Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya
S2 Ep 19 Cinta itu manis dan pahit


__ADS_3

Alarm berbunyi keras membangunkan Mie dari tidur lelapnya, Ia lihat tidak ada Pria yang biasa di samping menemaninya tidur.


Ia berusaha bangun melihat Pria itu tertidur di meja kerja, Mie mendekatinya sembari memberi selimut untuknya , Tidak lupa satu kecupan di kening Adelard.


Setelah itu ia menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan pagi, Adelard yang begitu lelap karena tadi malam lembur tidak di hiraukan nya bunyi berisik saat Mie memasak untuknya.


Pagi itu terdengar bel yang berbunyi , Mie pun membuka pintu ternyata Eiji yang ingin menjemput Bosnya itu. Eiji pun menceritakan bahwa sekarang perusahaan lagi kerepotan masalah permintaan customer yang begitu banyak, Eiji mengatakan bahwa Adelard pagi ini akan melakukan pertemuan. Mie yang kasihan melihat suaminya itu pun memberi ide kepada Eiji, Bahwa ia akan menggantikan nya.


Namun Eiji menolak karena di sana terdapat investor-investor yang mungkin sulit bagi Mie untuk bertatap muka dengan mereka .


Mieya meremas bahu Eiji ia mengatakan bahwa ia bisa melakukan ini, Eiji yang tahu Mie adalah wanita yang pantang menyerah itu setuju saja, Mie pun menyuruh Eiji menunggu nya di mobil.


Mie saat itu menyiapkan makanan dan pakaian kerja untuk Adelard, Ia pun bersiap mandi dan berkemas ia pun tidak lupa mencari tahu tentang pejabat tinggi itu.


Mie pun mengajak Hina pergi bersamanya, Eiji hanya tersipu malu bahwa Hina juga akan ikut bersama mereka.


Ei :" Nyonya Adelard , Aku tidak percaya kamu perhatikan banget sama suamimu???" Mengendarai mobil.


Mie :" Hm soalnya tadi malam dia bilang sama Kak Ray, Kami saat ini merasakan dan menikmati apa yang ada sekarang, Aku pikir perkataannya sedikit benar??"


Ei:" Akhirnya nyonya luluh juga ...."


Mie:" Hentikan ucapaan mu!!!!" Menutup mulut Ei.


Hina:" Kalian bicara apa??? Tadi aku menelpon staf di sana ... Mereka sudah sampai di perusahaan"


Ei :" Tidak boleh menguping pembicaraan orang!!! Heeee ....."


Mie: " Hee kalian sudah akrab ya.... Ei ayo cepat lah kita tidak ada waktu"


Mereka berdua tersipu malu mendengar ucapaan Mie , Ei pun melajukan mobilnya agar segera mungkin sampai di perusahaan.


.


.


.


Matahari yang begitu terik membangunkan Adelard, Ia lihat di sekitarnya tidak ada lagi Mie yang biasa memasak untuknya.


Ia lihat jam di ponselnya ternyata sudah jam dua siang, Ia pun terkejut segera mungkin ia menghubungi Ei.


Adelard yang sudah marah-marah karena ia tidak di bangunkan itu terdiam mendengar cerita Ei, Bahwa tadi pagi istrinya mengantikan dirinya, Awalnya semua pejabat itu menolak Mie yang terlihat tidak berpengalaman namun karena kesederhanaan dan tekat kuat Mie membantu Adelard membuat semua pejabat setuju dengan usulan Adelard yang ingin menurunkan harga alat terapi lansia yang akan dilaunching kan malam ini.


Alasan Adelard menurunkan harga alat terapi karena banyak lansia yang mengalami sakit di kaki namun tidak mampu membelinya karena harga yang terlalu tinggi, Jadi ia pikir lebih baik menurunkan harga alat tersebut dengan kualitas terjamin.


Setelah mendengar cerita Ei , Adelard pun merasa lega Mie memang wanita yang bisa membuat orang percaya akan pendapatnya.


Adelard pun setelah itu bergegas mandi tidak lupa ia juga memakan masakan istrinya yang tercinta.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Ruang Desain Grafis


Adelard memasuki ruangan itu saat itu ia melihat mereka bertiga sedang bercanda.


Adelard :" Kalian bersenang-senang yah???" Mencubit pipi Mie.


Mie:" Ahhh sakit Paman ....."


Ei :" Direktur ....Ini laporan semua sudah di tanda tangani oleh mereka"


Adelard :" Bagaimana kamu bisa meyakinkan mereka" Menatap wajah Mie .


Mie:" Aku bilang keuntungan kita mungkin tidak sebesar yang sudah kita perkirakan namun bagaimana kita anggap aja ini semua amal kita membantu lansia- lansia yang sangat membutuhkan Alat terapi ini "


Hina :" Awalnya mereka menolak .... Apa lagi Pak Wisnu si botak itu , Dia sangat perhitungan!!"


Mie:" Pantas saja kepalanya licin begitu.... Karena pelit sih!!!!"


