
Tigapuluh menit kemudian
"Rumah sakit??. " Tanya Rasyad.
"Ja Krankenhaus, lass uns rein gehen!! ." Adeline turun memasuki rumah sakit itu diikuti Rasyad.
(Ya rumahsakit, kita masuk yuk!! ").
Di depan ruangan bertuliskan ' Psychische strourungen'.
Kenapa Adeline membawaku ke ruangan gangguan jiwa?? batin Rasyad.
"Siapa Yang sakit ??." Tanya Rasyad.
"Masuk aja dulu , temenin aku nanti aku certain." Tatapan Adeline terlihat sendu. Mereka memasuki ruangan serba putih, hanya ada satu ranjang Dan ruangan ini sangat kecil. Di dalam ruangan ini terlihat pria paruh baya menatap kosong kedepan.
"Hallo Dad, wie geht es ihnen?? ." Adeline memeluk pria itu
(Hallo Dad, Bagaimana kabarmu?? ).
Jadi dia ayahnya Adel,, batin Rasyad.
Pria itu tersenyum simpul.Dan menoleh kearah Rasyad, dengan ragu Rasyad menyalimi nya.
"Mein name ist Rasyad." Rasyad tersenyum sambil membungkukkan badan sedikit.
"Apa kau dari Indonesia??. " Pria itu menatap tajam kearah Rasyad. Rasyad yang ditatap seperti itu merasa ngeri dia takut Dady Adeline benar benar gila Dan mengamukinya.
"I.. Iya Om. " Jawab Rasyad gugup.
"Ded calmdawm, Rasyad temen aku dia baik kok." Adeline mengusap punggung Dady.
"Jangan pernah kau sakiti putri ku.Jaga dia." Tatapannya kosong tapi mengisyaratkan kebencian.
"Baik Om, sebisa saya akan menjaga Adeline." Dengan was was Rasyad bersikap normal, padahal dari tadi dia gemetar takut benar benar diamuk.Pasalnya ruangan ini khusus orang gangguan jiwa.
"Tenang aja Ras Dady aku nggak akan ngamuk kok." Rasyad tersenyum malu.Ternyata Dedy Adeline tidak buruk seperti Yang dipirkannya
"Wo wohnst du?. " Tanya Dady Adeline.
(Dari mana asalmu?).
"Jakarta Om."
"Gehen!! sudah mau sore." Ucapnya.
(Pergilah!!).
"Adeline bakal sering seeing kesini.Dady janji jaga kesehatan ya jangan suka telat makan." Ujar Adeline dengan nada Yang dibuat manja .
"Saya perintahkan lagi sampai kau menyakiti Adeline.Saya pastikan kau tak akan bernyawa lagi." Ucapnya dengan tatapan elang mengarah ke Rasyad.
"Iyah Om saya janji." Rasyad menahan takut. Dia ingin cepat keluar dari ruangan ini.
"Jangan gitu pah, Rasyad jadi takut Dan nggak mau temenan sama Adeline lagi gumana??. "
"Kami pamit Om." Akhirnya Rasyad bisa bernafas lega.
********
"Maaf ya Ras Lo jadi ketakutan kaya gitu." Mereka sudah melaju meninggalkan pekarangan rumah sakit.
"Siapa juga Yang takut." Rasyad memalingkan wajahnya keluar jendela.
"Yaelah takut takut aja kali'. " Adeline terkekeh.
"Ohh ya gue boleh nanya nggak?? ."
__ADS_1
"Tentang Dady gue kenapa bisa kayak gitu??. "Tebak Adeline.
"iyah." Jawab Rasyad menatap lekat mata Adeline ia takut malah membuat Adeline sedih.
"Kita cari kafe dulu yah, biar enak ngobrolnya."
Adeline menepikan mobilnya didepan kafe minimalis.
"Jadi Lo siap mau dengerin?? ." Tanya Adeline Yang dibalas anggukan.
"Sebenernya gue ragu certain ini, tapi gue percaya kok sama Lo." Adeline tersenyum ke Rasyad.
"Gue nggak maksa del buat Lo cerita." Ucap Rasyad.
"Gue mau cerita... " Adeline menarik nafas memulai ceritanya.
