
Siang itu hari begitu cerah matahari yang menyinari wajah Adelard yang sedang membaca sebuah buku ditaman Ditemani oleh Amira.
Saat itu Mie memandangi Adelard sembari membantu ibunya membawa beberapa perlengkapan untuk acara pernikahan.
Mata sedih Mie tu membuat ibunya sadar bahwa anak nya sedang dilanda api cemburu ,Ia melihat Mie beberapa kali menghela nafas menahan amarah cemburunya. Saat itu Mie berpikir mungkin seharusnya seperti ini, dia hanya penghambat mereka.
Ray yang berada di belakang Mie pun mendekatinya ia mengatakan bahwa ia ingin mengajak mereka mencari beberapa pakaian tradisional jepang " Yukata" mereka pun menjadi semangat mendengar hal itu.
Tibalah mereka di toko pakaian tradisional jepang.
"Mie menurut Tante ini bagus untukmu"Ujar Adelia sembari mengambilkan yukata untuk Mie.
"Akan ku coba tante Adelia "Ujar Mie.
Saat Mie memasuki fitting room Adelard menarik tangannya.
"Jangan gunakan pakaian itu"Ujar Adelard yang penuh pesona.
"Kenapa....Lepaskan "Ketus Mie yang masih di landa api cemburu.
"Aku sudah membelikanmu sudah ku letakan di kamar apa kau tahu aku sudah membelinya sejak kemarin"Ujar Adelard yang penuh harapan.*
"Aku tidak mau, Jangan urusi aku"Ketus Mie.
"Kau marah padaku atau kau cemburu ya"Goda Adelard yang mendekati Mie.
"Cih.....Siapa yang cemburu "Ketus Mie yang memandang Adelard begitu kesal.
"Hahaha aku melihatmu lho saat aku di taman kau melirik diriku"Goda Adelard sembari memegang pipi Mie.
"Itu....karena "Ucap Mie.
"Apa...."Ketus Adelard yang menjahili kepolosan Mie.
"Karena aku hanya seorang penggangu kalian, Aku tidak ingin melakukan hal bodoh"Ujar Mie tatapan berubah menjadi sedih.
"Jadi kau pikir perasaanku ini hal bodoh "Ketus Adelard memegang tangan Mie.
"Lepaskan aku..... Aku mau ganti pakaian"Ketus Mie.
"Kau tidak percaya padaku"Tanya Adelard yang kesal pada Mie.
Mieya langsung masuk ke dalam fitting room wajahnya begitu sedih.
" ( Aku akan menaklukan mu Mie kau tidak bisa lari dariku)"Ucap Adelard di dalam hatinya.
*
"Mieya apa kau suka baju pilihan Tante"Tanya Adelia sembari melirik Adelard.
"Hmm aku suka Tante hee..."Ucap Mie
"( Ada apa dengan sahabatku ini!!! )Mie ayo temani aku mencari perlengkapan makeup "Ajak Zia menarik tangan Mie.
"Aku ikut, Paman ayo temani kami"Ujar Adelio yang tidak membaca situasi.
"Amira apa kau mau ikut juga"Tanya Adelard yang sedari tadi menemani Amira mencari pakaian.
"Maafkan aku, Aku tidak bisa... Aku tidak bisa ikut dengan kalian"Ujar Amira sembari membuka ponselnya.
"Apa ada masalah "Tanya Adelard yang khawatir.
"Ya ada sedikit urusan dengan keluarga ibuku yang disini"Ucap Amira yang membohongi Adelard.
"Apa aku antar saja"Ujar Adelard yang perhatian dengan Amira.
"Tidak perlu aku sudah memesan taxi"Ucap Amira sembari keluar toko.
Mereka berempat pergi ke suatu toko khusus makeup branded.
Wanita yang sedang berada di toko itu terus menerus melihat ke arah mereka berdua yaitu Adelard dan Adelio.
"Pria yang tinggi itu terlihat sangat dewasa tapi pacarnya itu sangat tidak cocok kecil dan pendek heee" Ucap beberapa pembeli yang melihat Mie dan Adelard.
