
Pagi itu terlihat Ray yang sedang membawa beberapa kertas dan dokumen- dokumen dengan tergesa-gesa. Mie yang mengetahui itu mendekatinya untuk membantu.
"Kak Ray....Butuh bantuan??"Tanya Mie yang berjalan mengikuti Ray.
"Mie...." Ucap Ray wajahnya terkejut dan memucat melihat Mie.
"Kenapa terkejut melihatku.... Apa wajahku sangat mengerikan"Ucap Mie sembari memegang pipinya.
"Tidak...Hehe....Aku pergi sebentar"Ucap Ray berjalan terburu - buru tiba- tiba kakinya tersandung dokumen itu pun terlempar berserakan.Mie pun berusaha membantunya terlihat dokumen milik Amira ia pun membuka isi dokuemen itu karena penasaran.
"Dokumen kak Amira ( Bukan ini hasil operasi) .... ...Kak Ray bisakah kak jelaskan semua ini"Tanya Mie.
"Tidak perlu...."Ucap Ray mengambil dokumen tersebut dengan paksa.
"Beberapa bulan ini aku merasa kak Amira menyembunyikan sesuatu!!!Tolong jelaskan padaku apa kak Ray mengetahuinya"Ketus Mie memegang bahu Ray.
"Kau tidak perlu tahu !!!! " Bentak Ray yang begitu keras kepada Mie di depan semua orang yang menginap di hotel tersebut.
"Kak Ray, Aku mohon...."Ucap Mie yang merasa ada yang aneh.
"( Bodoh jika aku menceritakannya cintamu akan hancur Mie) Maaf aku tidak bisa"Ketus Ray sembari berjalan menuju kamarnya.
"Apa Paman tahu hal ini "Tanya Mie.
"Aku sudah bilangkan.... Kau tidak perlu tahu "Teriak Ray.
"Kau bohong....Ceritakan padaku"Ketus Mie.
"Dasar keras kepala sekali ikuti aku ke kamar...." Ketus Ray wajahnya begitu kesal.
Mie pun mengikuti Ray ke kamarnya saat itu bella sedang pergi.
"Amira melakukan operasi untuk ketiga kalinya, Operasi yang ketiga ini sangat beresiko dan berbahaya "Ucap Ray memalingkan wajahnya.
"Kenapa dia melakukannya "Tanya Mie matanya berkaca-kaca.
"Ia tahu bahwa tubuhnya tidak kuat lagi, Ia meminta diriku untuk melakukan operasi pada dirinya agar bisa bertahan lebih lama bersama Adelard walaupun ia tahu resikonya hidup atau mati jika terjadi kegagalan "Ketus Ray sembari meremas kertas-kertas itu.
"Apa dia mengetahui hubungan kami...."Ucap Mie begitu tegas.
"Haah...Dia mengetahuinya "Ucap Ray yang tidak ingin mengatakannya namun semua pasti akan terbongkar jua.
Mendengar ucapaan itu tangan Mie gemetar hatinya seperti tersayat - tersayat
begitu perih kesalahan yang ia lakukakan timbul rasa bersalah yang ia lakukan pada Amira.
"Hiks hiks hiks....Aku tahu semua ini akan terjadi????Aku tahu semua ini kesalahan besar????Aku tahu harusnya aku menghentikan semua ini!!!!"Teriak Mie sembari meremas tanganya.
"Jangan menyalahkan dirimu....????"Ucap Ray sembari menatap Mie.
"Kenapa aku tidak bisa menghentikan diriku!!!!Kenapa aku harus jatuh cinta kepada Pria yang sudah milik orang lain!!!!"Ucap Mie sembari menangis.
"Mie jangan menangis kau tidak sepenuhnya bersalah...."Ucap Ray yang merasa kasihan,
"Jika terjadi padaku mungkin aku tidak akan bertahan...Tapi kak Amira bisa bertahan karena cintanya lebih besar dari cintaku pada Adelard"Ujar Mie.
"Tenang lah, Kita akan mencari solusinya ......"Ucap Ray menyeka air mata Mie.
"Hiks hiks hiks kak Ray aku sudah menghancurkan hubungan orang lain seharusnya aku tidak disini aku membenci diriku sendir!!!!"Teriak Mie.
"Kau tidak salah....Kau harus ingat bahwa kau sangat mencintai Adelard....Tenanglah Mie????"Ucap Ray.
"Maaf kak....Aku tidak bisa membiarkan diriku mencintai Adelard"Ucap Mie sembari memeluk Ray.
"Mie tenang lah...."Ucap Ray memeluk Mie begitu erat.
