
Sedangkan di lain tempat Lisa and the gengs sedang asyik berkumpul ditaman belakang kampus.Siang ini mereka habiskan dengan canda tawa sebelum tugas tugas menjadi penghalang bagi mereka.Kebersamaanlah yang menjadi tonggak persahabatan mereka tetap terjalin.
Walau mereka kehilangan satu sahabat yang telah mengkhianati sahabat plus pacarnya,, yaitu Ar.
"Guys katanya kampus mau ngadain kemah ya buat mahasiswa baru." Ujar Rian.
"Gue juga denger dari Kak senior,,, emmm siapa ya namanya." Sambung Devi.
"Ahaa Kak Fatihh, aduuhh dia tuh ya ngganteng bangeet....
pokoknya idaman kaum hawa."
"Lohh tuh mata keranjang banget yaa." Rian menoyor kepala Devi.
"Isshh ini kepala ****."ucap Devi.
"Tau tuh kelamaan ngejomblo jadi gitu deh." Sambung Dito.
"Apaan sih kayak lo nggak jomblo aja." protes Devi.
"Kok kalian seneng ya ngomongin status jomblo aja dari kemarin." Sambung Kayla.
"Tau tuh ngomongin yang lain kek." Ucap Lisa.
"Ohh ya kata lo Kak Bian udah jadi anggota blacksquat, tapi kok gue nggak liat dia ya dari tadi." Ucap Rian.
"Iyah juga ya,, gue kan mau ngenalin kalian ke dia biar lebih akrab lah." ujar Lisa.
"Ehh giman buat kedatangan anggota baru kita adain makan makan gitu, kan biar seruu." Ucap Dito.
"Yee lu mah soal makanan aja cepet." ucap Kayla.
"Tapi kali ini gue setuju sih sama sarannya Dito." ujar Lisa.
"Tuhh Lisa setujuu wwleekk." Dito menjulurkan lidahnya kearah Kayla.
"Cckk kali ini aja ya Lisa setuju sama saran lo." Protes Kayla.
"Eehh itu bukannya Kak Bian ya?." Tanya Devi.
"Iyah bener, gue panggil dulu ya." Lisa beranjak menghampiri Bian, tanpa sepatah kata Lisa menarik Bian ke tempat mereka tadi. Bian hanya diam mengikuti Lisa yang menariknya.
Tak jauh dari tempat mereka ada dua pasang mata melihat Lisa,Bian, and the gengs dengan tatapan tajam.
"Kayaknya ada mangsa baru nih tan." Ucap salah satu dari mereka
"Kita lihat saja nanti." Jawabnya.
__ADS_1
Bian duduk diantara mereka tetap dengan ekspresi nya 'datar'.
"Eheemm." Devi berdehem memcairkan suasana yang terasa dingin kayak kutub utara heheee..
"Emm kak rencananya kita mau makan makan buat ngerayain kalau Kak Bian udah sah jadi sahabat kita, ya nggak guyss??." jelas Lisa.
"Bener tuhh." Jawab Dito spontan, semuanya menatap Dito aneh.
"Eheehee." Dito hanya cengengesan saat ditatap mereka.
"Ckk semangat banget." Ucap Kayala.
"Halahh semangat gara gara makan cuma cuma." Sambung Devi.
"Emm rencananya mau makan makan dimana??." Tanya Bian yang membuat mereka menatapnya kaget, mereka pikir Bian tidak akan menyetujui rencana ini.
"Kak Bian setuju?." Tanya Lisa dibalas anggukan dari Bian.
"Nggak usah keluar, kita berbeque aja dirumah Lisa." Usul Devi.
Hadughh kalau dirumah Lisa pasti ada Kak Deren, gue kan masih malu soal kemarin,,, batin Kayla
"Jangan dirumah Lisa kita makan diluar aja yaa." Mohon Kayla.
"Nggak Kay kita harus makan makan dirumah Lisa aja,, titik." Tegas Devi.
"Pokoknya dirumah Lisa." Tegas Devi.
"Stopp ngapain pada ribut sih." Ujar Lisa.
"Voting aja deh,, kalau gue setuju dirumah Lisa, kan seru tuh pasti rame ada Dion sama Kak Deren." Ujar Dito.
"Wah bener juga, gue kangen main gitar sama Dion." Sambung Rian.
"Nahh udah kan fikkss dirumah Lisa." Ucap Devi.
"Oke deh iyaa." Ucap Kayla.
"Tumben lo nggak mau dirumah Lisa, biasanya paling semangat." Ucap Dito.
"Haa emm ya nggak pa pa." Ucap Kayla gugup.
"Ada yang aneh nih." Lisa menaikkan satu alisnya.
"Eheemm?." Bian berdehem membuat mereka menatapnya.
"Yaudah gue beliin bahan bahannya dulu." Ujar Bian.
"Gue temenin kak." ucap Lisa dibalas anggukan dari Bian.
__ADS_1
"Terus kita ngapain??." tanya Dito.
"Kalian balik aja kerumah nanti kerumah gue habis magrib ya." jelas Lisa.
"Wahh enak dong kita." Dito tersenyum lebar.
"Ckk lo mah ambil enaknya aja." Sindir Devi.
*******
Sekarang mereka berdua berada disalah satu minimarket.
Yah Bian dan Lisa sedang membeli bahan bahan berbeque nanti malam.
"Ihh tinggi amat, gue kan nggak nyampek ambilnya." Gerutu Lisa berusaha mengambil minyak goreng dirak paling atas.
Percuma saja Lisa berusaha karena tingginya tidak akan semampai dengan tinggi rak itu. Sampai keseimbangannya runtuh, hampir saja Lisa jatuh jika tidak ada tangan kekar menopang tubuhnya.
"Kalau nggak bisa ambil bilang, udah tau pendek." Ucap Bian, yahh tangan itu adalah tangannya Bian.
"Isshh Kakak bilang apa?? gue pendek??." Protes Lisa melepas tangan Bian dari pinggangnya.
"Nihh." Bian menyodorkan minyak goreng.
"Gue nggak pendek ya kak." Sambung Lisa.
"Hemm terserah." Jawab Bian.
"Isshh resek." Lisa cemberut mencubit perut Bian, Bian hanya meringis saat Lisa mencubutnya.
" Kak apa aja ya yang belum dibeli??." Tanya Lisa.
"Eemm udah komplit kayaknya." Jawab Bian.
"Yaudah kekasir yuk."
"Sini biar kakak aja yang antri, lo tunggu diluar." Ucap Bian.
"Okeyy kak." Lisa keluar menunggu Bian, bosan menunggu Bian antri Lisa mengeluarkan Hp dan mendial aplikasi Instragam.
Matanya langsung melotot melihat foto dilayar hpnya.
Tanpa sadar buliran air keluar , tanpa sepatah kata, air matanya telah mewakili perasaannya sekarang.
Gue kecewa sama lo....
"Lo kenapa??." Tanya Bian.
__ADS_1