"Aku keluar saja "Ketus Mie mendengar ucapan orang sekitar.
"Mieya hemmm aku sudah salah tempat membawanya kesini malah membuat ia semakin kesal"Ucap Zia.
"Tenang saja, Aku akan menemaninya Adelio dan Zia gajimu akan ku naikan"Ujar Adelard yang tersenyum.
"Wahhhh Paman baik sekali"Ucap Adelio.
"Ini adalah kesempatan emas untuk mengejarnya "Ujar Adelard yang sangat bersemangat.
"Paman berjuanglah...."Teriak Adelio.
"Bos berjuanglah bos , Aku sudah lama mengenalnya dia itu sebenarnya sedang bingung bukan menolakmu"Teriak Zia yang sudah mengetahui bahwa Adelard sudah menyatakan perasaannya.
"Aku tahu....Zia gajimu dinaikan kau baru memanggilku bos ya...Dasar!!!"Ketus Adelard sembari mengejar Mie.
"Hahahaha.... Bos cepat kejarlah Mie sebelum ia jauh "Teriak Zia.
Adelard pun bergegas mengejar Mie yang sedang kesal.
"Zia kau ini wanita pecinta uang ya "Tanya Adelio.
"Tentu saja untuk persiapaan pernikahan kita heee"Jawab Zia yang tersipu malu.
"Apa kau setuju dengan lamaranku"Ucap Adelio.
"Hmm tentu saja aku setuju, Aku mau menjadi istrimu aku juga akan berjuang walaupun kau orang kaya tapi aku tidak ingin hidup hanya dari penghasilan darimu tapi kita berdua akan bersama - sama mencari uang untuk masa depan kita"Ucap Zia yang sudah siap hidup bersama Adelio.
__ADS_1
"Aku senang sekali ingin menangis rasanya"Ucap Adelio memeluk erat Zia.
Namun sekumpulan orang itu berbisik lagi!!!
"Norak sekali mereka"Ucap Seorang wanita yang berpakaian menor.
"Hei.... Mulut sampah!!!!! "Teriak Zia yang menarik kerah wanita seorang pembeli di toko tersebut.
"Zia tenanglah ayo kita pergi dari toko ini"Ketus Adelio yang menenangkan Zia.
*
Mie mengetahui Adelard mengikutinya sejak tadi.
" Paman, Apa itu kau... Hah syukurlah kau mengikutiku aku tidak tahu jalan pulang hehehe"Ujar Mie sembari berbalik ke belakang.
"Ayo kita mencari tempat yang menyenangkan "Ucap Adelard mengengam tangan Mie.
" Aku ingin makan banyak....Agar bisa tinggi sepertimu "Teriak Mie yang masih kesal.
"Kau masih kesal dengan ucapaan mereka"Ucap Adelard memegang pipi Mie.
"Mereka sangat menyebalkan, Memangnya tidak pantas ya aku bersama Paman"Ucap Mie yang membuat Adelard cenat-cenut.
"Lihat wajahku.... Apa kau tahu yang pantas mengatakannya hanyalah diriku, kau sangat penting dalam hidupku"Ucap Adelard yang begitu serius.
"Paman apa kau serius dengan ini"Ucap Mie yang masih belum percaya.
"Kau pikir aku bermain - main denganmu, Jangan membuatku kecewa Mie"Tegas Adelard yang ingin segera mungkin memiliki Mie.
"Malam ini aku akan memberikan jawaban yang pantas untukmu Paman"Ucap Mie sembari tersenyum.
"Aku tidak menyangka gadis kecilku ini sangat kejam"Tegas Adelard.
"Hhaa... Itu rumah makan yang sangat terkenal di jepang , Ayo paman"Ketus Mie sembari menunjuk rumah makan.
"Hemmm kau ini kalau sudah urusan makanan kau bersemangat ya
ternyata membujukmu mudah sekali"Ucap Adelard.
*
"Hemm....Aku mau ini , ini dan ini"Ucap Mie penuh semangat.
