Adelio marah padaku" Mie berusaha menahan air matanya ia berusaha tegar.


Tiba - tiba .....


Adelard : " Apa yang kau lakukan!!!!"


Mie : " Aku akan pergi ke desa hari ini bersama ibu"


Adelard : " Kau mau pergi dari sini!!!! Hahhh bagus sekali"


Mie : " Yah itu benar aku muak melihat wajahmu"


Adelard : " Harusnya aku yang mengatakan itu nona Abraham!!!!"


Adelia : " Kalian kenapa lama sekali"


Zia : " Apa maksudnya ma???"


Adelia : " Kalian akan berbulan madu di desa kelahiran Wulan?? Bukan begitu Wulan"


Wulan : " Benar sekali.... Kemaskan pakaian kalian sebentar lagi bus nya akan datang???"


Mie : " Ibu aku tidak ingin berbulan madu apa pun itu !!!! Cih aku tidak mau jika Pria tua itu ke desa kita"


Adelard : " Memangnya aku mau!!! Dasar anak kecil sialan!!!"

__ADS_1


Mie : " Aku sudah dewasa kau lihat tubuh ku sudah sebesar ini" Mode polos Mie.


Adelard : " Hanya bagian itu saja yang semakin besar " Melihat daerah terlarang.


Mie : " Kau melihatnya.....Dasar Pria tua mesum" Mie berusaha menutup dadanya agar tidak di lihat Adelard.


Adelia : " Sampai kapan kalian begini???Kami sudah mewujudkan pernikahan kalian yang kalian inginkan sudah tiga tahun kalian menahan perasaan itu kan!!!!"


Adelard : " Hahaha sepertinya kak salah paham "


Mie : " Sepertinya kalian salah paham sejak awal Kita tidak saling mencintai ini semua hanya lelucon "


Adelard : " ( Kejam sekali ucapaan wanita ini rasanya aku ingin menangis) Kak aku tidak akan ikut kesana aku akan pulang ke kota B "


Mie : " Itu lebih bagus....Aku senang sekali tidak ada pengganggu" Mie berjalan melewati Adelard ia menginjak kakinya berserta roda kopernya.


Adelard: " Hei wanita sialan....Ahhh kaki ku sakit sekali"


Semua hanya tertawa saja melihat kelakuan mereka yang tidak habisnya berkelahi.


Mungkin sulit bagi mereka untuk jujur kepada orang yang mereka cintai.


Sebelumnya pagi itu Mie melihat Wen mengecup pipi Adelard, Respon Adelard yang tidak terduga itu membalas ciuman hangat di kening Wen. Mie yang menyadari itu menahan tangisnya ia sadar bahwa dirinya tidak ada di hati Adelard.


Bus pun berjalan mereka bersenang-senang bercerita tentang hal-hal lucu begitu pun Mie yang melupakan pertikaiannya bersama Adelard. Karena sudah terbiasa tanpa Adelard ia tidak terlalu memikirkannya lagi tidak sama seperti dulu.


Adelard yang berada di bandara menunggu beberapa jam lagi untuk keberangkatannya namun masih terlintas ucapan Adelio ia mengatakan bahwa " Sampai kapan menyembunyikan perasaan itu!!! Apa Paman masih ingin kehilangan dia untuk kedua kalinya" .


Adelard : " Cih...Mudah sekali Adelio mengatakan itu!!!!Bagaimana aku bisa mengatakan perasaanku padanya sedangkan di hatinya tidak ada diriku ".


..............


Malam itu sampai lah di desa dimana Mie tinggal , Ternyata selama ini keluarga Wulan terkenal dengan penginapan mereka.


Mereka tercengang melihat suasana di sana begitu asri dan udaranya sangat segar, Perjalanan yang melelahkan hingga membuat Mie begitu lelah ia pun masuk ke dalam kamarnya.


Mie membuka pakaiannya karena ingin membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat . Mie pun menghela nafas sembari menguraikan rambutnya ia berjalan mendekati bathup tanpa berbusana.


Mie : "Aaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!! .............." Teriak Mie sembari menutup tubuhnya dengan handuk yang ia pegang.


Adelard : " Jangan berteriak-teriak kamu ini lebay banget sih " Adelard menutup mulut Mie dengan tanganya hingga telinganya memerah


Mie menatap Adelard dengan kesal saat ia melihat tubuh Adelard yang hanya menggunakan celana pendek


Mie yang sudah sering berlatih taekwondo itu melepaskan tangan Adelard ia menarik tangan Adelard hingga ia tersandar di dinding .