"Dady sama mamy gue sudah pisah sejak gue umur dua tahun, gue jarang ketemu sama mamy dia pindah ke pranciss saat umur gue 3 tahun. Dua tahun kemudian Dady bawa gue pindah ke Bandung , Kisah itu dimulai saat Dedy kenal wanita Yang bisa ngertiin keadaan dady,, Dan gue yang seharusnya butuh kasih sayang seorang ibu.
Wanita itu menaruh harapan ke kami, dia selalu perhatian, memberikan kasih sayang layak nya seorang ibu. "
Adeline menarik nafas mencoba menahan emosi, terlihat dari pancaran matanya Yang penuh kebencian.
"Beberapa bulan kita menaruh harapan kepada wanita itu,, gue pun sudah sayang banget sama dia, Dady juga udah sayang sama wanita itu. Tapi naas harapan untuk bersama , gue punya ibu baru lenyap saat kita tau wanita itu sudah bersuami"Rasyad refleks memeluk Adeline yang mulai menitikkan air mata.
"Udah nggak usah dilanjuti.Gue tau lo kuat yang sabar yahh."
"Gara gara dia Dady jadi Depresi hikks hikkss..
Gue butuh bantuan lo Ras."
" Bantuan apa?? ."
"Gue mau lo anter gue ke Bandung."
"Gue mau cari wanita itu."
"Lo masih inget rumah sama wajahnya?? dulu kan lo masih kecil."
"Gue masih inget." Ujar Adeline.
"Gue bantuin tapi kita kesana pas libur semester yah."
Adeline mengangguk.
Anda harus bertanggung jawab tante Ayu, batin Adeline
*Adeline*
Drrtt Drrtt Drttt
"Gue angkat telefon dulu ya del."
Adeline mengangguk. Rasyad keluar dari kafe.
"Hai sayang." ucap Lisa saat vidio call tersambung.
"Hai, kayaknya ada yang kangen nih."
"Cckk emang lo nggak kangen." Ujar Lisa ketus.
"Yah gitu doang marah."
"Lo dimana?? ." Masih dengan nada ketus.
__ADS_1
". 'kamu' 'aku' sayangg, udah dong gitu aja ngambekk.
aku juga kangen kok."
"Iyahh kamu dimana?? lagi sama cewek yaa." Ucap Lisa dengan muka cemberut.
"Iyah sama temen."
"Ihh baru aja beberapa hari udah main nempel sama yang lain "
"Kamu sendiri masih dikampus??." Tanya Rasyad.
"Udah deh nggak usah ngalihin pembicaraan.Mana coba ceweknya aku lihat cantikan mana sama aku."
"Jangan cemberut makin cantik tau nggak."
"Gausah gombal."
"Tenang aja cuma temen Lisa."
"Ishh awas aja ya macem macem." Tunjuk lisa ke arah layar.
Ttuutt Ttuutt Ttuutt
"Yah ngambek beneran huufftt."
"Udah telfonnya??. " Tanya Adeline yang sudah didepan Rasyad.
"Ohh udah kok, mau pulang??. "
"Yaudah yuukk!! ."
*Rasyad*
**********
"Kenapa sih Lis betek amat tuh muka?." Tanya Devi,, sekarang mereka berlima masih dikantin kampus.
" Kesel gue sama Rasyad jujur banget dia."
"Dia jujur yah harusnya lo seneng dong. Giliran bohong aja nanti keluar tuh asep dari kepala." Ujar Dito.
"Ckk maksud guwe jujurnya ini nyakitin, masa dia bilang lagi sama cewek." Ketus Lisa.
"Waahh enak banget Rasyad dapet bidadari bidadari syurga pasti , Gue yakin lo mah kalah sama Bidadarinya Jerman." ujar Dito dengan senyuman lebarnya.
"Lo kok manas manasin sih dit.Gue ladenin lo juga sekarang." Lisa bersiap maju dengan tangan yang sudah mengepal.
"Gue cabut dulu, takut ada singa bangun." Dito lari kebirit sebelum Lisa menghajarnya.Hahaahaa...
"Awas lo ya Dit." Teriak Lisa.
Devi, Kayla, dan Rian tertawa kecil melihat tingkah temannya yang masih seperti anak SMA.
*Lisa*
**********
Haii readerrs jangan lupa like vote and komen yaaaa...
Dan jan lupa tambah ke favorit 🥰
mohonn vote nya yaa 🥺🤗
__ADS_1