"Banyak sekali siapa yang akan memakannya"Tanya Adelard.
"Pelayan aku pesan ini semua ya jangan lupa jangan terlalu asin"Ketus Adelard.
"Baiklah nona silahkan menunggu sebentar"Ujar Pelayan tersebut.
"Selagi menunggu , Kami memberikan desert ice cream dengan rasa yang lembut"Ucap Seorang pelayan.
"Norak sekali, Apa kau ingin membuatku malu...."Ketus Adelard sembari tertawa kecil
"Tidak apa - apa Tuan, Anakmu sangat menyukainya jika ingin lagi aku bisa mengambilkannya"Ujar seorang pelayan.
"Anak????? " Ucap Adelard wajahnya sudah seperti kebakaran jenggot.
"Hhahahaha terimakasih ini sudah cukup dan satu hal lagi dia ini bukan ayahku tapi suamiku"Tegas Mie sembari mengecup pipi Adelard.
Adelard tersenyum kembali saat mendengar ucapaan Mie, Ia merasa di akui oleh Mie.
"Maafkan aku .... Aku terlalu lancang tuan"Ucap pelayan.
"Yah santai saja..."Ucap Mie sembari memakan ice cream.
"Aku permisi Tuan dan Nona "Ujar Pelayan yang merasa malu.
"Memangnya wajahku sudah tua ya"Ketus Adelard.
"Hahaha kau baru sadar ya ....."Goda Mie sembari tertawa.
"Hentikan tertawa mu itu, Istriku "Ujar Adelard.
"Hhhahahha..... Ha makanannya sudah datang waahhhh"Ucap Mie yang melihat makanan di sajikan.
"Terimakasih Paman, Makanannya aku suka sekali"Ucap Mie yang bahagia sekali.
"( Hanya makanan saja kau sesuka ini padahal aku bisa memberimu lebih dari ini )"Ucap Adelard di dalam hatinya.
"Paman kenapa memandangiku, Aku jijik tau... Kalau di lihatin terus sama om - om heee"Teriak Mie.
"Dasar kau bukannya bersyukur di lihatin Pria setampan aku....." Ketus Adelard sembari menyentil dahi Mie.
"Ahhh sakit sekali"Ketus Mie.
"Sini aku hilangkan sakitnya...."Ucap Adelard.
Chuuuuuu.......
"(Bukan hilang sakitnya malah jantungku hampir meledak karena kecupan ini)"Ucap Mie di dalam hatinya yang tersipu malu.
GAME OVER
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kau menghabiskan semua nanti kau bisa gendut"Ketus Adelard melihat Mie sudah seperti panda.
"Enak sekali..... Aku suka suka suka sekali"Ujar Mie yang tersenyum
"Setelah ini kita akan pergi ke suatu tempat"Ujar Adelard.
"Pergi kemana ... Kita pulang saja"Ucap Mie yang sudah tidak bisa berjalan karena makan banyak.
"Toko nya di dekat sini....Sebentar aku ke kasir dulu "Ucap Adelard.
"Aku tunggu di depan ya Paman"Ucap Mie.
Ia pun menunggu Adelard di depan saat itu tiba - tiba Ben menemuinya
Mie pun terkejut karena ia sedikit trauma prihal kemarin.
"Mie...?????"Ucap Ben.
"Hmm aku tahu kak Ben tidak bersalah "Ujar Mi yang berusaha tersenyum.
"Tolong maafkan aku, Kita bisa mulai dari awal lagi aku akan melakukan apa pun untukmu" Ucap Ben memegang kedua tangan Mie begitu erat.
"Lepaskan ......Jangan pernah menyentuhnya sampah!!!!!"Teriak Adelard.
"Paman hentikan kita di lihatin orang lain"Ucap Mie.
"Kau juga kenapa memperdulikan Pria yang hampir menghacurkanmu"Teriak Adelard.
"Mie bisakah kita bicara ....."Tanya Ben yang masih menyimpan harapan.