__ADS_1
Setelah Mie menangis dengan mata sembab ia keluar dari kamar Ray, Wulan dan Adelia yang menyadari itu menemui Ray mereka penasaran apa yang terjadi pada anaknya itu, Akhirnya Ray pun membongkar semua yang terjadi kepada Amira. Sontak Adelia merasa sedih karena tidak hanya Mie saja yang tersakiti tapi Amira juga sudah berkorban banyak untuk Adelard yang ia cintai selama bertahun-tahun. Wulan adalah ibu yang sangat mengerti anaknya itu ia merasa bahwa Mie mungkin sangat tertekan namun ia enggan menanyakannya ia percaya kepada anak satu-satunya ini.
Siang itu mereka akan pulang ke kota A namun Mie tak kunjung keluar dari kamar membuat Adelard khawatir. Ia bolak-balik menunggu Mie membuka pintu namun tidak Ada jawaban.
Akhirnya Wulan pun menemui Mie yang sedang bersedih saat Mie mengetahui itu ibunya ia membuka pintu kamar dan memeluk ibunya.
Ia menangis hingga tersedu-sedu ia mengatakan dirinya adalah wanita yang jahat.Perasaan Wulan saat itu bercampur aduk ia bingung harus mengatakan apa kepada anaknya yang terus menangis.
Namun ia hanya mengatakan pada Mie ia harus mengahadapi semua ini Wulan selalu percaya kepada anaknya untuk menyelesaikan masalah ini.
Terdengar tangis Mie membuat Adelard khawatir dan menghampiri Mie.
Agar Adelard tidak curiga Mie memeluk Adelard begitu erat.
"Maafkan aku....Aku merindukan Ayah!!!!"Ketus Mie.
"Kau membuatku khawatir...Aku pikir membuatmu sedih????"Tanya Adelard.
"Tidak...Paman tidak salah???Aku minta maaf karena membuatmu khawatir!!"Ketus Mie yang menangis memeluk Adelard begitu erat.
"Siang ini kita akan pulang....Bagaimana besok kita ke makam ayahmu besok adalah hari kematiannya"Tanya Adelard.
"Baiklah....Terimakasih Paman, Aku bersiap dulu!!"Ucap Mie sembari mendorong Adelard keluar dari kamarnya.
*
Semua sudah memasuki pesawat pribadi milik keluarga Abraham Mie yang terus diam membuat Adelard khawatir yang duduk di sampingnya memegang tangan Mie.
"Apa kau masih sedih sedari tadi diam saja"Tanya Adelard.
"Hmm... Aku sedang PMS perutku sakit jangan dekat - dekat !!!!!"Ketus Mie begitu kecut seperti biasa ia selalu begitu kepada Adelard saat PMS.
"Baiklah... Sayang "Ucap Adelard sembari mencium kening Mie.
"( Apa yang dia sembunyikan dariku, Apa hanya perasaanku saja tapi tanggal ini memang hari ini dia menstruasi)"Ucap Adelard sembari melihat Mie selalu memalingkan wajah darinya.
"Ada apa jangan ganggu aku!!!"Ketus Mie.
"Aku tidak tahu...Aku merasa kau ingin meninggalkanku???Apa aku terlalu bahagia hingga tidak ingin terlepas darimu heee...???"Ujar Adelard sembari mencium cincin tunangan di jari Mie.
Mendengar ucapan itu membuat Mie ingin menangis namun ia tahan karena tidak ingin Adelard mengetahuinya. Ia memeluk Adelard begitu erat agar ia merasa tenang.
"Aku tidak kemana-mana....Aku akan selalu di hatimu paling dalam!!!"Ucap Mie sembari memeluk Adelard.
"Aku mencintaimu....Jangan pernah menghilang dariku!!!"Tegas Adelard.
"Aku juga mencintaimu....!!!!"Ucap Mie matanya memerah menahan air mata agar tidak tumpah di pipinya.
*
Sampailah di bandara kota ternyata Amira sudah menunggu Adelard, Mie pun terkejut hatinya terguncang merasa tidak nyaman. Saat itu semua berjalan seperti biasanya karena sudah malam mereka pulang ke rumah Adelia mungkin ini kesempatan Mie berbicara dengan Amira saat Adelard sedang di kamarnya.
*
"Kak jangan pulang dulu, Apa kita bisa bicara sebentar saja...."Ucap Mie.
"Mie ada apa ????"Ucap Amira yang berusaha tenang.
"Aku langsung cerita ke intinya saja, Kak aku minta maaf ....Aku meminta maaf padamu tentang perasaanku pada Adelard"Ucap Mie yang memohon.
"Ya aku tahu itu sejak awal ,Adelard juga sangat mencintaimu... Kalian pasangan yang sangat serasi "Ketus Amira yang merasa kesal.
"Aku tahu Kak Amira sangat mencintai Adelard melebih diriku???Aku tidak pantas untuk Adelard"Ucap Mie sembari menangis.