Adelard " Hei....Kau sudah semakin kuat ya!!!"


Mie : " Kenapa kau disini!!! Dasar cabul!! Dasar mesum kenapa kau datang kesini haaaa!!!!!!" Teriak Mie begitu keras


Adelard : " Aku kan suamimu....Jadi wajar saja "


Plaaaakkkkkk.....


Plaaakkkkk.....


Mie yang tidak berpikir jernih lagi menampar bokong Adelard begitu keras hingga ia berteriak kesakitan.



Mie : " Rasakan ini.......Ini hukuman untuk dirimu yang telah melihat tubuhku "

__ADS_1


Adelard : " Ahhhh....Ahhhh Mie hentikan pantatku sakit kau kejam sekali pada suamimu!!!!"


Bisik Mie di telinga Adelard : " Aku tidak dengar Adelard Abraham"


Adelard : " ( Kenapa aku tidak berdaya begini tenaganya begitu kuat Apa kalau dia marah bisa sekuat ini ) Hei Gorila hentikan!!!!" Adelard yang menahan rasa sakit hingga wajahnya memerah.


Mie : " 🦍 Gorila.....!!!!!!"


Plakkkkkk.....


Plakkkkkk.....


Plakkkkkk.......


Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh!!!!


Tiba - tiba Wulan dan Adelia yang mendengar teriakan itu segera mungkin membuka pintu kamar mandi membuat Mie terkejut karena sedang menyiksa Adelard yang memukul bokongnya hingga memerah.


Wulan : " Apa yang kalian lakukan....." Wulan begitu shock melihat anaknya


Adelia : " Hahahahahah dasar pasangan bodoh"


Adelard : " Kak tolong aku....Dia kenapa sekuat ini pantatku sakit sekali"


Mie : " Aku akan menyiksamu!!!!" Tatap Mie melihat Adelard begitu sinis


Wulan : " Hentikan semua ini.....Dasar kalian melakukan hal tidak senonoh pakai baju kalian turun ke bawah untuk makan malam" Wulan berbicara begitu tegas untuk menahan tawanya melihat mereka berdua.


Setelah keluar dari kamar pasangan bodoh itu Adelia dan Wulan tertawa hingga mengeluarkan air mata. Adelard saat itu seperti anak kecil yang sedang di pukuli ibunya.


..............


Saatnya makan malam mereka berdua menuruni anak tangga , Zia dan Adelio terkejut dengan kedatangan Adelard yang tadi pagi mengatakan tidak ingin pergi ke desa. Adelard pun menjelaskan semuanya , Sebenarnya Adelard menggunakan mobil pribadinya untuk mengikuti mereka ia tidak jadi ke kota B karena ia tidak ingin istrinya berselingkuh.


Mie : " Bukannya Paman yang berselingkuh!!!Kenapa sih dia kesini!!!!"


Adelard : " Lihat saja dirimu takut sekali saat aku kesini aku jadi curiga"


Mie : " Bagaimana kau dengan Wen yang mesra-mesra setiap hari .... Adelard sayang Chu.... chu... Chu...." Sembari mengambil beberapa sayuran


Adelard : " Hmmm kau cemburu ya!!!"


Mie : " Untuk apa aku cemburu denganmu mendengar nya saja sudah ingin muntah!!!!"


Adelard : " Kau adalah istri sah ku sampai mati pun kau adalah milikku jangan berharap bisa lari dariku kucing liar ku" Senyum licik Adelard sembari duduk di kursi yang di sediakan.


Adelard : " Ahhh......( Pantat ku masih sakit!!!) Maaf bibi aku tidak enak badan boleh kah istriku ini membawakan makananku di kamar" Adelard berdiri mendekati Mie.


Mie pun tertawa kecil ia berbisik, " Rasakan itu Pria mesum"


Adelard : " Lihat saja nanti akan ku balas dirimu" Adelard mendekati wajah Mie.


Wulan : Bawakan makanan untuk suamimu Mie"


Mie merasa tidak enak dengan keluarga lainnya yang menatapnya tidak sopan kepada suami.


Mie : " Dengan senang hati suamiku!!!"


Menyentuh bokong Adelard dengan kuat!!!


__ADS_1


Adelard: " Ahhhh.......( Ya tuhan.... Ampun kan dosa istriku yang kejam ini rasanya aku ingin mati saja) Terimakasih sayang"


#Novel Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamanya S2


__ADS_2