"Ben Buana apa kau masih ingin mempertahankan perusahaanmu "Ujar Adelard yang memiliki kekuasan itu, Karena Adelard adalah orang yang terkaya di kota A.
"Tuan Adelard aku tidak peduli dengan perusahan kejayaan apapun itu, Asal aku bisa bersama orang yang ku cintai itu lebih baik"Teriak Ben.
Buuuukkkkkkk......
"Hei kalian jangan berkelahi"Ketus Mie
"Memangnya kau siapa Adelard, Apa kau menyukainya juga "Teriak Ben yang merasa cemburu.
"Itu bukan urusanmu....."Teriak Adelard.
"Apa kau jatuh cinta padanya "Teriak Ben sembari memukul wajah Adelard.
Buukkkkkkkkk Buuuuukkkk.....
"Hentikan .... Ben "Teriak Mie.
"Heee ia aku memang jatuh cintanya....Cintamu itu mungkin tulus Ben tapi aku terlebih dahulu jatuh cinta padanya saat pertama kali aku bertemu padanya saat aku menolongnya di danau itu aku.....Aku sudah jatuh cinta padanya!!!!"Teriak Adelard.
Mie mendengar ucapaan itu tertegun, Ia melihat Adelard begitu serius padanya.
Buuuukkkkk Buuuukkkkkk.......
"Aku sudah bilang hentikan semua ini "Teriak Mie sembari memukul mereka berdua
"Apa kamu memilih Pria tua ini Mie,,,, Waktu mu bersamanya hanya sebentar saja 30 tahun lagi dia akan mati haahaa"Teriak Ben yang menghina Adelard.
"Hentikan omong kosong ini .....Kalian berdua ikut aku wajah kalian sudah babak belur!!"Teriak Mie sembari menarik kedua Pria tersebut.
"Kenapa kau mengajaknya juga "Teriak Adelard.
"Sssttttt...... Kalian berdua masuk saja ke klinik ini, Mohon bantuannya dokter wajah mereka terluka tolong obati"Teriak Mie sembari membawa mereka ke klinik di sekitaran itu.
*
Di dalam Klinik
"Apa ini klinik hewan???"Tanya Ben.
"Benar sekali...Tapi aku bisa membersihkan luka kalian"Ucap Dokter hewan.
"Dasar anak itu....Dia pikir kita ini anak kucing!!!!"Teriak Adelard.
"Haahahahaha ...."Ben yang tertawa.
"Hei Ben kenapa kau tertawa, Apa kau ingin ku hajar lagi"Ketus Adelard.
"Hee kita babak belur hanya karena wanita tapi aku tidak menyesal setidaknya Mie masih peduli padaku, Yah sepertinya aku sudah kalah darimu Adelard bisakah kau berjanji untuk selalu menjaganya jika ia menangis karenamu aku akan merebutnya"Ketus Ben.
"Kau tidak perlu memohon!!!Aku pun pasti akan menjaganya bisakah kau merahasiakan ini"Ketus Adelard.
"Seorang Adelard Abraham memohon padaku...."Ujar Adelard.
"Aku tidak memohon....Cih!!!"Teriak Adelard sembari lukanya di bersihkan.
"Tenang saja jika itu tentang Mie aku akan menjaga rahasia cinta terlarang kalian "Ucap Ben yang sudah mengetahui bahwa Adelard sudah memilik tunangan yang bernama Amira.
Kemudian Ben dan Adelard lukanya sudah di obati mereka pun keluar dari ruangan dokter saat itu Mie sudah tertidur di kursi karena kelelahan.
"Aku pergi salam dengan Mie katakan aku tidak akan membuatnya menangis lagi"Ujar Ben yang meratapi wajah kecil Mie.
"Cih....Untuk apa aku menyampaikannya"Ketus Adelard yang terbakar api cemburu.
Adelard pun memesan taxi dan mengendongnya masuk ke dalam mobil.
"Maafkan aku Mie....Aku harus memikirkan Mu!!!!"Ketus Adelard sembari memcium kening Mie.
Chu.....
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘...................
__ADS_1