"Baiklah aku minta maaf juga, Aku juga tidak bisa menyerah walaupun Adelard mencintaimu...."Ketus Amira.
__ADS_1
"Maafkan aku....Aku harusnya menghentikannya sejak awal???"Ucap Mie.
" Bagaimana kamu mempertanggung jawabkannya!!!!"Ketus Amira memandang Mie begitu sinis.
"Apa kau mencintai Adelard, Jujur padaku?!!!!"Ucap Amira menatap Mie begitu dekat.
"Yah....Aku mencintai Adelard!!!"Tegas Mie sembari menghapus Air matanya.
"Jika kau mencintainya bisakah kau mengorbankan perasaanmu padanya"Tanya Amira.
"Aku tidak mengerti kak...."Ucap Mie yang begitu polos.
"Hah ternyata kau memang anak yang sangat polos pantas saja Adelard jatuh cinta padamu....Kau anak yang baik!!!!! Bulan ini kami akan menikah....Mungkin Adelard tidak memberitahumu!!!!"Ketus Amira sembari tersenyum kecil.
Mie hanya terdiam saja ia tidak tahu harus berbicara apa, Saat itu perasaannya begitu kacau ia ingin mengatakan bahwa ia mencintai Adelard dan tidak ingin meninggalkannya namun ia tidak berhak mengatakan semua karena Amira adalah tunangan sesungguhnya Adelard.
"Aku takut hidupku tidak lama lagi menikah dengannya itu hanya permintaanku yang terakhir, Aku minta maaf Mie aku terlalu egois tapi aku sangat mencintai Adelard sejak kami masih kecil"Ucap Amira sembari menangis memeluk Mie.
Tubuh Mie menjadi lemah mendengar ucapaan Amira, Hatinya begitu hancur karena tidak ada sedikit pun harapan untuk Mie bersama Adelard.Akhirnya Mie berpikir kembali bahwa ia lebih baik menyerah dengan cinta tulusnya pada Adelard.
"Kak aku mohon.... Bisakah beri aku waktu tiga hari saja bersama Adelard setelah itu aku akan pergi....Aku mohon beri aku waktu sebentar saja untuk bersamanya aku mohon ....Hiks hiks hiks!!!!"Ucap Mie yang memohon kepada Amira.
"Aku terima permohonanmu Mie, Aku harap kau menepati janjimu........"Ucap Amira sembari meninggalkan Mie.
Mie pun berjalan menuju kamarnya matanya sembab karena terlalu banyak menangis hari ini.
"Mie berhentiiii!!!"Ketus Adelio sembari menarik tangan Mie.
"Zia....Adelio heee kenapa kalian disini "Ucap Mie.
"Aku sudah mendengarnya dari tante, Jadi itu keputusanmu!!!!"Tanya Zia begitu serius.
"Zia.... ini lah yang terbaik!!!!Hiks hiks hiks"Ucap Mie.
"Aku akan bicara pada Paman....."Tegas Adelio.
"Hentikan aku mohon.....Adelio aku mohon rahasiakan semua ini "Ucap Mie yang tubuhnya lemah karena sejak tadi tidak makan.
"Apa kau pikir dengan begini Paman akan bahagia dia bisa gila jika tanpa dirimu"Ketus Adelio yang kesal.
"Aku yakin cinta Kak Amira akan membuat Paman bahagia.... Dia sangat tulus pada Paman"Ucap Mie.
"Bagaimana denganmu perasaanmu cintamu ......"Ujar Adelio yang tahu Mie sangat mencintai Adelard.
"Berhenti Adelio biarkan ia sendiri dulu... Mie pergilah ke kamar"Ucap Zia yang menahan air matanya.
"Terimakasih Zia heee"Ucap Mie yang berusaha tersenyum
"Kau tidak mengerti karena kau tidak mengalaminya.....Aku percaya keputusan
Mie!!!"Ketus Zia sembari melihat Mie masuk ke dalam kamar.
"Sayang.... Mereka saling mencintai....."Ketus Adelio.
"Tutup mulutmu Adelio....Bau sekali kau makan bawang mentah ya....Cih"Ucap Zia.
"Kejam....Awas saja kau...."Ketus Adelio.
"Sayang.....bisakah aku memelukmu aku ingin menangis!!!"Ucap Zia memeluk Adelio.
"Dasar bodoh..."Ucap Adelio sembari mengelus rambut Zia.
"Kenapa harus sekejam ini!!!! Paman aku hanya punya waktu tiga hari bersamamu akan ku manfaatkan sebaik mungkin membuat kenangan yang indah bersamamu....Adelard Abraham dari lubuk hatiku terdalam aku akan selalu mencintaimu"
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