Ei: " Hahahahahah .... Kalian lucu sekali aku rasanya ingin tertawa terus Hahahahahah"


Adelard: " Mie dan Hina kalian pergilah ke rumah sakit, Ei temani mereka berdua??? "


Hina :" Terimakasih Direktur....."


Mie:" Ei kesempatan mu bertemu dengan calon mertua"


Hina :" Mie ..... "


Ei:" Ayolah kita pergi ....."


Wen : " Ei .... Dimana Adelard???"


Ei :" Direktur di dalam ...."


Wen :" Hei kenapa kau disini!!!!" Teriak Wen yang baru pulang dari jerman.


Adelard:" Kalian bertiga pergilah , Wen ayo kita bicara " Adelard menarik tangan Wen membawanya ke ruangan Adelard.


Mie melihat itu rasanya sangat menyakitkan ia menjadi murung , Ia lupa di antara mereka berdua masih ada Wen.


.


Parkiran Rumah sakit


Ei :" Jangan murung begitu ......"


Mie :" Padahal aku baru saja ingin lebih dekat dengan Paman.... Tapi .....Hiks hiks hiks "


Ei Memeluk Mie yang terlihat Hina yang sedang di luar menunggu mereka.


Hina :"( Apa yang mereka lakukan, Rasanya Menyakitkan)"


Mereka bertiga pun memasuki kamar ibunya Hina, Saat itu ibunya Hina masih murung ia tidak mengingat anaknya .


Hina :" Mie apa yang kau lakukan???"

__ADS_1


Mie:" Tentu saja kita harus menyapa ibumu"


Hina:" Tapi dia tidak mengenal kita???"


Ei :" Yang Mie katakan benar ..... Ayo kita masuk??"


Hina:" ( Mie memang wanita yang baik, Aku tidak pantas cemburu padanya )"


Hina melihat Mie memang kedua tangan ibunya yang sedang duduk di kursi roda dengan wajah begitu murung namun saat Mie berbicara terus menerus tanpa berhenti membuatnya sedikit tersenyum.


Entah mantra apa yang di berikan Mie hati yang sudah lumpuh itu tiba-tiba tersenyum mendengar cerita Mie tentang cerita kedua anaknya yang sangat merindukan ibunya.


Hina meneteskan air matanya yang ia tahan sejak tadi, Ia selama ini tidak pernah memasuki ruangan ibunya ia tidak berani ia takut malah membuat ibunya sedih, Namun saat melihat Mie bercerita tentang mereka tidak di sangka ibunya seperti nya mengerti hingga membuatnya tersenyum. Senyum itu memberanikan Hina untuk menemui ibunya.


Hina :" Ibu ....Aku Hina ...."


Mie :" Ha??? Ibu Hina sudah datang .... Dia cantik sekali seperti dirimu wanita yang super mandiri, Benarkan Ei????"


Ei :" Benar sekali dia adalah wanita yang mandiri .... dan saya suka"


Hina :" Hah!?? Kalian berdua kenapa bercanda terus sih???Hiks hiks hiks "


Ibu Hina :" Hina .....Hina ...Hina ..... "


Hina :" Ibu ....Apa ibu mengingat ku???"


Mie:" Tentu saja, Hina selalu di hati ibu" Memegang dada Ibu Hina"


Ibu Hina :" Hina ....Hina Maafkan ibu .....Hiks hiks hiks "


Mie :" Hina peluklah ibu mu ....."


Hina pun memeluk ibunya begitu erat mereka berdua pun menangis . Mie dan Ei pun keluar dari ruangan itu sembari menunggu Hina .


Ei :" Nyonya sangat hebat ....."


Mie:" Jangan panggil aku begitu ..... Dimana pun itu kapan pun itu seorang ibu tidak pernah melupakan anaknya "


Ei:" Pantas saja Paman Ray dan Alex jatuh cinta padamu?????"


Mie:" Alex????"


Ei :" ( Gawat aku keceplosan)"


Mie:" Walaupun begitu orang yang aku cintai sulit sekali untuk ku gapai???? Hah!! Aku duluan yaa .....Kau antar Hina???"


Ei:" Terimakasih ....Kau membuatku berani mengatakan nya???"


Mie :" Hahaha ....Kau harus menuntaskan apa yang kamu katakan tadi .... Hina tadi murung lho gara-gara kau memeluk aku tadi"


Ei :" Benarkah???? Aku tadi hanya refleks aku tidak suka seorang wanita menangis"


Mie :" Yah aku tahu itu ....Ei aku pulang dulu yah, Ketemu lagi nanti malam jangan lupa bawa Hina bersama mu"


Ei :" Siap Nyonya Adelard "


Hari sudah begitu sore Mie saat itu mencari taxi , Namun sudah ada Supir Adelard yang menunggu nya .Akhirnya Mie memasuki mobil tersebut menuju salon yang sudah di siapkan Adelard untuk Mie.

__ADS_1


Mina-san Jangan lupa Votement yah.....


__ADS_2